
Lambat laun, hari pun berganti minggu dan bulan. Selama itu pula Zia berusaha keras untuk menghindar dari Ryu.
Sedangkan Zia pun mengubah pola pikirnya untuk tetap mengerjakan skripsi dan pada akhirnya dirinya pun bisa menyusul ketertinggalan dalam mengerjakan skripsinya tersebut.
Kini di antara Zia, Zey, dan Ryu pun semua nya telah menyelesaikan studinya dan meraih gelar sarjana dengan predikat cumlaude.
Setelahnya Zey pun di minta untuk segera bertolak ke Jepang mengurus perusahaan yang baru di rintis oleh Dio di negeri sakura tersebut.
Sedangkan Zia memegang kendali di perusahaan induk Dio's corporation yang ada di ibu kota.
Begitu hal nya dengan Ryu yang tengah belajar memegang kendali banyak hotel milik orang tua nya yang tersebar di dalam dan di luar negeri, khususnya di negara Jepang.
Tersisa Ayuna saja yang duduk di bangku kuliah. Walaupun begitu, Ayuna pun masih tetap mengambil job pemotretan yang ada di dalam negeri untuk tetap membuat eksistensi nya tetap berjaya.
Di satu sisi, kedekatan di antara Zidan dan Zia pun semakin dekat. Karena Zidan pun di pindahkan di perusahaan induk yang ada di ibu kota.
Ryu yang melihat kedekatan antara Zia dan Zidan yang selalu menghantui pikiran nya pun menjadi tidak kunjung fokus dalam melakukan pekerjaan apa pun itu.
Yang terngiang-ngiang di dalam bayangan Ryu adalah sosok Zia yang tengah berjalan bergandengan tangan dengan Zidan dengan saling bersendau gurau.
"Arrgghh!! Sialann!! Bayangan macam apa ini yang setiap saat menghantuiku!" pekik Ryu dengan mengacak frustasi rambutnya tersebut.
Hingga tak lama kemudian sang sekretaris pun terlihat mengetuk pintu ruang kerjanya.
Ryu pun segera mempersilahkan sang sekertaris untuk masuk. Ryu yang sedang di landa gundah gulana karena cemburu yang membakar hatinya pun berusaha meredam kekacauan di dalam hati nya tersebut agar tidak terlihat oleh siapa pun.
"Permisi, Tuan. Saya menyerahkan undangan jamuan ulang tahun perusahaan Dio's Corporation yang akan di adakan beberapa hari lagi," ucap sang sekretaris dengan menyodorkan sebuah surat undangan resmi dari perusahaan Dio's Corporation.
__ADS_1
"Baiklah, terimakasih. Kamu bisa kembali ke ruangan kamu lagi," jawab Ryu tanpa melirik sang sekretaris dan terlihat asik memandangi undangan tersebut.
Sang sekretaris pun segera undur diri. Sedangkan Ryu pun terlihat semakin gusar karena terus membayangkan jika di acara pesta perusahaan milik orang tua Zia nanti sudah pasti Zia akan datang bersama dengan Zidan.
"Seperti nya aku memang harus membawa pasangan pura-pura untuk ku ajak ke pesta perusahaan itu," gumam Ryu dengan wajah yang terlihat bingung.
"Tapi siapa?" gumam Ryu kemudian.
Ryu pun terlihat semakin frustasi hingga dirinya memutuskan untuk keluar dari ruang kerja nya serta kemudian berjalan-jalan mengelilingi hotel yang saat ini menjadi pusat induk dari hotel-hotel miliknya yang lain.
Disaat dirinya melangkah seorang diri menuju ke arah resepsionis. Pandangan matanya tertuju pada sosok gadis cantik yang selama ini terus di carinya.
Hingga pandangan kedua nya pun bertemu. Rossaline yang di tatap oleh atasan nya dengan begitu memuja pun terlihat semakin salah tingkah.
"Tidak sia-sia aku berusaha mati-matian untuk di terima menjadi resepsionis di hotel ini. Karena aku tau jika Ryu sudah pasti masih menyukai ku seperti waktu kita masih kecil dulu jika kembali bertemu dengan ku," gumam Rossaline di dalam hati dengan tersenyum penuh kemenangan.
