Penyesalan Mantan

Penyesalan Mantan
S2. Membenci Zia


__ADS_3

Dengan tergesa-gesa nampak Amel dengan perut yang sudah terlihat membuncit nampak masuk menuju ke rumah mewah Dio dan Aninda.


Di ikuti oleh Akio beserta putra pertama nya yang bernama Ryu yang telah rapi mengenakan seragam sekolah TK nya.


"Mau nitip Ryu lagi? Kamu enggak kasihan sama istri kamu yang sudah nampak membuncit kamu ikut sertakan kerja bolak balik Indonesia-Jepang?" ucap Dio dengan menatap jengkel kepada Akio yang selalu menitipkan putra datar nya tersebut kepada dirinya dan Aninda.


"Iya ... mau gimana lagi. Aku sudah melarang Amel buat tidak usah ikut ke Jepang dan tinggal di rumah saja buat Namun seperti biasa tetap merajuk ingin ikut," jawab Akio dengan menatap istrinya yang terlihat cemberut tersebut.


"Kalau aku tidak ikut nanti yang ada kamu di genitin sama klien-klien kamu itu," ucap Amel dengan menatap seluruh penjuru ruangan.


"Dimana Aninda dan imut-imut ku?" tanya Amel kemudian.


"Masih seperti kemarin, tiap pagi mual dan muntah. Sibuk wara wiri ke wastafel karena perutnya terasa mual terus. Aku bawa ke dokter pun Aninda tidak mau. Kalau anak-anak masih di ruang makan sarapan," jawab Dio dengan segera mempersilahkan mereka semua untuk masuk.


"Mau punya baby lagi itu tanda nya. Periksakan saja biar segera dapat vitamin juga," ucap Amel dengan segera menuju ke wastafel dapur dimana Aninda berada.


"Lagi hamil muda nih Nin kamu kayaknya. Di periksain saja secepatnya jangan di tunda-tunda. Aku mau nitip Ryu lagi ya Nin," ucap Amel kemudian.


"Iya, Ryu sudah sarapan belum? Kalau belum kamu ambilkan sarapan dulu buat Ryu," tutur Aninda dengan cepat karena menahan mual yang kembali menyerangnya.


"Sudah tadi Nin, tapi anakku itu sudah duduk di samping Zey dan Zea yang semuanya sudah terlihat berangkat untuk pergi ke sekolah," ucap Amel.


"Iya sudah sana jangan ganggu aku. Perut aku mu-- Hoekkk ... Hoekkk!!!" ucapan Aninda pun terputus karena rasa mual yang kembali melanda perutnya.

__ADS_1


"Ya sudah Nin. Titip putraku ya! Kita juga mau berangkat segera. Mungkin untuk beberapa hari Ryu akan menginap disini," ucap Amel dengan kemudian mencium pipi putra nya tersebut.


"Jangan nakal ya di rumah Tante dan Om Dio. Ingat untuk menjaga Zia dimana pun kamu berada! Jika ada yang berbuat usil dengan Zia kamu harus menjadi pelindung terdepan untuk Zia. Zia adalah calon istri masa depan kamu. Ingat itu ya," tutur Amel setiap hari dengan memberikan wejangan yang sama kepada putra nya tersebut.


"Enggak mau! Zia culun! Ryu sudah menyukai gadis lain di kelas kami!" pekik Ryu dengan segera menjauh dari peredaran Zia.


Zia yang mendengar jawaban Ryu yang terus seperti itu pun tampak menahan air mata nya.


"Papi, apakah Zia sangat jelek?" rengek Zia kepada sang Ayah.


"Jelek! Benar apa kata Ryu. Kenapa sih Zi kamu selalu berpenampilan seperti itu? Jangan pakai kacamata besar dan rambutmu ini ih jangan terus di kepang dua. Culun banget tau," ucap Zey saudara kembar Zia.


