
Hingga waktu menjelang Naomi melahirkan pun semakin dekat. Akane pun nampak selalu mendampingi Naomi yang kondisinya pun nampak memprihatinkan.
Dokter pun sedari awal telah menyarankan untuk menggugurkan janin nya tersebut karena tubuh nya yang telah melemah karena penyakit bawaan yang menggerogoti tubuhnya tersebut.
Naomi menderita penyakit Leukemia yang sama dengan apa hang saat ini Kano alami. Karena penyakit tersebut menurun ke tubuh milik Kano.
Naomi yang telah melahirkan bayi mungil dan tampan pun nampak tersenyum bahagia.
"Akane, tolong jagalah bayiku ini seperti kamu menjaga anak kandung kamu sendiri ketika aku telah tiada nanti. Aku sudah merasa jika sisa umurku pun sudah tidak lama lagi. Aku pun sangat bersyukur karena di sisa umurku ini mampu melahirkan bayi mungil tersebut," ucap Naomi dengan meneteskan air mata nya dengan wajah haru dan sendu.
"Kamu harus bertahan Naomi. Bertahanlah demi putra mu," ucap Akane dengan menggenggam Naomi memberikan kekuatan untuk wanita baik yang telah melahirkan keponakan nya tersebut.
Naomi pun nampak tersenyum mengangguk, dan tak lama kemudian tubuh Naomi pun tampak melemah.
Hingga membuat Akane menjadi sangat panik dan segera berlarian memanggil dokter yang sedang berjaga.
Dokter dan para medis pun segera berlari menuju ke ruang rawat Naomi dengan memberikan suntikan cairan ke dalam selang infusnya.
Dengan segera doketer tersebut nampak memicu detak jantung Naomi dengan alat pemicu detak jantung, namun seolah usaha nya tersebut nampak tidak membuahkan hasil dan Naomi pun di nyatakan telah meninggal dunia.
Air mata Akane pun nampak luruh seketika melihat Naomi yang sudah tidak bernafas lagi dengan bibir yang telah memucat.
"Kamu telah berjanji untuk bertahan hidup demi putra yang baru kamu lahirkan Naomi. Tapi kenapa kamu memilih untuk menyerah??" ucap Akane dengan menangis meraung mengguncangkan tubuh Naomi.
Begitu pula dengan bayi mungil Naomi yang tampak terus menerus menangis seperti telah mengetahui jika orang yang telah melahirkan nya pun telah meninggal kan dunia ini.
__ADS_1
"Bersabarlah tuan. Ikhlaskan lah nona Naomi agar tenang di alam sana," ucap dokter tersebut menghibur Akane.
Prosesi pemakaman Naomi pun berlangsung dengan cepat. Dokter pun sudah memberi tahu kepada Akane jika ada kemungkinan bayi yangbtelah di lahirkan Naomi tersebut mengidap penyakit bawaan yang sama.
Namun karena tubuhnya yang masih kecil tersebut yang membuat sang dokter belum bisa menyatakan dengan jelas tentang kondisi bayi tersebut. Selama bayi tersebut baik-baik saja tandanya semua nya juga akan menjadi normal.
Setahun pun berlalu, Kano pun tumbuh menjadi bayi yang imut dan lucu yang telah bisa berjalan dengan lancar.
Namun setelah satu tahun tersebut nampak Kano yang menjadi sering demam dan wajahnya pun nampak pucat. Sesekali Kano pun sering mimisan dan mengeluh jika kepalanya pun tersa sangat sakit.
"Pa, Kano mimisan agi. Tapi Kano endak nanis," ucap Kano dengan tersenyum lebar mengusap darah yang terus mengalir dari hidungnya tersebut.
Akano pun nampak sangat kawatir dan segera membawa Kano kecil periksa ke dokter. Hasil pemeriksaan laboratorium memang menunjukka jawaban seperti dugaan awal jika memang Kano mengidap leukemia.
Selama itu pula Kano menjalani perawatan intensif di rumah sakit menjalani serangkaian perawatan.
