
"Lebih baik aku istirahat dulu. Semoga besok masalah bisa segera terpecahkan." Ucap Dio yang kemudian menutup layar monitor tersebut dan bergegas kembali tidur di kamar Aninda lagi.
Dio pun nampak merebahkan tubuhnya dan segera memeluk Aninda dengan sangat perlahan agar pergerakan nya tersebut tidak membuat Aninda terbangun dari tidurnya.
Tak berapa lama Dio pun merasakan kantuk yang sangat luar biasa hingga dirinya pun tidak sanggup untuk membuka kedua matanya kembali dan kemudian tertidur dengan sangat lelap dengan masih memeluk Aninda semakin erat.
Pagi pun datang, kali ini Aninda terbangun dari tidur nya namun sudah tidak kaget lagi seperti kemarin.
Dengan perlahan Aninda pun turun dari tempat tidurnya tersebut dan segera mandi. Setelah Aninda selesai mandi pun nampak Dio yang masih tertidur dengan sangat pulas nya sehingga Aninda pun tidak tega untuk membangunkan nya.
Aninda pun kemudian menuju ke dapur membuat dimsum dan nasi goreng untuk sarapan paginya.
Walaupun masakan Aninda tidak selezat masakan buatan Dio pun Aninda tetap memasak dengan penuh percaya diri.
Hari ini pun Aninda nampak bisa bernafas dengan lega karena hari Sabtu dan minggu adalah waktu nya untuk beristirahat dirumah karena tidak ada jadwal perkuliahan dari pihak kampusnya tersebut.
Dengan cekatan Aninda pun memasak nasi goreng dengan dimsum sebagai camilan nya dengan penuh konsentrasi.
Harum bau dari masakan Aninda pun sampai menyeruak di dalam kamar Aninda. Hingga Dio pun seketika terbangun dari tidurnya tersebut dan segera menuju ke dapur untuk melihat masakan apa yang sedang di masak Aninda tersebut.
"Masak apa sayang?" Tanya Dio dengan memeluk Aninda dari belakang.
Aninda pun nampak terkejut melihat kedatangan Dio yang memeluk tubuhnya dari belakang tersebut.
"Astaga, Dio kamu membuatku terkejut setengah mati tau. Lepaskan tangan kamu. Minggir aku sedang fokus memasak." Ucap Aninda dengan nada galaknya tersebut.
Dio pun segera melepaskan pelukan nya dan segera membantu Aninda mengisi kulit dimsum tersebut dengan isian yang telah di buat oleh Aninda.
"Sudah selesai tinggal di kukus saja." Ucap Dio.
Kedua nya pun nampak memakan nasi goreng nya tersebut lebih dulu dengan sangat khidmat sembari menunggu dimsumnya yang sedang di kukus.
Keduanya pun masih nampak kompak dengan mencuci piring bersama dan kemudian keduanya pun menuju ke ruang tengah sembari melihat tayangan tv.
__ADS_1
"Ahh enak juga ya Dio weekend begini ada teman nya. Biasa nya aku kebingungan hanya seorang diri di dalam kamar asrama." Ucap Aninda memulai obrolan di antara keduanya.
"He'em. Aku sih sudah terbiasa sendirian kemana-mana. Hehehe." Ucap Dio yang masih nampak mencari saluran tv yang sesuai dengan yang Dio inginkan.
"Kamu mau nonton apa sih Dio? Dari tadi pun saluran tv nya kamu ganti-ganti terus." Ucap Aninda.
"Aku mau nyari Drakor." Jawab Dio dengan santai nya.
"Yasudah nonton di laptopku saja. kemarin aku habis mendownload Drakor kok. Masih banyak juga yang belum sempat aku tonton." Ucap Aninda dan kemudian bergegas mengambil laptopnya.
Tak lama kemudian Aninda pun nambak membawa laptopnya tersebut dan menaruhnya di atas meja.
"Pilih sendiri saja yang ingin kamu tonton." Ucap Aninda.
Kemudian Dio pun nampak memilih Drakor dan Aninda pun mematikan kompor kemudian menyajikan dimsum buatan nya tersebut.
