Penyesalan Mantan

Penyesalan Mantan
Secercah Harapan


__ADS_3

Dio yang melihat papa Vania berbisik dengan pihak kepolisian pun menjadi cemas takut jika apa yang Dio fikirkan menjadi kenyataan.


"Tempatkan putriku di dalam sel tahanan yang memiliki fasilitas paling bagus dan lengkap. Untuk biaya pak polisi semuanya jangan khawatir kan itu, kalian semua akan menerima bagian. Setelah ini saya akan menengok putri kesayangan ku dan ruangan yang telah kalian berikan," ucap papa Vania.


Setelah papa Vania mengucapkan hal tersebut maka polisi yang memiliki pangkat tinggi pun segera berbisi kepada anak buahnya untuk segera memindahkan Vania ke dalam sel tahanan yang lebih bagus.


Sedangkan papa Vania pun terlihat duduk kembali tak jauh dari tempat duduk Dio dan papa Dio dengan senyum mengejek ke arah keduanya.


"Sabar pa ... jangan di ladenin," ucap Dio memenangkan papa nya yang mulai terpancing emosi akan tingkah papa Vania.


"Sabarrr ... benar ya kalau ada kalimat pribahasa buah tidak jatuh jauh dari pohon nya. Enggak anak enggak orang tua nya kelakuan nya pun sama. Setelah ini kamu carilah keberadaan Aninda. Biar papa yang urus masalah ini," tutur papa Dio ke arah putra nya.


"Tanpa papa minta Dio pun sudah mencarinya selama ini pa. Namun Dio terasa kesulitan melacak keberadaan Aninda," ucap Dio dengan pelan agar percakapan mereka tidak terdengar oleh papa Dio.


"Yasudah, nanti setelah sampai di rumah segera ceritakan kepada papa siapa tahu papa memiliki solusi untuk mu," tutur papa Dio dengan wajah menatap iba terhadap putra nya tersebut.


Dio pun terlihat mengangguk kan kepala kepada sang papa. Tak lama kemudian tampak salah seorang polisi mendatangi Dio serta papa nya.


"Pak, kasus telah saya terima. Untuk kelangsungan persidangan dan lainnya dari pihak masing-masing boleh menyewa pengacara. Untuk hari nya akan kami hubungi kembali," ucap polisi tersebut menyerahkan lembaran surat kepada papa Dio dan papa Vania.


Setelah menerima surat tersebut maka papa Dio dan Dio pun segera undur diri dan kembali ke rumahnya.


Disepanjang perjalanan kembali ke rumah pun baik Dio dan sang papa saling berdiam diri karena hanyut dengan pemikiran masing-masing.


Hingga mobil pun kembali memasuki sebuah kawasan perumahan elit dimana rumah orang tua Dio berada.

__ADS_1


Mama Dio pun menyambut suami dan anaknya dengan sangat antusias dan penasaran.


"Ayo-ayo kalian segera masuk dan duduklah," ucap mama Dio dengan menggandeng lengan suaminya menuju sofa ruang keluarga yang nampak di ikuti oleh Dio.


"Bik Narti, tolong segera buatkan minuman serta camilan kemari ya," pinta mama Dio kembali menatap anak dan suaminya.


"Sudah di terima laporan nya. Mama tenang saja," ucap papa Dio dengan menyodorkan lembaran surat dari pihak kepolisian.


Mama Dio pun segera menerima lembaran surat tersebut dan terlihat menghela nafas dengan lega.


Berbeda dengan Dio yang terlihat masih cemas dengan menatap wajah papa nya.


"Apa papa tidak curiga dengan obrolan di antara papa Vania dan pihak kepolisian yang tidak terdengar oleh kita pa? Bagaimana jika papa Vania ternyata memberikan sogokan untuk pihak kepolisian meloloskan Vania ke dalam jeratan hukum?" tanya Dio dengan menatap ke arah papa nya tersebut.


"Silahkan di minum dulu tuan dan nyonya," ucap Bik Narti dengan penuh sopan santun kepada majikannya tersebut.


"Terimakasih Bik," jawab ketiganya secara serempak.


Bik Narti pun menjawab dengan anggukan kecil dan kembali lagi menuju ke dapur.


