
Beberapa jam setelah Dio mengirimkan bukti-bukti kejahatan dalam sepak terjang keluarga papa Vania dengan menggunakan akun anonymous kepada wartawan tersebut pun berubah menjadi trending topik di berbagai media televisi, media cetak maupun media sosial yang lain nya yang membuat masyarakat menjadi heboh.
Pihak kepolisian pun segera menjemput paksa papa Vania yang sedang berada di sebuah hotel di Bali dengan artis yang telah di bayar nya tersebut.
Papa Vania yang sedang melakukan pemanasan bersama artis tersebut pun nampak terganggu dengan bunyi ketukan di pintu kamar hotelnya yang semakin terdengar keras dan bertalu-talu.
Ttookkk!! Tttokkk!! Tttookkk!
"Siapa sih yang berani menggangguku di saat sedang bersenang-senang seperti ini! Menjengkelkan!" umpat papa Vania yang kemudian memakai celana kolor nya kembali.
"Tunggulah disini terlebih dulu sayangku. Nanti om belikan tas kremes keluaran terbaru asalkan kamu bergoyang nya nanti yang lebih heboh yang membuat om semakin merem melek dan terpesona dengan kemolekan tubuh mu inii," ucap papa Vania dengan menowel dan mengecup secara singkat pepaya lokal yang di penuhi silikon milik artis tersebut.
"Iyaahh om ... aww ... om nakal achh," ucap artis tersebut dengan mendesahh manja kepada papa Vania.
"Astaga cantikku ... desahannmu membuat om semakin tak karuan ... awwhh ohhh," desis papa Vania yang kemudian malah keasikan mengurut miliknya di hadapan artis tersebut.
Tttookk!! Ttookkk!!! Ttttookkk!!!!
Namun bunyi ketukan pintu hotel tersebut pun terdengar semakin nyaring dan cepat membuat papa Vania kembali mengumpat.
"Sialann!! Mengganggu kesenangan ku saja!!"
"Cantiknya om, kamu polosan seperti itu dulu yaa. Jangan berganti baju dulu. Om ingin segera membuka pintu kamar dan memberikan pelajaran untuk yang berani menggedor-gedor pintu kamar hotel yang telah di sewa oleh seorang pejabat terkenal dan kaya raya seperti ku. Muaacchh," ucap papa Vania kepada artis tersebut dengan mengecup singkat bibirr silikon miliknya.
Artis tersebut pun nampak menurut dengan apa yang di perintahkan oleh papa Vania karena telah di janjikan untuk di belikan sebuah tas kremes keluaran terbaru.
"Yesss!! Akhirnya akan ada yang membelikan aku tas kremes keluaran terbaru!! Itulah sebab nya aku semakin hari semakin getol untuk meminta managerku agar mencarikan pejabat yang serupa dengan om itu yang sangat royal hanya dengan sekali goyang! Beruntung nya aku hari ini!" pekik artis tersebut seorang diri di dalam kamar tersebut dengan membayangkan tas kremes yang sebentar lagi akan menjadi miliknya.
"Setelah ini aku bisa mamerkan barang terbaruku di depan semua teman sosialita ku dan semua fansku. Ahhh senangnyaa," gumam artis tersebut yang sama sekali belum menyadari jika dirinya bersama papa Vania telah di gerebek oleh pihak berwajib dan beberapa wartawan yang telah menerobos masuk ke dalam kamar hotel nya.
"Pakk!! Pakk!! Semua nya jangan seenaknya masuk ke kamar saya! Ayo kita selesaikan urusan kita di luar tanpa menyerobot masuk ke dalam hotel yang telah aku pesan!" pekik papa Vania yang sedang menghalau petugas agar aksi nya memesan artis di siang bolong pun tidak terendus.
Sayangnya seluruh petugas yang melakukan penggrebekan sama sekali tidak menghiraukan ucapan papa Vania dan terus masuk ke dalam kamar nya dengan beberapa awak media yang terlihat merekam aksinya tersebut.