Rossaline yang harus membiayai seluruh sekolah nya secara mandiri. Hingga dirinya yang tidak ingin terlihat kusam dan dekil oleh teman-temannya pun memutuskan untuk menjajakan tubuhnya agar di sentuh oleh pria-pria hidung belang di sosial media anonim miliknya.
Dengan cara itulah Rossaline dengan cepat mampu untuk memenuhi gaya hidupnya yang suka bermewah-mewah.
Hingga dirinya pun teringat akan seseorang yang amat memuja nya sedari kecil yang kini telah menjadi seorang direktur utama di sebuah hotel bintang lima yang sangat tersohor di dalam dan di luar negeri.
Rossaline pun melakukan berbagai cara hingga pada akhirnya diri nya pun berhasil di terima di hotel berbintang tersebut.
Walaupun hanya diterima sebagai seorang resepsionis pun dirinya sudah merasa sangat senang. Alasannya adalah peluang Rossaline untuk bertemu dengan Ryu pun akan semakin besar karena pulang dan pergi nya Ryu pasti akan selalu melewati tempat resepsionis.
"Rossaline?? Apa kamu benar adalah Rosaaline teman taman kanak-kanak ku waktu dulu??" ucap Ryu dengan mata berbinar menghampiri meja resepsionis.
__ADS_1
Sedangkan Rossaline pun pura-pura terlihat terkejut akan kehadiran Ryu yang memang sedari awal itulah yang telah di rencanakan oleh Rossaline.
"Ryu?? Kamu apakah Ryu temanku yang dulu??" ucap Rossaline dengan nada yang di buat selembut mungkin.
"Iya, ini aku Ryu. Orang tua ku ini adalah pemilik hotel ini. Bisa kan kita bertukar nomer ponsel?" tanya Ryu dengan tersenyum senang karena dirinya yang telah mendapatkan target untuk mendapatkan pasangan kencan nya di acara jamuan ulang tahun perusahaan keluarga Zia.
"Boleh sekali," ucap Rossaline dengan tersenyum senang.
Sedangkan teman-teman Rossaline di sampingnya yang sesama resepsionis pun tampak jengah melihat sikap centil manusia penjilat tersebut.
Ryu dan Rossaline pun terlihat bertukar nomer ponsel. Tak lama kemudian Ryu pun segera berlalu kembali menuju ke ruang kebesaran nya tersebut.
Sedangkan Rossaline pun menatap pongah terhadap teman-teman nya sesama resepsionis tersebut.
"Apa kalian lihat-lihat! Awas saja jika kalian berani menggunjingkan ku di belakang! Jika setelah aku berhasil memiliki Ryu seutuhnya maka kalian akan segera aku pecat!" ucap Rossaline dengan menunjuk muka seluruh teman resepsionis nya tersebut satu persatu.
Teman-teman resepsionis yang melihat tingkah pongah dan tak tahu dirinya Rossaline pun semakin kesal.
"Belum jadi apa-apanya pak direktur saja sudah sangat sombong. Semoga pak direktur tidak akan kepincut dengan wanita serigala berbulu domba seperti Rossaline itu," gumam salah satu rekan resepsionis dengan pelan yang terlihat di setujui oleh seluruh teman-teman nya.
"Rossaline, dua hari lagi persiapkan dirimu untuk datang ke acara jamuan pesta ulang tahun perusahaan Dio's Corp. Untuk baju serta make up sudah ada orang yang mengatur nya untukmu." Bunyi pesan chat yang Rossaline terima dari nomer ponsel Ryu.
"Yes!! Akhirnya, selangkah lebih maju tanpa aku berusaha lebih ekstra lagi!" pekik Rossaline dengan wajah yang semakin pongah.
Sedangkan Ryu pun mulai bisa bernafas dengan lega begitu ada angin segar setelah kehadiran Rossaline yang tiba-tiba kembali di depan matanya.
"Huh, Zia cupu! Memangnya kamu saja yang bisa menggandeng pasangan. Lihatlah besok di acara jamuan pesta. Kamu pasti akan terkejut begitu melihat Rossaline kecilku yang kini telah kembali ke dalam genggamanku," gumam Ryu dengan tersenyum senang membayang kan wajah kesal yang akan terlihat di wajah Zia.
__ADS_1