
Gadis tersebut tubuhnya pun nampak sudah gelisah dengan sangat luar biasa. Ia pun nampak merengek manja dengan berusaha menyentuh tubuh Akano yang membuat tubuh gadis tersebut nampak sedikit lebih sejuk ketika kulit tubuhnya itu bersentuhan dengan tubuh Akano.
Akano pun hanya melihat reaksi yang gadis tersebut lakukan tanpa membantu untuk melakukan pelepasan.
Akano pun nampak sangat menikmati kegelisahan yang ada pada tubuh milik gadis tersebut.
Sedangkan gadis tersebut terus memohon dan merengek agar segera di bantu untuk melepaskan kegelisahan nya yang membuat kepala gadis tersebut terasa mau pecah.
Akano pun sengaja tidak segera menerkam gadis tersebut bukan karena tidak bernafsu.
Namun karena dirinya pun menunggu dari para maniak se* yang tergabung di dalam situs tersebut semakin penasaran dan menggelontorkan dana sebanyak-banyaknya pada Akano untuk segera melihat Akano melakukan permainan intinya tersebut.
Setelah Akano mendapatkan bonus yang lumayan fantastis kemudian Akano pun nampak menyentuh tubuh dari gadis tersebut menciumi satu persatu tak melewatkan seinci pun dari tubuh gadis itu dengan penuh gairah dan nafsu.
Akano pun dengan lihai nya menuang sedikit demi sedikit wiski yang ada di dalam botol tersebut ke tubuh gadis itu dan menjilat perlahan-lahan hingga gadis tersebut pun semakin melenguh tak karuan.
Milik Akano pun nampak sudah sangat me ne gang ingin segera di puas kan pun akhirnya dengan tanpa pemanasan lebih lanjut terong milik Akano yang berukuran 21 cm tersebut segera menusuk lembah sempit milik gadis tersebut dengan satu hentakan paksaan hingga gadis tersebut pun nampak menangis meronta namun juga me le nguh.
Akano pun menjadi semakin semangat untuk memompa terong miliknya tersebut hingga miliknya pun nampak telah sampai berkali-kali memuntahkan cairan kentalnya tersebut di dalam lembah milik gadis yang sudah tidak perawan lagi itu.
Setelah Akano selesai dan merasa puas melakukan pelepasan berkali-kali kemudian ia pun nampak memanggil para gigolo yang di pelihara di dalam club' nya tersebut untuk menyentuh wanita yang telah ia pakai tersebut yang masih nampak belum juga terpuaskan karena efek obat tersebut belum lah hilang.
__ADS_1
Dua gigolo tersebut pun nampak dengan semangat mendekati wanita tersebut dan dengan bergantian mereka pun melakukan pergumulan panas yang nampak masih di saksikan secara live tersebut.
"Ahh ouhh ahh aahh." De sah wanita tersebut dengan mimik wajah yang membuat siapa pun yang melihatnya merasa ingin segera melesakkan terongnya dan turut ikut memuaskan nya.
Akano yang melihat wajah bi ra hi dari wanita tersebut pun membuat miliknya kembali bangun tegak dengan sempurna.
Kemudian Akano pun segera memberikan aba-aba kepada ke dua gigolo nya tersebut untuk segera mengakhiri permainan nya karena ia pun ingin segera menuntaskan has rat nya kembali.
Kedua nya pun nampak patuh dan meninggalkan ruang tersebut dengan segera. Akano pun nampak menuangkan kembali obat laknat tersebut kedalam wiski dan kemudian meminumkan minuman tersebut kepada wanita tersebut hingga habis tak tersisa.
Wanita tersebut pun menjadi lebih ber has rat dari pada sebelum nya dan segera menerkam tubuh Akano untuk segera ia masukkan milik Akano ke dalam lembah miliknya.
Akano pun nampak sangat menikmati wajah e ro tis dari wanita tersebut saat duduk di atas tubuhnya dengan meliuk-liuk kan tubuhnya tersebut memompa milik Akano dengan sangat cepat.
