
Akano pun dengan lihai nya dapat mengelabuhi pihak sekolahan tempat saudara kembarnya tersebut mengajar.
Apalagi dengan adanya kehadiran Aninda di sekolah tersebut yang tengah melakukan penelitian membuat hati Akano pun berdetak sangat cepat dan berdebar sangat tidak menentu.
Entah suatu keberuntungan untuk Akano atau bukan yang pasti Akano sangat lah senang dengan pertemuan nya bersama Aninda di sekolah itu.
Wajah Aninda yang nampak sangat cantik mirip sekali dengan wajah mantan kekasih yang sangat di cintai nya tersebut dan membuat dirinya semakin terobsesi kepada Aninda.
Setiap kali Akano pulang dari mengajar dengan cepat selalu mendatangi Akane untuk sekedar bercerita mengenai seorang mahasiswi magang yang kecantikan nya tersebut sangat lah mirip dengan mantan kekasihnya yang telah dijual oleh orang tua angkatnya di lelang pasar gelap untuk di jadikan budak apa pun itu.
"Apa aku harus mendapatkan tubuh Aninda dan kemudian setelah itu aku jual ke lelang yang akan aku ikuti itu?" tanya Akano kepada Akane.
Akane pun nampak tidak menyahuti ucapan dari saudara kembarnya tersebut. Yang ada di dalam benaknya adalah bagaimana cara ia melarikan diri dari tempat terkutuk tersebut karena sudah sangat merindukan Kano kecil yang telah ia tinggalkan selama beberapa minggu.
Sedangkan Akano kemudian memaksa kembarannya tersebut untuk meretas cctv sepanjang jalan yang sering di lalui oleh Aninda bahkan hingga meretas sampai ke cctv asrama tempat dimana Aninda tinggal.
Bahkan saking terobsesi nya Akano kepada Aninda pun membuat Akano menjadi sering menguntit Aninda setiap hari dari jarak aman yang ia ambil agar tidak diketahui oleh Aninda.
Bahkan Akano pun menempatkan bodyguard nya untuk memata-matai di tempat Aninda tinggal selama 24 jam untuk memantau keseharian Aninda.
Namun sialnya pergerakan Akano pun terendus oleh Aninda dan seseorang yang membuat Akano murka.
"Bagaimana mungkin kamu tidak mengikuti orang yang mengantarkan seluruh barang Aninda sewaktu Aninda di pindahkan tadi?! Dasar bodyguard kurang cerdas," umpat Akano di dalam telepon tersebut memarahi anak buah nya yang nampak membuat Akano murka.
__ADS_1
Akano pun nampak mengamuk membanting seluruh benda yang ada di sekitarnya tersebut untuk dijadikan pelampiasan amarahnya.
"Akane, tolong retaskan cctv sepanjang jalan yang mengangkut barang-barang Aninda ke tempatnya yang baru!" titah Akano kepada saudara kembarnya yang sangat jenius tersebut.
"Ya," jawab Akane secara singkat dan kemudian nampak mengutak Atik laptopnya.
Namun usaha nya pun tak kunjung berhasil untuk memulihkan beberapa cctv di jalan raya malam itu hingga Akane pun tidak bisa mengetahui dengan pasti keberadaan Aninda tersebut.
"Cctv di jalan raya nampaknya sudah di matikan sejak awal. Jadi segala pergerakan mobil yang mengangkut barang Aninda pun tidak bisa aku lacak," ucap Akano dengan berpura-pura tidak bisa memulihkan cctv tersebut.
Padahal untuk memulihkan cctv dan melacak melalui cara lain pun Akane sangat mampu. Namun Akane nampak nya mengambil kesempatan ini untuk mencari strategi agar bisa melarikan diri tanpa di tangkap kembali oleh anak buah Akano tersebut.
"Kamu besok datanglah ke kampus Aninda. Ingat lah untuk meretas akses cctv di kampus tersebut yang terkenal sangat ketat pengaman teknologi nya itu. Kemudian retas lah cctv yang biasa Aninda tempati agar aku bisa memantau Aninda di kampus tersebut dengan leluasa dari jarak jauh. Ingat jika kamu pasti akan di jaga dengan ketat oleh pengawal ku yang menyamar sebagai mahasiswa agar tidak terlalu mencolok, dan jangan harap kamu bisa melarikan dariku ya saudara ku," ucap Akano dengan penuh penekanan terhadap Akane.
