Penyesalan Mantan

Penyesalan Mantan
Pengaruh Film


__ADS_3

Kedua nya pun nampak terengah-engah setelah puas ber ciu man dan saling me lu mat dengan penuh ga i rah.


"Stop Anin, aku takut khilaf. Kamu duduklah di sofa. Biar aku melanjutkan membuat ayam krispy untukmu," sahut Dio dengan melenggang menuju kedapur dan berusaha menenangkan adik kecil nya yang nampak telah mengembang karena terbakar oleh has rat ga i rah ciu man mereka tersebut.


Buukan nya Aninda duduk seperti yang Dio perintahkan namun Aninda pun terlihat mengekor Dio dari belakang dan membantu Dio menyiapkan apa saja yang di perlukan oleh Dio.


"Astaga sayangku, kamu duduklah biar aku saja yang membuat," ucap Dio dengan menggandeng Aninda kembali menuju sofa.


"Lepaskan aku Dio. Kamu itu bukan koki aku. Jadi enggak sepantasnya aku enak-enak an duduk di sofa tanpa membantumu," jawab Aninda dengan kembali menuju dapur dengan di iringi oleh langkah Dio.


Dio pun nampak pasrah dan kedua nya pun nampak memasak dengan sangat kompak dan terlihat sangat cocok seperti sepasang pengantin baru.


Ayam krispy pun telah siap dimakan. Dio pun segera membawa seluruh ayam gorengnya tersebut di depan televisi. Kedua nya pun nampak memakan ayam krispy tersebut dengan sangat lahap.


"Ini ayam krispy buatan kamu rasanya sangat enak seperti rasa di restoran cepat saji tadi lho Dio. Jika kamu masak enak-enak setiap hari begini bisa-bisa tubuh aku jadi mengembang karena keseringan makan," ucap Aninda dengan nampak mengunyah ayam goreng nya tersebut dengan sangat antusias.


"Iya makan lah yang banyak. Akan aku masak kan untukmu setiap hari," ucap Dio dengan mengelus rambut Aninda dengan sangat lembut.


"Jadi rasanya kita ini seperti pasangan suami istri yang lagi menonton tv sambil ngemil ayam goreng kayak di drama Korea iya kan Dio?" tanya Aninda tanpa sadar.


"Amiiin, semoga kita bisa menjadi pasangan suami istri beneran ya Allah," sahut Dio kemudian.


Aninda pun tersadar dengan apa yang telah ia ucapkan tersebut yang akan mengundang Dio untuk ikut berkhayal juga.


"Ups, aku hanya berkhayal," jawab Aninda dengan senyum terkekeh.


"Aku aminkan khayalan kamu itu," ucap Dio dengan mengecup mesra pundak Aninda tersebut.


"Dio,stop. Geli tau. Sudahlah kita fokus menonton sambil memakan ayam goreng saja," ucap Aninda mengalihkan pembicaraan.


Kedua nya pun nampak fokus melihat tayangan film China yang Dio tonton tersebut. Dimana film tersebut pun terlalu banyak menunjukkan adegan dewasanya sehingga membuat Dion dan Aninda pun menjadi linglung karena terbuai oleh adegan demi adegan dewasa tersebut.


"Dio ... kenapa isi nya adegan seperti ini semua," ucap Aninda dengan lirih.

__ADS_1


"Ak-aku pun baru melihat dengan kamu barusan," jawab Dio dengan terbata dan menahan gejolak has rat di dalam dirinya.


Aninda pun nampak meremas gaun nya tersebut menahan peluh dan grogi ketika melihat adegan demi adegan yang semakin membuat kedua nya kelimpungan.


Ahh uuhh iihh ouucch


Rintihan demi rintihan pun menggema semakin keras dari sound tv tersebut hingga Dio pun menjadi semakin frustasi dan memagut pelan bibir sensual milik Aninda tersebut dengan penuh has rat menggebu.


Aninda yang telah te rang sang dengan adegan demi adegan pun nampak tidak menolak ciuman yang diberikan oleh Dio tersebut.


Hingga Aninda pun nampak meremas pelan rambut Dio tersebut dengan sangat perlahan karena geli terhadap hisapan demi hisapan Dio di ceruk leher nya Aninda tersebut.


"Di-dio ..." ucap Aninda terbata menahan gejolak gelora yang semakin membara dengan suara-suara laknat de sa han dari pemain film di tv tersebut.


Hingga tanpa mereka sadari Dio pun telah berhasil membuat Aninda melepaskan gaun nya tersebut dan hanya tersisa b r a dan cd nya saja yang menutupi lembah dan mochi milik Aninda tersebut.


