Penyesalan Mantan

Penyesalan Mantan
S2. Masalalu Zey


__ADS_3

Zey pun segera menuju ke dalam kamar tidurnya dengan langkah gontai.


"Kak! Tunggu!" teriak Zia dengan segera mencekal tangan saudara kembarnya tersebut.


"Kenapa? Aku sudah mengantuk dan jangan lagi ikut campur masalah pribadi ku," ucap Zey dengan segera menutup pintunya dengan cepat.


Zia pun hanya mampu menggelengkan kepalanya ketika melihat tingkah saudara kembarnya tersebut.


"Haish, dasar batu!" pekik Zia dengan jengkel dan segera menuju ke kamarnya kembali.


Sedangkan Zey pun terlihat telah merebahkan tubuh di atas kasurnya tersebut. Menatap langit-langit di kamar nya.


"Kenapa gadis kecil itu tidak juga menyerah. Padahal sudah ku tolak berkali-kali," gumam Zey yang kemudian terlihat bangun dari tempat tidur nya.


Dengan langkah gontai Zey pun mengambil hp nya di atas nakas meja belajar nya tersebut.


Dengan cepat Zey pun segera memencet nomor ponsel milik seseorang yang sampai dengan saat ini selalu mengisi seluruh cinta di hati nya.


Ya, dia adalah Clara Alyssa. Wanita cantik yang memang sedari awal di katahui Zey adalah murid di sekolah nya yang terkenal karena kecantikan nya serta memiliki jiwa matrealistis yang sangat tinggi.


Namun, hati Zey lah yang telah terpaut dan terpesona dengan wajah cantik yang di miliki oleh Clara tersebut.


Hingga lelaki dingin itu selalu berusaha bersusah payah untuk memenangkan dan mendapatkan hati Clara bagaimana pun cara nya.


Mulai dari Zey yang membayar seluruh biaya hidup Clara, memberikan Clara sebuah mobil, serta berbagai barang berharga dan mahal lain nya.


Hingga kedua nya pun menjalin hubungan sebagai pasangan kekasih. Namun hubungan ke dua nya pun tidak bertahan lama karena setelah acara kelulusan sekolah menengah atas, Clara pun meminta untuk memutuskan hubungan di antara kedua nya.


Alasannya karena Clara yang telah di terima di sebuah kampus modelling ternama di luar negeri yang mengasah minat bakat para artis sekaligus model-model internasional lainnya yang sering wara wiri di acara Paris fashion week.


Flashback On.


Setelah acara kelulusan di sekolah nya selesai. Terlihat Clara menarik tangan Zey dan segera menuju ke belakang gedung yang terlihat lebih sepi dari tempat lain nya.


"Sayang, kenapa kamu membawa ku ke tempat sepi seperti ini?" ucap Zey dengan wajah yang berseri-seri.


Zey pun mengira jika diri nya akan di berikan kejutan yang indah dari kekasih nya tersebut karena seperti biasa masih bertahan sebagai juara pertama dengan nilai tertinggi di sekolahnya tersebut.


"Zey, aku ingin berbicara dengan mu. Setelah ini datanglah ke apartemen ku seperti biasa. Karena ada sesuatu hal yang ingin aku sampaikan kepada mu," tutur Clara dengan menampilkan wajah sedih nya tersebut.


"Kenapa, sayang? Kita bicarakan disini saja ya?" pinta Zey dengan menangkup wajah cantik milik Clara tersebut.


"Tidak, aku ingin membicarakan ini semua di apartemen saja," ucap Clara.


"Baiklah aku antar kan kamu sekarang juga ke apartemen," ucap Zey dengan segera merogoh kantong saku nya mencari kunci mobil yang biasa di gunakan nya menujuke sekolah.


Kedua nya pun nampak menuju dimana parkir mobil yang tersedia untuk para siswa dan siswi yang ada di sekolah tersebut.


Zey pun melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang menuju ke apartemen milik ke kasih nya tersebut.


Hingga tak berapa lama, keduanya pun telah sampai di dalam apartemen pribadi milik Clara. Zey pun terlihat duduk dengan santai di sofa yang tersedia.

__ADS_1


Tak lama kemudian terlihat Clara menyajikan dua gelas orange juice yang kemudian di sodor kan kepada Zey.


Tak lupa Clara pun segera menyodorkan sebuah map yang berisi tentang di terima nya dirinya di sebuah kampus modelling ternama di Prancis.


"Selamat ya sayang, kamu memang cantik dan sangat berbakat," ucap Zey dengan wajah berbinar begitu melihat lembaran kertas tersebut.