Akane pun hanya terlihat mengangguk pasrah agar tidak membuat Akano curiga. Padahal yang ada di dalam benaknya adalah bagaimana cara nya agar ia bisa melarikan diri dari para bodyguard suruhan Akano tersebut yang merupakan kesempatan emas nya untuk melarikan diri.
Akane pun segera duduk di kantin kampus Aninda yang berhadapan langsung dengan ruangan dimana Aninda sedang melangsungkan perkuliahan nya tersebut.
Untuk menghindari kecurigaan anak buah Akano yang nampak selalu mengawasi nya dari jarak yang tidak jauh dari nya tersebut pun Akano berakting dengan meretas cctv kampus tersebut.
Begitu juga Akane segera mengambil kesempatan untuk kabur ketika pengawal yang menjaga nya tersebut sedang berada di kamar mandi tak jauh dari Akane berada.
Dengan secepat kilat Akane pun segera berjalan setengah berlari menuju di antara kerumunan mahasiswa dan kemudian melarikan diri dari gedung satu ke gedung yang lain dan memilih untuk berjalan kaki melalui jalanan setapak untuk menghindari kejaran anak buah Akano.
__ADS_1
Akane pun kemudian nampak kembali ke markas tempat tinggalnya yang ia gunakan untuk bekerja sebagai hacker handal yang bisa menghasil kan uang milyaran sekali bertransaksi.
Ia pun kemudian nampak berkutat di layar monitor nya dan terlihat mengahapus seluruh jejak digital pelarian dirinya tersebut dari rekaman cctv sepanjang jalan yang ia lalui dengan cepat.
Lantas Akane pun segera mengganti pakaian nya untuk segera bergegas menuju ke rumah sakit tempat dimana Kano kecil di rawat.
Akane pun nampak berjalan dengan sangat tergesa hingga tanpa sengaja menabrak seorang wanita yang ternyata orang tersebut adalah Aninda.
Aninda pun nampak melihat wajah Akane dengan heran dan kemudian memanggilnya dan menyapa nya dengan menyebut nama sensei Akane. Akane pun nampak berlalu begitu saja seperti tidak mengenal Aninda.
Tak lama kemudian pun Akane telah sampai di rumah sakit dan segera menuju ke ruang dimana Kano kecil tersebut di rawat.
Nampak Kano kecil sedang tertawa dengan riang bersama suster yang ia pasrahkan untuk menjaga Kano kecil.
Hati Akane pun menjadi sangat lega melihat kondisi Kano yang nampak baik-baik saja tersebut.
Akane pun segera melangkah mendekat dan memeluk Kano kecil dengan sangat erat.
"Putra ku, papa kangen!" ucap Akane dengan memeluk dan mencium kening Kano dengan bertubi-tubi.
"Papa dari mana saja? Kenapa sangat lama? Untung saja ada kakak suster Reina yang selalu menemani Kano pa. Kano merindukan papa setiap hari. Apa papa ingin meninggalkan Kano seorang diri di rumah sakit karena Kano tidak kunjung sembuh?" ucap Kano kecil yang seperti hampir menangis.
Diusia nya masih sangat kecil tersebut Kano kecil pun sudah mampu memahami sesuatu hal dengan sangat baik dan selalu membuat papa nya tersebut tidak khawatir akan kondisi tubuhnya yang sebenarnya sangat menyiksa diri Kano tersebut.
__ADS_1
Akane pun nampak meneteskan air matanya. Namun segera ia hapus kembali agar Kano kecil tidak melihat kesedihan yang terpancar di wajah Akane tersebut.
"Papa ada sedikit pekerjaan sayang, bagaimana kabarmu selama papa tinggal bekerja? Papa tidak akan mungkin meninggalkan kamus seorang diri sayangku," ucap Akane dengan mengelus kepala Kano kecil.