__ADS_1
Artis sekaligus penyanyi yang sering wara wiri di televisi tersebut pun menjadi sangat terkejut dan wajahnya pun berubah menjadi sangat pias dengan menutupi seluruh tubuhnya dengan selimut hotel.
Para wartawan yang mendapat kan bahan berita segar pun dengan cepat langsung berbondong-bondonng mengambil potret artis tersebut.
"Tidakk!! Jangan mendekat!! Jangan memfoto diriku tanpa izin!! Kalian para wartawan brengsekk!!" teriak artis tersebut dengan terus mengumpat karena blitz kamera milik para wartawan yang terus menerus terlihat mengambil fotonya tersebut tanpa henti.
Hingga tak lama kemudian petugas polisi pun segera mengamankan papa Vania dengan sang artis tersebut dan langsung membawanya ke kantor polisi setempat.
Papa Vania serta artis tersebut pun di cerca habis-habisan oleh petugas kepolisian.
Sedangkan disisi lain rumah keluarga papa Vania pun terlihat di geledah oleh aparat kepolisian beserta pihak KPK untuk mengusut tuntas berita yang membuat nama pejabat di Indonesia kembali tercoreng.
Mama Vania yang juga sedang memadu kasih dengan supir pribadi nya di dalam kamarnya pun juga terlihat sangat terkejut dan syok begitu melihat rumah nya di geledah paksa oleh pihak aparat.
"Segera pakai kembali pakaian Ibu dengan lengkap. Setelah ini Ibu akan saya mintai keterangan lebih lanjut," ucap salah seorang aparat dengan pangkat tinggi yang merupakan teman dekat papa Akio dan sahabat seperjuangan Om Harso adik dari ayah Aninda.
Wajah mama Vania pun nampak syok dan tidak percaya sama sekali jika rumah nya telah di geledah paksa oleh pihak berwajib.
"Bagaimana ini?? Apa yang harus aku lakukan?? Bagaimana kinerja suami tua bangka ku itu hingga banyak sekali polisi yang telah mengepung rumah milikku!!" teriak mama Vania dengan setengah frustasi dengan memakai baju nya kembali.
Dengan cepat mama Vania pun terlihat telah rapi kembali bersama sang supir.
"Silahkan duduk dulu bapak-bapak sekalian. Biar kami buatkan minuman dan camilan terlebih dahulu," ucap mama Vania berusaha setenang mungkin.
Namun mata mama Vania pun terlihat melotot ketika brankas milik keluarga nya terlihat di angkut oleh beberapa petugas yang nampak terlihat sangat keberatan memindahkan brankas tersebut ke dalam mobil pick up polisi yang telah berjajar banyak sekali halaman rumahnya.
"Pakkk!!! Paakkk!! Itu kenapa brankas milik keluarga saya di angkut begitu saja tanpa izin!!!" pekik mama Vania dengan kesetanan berusaha menahan brankas milik suaminya tersebut.
Namun seluruh pihak berwajib pun tidak ada yang merespon ucapan mama Vania tersebut. Hingga kotak perhiasan, buku-buku dokumen seluruh sertifikat tanah serta apartemen kepemilikan keluarga Vania pun segera di sita oleh pihak berwajib karena itu semua merupakan hasil dari uang korupsi yang telah di lakukan oleh papa Vania.
Hingga seisi kediaman milik keluarga Vania pun terlihat kosong melompong karena telah di sita dan di anggap menjadi milik negara.
"Segera tinggalkan rumah ini secepatnya ya Bu. Karena rumah ini akan menjadi rumah milik negara. Silahkan keluar dengan tangan kosong. Walaupun rumah ini telah kami sita pun uang hasil korupsi yang kalian pakai belum ada separuh nya dari ini semua," ucap petinggi kepolisian tersebut dengan tegas dan tanpa ampun.