"Nin ..." ucap Dio tertahan karena takut Aninda menolak dan marah dengan sentuhan nya.


Dio yang sudah tidak tahan lagi melihat kedua mochi Aninda yang nampak sangat indah tertutup oleh b r a tersebut pun menjadi terbutakan oleh ga i rah.


Dengan perlahan Dio pun melepas pengait bh tersebut dan kemudian merebahkan Aninda di atas sofa dengan posisi Dio berada di atas tubuh Aninda.


Dengan segera Dio pun melepas kaos dan celana yang ia pakai dan hanya menyisakan cd dengan miliknya yang nampak sudah mengembang dengan sempurna.


Aninda pun nampak terkesiap melihat dada bidang Dio yang nampak sixpack dengan otot bisep trisep nya yang tampak membuat Dio terlihat sangat atletis dan gagah.


Dengan cepat Dio pun menyambar bibir Aninda dengan sangat lembut dan melesakkan lidah nya agar bisa dengan leluasa mengeksplor bibir ranum tersebut.


Aninda pun nampak memegang dagu wajah milik Dio dan melihat pahatan mahakarya dari ciptaan Tuhan yang sangat indah tersebut dengan terus mengimbangi ciu man yang di berikan oleh Dio tersebut.


Ciuman pun semakin meng ga i rah kan dengan tangan Dio yang semakin menjamah menuju ke arah dua gundukan mochi milik Aninda dengan menyentil ujung chocochip milik Aninda yang membuat melenguh menahan rasa geli yang menjalar.


"Ahh ouh, Di-dio ..." de sah Aninda dengan terbata.

__ADS_1


Dio pun nampak sudah semakin tak terkendali dengan segera men ci um kedua mochi tersebut dengan sangat beringas dan menghisap ujung chococip nya tersebut hingga warna nya pun nampak berubah memerah.


Sedang kan Aninda pun nampak menggelinjang menahan rasa geli yang menghinggapi diri nya hingga de sa han nya pun nampak menggema bersahut-sahutan dengan suara de sa han dari pemain yang ada di film tersebut.


Aninda pun nampak menoleh melihat film tersebut yang menampakkan adegan lembah milik pemain wanita di film tersebut yang sedang ditusuk-tusuk menggunakan terong pemain lelaki dengan sangat cepat dengan sembari menyusu.


Melihat adegan demi adegan tersebut membuat Aninda semakin terangsang dan menyentuh terong milik Dio yang nampak sudah membesar di balik cd nya tersebut.


Dio pun terkesiap dengan tangan Aninda yang telah nampak mengelus miliknya tersebut dengan muka yang sulit untuk di jelas kan.


"Apa Aninda ingin memegang milik ku?" batin Dio dengan menurunkan cd nya secara perlahan hingga terong milik Dio pun terlihat menyembul dan tegak dengan sempurna.


Aninda yang melihat wujud terong lelaki yang nyata untuk pertama kali nya pun menjadi sangat terkejut.


"Astaga, kenapa bentuk nyata nya sangat menakutkan," batin Aninda.


Tanpa aba-aba lagi Dio pun nampak memberikan rang sa ngan yang lebih kepada Aninda dengan menggesek-gesek kan terong nya tersebut ke arah lembah milik Aninda yang masih nampak tertutup oleh cd milik Aninda itu.


Dengan cepat pun Dio nampak menghisap mochi milik Aninda secara bergantian dengan masih menggesek-gesek kan miliknya tersebut di area lembah yang masih tertutup oleh cd.


Hingga Aninda pun merasa jika separuh raga nya pun terasa terbang melayang karena rasa yang luar biasa yang diberikan oleh kekasih nya tersebut.


Ahh ouhh ihh uochh


Keduanya pun nampak men de sah karena rasa nya pun tidak tahan jika tidak mengeluarkan suara-suara laknat nya tersebut.


Hingga Dio pun nampak mengerang panjang karena telah berhasil mengeluarkan cairan kentalnya tersebut walau cuma dengan pe ne tra si namun rasa nya pun sungguh enak luar biasa.


"Nin ... Terimakasih, maaf kan aku. I love you," ucap Dio.


Kemudian Dio pun segera memakai baju nya kembali dan juga memakai kan baju Aninda dengan penuh cinta.


"Ternyata benar apa kata Akio jika aku harus tampak mesum selangkah untuk meluluhkan hati Aninda," gumam Dio di dalam hati.

__ADS_1


__ADS_2