Penyesalan Mantan

Penyesalan Mantan
Episode 30


__ADS_3

Seminggu sudah Bu Marni dan Zaenab dengan gelisah menunggu kedatangan Roy, tapi Roy tak kunjung datang, dan di hubungi pun sudah juga tak bisa, Roy telah lepas bertanggung jawab dengan atas apa yang di perbuat pada Zaenab, Roy tak pernah datang dan lebih mengenaskan lagi Roy sudah tak dapat di hubungi,


Apalagi lebih mencengangkan lagi ketika Bu Marni dan Zaenab mendatangi kedua orang tua Roy, justru bukan simpati yang di dapatkan, melainkan cacian terhadap Zaenab dan Ibunya, sungguh semua tak sesuai dengan harapan Bu Marni, membuat semua impian Bu Marni menjadi sirna, menjadi besan orang kaya, dan lebih menderitanya lagi mobil yang di berikan Roy kepada Zaenab ternyata adalah mobil dari rentalan, dan mobil itu kini di tarik oleh yang punya, sampai Bu Marni harus merelakan perhiasannya untuk membayar sewa mobil tersebut.


Hancur sudah semua harapan dan impian Bu Marni, penyesalan pun tak ada gunanya, sebab semua sudah terlanjur terjadi.


Apalagi Bu Nani sudah tak mau tahu ketika Bu Marni merengek minta bantuan Bu Nani.


" Bu Nani, saya minta maaf sebelumnya atas semua kesalahan kami pada Bu Nani sekeluarga, saya ke sini untuk terakhir kalinya, saya minta bantuan Ibu, tolong Bu Nani adalah orang baik, bantu saya sekali lagi Bu, untuk menikahkan Putra ibu Pram dengan Zaenab anak saya," seru Bu Marni yang tak tahu malunya berkata demikian, dia datang bersama dengan Zaenab meminta yang hal dan tak mungkin, paska kejadian di warung itu Bu Marni tak mau menyapa Bu Nani, tetapi apa yang terjadi sekitar Bu Marni justru minta bantuan lagi dan sesudah yang tidak mungin.


Seketika Bu Nani yang awalnya hanya mendengar keluh kesah Bu Marni yang cenderung membosankan, seketika menjadi kaget bukan kepalang mendengar permintaan Bu Marni yang tidak masuk akal itu.


" Bu Marni, apa Bu Marni sadar apa yang Bu Marni katakan tadi?" seru Bu Nani yang tak percaya dengan apa yang ia dengar, benar-benar ini orang sudah tak waras keluh Bu Nani dalam hati.

__ADS_1


" Jelas saya sadar Bu, saya datang ke sini untuk merundingkan hal itu, saya sebelumnya khilaf telah memutuskan pertunangan Zaenab dan Pram padahal mereka masih saling mencintai, saya sangat menyesal Bu." Jawab Bu Marni penuh iba.


" Maaf ya Bu Marni, Pram sudah menikah dan anda sudah tahu itu, lebih baik kubur dalam-dalam semua permintaan ibu itu, bukankah ibu pernah bilang akan pergi dari rumah saya yang jelek itu, dan anda akan membeli rumah baru yang akan di belikan oleh menantu ibu, apa Bu Marni lupa dengan ucapan Ibu tempo hari itu?" Balas Bu Nani yang tak kalah sengitnya.


" Prihal itu saya minta maaf Bu Nani, saya benar-benar khilaf waktu itu, dan tolong maafkan saya, saya tak bermaksud seperti itu, Zaenab bisa jadi istri kedua bagi Pram Bu, tak masalah bagi Zaenab, pasti mereka akan bahagia." Ucap Bu Marni dengan entengnya, seenaknya sendiri mengatur hidup orang lain.


Sementara Zaenab dan Fatimah hanya menyimak pembicaraan kedua orang wanita itu, sambil menunduk tak berani mengangkat wajahnya.


Bu Nani yang sudah kesal dengan sikap seenaknya Bu Marni hanya mendesah kesal, Bu Nani heran dengan cara pikir Bu Marni yang super antik itu.


" Bu Nani maksudnya apa? kenapa Bu Nani bersikap seperti itu, apa ibu tidak merasakan bahwa Pram itu masih sangat mencintai anak saya?" sungut Bu Marni tak terima.


" Maksud saya adalah saya tidak suka Bu Marni mengusik lagi kehidupan anak saya lagi, bukan hal Bu Marni mengatur anak saya, dan Bu Marni tak berhak marah sama saya, sebab Pram itu anak saya, dan sudah menikah. Saya seorang wanita Bu, mana ada saya tega menyuruh Pram menikah lagi dengan wanita yang dulu pernah membuangnya seperti sampah, hah? harusnya ibu mikir akan hal itu, JANGAN EGOIS JADI ORANG" seru Bu Nani yang sudah tersulut emosi, dia tak terima di setir terus menerus sama Bu Marni, dari dulu Bu Nani selalu mengalah bila Bu Marni berkehendak, tetapi sekarang lain urusannya, Bu Nani sudah punya menantu yang cantik dan kaya, dan tidak sombong lagi, Bu Nani sangat bersyukur, mana mau dia Bu Nani akan membuang berlian itu.

__ADS_1


" Saya kecewa sama Bu Nani, saya akan ke kota meminta Pram langsung untuk menikah sama Zaenab, pasti Pram akan bersedia, sebab Pram masih mencintai Zaenab, saya yakin itu Bu" seru Bu Marni penuh percaya diri.


" Silahkan, saya yakin Pram tak akan mau menerima kalian, Pram masih waras dan buka pria yang bisa di b*dohin kaya dulu lagi, tapi ingat jangan menangis darah jika dia menolak anda" balas Bu Nani yang tak kalah pedasnya.


Dan tanpa permisi Bu Marni bangkit dari tempat duduknya, dan menarik tangan Zaenab, dan pergi meninggalkan rumah Bu Nani dengan muka yang masam, dan wajah yang merah padam menahan amarahnya.


" Dasar orang tak waras lagi, mana ada seorang ibu dengan senang hati menyuruh anaknya untuk berpoligami, apalagi hanya untuk menutupi aib anaknya, kaya ga ada wanita di dunia ini selain Zaenab, memangnya Zaenab itu mantan putri Indonesia yang cantiknya tak ada tandingan, dan emang anakku tempat penerimaan barang bekas" Omel Bu Nani panjang lebar.


Sementara Fatimah yang duduk di sebelah Bu Nani terkekeh sendiri mendengar omelan budenya, permintaan Bu Marni yang tak masuk akal itu.


" Bude baiknya kita telpon Mas Pram Dan Mbak Karin saja, biar mereka nanti tak kaget dengan kedatangan mereka ke kota " usul Fatimah pada budenya.


" Oh ia benar kamu Nduk, ayo sana ambil ponsel kamu dan hubungi Mbakmu saja" seru Bu Nani dengan semangat.

__ADS_1


Fatimah lalu beranjak dari tempat ia duduk dan mengambil ponsel yang di berikan pada Karin untuknya dan mencari nomor wanita itu, Karina sangat menyayangi Fatimah tiap bulan Ia juga di kirimi uang sama Karina, bentuk perhatian Karin pada keluarga Pram sangat besar.


Bukan hanya Fatimah saja yang di kirimi uang sama Karina, tetapi Ibu mertuanya juga ikut di kirimi.


__ADS_2