Penyesalan Mantan

Penyesalan Mantan
Kegelisahan Aninda


__ADS_3

Dio pun nampak berbinar ketika melihat rekaman cctv yang berhasil ia pulihkan tersebut. Yang mana di agen bus antar pulau tersebut lah Aninda beserta kedua orangtuanya terlihat memesan tiket.


Dio pun semakin yakin jika menghilangnya detektif Choi juga ada kaitannya dalam pencarian nya mencari titik terang keberadaan Aninda di pulau tersebut.


"Berarti benar jika Aninda beserta kedua orang tua nya sedang berada di pulau Kalimantan yang tak jauh dari pelabuhan dimana titik terakhir lokasi GPS milik detektif Choi sebelum loss kontak," gumam Dio dengan senyum merekah di kedua bibir nya tersebut.


"Tunggu lah kedatanganku sayang! Sebentar lagi aku akan datang untuk menjemput mu!" seru Dio dengan meloncat-loncat kegirangan di dalam ruang kerja nya tersebut.


"Tapi sebaiknya aku memberi pelajaran dan memusnahkan keluarga Vania terlebih dahulu. Gugatan cerai pun sudah aku kirimkan ke pengadilan dengan segala bukti yang aku miliki pasti persidangan cerai pun tidak akan memakan waktu lama. Tunggulah pembalasan ku Vania! Karena kamu telab berani mengusik hidup seseorang yang benar-benar aku cintai hingga begini!" pekik Dio kemudian dan segera kembali menuju ke depan layar monitor nya tersebut.


Dengan cekatan Dio pun meretas surel serta beberapa aplikasi sosial media yang sering digunakan baik milik Vania, mama Vania, maupun papa Vania.


Tak luput Dio pun meretas aplikasi mobile banking yang di miliki oleh mereka semua. Menelisik kinerja papa Vania yang ternyata tidaknya sebaik yang di beritakan oleh banyak media yang sering memberikan santunan kepada banyak orang miskin dan lain sebagainya.


Dio pun sangat terkejut ketika melihat banyak nya skandal yang di miliki oleh keluarga Vania tersebut.


Didalam temuan nya tersebut terlihat Vania yang terlihat sering wara wiri keluar masuk club malam dan juga mabuk-mabukan serta merupakan pecandu narkotika.


Yang mana papa Vania pun terlihat sering membooking artis papan atas dengan bayaran yang sangat fantastis serta mama Vania yang tidak jauh berbeda dengan sang suami yang juga memiliki simpanan berondong muda untuk di gunakan sebagi pemuas hasratt nya.


Selain itu dana yang seharusnya di kucurkan untuk rakyat namun hanya diberikan sekian persen nya saja dan yang lain nya pun masuk ke kantong pribadi.


Bukti korupsi yang papa Vania lakukan pun sangat banyak hingga membuat Dio kembali merasa senang tatkala mengetahui kebobrokan orang tua Vania tersebut.


"Jika bukti ini aku up ke media apa yang akan terjadi ya?? Pastinya akan menjadi sangat seru sekali. Hehehe," gumam Dio dengan terkekeh perlahan.


"Baiklah, untuk mempercepat membuat keluarga Vania segera jatuh bangkrut maka harus dengan cepat pula mengungkap kejahatan nya tersebut," ucap Dio yang kemudian segera menelepon Akio.

__ADS_1


"Hallo, Kio ..." ucap Dio dengan perlahan.


"Iya ada apa bro?" jawab Akio dengan kembali bertanya kepada sahabat nya tersebut.


"Aku telah memiliki banyak bukti kejahatan yang di lakukan oleh keluarga Vania. Termasuk kasus korupsi serta banyaknya skandal yang sering papa Dio lakukan dengan menyewa jasa artis dan model papan atas yang di booking dengan bayaran yang sangat fantastis," tutur Dio dengan gamblang yang membuat Akio kembali terkejut.


"Pantas saja harta kekayaan pejabat itu begitu banyak sekali. Ternyata itu adalah uang dari hasil korupsinya? Hem, sudah ku duga dari awal sih," jawab Akio dengan tercenung mendengar penjelasan Dio.


"Aku bingung nih harus aku apakan dari mana kemana agar tidak merugikan dan melibatkan banyak pihak lagi. Apalagi jika sampai keluarga Vania berhasil kabur ke luar negeri sebelum kasus di usut dengan tuntas," ucap Dio yang kembali bingung dengan apa yang harus dirinya lakukan.


Mendengar perkataan Dio tersebut membuat Akio terlihat terdiam dan kemudian berfikir ada benarnya juga yang Dio katakan.


"Tenang saja Dio, setelah ini biar aku konsultasi dengan papa ku. Karena papa ku pun kemarin juga merasa sangat jengkel melihat keluarga Vania yang sempat menghina istriku. Aku ada kenalan wartawan yang haus akan berita. Itu wartawan top banget dalam mengorek berita dan sama sekali tidak takut dengan ancaman kematian," ujar Akio dengan semangat membara.


"Iya oke Kio aku akan menunggu kabar berikut nya darimu," jawab Dio dengan menghela nafas lega.