Zia pun nampak menangis terisak karena selalu mendapatkan perundungan dari saudara kembarnya dan Ryu.


Bahkan teman di kelas nya pun terlihat enggan untuk berteman dengan Zia yang terlihat sangat culun tersebut.


"Hiks ... hikss ... tapi Pi, Zia dengan berpenampilan seperti ini tidak ada satu pun anak di sekolah Zia yang mau berteman dengan Zia, Pi. Zia ingin memiliki teman Pi," ucap Zia dengan menangis tersedu-sedu di hadapan papi nya tersebut.


"Kan ada Kak Ryu dan Kak Zey yang selalu menjaga kamu di sekolahan," ucap Dio dengan masih berusaha membujuk putrinya agar berhenti menangis.


"Papi lihat sendiri kan kalau Kak Zey dan Kak Ryu tidak ada yang menyayangi Zia," ucap Zia dengan menatap Papi nya agar segera merubah penampilan nya.


"Ryu! Jika Ryu tidak menurut dengan apa kata mama dan papa untuk selalu menjaga Zia maka mama dan papa akan terus menetap di Jepang dan kamu akan mama tinggal di Indonesia dan hidup sendirian," ucap Amel dengan kembali mengancam putra nya agar bersikap lebih baik lagi kepada Zia.

__ADS_1


"Iya baiklah, Ma. Ryu akan menjaga Zia. Tapi mama dan papa segera pulang kembali ya," ucap Ryu dengan mimik wajah sedihnya karena terlalu sering di tinggal untuk bepergian oleh kedua orang tua nya.


"Iya, mama dan papa akan segera pulang. Jangan nakal ya. Sekolah yang rajin. Papa dan Mama berangkat dulu," ucap Amel dengan mencium putra nya tersebut. Begitu juga dengan Akio.


Ryu pun kemudian segera memeluk erat mama serta papa nya dan juga memberikan kecupan sayang untuk calon adiknya yang ada di perut mama nya tersebut.


"Dio, kami titip Ryu ya. Jika ada apa-apa segera hubungi kami," ucap Akio dengan segera masuk ke dalam mobil dengan tergesa.


Sama hal nya dengan Amel yang masih tampak gesit dengan perutnya yang terlihat sudah kian membesar itu.


Mobil kedua orang tua Ryu pun nampak segera melaju keluar dari halaman rumah mewah milik orang tua Zia.


Sedangkan ketiga anak-anak tersebut nampak telah masuk ke dalam mobil dengan saling berdiam diri.


Hingga mobil yang di kendarai oleh Dio pun tiba di depan lobby sekolah internasional dimana anak-anak nya tersebut menimba ilmu.


"Hey kids, jangan lupa untuk saling menjaga ya! Terutama Zey, lindungi adik kamu dimana pun dirinya berada," ucap Dio yang kemudian mendapatkan jawaban dengan anggukan kepala oleh Zey.


Ketiga nya pun segera mencium tangan Dio dan terlihat segera turun dari mobil dan menuju ke kelas nya masing-masing.


Walaupun di TK yang sama, namun Zey dan Zia tidak berada di dalam satu kelas yang sama. Namun Zia pun berada di dalam kelas yang sama dengan Ryu.


"Ryu! Tunggu aku. Kita masuk kelas bersama ya!" pekik Zia dengan setengah berlari mengimbangi Ryu.

__ADS_1


"Jangan terlalu dekat! Jaga jarak dariku. Aku tidak mau memiliki teman cupu seperti kamu. Aku hanya terpaksa bersikap baik denganmu hanya di depan kedua orang tua kita,"


"Jika berada di sekolah aku tidak ingin Rossaline terlihat marah kepada ku karena berjalan bersama dengan orang yang berpenampilan norak seperti mu. Dasar jelek!" ucap Ryu dengan sangat pedas dengan segera meninggalkan Zia yang masih terlihat mematung di tempat.


__ADS_2