
Pagi itu Akio pun segera berkunjung ke rumah Dio setelah selesai berdiskusi dengan sang papa dan telah mengantongi izin untuk segera menunjukkan bukti-bukti ke media.
"Ayo Dio kita bicara kan ini di ruang kerja mu saja," ucap Akio setiba nya di rumah orang tua Dio tersebut.
"Ya baiklah. Kamu naiklah lebih dulu. Aku mau mengambil minuman dan camilan untuk diskusi panjang kita nanti," ucap Dio yang kemudian menuju ke dapur.
Sedangkan Akio pun segera melangkah menaiki anak tangga dan terlihat menuju ke ruang kerja milik Dio tersebut.
Dio pun segera menuju ke lantai atas begitu Dio selesai membuat minuman dan mengambil camilan.
Di dalam ruang kerja tersebut nampak Akio yang telah duduk di kursi sofa yang tersedia di ruangan tersebut sembari memainkan ponsel canggih nya tersebut.
Dio pun segera meletakkan minuman dan camilan tersebut di meja yang tak jauh dari tempat duduk Akio.
"Gimana Kio?" tanya Dio secara langsung tentang kedatangan nya kali ini dan rencana nya setelah itu.
"Kita hubungi wartawan yang gila akan berita panas tersebut namun kita harus menggunakan akun anonymous. Agar tidak kena imbas setelah kita membongkar kedok keboborokan keluarga Vania tersebut," tutur Akio dengan perlahan.
"Sekarang atau nanti nih?" tanya Dio yang memang sudah tidak sabar untuk segera menghancurkan keluarga Vania tersebut.
"Sekarang juga lebih bagus. Karena papa ku pun telah membantu kita untuk menyuruh pihak media yang lain nya agar berita tersebut menjadi trending topik. Pastinya akan ada banyak pihak yang kemudian menyerukan kepada pihak berwajib untuk segera melakukan penarikan paspor dan pembatalan izin visa milik keluarga papa Vania agar tidak bisa kabur ke luar negeri," ucap Akio.
__ADS_1
Tanpa banyak kata Dio pun segera merespon dengan cepat ucapan demi ucapan yang terlontar dari mulut Akio dengan segera mengambil laptopnya serta membuat banyak akun-akun palsu agar tidak mudah terlacak untuk menghubungi wartawan tersebut.
"Mana nih kontak wartawan itu?" tanya Dio setelahnya.
Dengan cepat Akio pun segera menyodorkan nomer pribadi maupun alamat email yang sering di gunakan oleh wartawan tersebut. Tak lupa Akio pun juga mencantumkan seluruh akun media sosial milik wartawan itu sekaligus.
Dio pun dengan cekatan kemudian memberikan bukti-bukti tersebut kepada pihak wartawan tersebut melalui banyak akun anonymous nya tersebut dengan cepat.
"Jika wartawan itu tidak mau segera meng up ke media maka kita harus gimana Kio?" tanya Dio dengan sedikit khawatir.
"Ya jalan ninja nya kita hubungi saja akun-akun gossip yang sudah tentu mau membantu kita serta menjamin privasi kita selagi berita itu benar ada nya,"
"Baiklah aku turuti saran-saran kamu yang memang terlihat sangat masuk akal. Memang nya kamu pernah menghubungi admin-admin gossip seperti itu? Kok kamu seperti nya jauh lebih berpengalaman hal begituan ketimbang aku," ucap Dio dengan raut wajah penasaran.
"Ada lah salah satu admin nya itu yang berteman baik sama aku. Eh jika pihak lambai melambai gossip butuh jasa milik kamu itu aku langsung kasih kontak kamu saja lah ya? Biasa akun-akun nya itu sering terkena hack para haters nya itu," terang Akio dengan gamblang.
"Ya terserah sih. Asalkan jangan lupa bayaran nya saja," jawab Dio dengan asal.
"Kalau itu mah beres. Eh gimana mama dan papa kamu sudah mencoba mobil yang telah aku kirim belum?" tanya Akio dengan raut wajah penasaran.
"Sudah, katanya sih mobilnya terlihat biasa-biasa saja. Cuma ya lebih ramping dan gesit sih untuk menyalip-nyalip mobil-mobil lain nya," tutur Dio dengan jujur mengenai mobil tersebut.
__ADS_1
"Memang desain nya biasa saja. Tapi itu kecepatan maksimal nya jauh lebih mumpuni dari mobil balap milik pembalap dunia sekalipun. Mobil itu juga tahan benturan dan ada sistem otomatis nya untuk mengindari tumbukan ataupun benturan lain nya. Desain nya sengaja di buat biasa agar tidak terlalu mencolok tau," ucap Akio dengan menjelaskan secara rinci tentang kualitas mobil nya yang telah dirinya modifikasi bersama anak buahnya tersebut.
"Sudah ku duga. Pasti fungsinya jauh dari bentuk mobilnya yang terkesan biasa saja. Baiklah nanti biar mobil nya aku coba bersama orang tua ku lagi dan mencoba fitur-fitur yang kamu katakan itu," jawab Dio.
"Terserah kamu saja lah. Kamu ingin melihat aku menyempurnakan chip yang sedang dalam tahap penyempurnaan atau tidak? Setelah ini aku mau kembali ke markas penelitian ku. Jika kamu ikut maka ayo segera bersiap," ucap Akio dengan mengajak sahabat nya tersebut.
"Hari ini aku hanya ingin berburu makanan dan minuman yang sedang aku impi-impikan sejak kemarin," ujar Dio yang memang kerap sekali menginginkan makanan aneh-aneh yang membuat liurnya rasanya seperti akan menetes jika tidak segera mendapatkan makanan dan minuman tersebut.
"Hem mungkin kamu sedang ngidam. Syukurlah jika kamu yang ngidam karena bisa kesampaian semua nya. Coba bayangkan saja jika yang ngidam makanan dan minuman aneh-aneh adalah Aninda yang kehidupan ekonomi nya mungkin saat ini memang terbilang sangat pas-pasan," ucap Akio dengan merespon cepat atas keinginan sahabat nya tersebut.
"Yasudah aku izin pamit pulang lebih dulu. Jangan lupa untuk menggandeng pengacara yang ahli di dalam bidangnya untuk segera mempercepat proses perceraian kalian," ucap Akio dengan segera berlalu dari dalam ruang kerja milik Dio tersebut.
"Sudah! Aku sudah menyewa lima pengacara sekaligus untuk mempercepat segala proses perceraian ku!" pekik Dio dengan keras agar ucapan terdengar oleh Dio yang sedang menuruni anak tangga di rumah keluarga Dio tersebut.
Sedangkan Akio yang mendengar suara Dio yang terdengar lantang dan keras dengan mengatakan telah menyewa lima pengacara sekaligus pun segera terkekeh pelan.
"Kalau menyewa jasa lima pengacara sekaligus nama nya pemborosan tahu untuk sekelas sidang perceraian saja. Hihihi. Biarkan saja lah. Namanya juga sedang berusaha," gumam Akio dengan segera berlalu.
Sedangkan Dio pun terlihat semakin tak karuan mana kala mengingat percakapan nya bersama Akio.
"Ada benarnya yang dikatakan Akio. Bersabarlah sebentar lagi sayang. Setelah masalah ini menemukan titik terang dan membalaskan apa yang telah kamu rasakan maka aku akan segera menjemput kalian agar kita bisa hidup bersama lagi dan menjadi keluarga utuh yang bahagia selamanya sayangku Aninda," ucap Dio dengan mengusap foto Aninda di meja kerja nya tersebut.
__ADS_1