Sedangkan papa dan mama Dio pun segera meminum minuman tersebut dengan pelan sembari memikirkan ucapan Dio.


"Benar juga apa kata kamu Dio. Pasti papa Vania pun juga menyewa pengacara artis yang sangat terkenal itu. Tapi tenang saja, papa pun akan mencari pengacara handal lain nya lagi," ucap papa Dio dengan menangkan kekhawatiran putra tunggalnya tersebut.


"Tapi bukan hanya itu saja pa yang Dio khawatir kan. Papa kan tahu sendiri sifat papa Vania yang selalu membawa nama tenarnya yang merupakan seorang pejabat publik dan tokoh politik terkenal. Pastilah papa Vania menggunakan cara kotor dengan menyuap banyak pihak," tutur Dio dengan gamblang yang membuat mama dan papa Dio kembali berfikir.

__ADS_1


"Iya nih pa. Benar yang di ucapkan Dio. Jika seperti itu maka Vania akan bisa bebas dari jeratan hukum," ucap sang mama yang juga ikut resah memikirkan hukuman yang akan Vania terima.


"Sudahlah mama dan Dio jangan berfikir terlalu jauh. Kalau masalah itu biar papa yang mengurus semua nya," jawab papa Dio agar anak dan istrinya kembali tenang.


"Baiklah pa, hati-hati jangan sampai lengah dan kecolongan ya pa. Keluarga mereka kan serings sekali menggunakan cara-cara kotor pa. Papa pun hati-hati ketika berada dimana pun. Bisa jadi nanti papa Vania menyewa pembunuh bayaran untuk melenyapkan keluarga kita seperti yang di lakukan oleh Vania terhadap Aninda," tutur sang mama yang membuat Dio dan Papa nya kembali membenarkan ucapan mama Dio tersebut.


"Baiklah, biar papa memperketat penjagaan di rumah kita maupun dimana pun papa dan mama pergi," ucap papa Dio dengan sigap.


"Baiklah Pa. Biar orang-orang Dio juga membantu menjaga papa dan mama di rumah kita," tutur Dio tidak mau kalah.


"Begitu juga lebih bagus. Gimana kamu sudah ada petunjuk keberadaan Aninda atau belum Dio?" tanya papa Dio.


"Belum pa. Beberapa detektif yang Dio sewa pun tidak ada yang memberikan kabar sama sekali. Namun ada satu detektif sewaan Dio yang kemudian menghilang tidak ada kabar sama sekali dan tidak ada jejak yang bisa Dio telusuri," ucap Dio dengan wajah yang terlihat kembali bingung jika mengingat pencarian nya tentang Aninda yang belum kunjung menemukan titik terang.


"Kamu sudah berusaha menyewa hacker handal belum? Untuk meretas cctv di jalanan yang barangkali keberadaan Aninda dan orang tuanya terekam oleh kamera cctv," tanya papa Dio.


"Haiih, papa belum tahu saja jika anaknya ini merupakan hacker handal," gumam Dio di dalam hatinya.


"Sudah pa. Namun keberadaan Aninda pun sama sekali tidak terekam di kamera cctv mana pun," ucap Dio dengan mengacak rambutnya dengan frustasi karena sudah tidak memiliki insting apapun tentang keberadaan Aninda.


"Tidak terekam kamera cctv mana pun? Berarti itu artinya Aninda dan keluarga memang telah waspada dan menghindari keberadaan cctv. Bisa jadi mereka telah menyamar dan hidup di daerah terpencil yang jarang di kunjungi oleh orang kota," celetuk mama Dio yang membuat Dio mendadak menemukan setitik harapan.


"Berarti ini ada kaitan nya dengan menghilangnya deteftif Choi ma! Baiklah ma, Dio telah memiliki beberapa petunjuk. Dio kembali keruang kerja Dio dulu," ucap Dio segera melangkah menuju ke lantai atas dengan bersiul ria.


"Berarti ada hubungan nya dengan titik lokasi pgs tempat persinggahan detektif Choi yang terakhir kali nya itu! Ya! Pulau Kalimantan!" gumam Dio dengan melangkah penuh harap menuju ke ruang kerjanya.

__ADS_1


__ADS_2