Penyesalan Mantan

Penyesalan Mantan
Episode 21


__ADS_3

" Sebentar sayang ini sudah cepet kok," ujar seorang pria tampan yang bergerak di atas seorang wanita yang sudah kelihatan kelelahan, tetapi masih saja mendamba pria yang tengah menangkup tubuhnya itu.


" Enak ya dek, " seru Pram dengan nafas yang tersengal-sengal, menahan sesuatu.


" Duh aku sudah capek Mas."keluh Karina yang sudah tergelepar karena kelelahan.


Sinar mentari menerobos di celah-celah jendela kamar hotel yang di huni sepasang suami istri yang tengah tertidur pulas, mereka berdua terusik kala suara gawai yang terletak di atas nakas berbunyi nyaring memecahkan keheningan kamar itu.


" Yank bangun yuk, kita kesiangan ini," seru pria gagah nan tampan itu tengah merayu istrinya yang masih memeluk tubuh suaminya yang kekar dengan erat sekali.


" Ngantuk Mas, trus capek banget," keluh Karina yang masih memejamkan matanya begitu rapat.


" Ayo mandi gih, trus sholat kita sudah telat sekali sayang, biar mas yang ngecek ke lapangan dan Adek bobok aja lagi ga usah ikut Mas ke lapangan, tetapi mandi dan sholat dulu." bujuk Pria tampan itu pada istrinya yang masih tak mau terusik dari tidurnya.


Mau ga mau mereka harus bangun dan melakukan aktifitas lagi seperti kemaren, masih banyak pekerjaan yang menunggu di depan mata dan harus segera di selesaikan.


" Mas aku benar ya ga ikut ke lapangan?" ujar Karina yang masih menyandarkan kepalanya di sudut sofa hotel yang mereka pesan, setelah mereka mengecek.kondisi proyek yang mengalami sedikit masalah, akhirnya mereka tak pulang ke rumah Pram, tetapi mereka lebih memilih menginap di hotel yang jaraknya tak lumayan jauh dari proyek.


Mereka pikir sekalian bulan madu, sebab di rumah Pram ga enak sama ibu bila mendengar mereka lagi memadu kasih, apalagi mereka pengantin baru lagi hangat-hangatnya melakukan pertempuran.


" Ya sudah Adek istirahat dulu ya, jangan kemana-mana bila Mas belum pulang ya sayang, nanti bila butuh sesuatu bilang aja sama pelayanan di hotel ini" tutur Pram menasehati.


" Iya Mas, Karina mau bobok dulu," balas Karina sambil menguap.


Wanita cantik yang mempunyai kulit seperti bayi itu lalu bangkit dari duduknya, mengikuti Pram yang mau berangkat ke tempat proyek.

__ADS_1


Dan di depan pintu kamar hotel wanita itu meraih tangan suaminya dan mencium punggung tangan suaminya dengan lembut, lalu Pram membalas istrinya itu dengan mencium keningnya beberapa saat.


" Baik-baik ya Yank, nanti malam kita main lagi, kamu boleh kok yang memimpin." pesan Pram pada istrinya dan senyum jail menghiasi pria tampan itu.


" Isih Mas malu ah" ucap Karin dengan kepala menunduk, menatap malu pada sang suami.


Dan seluas senyum mengiringi kepergian suaminya itu.


Karina mengembuskan nafasnya lega ketika suaminya pergi, dan dia menutup pintu kamarnya rapat-rapat dan kembali ke peraduan menjemput mimpi dia yang tertunda tadi.


Pram Bali ke hotel kali ini lebih cepat dari biayanya, sebab dia sudah kangen berat sama sang istri.


" Suka aja dek, lihat kamu merasa puas, dan Mas bahagia bisa membuat kamu bahagia juga." Ujar Pram pada istrinya itu, setelah mereka mengejar target untuk segera memiliki momongan.


" Kalau mau bahagiain Karin ya di kasih dong tiap malam, Karina kan suka pada itunya mas juga, yang membuat Karina ga bisa tidur kalau ga di sentuh sama Mas." Ucapnya jujur dan kepala yang menunduk, malu sebenarnya mengucapkan itu tetapi di sisi lain dia ingin mengungkapkan isi hatinya secara jujur.


"Di siram terus biar cepet tumbuh ya Dek," ucap Pram lagi.


" Iya Mas, " jawab Karina malu-malu


" Udah siap di ronde ke dua" bisik Pram di telinganya Karina, membuat wanita cantik itu tak berkutik.


Dengan sigap tubuh Karina sudah ada di pangkuan Pram dan merapat bagaikan lintah saja.


" Ih... Mas nakal deh.

__ADS_1


" Kesiangan lagi duh," keluh Pram yang terperanjat ketika melihat jam di pergelangan tangan sudah menunjukkan angka tujuh pagi, sementara istri cantiknya juga masih terlelap tak berdaya di sebelahnya.


Tanpa membangunkan Karina dia buru-buru melesat ke kamar mandi dan segera membersihkan dirinya, dan lalu menunaikan kewajiban dia sebagai seorang muslim, ya walaupun telat pakai banget lagi, dia merutuki diri sendiri yang selalu telat dalam hal ini.


sudah dua kali dia telat bangun sholat subuh.


selesai sholat dengan susah payah Pram. membangunkan istrinya itu dan melakukan kewajiban juga.


" Mas pergi dulu ya sayang, kamu ga usah ikut ya, bobo aja badan kamu masih lemas, sudah dua hari kamu Mas gempur, takutnya kamu sakit Yank."Ucap Pram memberi saran.


Sudah dua hari mereka tak pulang ke rumah ibunya, menghabiskan malam dengan pasan di sebuah hotel. Rupanya Pram dan Karina lagi kejar setoran untuk kali ini.


Ketika Karina mau turun ke sebuah restoran untuk makan siang sendiri, tak sengaja dia melihat siluet seseorang yang sudah tak asing lagi baginya, wanita cantik yang terlihat polos itu berpelukan mesra dengan seorang pria berkulit sawo matang dan terlihat macho dan gagah.


Sepertinya ini harus di abadikan dengan baik, ucap Karin dalam hati.


Karina yang sedikit tertatih mengekori sepasang kekasih itu sepertinya tujuan mereka sama yaitu ke sebuah restoran hotel.


Dengan mengendap-endap, Karina melipir mencari tempat yang sekiranya aman buat dia untuk mendokumentasikan videonya itu, m*mpus kamu Zaenab, seru Karina dalam hati.


Ini akan aku jadi senjataku untuk menjauhkan wanita macam kamu dari suamiku. Tak akan aku biarkan kamu memploroti suamiku sesuka hatimu.


Sekarang Ibu dan Mas Pram pasti akan percaya dengan Video ini, dan membuka kedok mau Nap, omel Karina dalam hati dia begitu menggebu-gebu melihat kesempatan ini.


Oke dia seharian akan menjadi paparazi dulu deh tak apa, walaupun jalannya tertatih Karina tak pantang mundur dia terus mengekori Zaenab dan pria itu sampai mereka masuk ke dalam kamar. Yah, gimana ini masak mau grebek sendiri gak asik dong.

__ADS_1


Sebuah rencana jahil pun melintas di pikiran Karina. Siap-siap saja kamu Zaenab, ancam Karina dengan seringai.


__ADS_2