Akano pun nampak memanggil penjaga dan memberikan intruksi kepada penjaga nya tersebut untuk mempersiapkan wanita tersebut untuk segera di jual sebagai budak se* di pelelangan berikut nya beserta gadis-gadis yang lain nya.
Sedangkan disisi lain Dio pun hanya mendapatkan lokasi terkini yang sedang di kunjungi oleh orang yang menyamar sebagai sensei Akane tersebut melalui penyadap yang gps nya menunjukkan posisinya masih ditempat yang sama.
Yakni di sebuah club malam yang tidak setiap pengunjung bisa masuk ke dalam club' malam tersebut.
Dio pun belum bisa melakukan pergerakan apa pun karena sudah di pastikan jika dirinya tidak memiliki akses untuk memasuki club' malam tersebut.
__ADS_1
Dio pun kemudian nampak masuk dan melihat ke dalam kamar Aninda tersebut secara perlahan.
"Selalu saja tertidur di meja belajar." Ucap Dio yang kemudian menggendong Aninda dan merebahkan ke kasurnya tersebut.
"Selamat tidur sayangku." Ucap Dio dengan mengecup bibir Aninda dengan singkat dan perlahan.
Kemudian Dio pun kembali ke meja kerja nya tersebut memikirkan langkah apa yang harus ia lakukan untuk melindungi Aninda karena firasatnya mengatakan jika sensei Akane tersebut bukanlah kalangan dari orang biasa.
"Kali ini sepertinya aku membutuhkan pengawal bayangan untuk melindungi diri ku dan Aninda mengingat sensei Akane terlihat sangat di segani oleh para pengawal club' malam tersebut yang tampak sangat kekar dan tidak mudah di kalahkan dengan tangan kosong." Ucap Dio yang berhasil meretas cctv di luar area club' malam tersebut.
Karena club malam tersebut hanya memiliki cctv di area luar club' nya saja. Sedangkan di dalam nya tidak ada cctv sama sekali yang terpasang di setiap sudut ruangan tersebut.
"Ah pusing kepalaku. Kenapa disini Aninda harus terlibat dengan sekelompok mafia yang terlihat mengerikan. Bagaimana jika aku tidak sanggup untuk mengalahkan kekuasaan mereka." Gumam Dio dengan mengacak rambutnya secara frustasi.
Kemudian Dio pun dengan segera nampak menelepon Akio yang belum juga sanggup terlelap di dalam tidurnya karena sangat merindukan aroma tubuh dari Amel.
"Hallo, Kio. Kali ini aku sangat membutuhkan bantuan kamu untuk melindungi Aninda disini yang nampak di incar oleh mafia yang belum aku ketahui apa motifnya." Ucap Dio yang kemudian menjelaskan inti dari permasalahan yang sedang Aninda alami.
"Astaga, bagaimana mungkin? Aku pernah mendengar jika desas desus mengatakan jika pemilik nya tersebut sering melakukan transaksi gelap menjual banyak gadis di pasar gelap untuk dijadikan budak se*."
"Aku pun hanya pernah mendengar desas desusnya saja dan belum mengetahui yang lebih pastinya karena keluarga ku pun tidak memiliki kekuasaan serupa untuk mencari tau lebih lanjut. Cobalah kamu meminta tolong kepada Edrick. Edrick pasti tahu sedikit banyaknya tentang hal tersebut karena itu semua berada di bawah kendali milik keluarga Edrick. Biar aku bantu kamu untuk menghubungi Edrick lebih dulu." Tutur Akio dengan panjang dan lebar.
__ADS_1
Kepala Dio pun menjadi sangat pusing mendengar rentetan penjelasan demi penjelasan yang di ucapkan oleh Akio tersebut.
Kemudian Dio pun nampak menutup teleponnya tersebut dan kembali menatap layar monitornya dengan segera mengetikkan dan memasukkan data coding dan lainnya yang ia perlukan untuk membuka akses dari beberapa situs perdagangan manusia yang terhubung dan sekira nya berkaitan dengan pekerjaan yang di lakukan oleh sensei Akane tersebut.