
Mereka berlima pun segera di interogasi oleh guru binaan untuk menjelaskan duduk permasalahan nya.
Zia pun hanya nampak terdiam dengan terus menunduk sesekali terlihat mengusap air mata nya.
Sedangkan Zey terus membela sang adik di depan pihak guru-guru sembari menunggu wali murid yang telah di panggil untuk menyelesaikan masalah yang terjadi karena Rossaline mengeluh jika punggung nya terasa sangat sakit karena di dorong oleh Zey dengan sangat keras hingga membentur tembok.
Orang tua Rossaline pun nampak tergopoh-gopoh datang menuju ke ruang guru untuk mendengar duduk masalah yang terjadi.
Mendengar putrinya menangis dan mengeluh jika punggungnya terasa sangat sakit pun membuat ayah Rossaline naik pitam dan memukuli Zey dengan sangat keras hingga Zia segera berlari menolong sang kakak.
"Anak siapa ini yang tidak di didik oleh orang tua nya hingga menjadi berandalan seperti itu! Anak lelaki berani nya melukai anak perempuan!" umpat Ayah Rossaline dengan masih terus memukuli Zey.
Melihat Ayah Rossaline yang mengamuk dan memukuli Zey begitu saja membuat guru-guru yang melihat pun segera melindungi Zey dari pukulan Ayah Rossaline tersebut.
Zia pun semakin menangis ketakutan melihat kakak nya mendapatkan pukulan seperti itu oleh Ayah Rossaline.
"Kakak! Maaf kan Zia kak ... hiks ... hiks. Ini semua karena Zia," ucap Zia dengan terus memeluk kakaknya yang terlihat memiliki luka lebam di wajahnya tersebut.
"Pak, bapak tidak boleh memukuli anak orang seperti itu. Semua bisa di selesaikan secara baik-baik tanpa harus menggunakan kekerasan," ucap guru wali kelas Zey yang melihat ayah Rossaline yang terlihat main hakim sendiri tanpa mendengar penjelasan secara utuh terlebih dahulu.
Tak berapa lama Dio dan Aninda pun terlihat telah sampai di sekolah di mana anak-anak nya menimba ilmu.
Dengan langkah tergopoh-gopoh Aninda dan Dio pun segera menuju ke ruang dimana putra putri nya berada.
__ADS_1
Para guru pun segera mempersilahkan Aninda beserta Dio untuk segera duduk dan mendengarkan penjelasan dari pihak guru. Begitu juga dengan orang tua siswa yang lain nya.
Aninda serta Dio pun segera memangku kedua anak nya yang terlihat masih menangis sesenggukan. Apalagi wajah Zey yang terlihat lebam seperti habis kena pukul.
"Maafkan Zia ... ini semua karena Zia yang mencoba membela diri untuk membalas perlakuan Rossaline dengan teman-teman nya. Kak Zey pun berusaha menolong Zia karena di keroyok oleh tiga teman Zia," ucap Zia berusaha untuk menjelaskan dengan memeluk Aninda.
"Iya mami tahu. Kita dengar kan dulu penjelasan dari pihak sekolah ya, Zia," ucap Aninda dengan mengusap air mata putri nya tersebut.
Sedangkan Dio, wajah nya pun sudah terlihat merah padam karena melihat wajah putra nya seperti habis terkena pukul orang dewasa.
Salah seorang guru pun menjelaskan duduk masalah yang terjadi berdasarkan rekaman cctv dari ruang kelas yang anak didiknya tempati.
Sudah terlihat sangat jelas di dalam rekaman cctv tersebut jika yang memulai perkelahian adalah Rossaline dan teman-teman nya.
"Namun anak laki-laki itu mendorong putri kami dengan sangat keras hingga saat ini putri kami mengeluh kan jika punggung nya terasa sangat sakit akibat membentur dinding kelasnya!" ucap orang tua Rossaline dengan sangat lantang.
