
Keluarga Ryu pagi ini pun sudah terlihat berada di ruang tamu kediaman kedua orang tua Zia.
Nampak juga banyak nya hantaran yang terlihat memenuhi ruang tamu tersebut bahkan Akio pun sengaja memberikan sebuah mobil super mewah dan mahal yang sudah terparkir di halaman rumah orang tua Zia tersebut.
Sebuah mobil Bugatti keluaran terbaru yang harganya mencapai ratusan milyar tersebut lah yang menjadi hadiah utama hantaran untuk di berikan kepada Zia.
Ryu pun terlihat terus memandangi wajah Zia yang sedari tadi sama sekali tidak mau menatap ke arah nya.
Sedangkan Aninda terlihat sedang mengobrol serius dengan Akio dan Amel dengan berbicara sangat pelan.
"Aku telah membujuk Dio, namun hati nya ternyata sangatlah keras. Hingga kalian yang telah datang dengan niat baik dan sudah satu jam lama nya pun masih tidak mau turun untuk menerima kedatangan kalian," ucap Aninda dengan perlahan.
"Tidak apa, Nin. Aku memaklumi sikap Dio tersebut. Bagaimana pun juga itu semua juga karena ke salahan fatal dari perbuatan putra kami. Kami pun merasa telah gagal mendidik Ryu atas kejadian yang menimpa Zia," balas Akio dengan nada pelan agar tidak terdengar oleh orang lain.
"Asal kamu tahu Nin, putra ku itu sebenarnya sudah menaruh hati terhadap Zia. Ryu berbuat hal seperti itu karena dirinya yang tidak bisa menerima kenyataan jika Zia akan di jodohkan dengan lelaki lain. Ryu sendiri yang mengatakan kepadaku sebelum berangkat menuju kemari," ucap Amel berbicara dengan gamblang akan apa yang tengah putra nya rasakan.
"Sebenarnya melakukan tindakan asusila bukan lah sebuah solusi. Seandainya Ryu mau mengatakan kepadaku akan apa yang sebenarnya dia rasakan pun aku akan dengan senang hati meminta suamiku untuk membatalkan perjodohan tersebut," ucap Aninda dengan menghembuskan nafas perlahan.
"Maaf kan putra kami, Nin," ucap Amel dengan menundukkan kepala.
Di lain sisi, sebenarnya Dio pun tengah berada di ruang cctv memantau gerak-gerik dari Akio beserta anak istrinya tersebut.
"Memangnya diriku ini tidak mampu untuk membeli kan mobil persis seperti itu?? Ingin pamer kekayaan atau ingin melamar putriku sih sebenarnya!" gumam Dio dengan wajah yang kurang bersahabat.
Kemudian Dio pun segera keluar dari ruang cctv tersebut dan menuju ke ruang tamu.
Melihat kedatangan Dio pun membuat hati Amel serta Akio nampak begitu lega.
Akio pun terlihat segera melempar senyum ke arah Dio. Namun Dio pun terlihat segera memalingkan muka.
__ADS_1
"Katakan dengan singkat maksud kedatangan kalian kemari!" ucap Dio dengan nada yang terdengar masih ketus.
"Kedatangan kami kemari karena ingin melamar putrimu Zia untuk putra ku Ryu. Aku mohon Dio, terimalah maksud baik dari keluarga kami ini," ucap Akio dengan suara yang terdengar sangat jelas dan lantang.
"Aku menolak!" jawab Dio dengan lantang.
Mendengar jawaban dari mulut suaminya yang menolak maksud baik kedatangan Akio beserta keluarga nya pun membuat Aninda menunduk sedih.
Dio yang tanpa sengaja melihat raut muka wajah istri nya yang terlihat menjadi murung kembali pun membuat hati Dio menjadi teriris sakit.
"Namun jika Ryu mau bekerja menjadi asisten pribadi Zia di perusahaan milikku maka aku akan mempertimbangkan niat kalian ini," ucap Dio kemudian.
Mendengar ucapan Dio tersebut pun membuat Aninda, dan seluruh yang ada di dalam ruang tamu tersebut tersenyum senang, kecuali Zia.
"Bagaimana Zia? Apakah kamu mau Ryu menjadi asisten pribadi kamu selama berada di perusahaan yang kini sedang kamu ambil alih?" tanya Dio dengan menatap lembut wajah putrinya yang belum kunjung menunjukkan raut muka ceria sejak kejadian itu.
