Penyesalan Mantan

Penyesalan Mantan
Episode 23


__ADS_3

Pov Zaenab


Tubuhku terasa remuk redam setelah percintaan kami dengan Roy, Pria itu begitu kuat sekali setiap kali main dengan ku, aduh bisa-bisa rontok tubuh ini oleh keganasan dia di ranjang.


Mas Roy memang begitu, tiga hari kamu bagaimana lari estafet tanpa henti, dia melampiaskan semuanya padaku, setelah kami lama tak bertemu, karena kerjaan dia.


Aku sandarkan tubuhku di sandaran ranjang, mulutku terus saja menguap berkali-kali karena masih kelelahan.


Tak berapa lama suara ponselku berbunyi, lalu kuraih benda pipih itu dari atas nakas.

__ADS_1


Terlihat di layar ponselku, " Mommy"


" Ya Bu, ada apa pagi-pagi begini sudah telpon Zaenab, pasti mau minta uang ya?" tebak ku pada intinya, sebab Ibu tahu aku lagi pergi bersama Mas Roy, dan tentu saja sehabis ketemu sama Mas Roy, pasti aku akan mendapatkan uang yang banyak.


" Kamu tahu aja Nap maunya Ibu," jawab Ibu sambil terkekeh di ujung telepon sana.


" Iya Bu bentar lagi Zaenab transfer, tapi satu juta saja ya? soalnya Zaenab juga mau beli baju dan perhiasan Bu, biar seperti Karina itu, pokonya aku ga mau kalah sama Karina itu," ucapku dengan kesel, apalagi dia enak banget, pada saat Mas Pram naik jabatan malah dia yang menikmati, seharusnya aku dong yang menikmatinya, sebab dari nol Mas Pram bersama dengan aku, tetapi setelah Mas Pram sukses dia dapat enaknya saja, gerutu ku semakin kesel bila mengingat hal itu.


" Aduh Bu kok jadi Zaenab yang jadi sapi perah sih, tunggu saja Bu aku transfer secukupnya buat Ibu, jangan protes" seruku pada ibuku itu.

__ADS_1


Aku yang lagi kesel, akhirnya aku putuskan saja sambungan telpon dari Ibuku.


Huh dasar Ibu ga mau ngalah sama anaknya, terus saja meminta ini itu, omel ku seorang diri.


Setelah aku mematikan ponselku, kembali aku letakkan benda pipih itu di atas nakas, ku angsur tubuhku yang masih terasa lelah ke pinggiran ranjang, lalu akupun bangkit dan berdiri, lalu berjalan menuju kamar mandi untuk membersihkan tubuhku yang terasa lengket akibat dari pergulatan kami semalam penuh.


Usai membersihkan badan, lalu aku mengenakan baju di belikan oleh Mas Roy padaku, tentu saja baju itu mahal dan bermerek ternama tentunya, itulah yang aku pinta dari Mas Roy, aku pokoknya tidak mau kalah hebat dari si Karina itu, memangnya dia sendiri yang bisa membeli baju mahal, coba lihat saja akupun bisa membelinya, bahkan aku nanti akan membeli berlian seperti punya dia itu, awas saja kamu Karin, aku akan lebih banyak mempunyai berlian di bandingkan punya kamu, omel ku dalam hati.


Dan bukan hanya berlian tetapi aku akan membeli mobil seperti punya Mas Pram, biar kamu kebakaran jenggot melihat aku yang bisa menyaingi gaya kamu yang hedon itu.

__ADS_1


Aku tersentak ketika ponselku berbunyi lagi, lalu akupun meraih benda pipih itu, mataku melotot ketika melihat melihat sebuah notifikasi M-banking masuk, dan tertera di sana sebuah nominal angka yang tak aku duga sebelumnya, Mas Roy tidak bohong, dia mengirimi sejumlah uang yang dia janjikan padaku tadi malam sebelum kami berpisah.


Yah sebuah nominal yang bisa untuk membeli berlian yang aku idam-idamkan, senyum ku kian lebar saja, senengnya bukan kepalang, awas ya Karin kamu akan aku kalahkan kali ini, ujarku dalam hati.


__ADS_2