
PoV Zaenab
Namaku Zaenab Nuraini, statusku adalah seorang mahasiswi dari salah satu fakultas ternama di kota kecilku.
Aku yang berasal dari keluarga yang sederhana bahkan sangat sederhana seharusnya, jika buka karena kemurahan hati Mas Pram dan Bu Nani mungkin akiu tak akan bisa kuliah jangankan kuliah mungkin aku hanya bisa sekolah sampai lulus SMP saja.
Begitu baiknya keluarga Mas Pram, hingga keluarga aku sama sekali ga ada yang kerja, hidup dari hasil belas orang lain membuat aku selalu tak enak hati pada keluarga Bu Nani, sampai - sampai aku yang sebenarnya tak suka sama Mas Pram harus, pasrah ketika Bu Nani dan ibuku menjodohkan kami, dan akhirnya aku dan Mas Pram bertunangan.
Aku sebenarnya dari sejak SMA aku menjalin kasih dengan seseorang yang sangat aku cintai, tetapi sayang sekali orang tersebut telah beristri dan aku pasrah saja menjadi selingkuhan dia saja.
Aku menjalani kasih sama dia tanpa sepengetahuan siapapun, sungguh rapat sekali hubungan kami, kami selalu melakukan hubungan suami istri sejak aku menginjak kelas dua SMA.
Roy berjanji akan menikahi aku dan akan meninggalkan istrinya nanti, bila aku selesai lulus kuliah.
Roy adalah salah satu tetangga kampung sebelah, keluarganya dia adalah orang yang paling kaya di kampungku, orang tuanya adalah seorang tuan tanah di kampung sebelah.
Sikapku yang tertutup dan jarang bergaul dengan tetangga membuat orang mengira aku ini gadis yang lugu, tetapi mereka salah aku sudah tak pr*wan lagi, kegadisanku telah direnggut Roy ketika aku kelas dua SMA.
__ADS_1
Sampai detik ini Mas Pram tidak tahu kalau aku ada hubungan dengan Roy, yang sekarang dia masih menjabat sebagai anggota dewan.
Hubungan kami begitu rapih hingga tak seorang pun tahu kecuali Ibuku. Itupun belum lama aku beri tahu, awalnya Ibu menentang aku habis-habisan, tetapi setelah kuberi tahu Roy seorang anggota dewan dan anak orang kaya, tentu saja Ibuku berubah pikiran, siapa yang tak mau punya mantu anggota Dewan dan besan tuan tanah.
Kadang aku merasa bersalah dengan Mas Pram karena dia terlalu baik, sampai-sampai ibuku yang selalu meminta uang untuk ini itupun selalu di kasih sama Mas Pram, padahal kadang ibuku sering pura-pura sakit agar bisa di berikan uang mas Mas Pram, bahkan kadang aku tak enak hati ibuku meminta uang tersebut hanya untuk membeli perhiasan, lihat saj Bu Nani ibunya Mas Pram saja tampil apa adanya tetapi beda sama ibuku dia tampil selalu cetar dan tak mau ketinggalan jaman.
Tapi semenjak keluarga aku memutuskan hubungan pertunangan aku dengan Mas Pram, aku merasa kehilangan dan jatah yang biasanya aku dapatkan lebih dari Mas Pram.
bukan hanya sekedar kehilangan materi saja, ternyata bentuk perhatian dan kasih sayang Mas Pram juga hilang sudah, kini aku semakin menyesal sebab Mas Pram ternyata sudah beli rumah di kota yang baru tahap pembangunan dan dia juga tinggal di apartemen, dan jabatan Mas Pram sekarang bukan karyawan biasa tetapi dia sebagai manager di sana, tentunya gajinya lebih besar sekarang.
Dan satu lagi saat ini dia pulang dengan membawa mobil baru, aduh aku makin tambah bertalu-talu melihat dia bersama Karin tampil mesra apalagi mereka sudah menikah, aku jadi curiga bila Karin hamil duluan sebab setelah kami putus, Mas Pram langsung menikah dengan Karina, aku jadi curiga selama ini mungkin Mas Pram sudah menjalin kasih dengan Karina tanpa sepengetahuan aku.
Seperti yang terjadi pagi ini ibuku yang aku kasih tahu Mas Pram punya mobil baru dan sekarang menjabat sebagai seorang Manager, ibu langsung tancap gas pergi ke rumah Bu Nani, entah apa yang ibu rencana aku ga tahu.
Hingga tiba-tiba pagi-pagi aku mendengar suara ribut di rumah Mas Pram, aku yang lagi mempersiapkan sarapan pagi kaget dan mengajak Bapak ke tempat suara tersebut berasal.
Aku dan Bapak tergopoh-gopoh menuju rumah Mas Pram
__ADS_1
" Aduh Bu ada apa ini, kok pagi-pagi ribut sih, malu tahu Bu" seru Bapak
" Sudah Bu ayo pulang, " bujukku pada ibu yang sudah mencak-mencak, mukanya merah padam.
" Awas ya aku tak main-main aku akan laporkan kalian"ancam ibu pada Mas Pram dan Bu Nani, aku yang mendengar ancaman ibu seketika aku menegang dan mencerna semua kata yang ibu ucapan, aduh jangan sampai ibu keceplosan tentang hubungan aku sama Mas Roy, bisa-bisa rencana aku mau merebut kembali Mas Pram dari Karina bisa gagal.
Setelah aku berhasil membujuk ibu, aku meminta maaf pada mereka." Maaf ibu saya ya Bu, Mas. " Ucapku tulus, jujur aku juga masih punya hati selama bertahun-tahun keluarga mereka yang menghidupi kami.
Lalu aku meninggalkan halaman rumah Mas Pram dan sesekali aku melirik Mas Pram, siapa tahu Mas Pram menegur aku dan terpesona lagi dengan keluguan dan kecantikan aku yang alami ini.
Tetapi apa mau di kata Mas Pram cuek saja, apa mungkin karena masih ada Karin, jadi dia jaga perasaannya, sebab setau aku mas Pram itu cinta banget sama aku, kalau begini aku harus cari waktu yang tepat untuk menarik pesona Mas Pram lagi.
Aku ga mau Karin yang menikmati semua keberhasilan Mas Pram, dia hanyalah bawahan Mas Pram, bila suatu saat aku berhasil merebut Mas Pram lagi, aku bisa membujuk Mas Pram untuk memecat Karin.
Wanita yang sok kecantikan itu, dasar ganjen, lihat saja Karina suatu saat Mas Pram akan bertekuk lutut kepadaku, dan aku yang akan menjadi pemenang.
POV Karina
__ADS_1
Dua hari sudah aku bertugas bersama suamiku di proyek perusahaanku, kami tinggal di rumah ibunya Mas Pram, sebab jarak antara proyek dan rumah Mas Pram tidak terlalu jauh, hanya butuh setengah jam sampai di lokasi.
Tinggal di kampung sungguh menyenangkan, sebab selama ini aku ga pernah melihat suasana kampung yang begitu sejuk dan nyaman, apalagi udara pagi hari begitu bersih sekali, tetapi sayang aku yang biasanya pagi berolahraga, selama di sini aku tak melakukannya.