
Flashback Off
Zey pun terus menatap layar ponsel nya. Sudah ribuan kali nomor Clara terus menerus di hubungi oleh Zey. Namun hasilnya pun masih tetap nihil, sama sekali tidak tersambung.
Beberapa tahun silam setelah peristiwa nya dimana diri nya merenggut kesucian ke kasihnya tersebut pun sebenarnya Zey telah bolak-balik menuju Indonesia-Prancis untuk mencari keberadaan Clara.
Namun seolah usaha nya tersebut tidak membuah kan hasil sama sekali. Clara pun tidak tercatat sebagai mahasiswi di kampus modelling di Prancis yang pernah menerima Clara, dikarena kan Clara tidak kunjung melakukan registrasi ulang hingga waktu yang telah di tentukan.
Seringkali dirinya berfikir andaikan diri nya pintar meretas seperti Papi nya atau pun adiknya Zia pasti diri nya tidak akan kesulitan seperti itu.
Keahlian yang dimiliki oleh Zey pun sama sekali tidak menurun dengan bakat yang di miliki oleh Papi nya tersebut. Hanya Zia lah satu-satunya yang memiliki kemampuan seperti Papi nya tersebut.
Bahkan diri nya pun sangat ingin meminta bantuan kepada sang Papi. Namun diri nya pun takut jika Papi nya tersebut akan tahu akan kelakuan yang pernah di lakukan nya kepada gadis tersebut.
Jika meminta tolong kepada Zia pun sudah sering kali Zey lakukan. Namun jawaban Zia pun selalu sama, yaitu menolak untuk mencarikan informasi keberadaan Clara.
Alasannya pun simple, karena Zia tidak menyukai Clara karena terlalu memiliki banyak gossip negatif walaupun belum tentu benar ada nya.
Selain itu karena Zia lebih menyukai jika kakak nya tersebut menjalin hubungan dengan tetangga masa kecilnya dahulu. Siapa lagi kalau bukan Ayuna.
"Arghh!! Siall!! Perasaanku pun menjadi kacau kembali karena diriku yang kembali mengingat tentang Clara!" pekik Zey dengan meninju tembok yang ada di depan mata nya tersebut.
Jika perasaan Zey kembali begitu kacau, maka alternatif pilihan yang selalu di lakukan oleh Zey adalah menuju ke sebuah Club malam yang tak jauh dari pusat kota di Bali.
Dengan cepat Zey pun terlihat melajukan mobilnya menuju ke sebuah Club malam terkenal di kota nya tersebut.
Mobil miliknya pun segera Zey parkir kan ditempat khusus biasa nya agar keberadaan nya pun tidak terendus oleh sang Papi.
Setelah itu dengan cepat Zey pun melesak kan diri nya ke dalam club malam tersebut yang telah sangat ramai dan bising.
__ADS_1
Zey pun segera menghampiri ke dua sahabat nya yang telah lebih dulu tiba di club malam tersebut.
Ramos serta Bariq pun nampak berseri-seri dengan beberapa kali terlihat menenggak beberapa jenis minuman beralkohol dengan di dampingi oleh wanita-wanita seksi di samping ke dua nya tersebut.
"Pesan lah minuman sesuka hatimu, kalau perlu pesan lah wanita-wanita penghibur yang tersedia di sini," ucap Ramos. Sahabat Zey di kampus yang merupakan keturunan bule Indonesia-Jerman.
Zey pun segera memesan beberapa minuman beralkohol yang membuat nya bisa melupakan sejenak masalah yang mengganjal di hatinya.
"Heii, bro!! Kamu sudah tahu belum jika club malam ini telah di beli oleh seorang anak mafia terkenal di Jepang? Peraturan di club malam ini pun banyak yang di rubah dan tidak seperti dulu lagi!!" ucap Bariq dengan setengah berteriak kepada Zey karena jika tidak berteriak maka suara nya pun akan kalah dengan suara musik DJ yang menggema di seluruh ruangan tersebut.
Penuturan Bariq pun hanya di jawab dengan anggukan kepala oleh Zey yang tengah sibuk menenggak minuman beralkohol tersebut.
"Katanya malam ini akan kedatangan seorang DJ yang sangat cantik dan seksi yang membuat malam kita akan semakin meriah. Sayang sekali kita di larang untuk mendekat atau pun menyentuh seujung kuku dari DJ kita malam ini yang di bawa langsung oleh sang pemilik club!" teriak Ramos kemudian.
"Sayang sekali ya. Jadi penasaran seperti apa wajah DJ baru tersebut," ucap Bariq dengan tangan yang masih terlihat memeluk tubuh wanita seksi di sampingnya tersebut.