"Itu semua kan karena anak anda yang memulai memukuli Zia lebih dulu! Setiap hari bahkan anak anda sering membully putri saya secara verbal maupun fisik! Jika kalian butuh bukti maka buktinya terekam dengan jelas di cctv sekolahan ini!" balas Dio dengan menghardik ayah Rossa dengan lantang.
"Tidak mungkin putri kami Rossaline seperti itu!" bantah ayah Rossaline kemudian.
Tanpa berdebat lebih lama lagi, Dio pun segera menayangkan beberapa cuplikan penganiayaan yang pernah di lakukan oleh rossaline kepada putrinya.
"Kenapa jika putri saya terlihat culun? Yang setiap hari mendandani putriku seperti ini adalah diriku! Kalian tidak tahu saja jika putri ku jauh lebih cantik dari putri mu yang suka membully itu!" ucap Dio dengan sangat lantang.
__ADS_1
"Orang tua norak yang mendandani anak nya sendiri menjadi lebih norak lagi. Kamu belum tau siapa aku hah? Aku ini adalah salah satu manager di perusahaan Dio's Corporation yang sangat terkenal itu!" ucap ayah Rossaline yang terlihat membanggakan dirinya yang telah menduduki jabatan di perusahaan milik Dio dengan gaji yang sangat fantastis.
"Oh, jadi kamu baru menjabat sebagai manager saja sudah sombong sekali. Hari ini juga saya akan memecat kamu pun bisa saja aku lakukan dengan mudah. Namun jika kamu mau meminta maaf atas kesalahan kamu dan yang putrimu lakukan terhadap putriku serta putraku maka aku akan mempertimbangkan kamu untuk tidak diturunkan menjadi karyawan biasa tanpa harus di pecat," ucap Dio dengan tersenyum meledek ke arah Ayah Rossaline.
"Memang nya siapa kamu dengan mudah nya mengatakan akan memecatku?? sampai kiamat pun aku tidak sudi meminta maaf pada anak kecil!" balas Ayah Rossaline yang sama sekali belum mengetahui jika Dio lah sang pemilik perusahaan tersebut.
"Oke jika itu yang kamu mau. Hari ini juga putra putriku akan segera aku pindahkan dari sekolah ini karena sekolah ini terasa sangat lamban untuk melindungi murid-murid nya yang sedang mengalami perundungan! Dan ingat bahwa sebentar lagi surat pemecatan pasti akan segera kamu terima di meja kerja mu. Dan jangan pernah menginjakkan kaki di perusahaan Dio's Corporation!" ucap Dio yang langsung menggendong putra nya dan di ikuti oleh Aninda serta Zia.
"Mamii Anin!! Tunggu Ryu," teriak Ryu yang nampak telah mengenakan tas sekolah nya.
"Loh?? Kamu sekolah lah lebih dulu Ryu. Mulai besok Zia dan Zey tidak akan kembali ke sekolah ini lagi. Nanti akan ada orang tua kamu yang datang menjemput mu kemari karena perjalanan bisnis nya telah selesai dan telah siap siaga untuk mengantar dan menjemput kamu lagi," ucap Aninda mengelus puncak kepala putra dari sahabat nya tersebut.
"Kenapa tidak kembali ke sekolah ini, Mi? Apakah Zia dan Zey akan pindah ke sekolah yang lain? Kemana? Biar Ryu ikut pindah sekalian," ucap Ryu dengan menatap wajah Zey serta Zia.
Zey dan Zia yang di tatap oleh Ryu pun terlihat memalingkan muka. Zey pun ada sedikit rasa kecewa kepada Ryu karena sering kali Ryu terlihat hanya diam saja tanpa membantu sang adik ketika mengalami perundungan.
Padahal ketiga nya sudah berteman sejak bayi. Namun hanya karena penampilan Zia yang terlihat kampungan pun Ryu tidak ada rasa peduli sedikit pun terhadap sang adik yang membuat nya semakin kecewa.
...----------------...
Kids zaman now versi author๐ต๐
Halloo ... halloo ... pembaca setia novel author๐๐๐ค
__ADS_1
Jangan lupa komen, like subscribe dan jangan lupa kunjungi novel author yang lain nya yaaa ๐๐