Keduanya pun nampak asik melihat serial Drakor tersebut sembari memakan dimsum hingga lupa waktu.
"Nin, nanti kita kerumahnya Akio yuk? Apa kamu nggak kangen dengan Amel?" Ucap Dio yang sebenarnya mau ke rumah Akio untuk mencari solusi.
"Hemm, kalau di bilang kangen sih sudah pasti. Tapi aku nanti bakal di aniaya Amel enggak sih karena nyidam nya itu?" Tanya Aninda dengan cemas.
Dio pun nampak tertawa melihat ekspresi wajah Aninda yang nampak lucu tersebut.
"Hahaha."
"Tuh kan jadinya kamu pun ngetawain aku kan?" Ucap Aninda dengan wajah cemberut.
"Emang sakit banget iyaa kemarin itu?" Tanya Dio kemudian.
"Sakit banget dan sangat malu tahu Dio. Kuat banget Aninda narik rambut aku. Sudah kayak palakor di labrak istri sah tahu malu nya kemarin itu." Ucap Aninda.
"Kali ini mungkin udah enggak seperti itu Nin. Tenang saja kan ada aku?" Jawab Dio berusaha menenangkan dan membujuk Aninda.
__ADS_1
"Baik, sudah pasti aku mau lah. Cuma rambut sama pantat doang yang disentil. Yuk siap-siap sekarang." Ucap Aninda dengan wajah riang gembira nya.
Mendengar jawaban Aninda tersebut membuat Dio menghembuskan nafas lega.
"Baiklah, aku ke kamar dulu sebentar ambil jaket. Kamu kalau mau dandan ya berdandanlah dulu aku tungguin. Tapi jangan terlalu lama ya." Kata Dio sembari berjalan menuju ke dalam kamar nya.
Sedangkan Aninda pun dengan segera masuk ke dalam kamarnya dan membuka lemari memilih baju yang cocok untuk ia kenakan.
"Wow, banyak banget bajunya. Baru semua lagi. Kapan Dio membelikan baju-baju baru yang nampak sangat pas ditubuhku ini?" Ucap Aninda sembari mencoba baju yang terlihat ia sukai dan kemudian bercermin di depan standing mirror di kamarnya tersebut.
"Hiss. Cantik banget bajunya." Tutur Aninda lagi dengan memutar mutar tubuhnya didepan cermin tersebut.
Kemudian Aninda pun berdandan natural menggunakan sedikit riasan dan nampak mengikat rambutnya tinggi-tinggi. Sedikit menyemprotkan minyak wangi di tubuh nya.
Kemudian Aninda pun nampak melangkah keluar mencari keberadaan Dio.
"Yuk Dio, aku siap siap." Tutur Ninda dengan segera menarik tangan Dio yang nampak terpesona dengan penampilan Aninda tersebut.
"Kamu cantik banget." Ucap Dio yang kemudian mengecup kening Aninda secara singkat dan kemudian menggandeng tangan Aninda dengan sangat erat menuju ke arah pintu keluar apartemen nya tersebut.
Aninda yang mendapatkan serangan cium kening dadakan pun reflek terkejut dan kemudian wajahnya pun nampak memerah merona.
Keduanya pun nampak bergandengan dan terlihat sangat serasi dengan berjalan menuju basement temapt dimana mobil Dio tersebut terparkirkan.
"Silahkan masuk tuan putriku." Ucap Dio dengan membuka kan pintu mobil untuk Aninda tersebut.
"Huh, Dio jangan lebay terus ah. Malu tau." Kata Aninda dengan segera masuk ke dalam mobil tersebut.
Keduanya pun telah nampak masuk ke dalam mobil tersebut.
"Nin, pakai seat belt nya. Atau aku pakai kan nih?" Tutur Dio sembari menggoda Anindya.
"No..?! Aku bisa sendiri." Pekik Aninda dengan segera memasang sabuk pengaman nya tersebut.
__ADS_1
Mobil pun melaju dengan kecepatan sedang menuju ke kediaman mewah milik orang tua Akio tersebut.
Aninda pun nampak melihat pemandangan melalui kaca jendela mobil dengan sesekali mendengarkan ocehan Dio yang terdengar seluruh nya adalah gombalan belaka.