Sedangkan Zey pun masih tak bergeming dan terus meminum minuman tersebut.
Dengan segera wanita malam tersebut pun mendekati Zey dan terlihat berusaha meraba dan menyentuh tubuh Zey.
"Enyahlah! Aku tidak butuh wanita sejenis kalian!" bentak Zey dengan mendorong wanita malam tersebut hingga jatuh tersungkur.
Wanita tersebut pun terlihat ketakutan dengan segera menjauh dari Zey serta mengambil tips yang Ramos berikan dan langsung pergi meninggalkan meja tersebut.
Sedangkan di sebuah ruang ganti nampak Youta sang pemilik club yang terlihat memandang wanita cantik di depan cermin dengan baju yang terlihat sangat seksi tersebut.
"Clara ... kenapa kamu lebih memilih menjadi DJ tamu di club malam ku disini?? Aku tidak pernah meminta mu untuk menjadi seorang DJ seperti ini. Apa kamu tidak takut jika kekasih yang dulu mendatangi club malam ini dan melihatmu lalu mencari keberadaanmu??" tanya Youta dengan raut wajah khawatir jika lelaki yang pernah mengisi hati Clara akan datang kembali dan merebut Clara dari nya.
"Tenang saja, aku hanya ingin meramai kan club malam kamu untuk malam ini saja. Lagi pula dia tidak akan mungkin berada di club malam seperti ini. Jika pun dia melihat ku maka diri mu pasti akan dengan mudah menutup jejak ku dari nya kan?" tutur Clara dengan tersenyum dengan sangat cantik ke arah Youta. Seseorang yang telah berjasa dalam hidup nya selama ini.
__ADS_1
"Baiklah, setelah ini kita akan kembali ke Jepang karena aku takut jika putra mu akan menangis mencari mu jika kamu tidak segera kembali," ucap Youta.
Sedangkan Clara pun segera menganggukkan wajah nya dengan cepat.
Hingga tak lama kemudian di acara penghujung malam tersebut terlihat Clara segera tampil dengan membawakan musik bergenre breakbeat.
Wajah nya yang sangat cantik serta tubuhnya yang terlihat sangat seksi pun membuat seluruh mata lelaki yang memandang menjadi terpana.
Begitu juga dengan Ramos dan Bariq yang terlihat terpesona dengan wajah dan tubuh Clara yang sangat istimewa tidak seperti DJ biasa yang di sering di temui nya.
"Astaga cantik sekali. Sayang sekali jika wanita secantik itu menjadi seorang DJ. Pantasnya ku jadikan istri dan aku suruh duduk manis di rumah melahirkan anak-anak ku," ucap Ramos dengan terus mengkhayal. Begitu juga dengan Bariq.
Zey pun tidak begitu tertarik dengan ucapan yang terlontar dari mulut kedua sahabatnya tersebut yang sering kali bergonta-ganti wanita dan menganggap semua wanita yang di temui nya tersebut pasti lah cantik.
Dengan terus menenggak minuman haram tersebut hingga tanpa sengaja dirinya pun melihat DJ yang di maksud oleh kedua teman nya tersebut.
Kedua mata Zey pun membola begitu pandangan kedua nya bertemu. Zey pun dengan cepat mengusap kedua mata nya takut jika diri nya tersebut salah mengenali wanita.
"Aku pasti sudah mabuk," gumam Zey dengan menepuk kepala nya.
Kemudian Zey pun segera memastikan apa yang di lihatnya tersebut benar dan berjalan mendekat ke arah wanita DJ tersebut.
Jalan nya pun sempoyongan dan terlihat terus menubruk banyak orang. Hingga Ramos serta Bariq pun dengan cekatan mengikuti kemana sahabat nya tersebut melangkah.
"Clara!!" teriak Zey dengan terus membelah kerumunan orang-orang yang terlihat asik berjoget dengan langkah sempoyongan.
Namun sayang sekali setelah dirinya hampir sampai di barisan paling terdepan, pemusik DJ pun telah berganti oleh pemain wanita yang lain nya lagi.
"Aku pasti berhalusinasi," gumam Zey dengan kembali ke tempatnya semula dengan di papah oleh kedua sahabatnya tersebut.
__ADS_1
"Lebih baik segera kita bawa Zey ke apartemen milik nya seperti biasa jika dirinya tengah mabuk berat seperti biasa ini," ucap Ramos yang kemudian di setujui oleh Bariq.
"Haish, menyusahkan saja," gumam Bariq yang tengah melajukan mobil milik Zey dengan segera menuju ke apartemen milik sahabat nya tersebut.