"Baiklah, aku nanti akan berkunjung ke club' malam kamu untuk membantu urusan kami itu. Namun untuk saat ini aku harus pulang terlebih dahulu karena ada sedikit masalah yang harus aku selesaikan juga," ucap Akane.
Kemudian Akano pun nampak kembali bersama dengan beberapa orang kepercayaan nya tersebut.
Sedangkan Akane nampak segera keluar dengan sembunyi-sembunyi menuju ke rumah sakit dimana Kano selama ini di rawat.
Akane pun nampak membayar biaya rumah sakit untuk Kano selama batas waktu yang tidak terbatas dengan menggunakan black card-nya tersebut untuk biaya perawatan Kano itu.
Entah mengapa kali ini Akane pun memiliki firasat jika akan berjauhan dengan keponakan yang sangat ia sayangi tersebut.
__ADS_1
"Sus, tolong rawat anak saya dengan sebaik nya ya sus. Di rekening ini ada sejumlah uang untuk biaya tambahan di luar biaya rumah sakit. Suster juga boleh menggunakan uang di rekening tersebut jika suster membutuhkan nya," ucap Akane kepada seorang perawat cantik yang masih single tersebut.
"Tapi tuan? Kenapa tuan menitipkan uang yang berharga ini kepada saya? tuan mau kemana?" ucap sang perawat yang sudah diselidiki Akane yang merupakan seorang wanita muda belum menikah dan sangat menyayangi anak-anak.
"Saya memiliki pekerjaan yang lain sus. Namun saya akan segera kembali," ucap Akane yang kemudian mendapat anggukan tanda persetujuan dari perawat tersebut.
Dengan cepat Akane pun nampak mengecup puncak kepala Kano yang nampak sudah tertidur dengan pulas tersebut.
"Titip putra saya ya sus," ucap Akane yang kemudian melenggang keluar menuju ke tempat dimana Akano sehari-hari berada.
"Saya ingin menemui kembaran saya tuan," ucap Akane kepada bodyguard yang berjaga di depan pintu club' malam tersebut.
Sang penjaga yang telah paham dan mengerti pun segera mengantarkan Akane kedalam untuk bertemu dengan Akano.
Kedua nya pun nampak telah bertemu. Sesuai janji Akane untuk membantu kembaran nya tersebut. Dengan sukarela Akane pun menutup jejak digital Akano untuk menghilangkan segala bentuk kejahatan yang pernah ia lakukan yang membutuhkan waktu selama berhari-hari.
Satu Minggu kemudian nampak Akano dan Akane bernafas dengan lega karena semua nya telah bersih terhapuskan sehingga tidak ada barang bukti apa pun yang mampu untuk pihak berwajib korek terhadap Akano.
Namun sepertinya rasa puas di dalam diri Akano perlahan menghilang. Akano pun memiliki niat buruk terhadap Akane dengan menyekap Akane dengan memaksa Akane membuat situs baru di dalam dunia gelap untuk memperbanyak pundi-pundi keuangan nya tersebut.
Akane nampak selalu berusaha untuk melarikan diri namun selalu gagal.
"Akano! Aku memiliki pekerjaan lain yang tidak bisa aku tinggalkan lebih lama!" pekik Akane berharap Akano bisa berubah pikiran.
"Baiklah, biarkan aku yang menyamar menjadi kamu untuk mengajar di sebuah sekolah swasta kan?" ucap Akano yang telah kehilangan akal sehatnya dengan menyamar menggantikan dirinya mengajar di sekolah tersebut.
__ADS_1
"Asalkan kamu tetap menurut dengan apa yang aku perintahkan maka aku pun tidak akan membuat pekerjaan kamu sebagai seorang guru pun hancur," ancam Akano terhadap kembaran nya tersebut.
Dan di awal itulah pertemuan Akano dengan Aninda yang terlihat sangat mirip dengan Naomi yang membuat Akano menjadi sangat terobsesi untuk memiliki Aninda.