"Tapi kamu jangan bergerak sendiri ya Dio. Tunggu instruksi dariku selanjutnya ya. Karena masalah ini akan menyerempet kemana-mana termasuk menyeret banyak nama termasuk nama-nama artis papan atas yang pernah di booking papa Vania itu," ucap Akio dengan mengingat kan Dio kembali agar tidak gegabah dalam mengambil langkah.


"Sepintar-pintarnya kamu meretas data pribadi orang lain jika orang tersebut mengengetahui bahwa kamu lah dalang di balik semuanya maka semua nya pun akan berimbas kembali terhadap kehidupan mu. Entah itu ancaman atau apa pun itu. Jadi jangan pernah mengambil langkah yang salah yang akan membuat rugi diri mu sendiri," ucap Akio dengan sok bijak nya.


"Iyaya aku paham, baiklah. Segera kabari jika ingin melakukan aksi. Kamu juga jangan bertindak gegabah yang bisa menjerumuskan ku ke dalam masalah yang baru lagi," ucap Dio yang kemudian juga turut menasehati sahabat nya tersebut.


"Iyaya, aku sudah mau kembali kerumah nih. Udah dulu lah ya telepon nya. Nanti aku hubungi lagi, jangan khawatir. Bye," jawab Akio dengan segera menutup sambungan telepon nya tersebut.


Dio pun telah bisa kembali bernafas lega karena sebentar lagi dirinya pun akan bertolak menuju ke pulau Kalimantan menjemput dan membawa kembali sang belahan jiwa setelah mengungkap banyaknya skandal yang di miliki oleh keluarga Vania.


"Jangan harap kalian bisa hidup enak-enakan sementara Aninda beserta kedua orang tuanya yang sudah bisa ditebak pasti hidupnya menjadi sangat terseok-seok dan menderita karena ulah kamu Vania!" geram Dio yang kemudian segera merebahkan tubuhnya di atas kasur dan melepaskan penat yang mendera nya.

__ADS_1


Sedangkan Aninda di pulau kecil yang sangat berdekatan dengan pulau Kalimantan pun terlihat menjadi sering melamun menatap lautan lepas.


Tak jarang Aninda pun meneteskan air mata nya diam-diam mengingat bahwa dirinya yang terlihat tidak bisa di andalkan dan hanya menambah beban saja untuk kedua orangtuanya.


Walaupun penduduk setempat semua terlihat sangat menerima keberadaan dirinya dan keluarganya dengan lapang dada, namun di hati kecilnya Aninda pun sangat mengkhawatirkan bagaimana dengan nasib anaknya jika lahir kelak.


Tanpa memiliki seorang ayah yang juga pasti akan berimbas pada masa depan anaknya kelak.


Ayah dan ibu Aninda pun nampak khawatir dengan keadaan Aninda yang semakin hari terlihat tidak memiliki semangat hidup. Walaupun rutinitasnya sebagai pengajar di tempat tersebut masih Aninda emban.


Ayah dan Ibu Aninda pun tak henti-hentinya memberikan semangat untuk putri semata wayangnya tersebut dengan memberikan gurauan dan cerita-cerita berkesan lain nya. Namun seperti biasa Aninda pun hanya menanggapi nya dengan senyuman dan anggukan.


"Yah? Bagaimana dengan nasib putri kita ini? Aku pun sangat khawatir melihatnya sering melamun dengan berderai air mata menatap lautan lepas? Apa putri kita sedang merindukan ayah biologis yang sedang di kandung nya yah?" tanya Ibu Aninda dengan raut wajah yang terlihat sangat cemas.


"Aku pun juga bingung Bu. Bagaimana pun juga kita telah berada jauh dari mereka semua. Aku takut orang-orang jahat akan mendatangi kita jika kita kembali ke kampung," ujar Ayah Aninda yang juga terlihat sama bingung nya tersebut.


Sedangkan Aninda pun masih menatap lautan lepas hingga malam menjelang Aninda baru terlihat bergegas masuk kembali ke dalam rumah panggung nya tersebut.


"Nduk? Apa kamu tidak nyidam atau menginginkan apa pun untuk segera ibu buatkan?" tanya Ibu Aninda yang amsih terlihat kebingungan karena putrinya tersebut tidak pernah mengeluh meminta ini dan itu.


"Tidak Bu, Aninda tidak menginginkan apa pun. Masakan yang ibu masak semua merupakan makanan yang sedang aku inginkan," jawab Aninda dengan berbohong kepada ibunya agar tidak menambah beban kedua orang tua nya.


Sebenarnya Aninda pun sangat menginginkan banyak macam makanan dan hal-hal yang lain nya yang tidak terdapat di daerah baru nya tersebut.


Namun Aninda mencoba mensugesti dirinya agar tidak menginginkan makanan lain nya selain yang dibuatkan oleh ibunya tersebut.


Apalagi jika dirinya secara tiba-tiba sangat menginginkan berada di dekat Dio yang tidak akan mungkin bisa dirinya wujudkan tersebut.

__ADS_1


Aninda pun segera menepis keras keinginan nya tersebut dengan mengelus perutnya yang sudah terlihat membuncit tersebut agar bayi nya kuat menjalani hidup jauh dari ayah biologis nya tersebut.


"Apa aku tidak berhak bahagia?" gumam Aninda dengan terus menatap langit-langit kamarnya yang terlihat bocor karena hujan yang terus mengguyur tempat tinggalnya tersebut.


__ADS_2