__ADS_1
"Ini surat dari kepolisian mengenai suami ibu yang telah kami tahan di kantor kepolisian karena terjaring razia sedang berduaan dengan salah seorang artis terkenal disiang bolong di sebuah hotel tak jauh dari sini. Dimohon kedatangan nya ya Bu untuk memberikan saksi-saksi dan keterangan agar proses segera berjalan dengan semestinya," ucap polisi tersebut dengan menyerahkan beberapa lembar kertas.
Para petugas polisi tersebut pun tampak segera kembali meninggalkan rumah mewah yang kini telah menjadi milik negara.
Sedangkan seluruh pekerja di rumah Keluarga Vania tersebut terlihat mengemasi barang-barang mereka dan berusaha meminta gaji mereka yang belum sempat di bayarkan.
"Pergi kalian!! Aku sudah tidak memiliki apa pun untuk ku berikan kepada kalian!! Pergi!!" pekik mama Vania seperti orang gila.
Para pekerja pun terlihat kesal dan mengumpat atas sikap mama Vania tersebut yang tidak memiliki iktikad baik sama sekali.
"Rasakan kamu sekarang telah jatuh miskin! Lebih miskin dari diriku saat ini!" umpat salah satu pekerja dapur yang sering mendapatkan perlakuan tidak menyenangkan dari mama Vania tersebut.
Sedangkan mama Vania pun terlihat menangis tergugu seorang diri dan terkadang tertawa terbahak-bahak seorang diri.
Disisi lain, papa Vania pun berteriak kesal kepada para petugas yang terlihat lancang mengurungnya di dalam sel tahanan yang sangat bau dan sesak di penuhi oleh penjahat-penjahat kelas kakap yang bertubuh besar-besar dan bertatto di seluruh tubuhnya.
"Heii Pak Polisi!! Keluar kan aku dari tempat ini segera!! Kalian lupa aku ini siapa hah??" teriak papa Vania yang belum menyadari jika riwayatnya kali ini telah tamat.
"Aku ini pejabat pemerintahan!! Ayo cepat keluar kan aku dari sini!" pekiknya papa Vania kemudian.
Salah satu petugas tahanan pun segera mendatangi papa Vania.
"Maaf Pak, ini semua memiliki prosedur masing-masing. Silahkan menunggu istri bapak untuk datang memberikan kesaksian atau pun membawa pengacara untuk meringankan kasus yang sedang menjerat bapak. Ditambah kasus yang menjerat bapak pun banyak sekali," ucap salah seorang petugas dengan masih berusaha bersikap baik kepada papa Vania tersebut.
Namun papa Vania pun masih terus berteriak dan memaki-maki petugas kepolisian hingga membuat seluruh penghuni di sel tahanan tersebut menjadi terganggu akan sikap papa Vania tersebut.
"Heh pejabat busuk! Jika kamu telah di bawa ke dalam sel tahanan kumuh ini artinya riwayat kamu telah tamat! Jadi jangan berlagak sok kaya dan membuat berisik di tempat ini atau aku habisi kamu saat ini juga!" bentak salah seorang penghuni lapas yang terlihat kekar dan menakutkan.
Papa Vania pun jatuh luruh begitu saja mendengar ucapan dari tahanan tersebut.
"Jangan samakan aku dengan kalian para tahanan miskin! Pasti istriku sebentar lagi akan membebaskan ku! Jika waktu itu telah tiba maka aku akan membuat perhitungan kepada kalian yang telah berani meremehkanku disini!" pekik papa Vania yang masih tidak percaya jika dirinya telah tamat kali ini.
"Coba kamu katakan sekali lagi?? Kamu menghina kami dengan kata tahanan miskin?? Akan ku cekik kamu hingga habis kamu disini!" ucap tahanan tersebut yang kemudian meraih kerah baju yang di gunakan oleh papa Vania yang kemudian mencekik papa Vania hingga lemas dan segera di hempaskan nya tubuh papa Vania hingga membentur tembok.
__ADS_1
"Uhuukkk!! Uhukkk!! Akkkhh!!" pekik papa Vania dengan nafas tersengal dengan tubuh yang terasa amat sakit sekali karena membentur tembok dengan sangat keras.