"Ryu mau, Pi! Ryu mau melakukan apa pun agar di terima menjadi suami Zia," jawab Ryu dengan cepat sembari tersenyum dengan sangat lebar karena masih ada kesempatan untuk menjadi suami Zia.
"Baiklah, besok pagi bawalah petugas KUA untuk datang kemari melakukan akad pernikahan," tutur Dio dengan cepat yang membuat semua orang terkejut.
"Besok??" tanya Akio, Amel serta Aninda secara serentak.
"Iya besok! Aku tidak ingin menunda lebih lama lagi. Apalagi istriku yang sedari semalam terlihat gelisah jika nanti Zia ternyata hamil dan tak segera memiliki suami. Apa kalian keberatan? Jika keberatan maka aku pun juga menolak niat baik kalian ini dan jangan pernah menginjakkan kaki kalian kembali kemari!" tutur Dio dengan lantang.
"Kami setuju! Terimakasih telah memberi kesempatan kepada putraku Ryu," jawab Akio dengan cepat.
Jika orang biasa yang di berikan waktu sehari untuk mengurus pernikahan dadakan pastinya sangatlah terasa berat.
Apalagi petugas KUA nya pastinya akan menolak permintaan dadakan dari persiapan kilat pernikahan tersebut.
__ADS_1
Namun bukan Akio nama nya jika tidak berhasil mewujudkan ke inginan Dio tersebut.
Setelah obrolan demi obrolan selesai maka dengan cepat Akio serta seluruh keluarga nya pun segera undur diri untuk mempersiapkan persiapan pernikahan dadakan putra nya tersebut.
Ballroom hotel miliknya pun tak lama kemudian telah di sulap oleh pihak wedding organizer kepercayaan Akio dengan sangat cepat dan terlihat sangat mewah sekali.
Undangan pernikahan pun segera di sebar melalui undangan digital dan dikirimkan melalui pesan email ataupun pesan WhatsApp saja yang membuat seluruh orang yang di undang pun terkejut karena menerima undangan pernikahan yang akan diselenggarakan esok hari itu juga.
Sedangkan Rossaline yang melihat seluruh karyawan terlihat sibuk wara-wiri pun menjadi penasaran.
Dengan cepat Rossaline pun bertanya kepada salah satu pegawai yang melintas di depan itu.
"Putra Pak Boss kita besok akan melangsungkan pernikahan di hotel ini," jawab karyawan tersebut dengan cepat.
"Maksud nya yang akan menikah adalah Ryu??" tanya Rossaline dengan nada cemas.
"Benar sekali, tuan Ryu lah yang akan segera menikah dengan putri sahabat boss besar kita," jawab karyawan tersebut dengan segera berlalu.
Rossaline yang mendengar jawaban tersebut pun terlihat syok di tempat.
"Bagaimana mungkin mereka menikah secepat itu??" gumam Rossaline dengan mengepalkan kuat tangan nya.
Sedangkan rekan kerja Rossaline yang mendengar jawaban salah satu orang kepercayaan boss besarnya tersebut pun segera tersenyum mengejek ke arah Rossaline.
"Kemarin ada ya orang yang sangat percaya diri sekali bisa menaklukkan dan memiliki hati tuan Ryu dan tidak memiliki kesadaran diri sekali jika sangatlah berbeda kasta. Ibarat kata bagai pungguk merindukan bulan. Eeeh ternyata tuan Ryu telah memiliki calon istri, putri sesama boss pula. Kasihan deh yang kemarin yang sudah terlalu mengkhayal tinggi," sindir salah satu rekan kerja Rossaline yang kemudian di ikuti oleh gelak tawa teman-teman yang lain nya.
Rossaline yang mendengar ucapan rekan kerjanya yang terdengar sangat menusuk pun semakin mengepalkan kedua tangannya dengan kuat.
"Memangnya kenapa kalau sudah akan menikah?? Aku pun tidak akan menyerah untuk memiliki Ryu seutuhnya! Walaupun menjadi madu nya sekalipun!" gumam Rossaline dalam hati dan kemudian tersenyum mengejek ke arah teman-teman nya tersebut.
__ADS_1