
Mobil yang dikendarai oleh Dio pun telah memasuki halaman rumah Akio. Setelah Dio memarkirkan mobilnya tersebut, Dio pun mengajak Aninda untuk segera masuk ke dalam rumah Akio tersebut.
Nampak Amel dan mama Akio yang telah menunggu kedatangan keduanya. Aninda pun nampak berjalan dengan tergesa dan dengan segera ia pun memeluk sahabatnya tersebut hingga erat.
"Hemm. Kamu jadi terlihat lebih chubby. Pasti kerjaan kamu cuma makan tidur dan rebahan saja kan," ucap Aninda yang sedang mengolok-olok Amel.
"Hehehe, kamu sudah seperti dukun cabul saja sih Nin bisa dengan mudahnya tahu keseharian aku," jawab Amel dengan wajah riang nya.
"Dukun cabul gundulmu! Huh, memangnya aku muka cabul? Dukun cabul itu lebih tepat untuk julukan calon suami kamu kali Mel. Awas hati-hati kalau sebentar lagi perut kamu nampak melendung seperti balon karena sering di terawang dukun cabul kesayangan kamu itu baru tau rasa kamu," jawab Aninda.
Dio dan Mama Akio yang mendengar perbincangan keduanya pun menjadi tertawa terbahak-bahak.
"Aneh-aneh saja sih kalian ngomong nya. Tuh dukun cabul nya Amel sudah turun gunung menghampiri kita," kata Dio yang membuat Akio nampak mengernyit kebingungan.
"Yang kalian bicarain dukun cabul itu siapa?" tanya Akio dengan muka bingung.
__ADS_1
"Ya kamu lah," ucap semua nya secara serentak.
"Hahaha." Ke empat nya pun nampak tertawa bersama.
"Kamu Kio dukun cabulnya. Ayo kita ngobrol ke atas dulu diskusi berdua," ucap Dio dengan memberi kode untuk segera mengekor di belakang nya.
Kedua nya pun telah sampai di ruang yang biasa di gunakan oleh Akio untuk membicarakan atau mengerjakan hal-hal yang bersifat privasi.
"Gimana Kio? Sudah kamu hubungi Edrick belum?" tanya Dio tanpa berbasa basi lagi.
"Sudah beres. Edrick tadi pun telah memberiku beberapa informasi penting terkait dengan sensei tersebut," jawab Akio dengan serius.
"Pemilik klub malam yang kamu maksud namanya adalah Akano. Memiliki saudara kembar yang bernama Akane yang sangat genius dalam soal komputer. Baik itu sebagai developer, programmer ataupun hacker. Akane ini hampir sebelas dua belas memiliki tingkat kemampuan yang mumpuni seperti mu," tutur Akio menjelaskan.
"Jadi yang pernah aku temui kemarin itu siapa?? Akano atau Akane??" tanya Dio dengan raut wajah penasaran.
__ADS_1
"Bisa jadi yang kamu temui adalah keduanya. Akano yang menyamar menjadi Akane. Sedangkan Akane saat ini seperti nya sedang di cari oleh anak buahnya Akano karena telah berhasil melarikan diri dari sekapan Akano."
"Menurut informasi yang diperoleh dari informan Edrick tersebut, Akano hanya memanfaatkan kecerdasan Akane untuk kepentingan pribadinya dalam bisnisnya di pasar gelap yang memperdagangkan wanita untuk di jadikan budak se* para lelaki hidung belang," papar Akio lagi.
"Mungkin Aninda sedang di incar oleh Akano untuk di culik dan di jualnya di lelang pasar gelap yang selalu ia ikuti," ucap Akio dengan wajah yang sangat serius.
"Dasar brengsek!" umpat Dio dengan menggebrak meja kerja yang saat ini menjadi saksi bisu kemarahan Dio setelah mendapat kan informasi tersebut.
"Kenapa Aninda bisa mengenal lelaki bajingan yang sama sekali tidak memiliki hati nurani sama sekali seperti Akano itu sih?!" pekik Dio dengan mengepalkan kedua tangan nya tersebut.
"Tenanglah. Edrick mau untuk membantu kamu dan Aninda. Kamu tahu sendiri kan bagaimana berkuasa nya keluarga papa nya Edrick itu. Mulai besok pagi akan ada pengawal bayangan yang akan melindungi kalian selama masih tinggal di negara ini. Edrick membantu kita seperti ini karena ia telah merasa terbantu untuk masalah nya kemarin bersama Fujiwara dan mencoba untuk membalas Budi untuk kita," ucap Akio dengan lebih jelas.
"Kita mendapatkan undangan ke pesta pernikahan Fujiwara dan Edrick yang akan di gelar 2 Minggu lagi," ucap Akio dengan menyodorkan sebuah undangan.
"Lalu undangan dari mu untukku?" tanya Dio.
__ADS_1
"Nih, seminggu lagi aku dan Amel akan menikah," jawab Akio dengan menyodorkan sebuah undangan pernikahan lagi untuk Dio.
"Astaga. Nikah nya kalian enggak bisa lebih cepat lagi gitu? Misalnya besok?? Biar aku nya enggak terlalu syok melihat kalian benar-benar menikah secepat itu," pekik Dio yang merasa kalah start dari sahabat nya tersebut.