Berbeda dengan Clara yang terlihat gelisah dan bingung untuk mengungkap kan semua keinginan nya untuk mengakhiri hubungan nya tersebut.


"Tapi Zey, aku ingin kita mengakhiri hubungan ini sekarang juga. Karena aku tidak mampu jika harus melakukan hubungan jarak jauh yang akan menyiksa hati kita masing-masing," ucap Clara dengan meremat rok seragam sekolahnya tersebut.


Mendengar ucapan Clara yang memutuskan diri nya secara tiba-tiba pun membuat hati Zey rasa nya sakit tak karuan.


"Apa maksud kamu sayang?? Aku masih sanggup jika hanya LDR saja. Aku mampu untuk menunggu mu!" ucap Zey dengan nada yang terdengar lantang.


"Namun aku tidak bisa! Kamu pun sudah tahu kan jika aku mendekatimu hanya karena kamu baik dan satu-satunya lelaki yang sangat royal terhadap aku. Aku sebenarnya ti--tidak pernah menyukai kamu Zey. Maaf ..." tutur Clara.


"Jadi selama ini kamu belum juga mencintai diriku?? Setelah apa yang aku berikan untukmu juga kamu masih belum memiliki perasaan apa pun terhadap ku?!" pekik Zey dengan mencengkeram kuat lengan Clara.


"Ze--ey, ini sakit. Lepas kan tanganku Zey!" pekik Clara dengan suara tersendat.


"Jadi yang mereka katakan jika diri mu telah menjajakan tubuh mu ini ke banyak lelaki kaya di luar sana itu benar ada nya kan?? Setelah mereka menikmati tubuh murah mu ini maka mereka segera memberikan banyak uang untuk mu kan?!" ucap Zey dengan marah sembari menunjuk muka Clara.


Plakkkk!!


Tamparan pun mendarat di pipi Zey dengan begitu kuat.


"Tutup mulut kamu Zey! Jika kamu tidak mengetahui bagaimana aku yang sesungguhnya aku harap jangan lagi menghinaku dengan ucapan yang belum tentu benar adanya!" pekik Clara dengan air mata yang telah berjatuhan begitu saja.


"Bukan kah itu benar adanya? Mereka memberi mu banyak barang berharga pasti karena dirimu telah di gunakan oleh mereka kan?" ucap Zey dengan nada sinis dan mengejek.


"Heh! Keluar kata mu?? Kamu pikir aku mau merugi setelah semua yang aku berikan untuk mu hilang begitu saja secara cuma-cuma?" ucap Zey dengan mencium bibir Clara dengan cepat dan kasar.


"Bibir ini pasti telah banyak di jamah oleh pria kan?" tanya Zey dengan masih tersenyum dengan sinis.


Clara yang menyadari jika sesuatu akan terjadi kepada nya pun dengan cepat dirinya segera melepaskan diri dari cengkeraman Zey.


"Mau lari kemana kamu? Ayo kita bersenang-senang lebih dulu. Asal kan kamu tau, aku pun tidak pernah mencintaimu dan hanya merasa penasaran untuk menjadikan dirimu sebagai seorang kekasih walaupun telah di gunakan oleh banyak pria sekalipun," ucap Zey dengan gesit kembali menangkap tubuh Clara tersebut.


"Zey!! Lepaskan aku!!" teriak Clara dengan memukul tubuh kekar milik Set tersebut.


Namun Zey yang telah diliputi oleh amarah yang melanda diri nya pun seolah gelap mata.


Dengan cepat Zey pun menangkap dan kemudian merebahkan tubuh Clara di atas tempat tidur yang biasa di gunakan Clara untuk beristirahat.


Zey pun segera melucuti pakaian yang telah di kenakan oleh Clara dengan cepat dan brutal.


"Zey!! Jangan seperti ini!! Lepaskan aku Zey!! Sadarlah!" pekik Clara dengan berusaha melepaskan diri dari kungkungan tubuh Zey.


"Jangan sok suci kamu! Kamu pasti telah berkali-kali melakukan ini kan! Untuk apa menolak sentuhan ku!" hardik Zey dengan terus menciumii seluruh tubuh Clara yang telah terlihat polos tanpa sehelai benang pun.


Clara pun menangis terisak karena sekuat apa pun diri nya melepaskan diri, namun semua nya terasa sia-sia karena tenaga yang di keluarkan pun tidak sebanding dengan tekanan yang diberikan oleh Zey.

__ADS_1


Zey pun dengan segera melucuti seluruh pakaian yang di kenakan oleh nya. Walaupun hal tersebut adalah pertama kali diri nya melakukan hal segila itu namun semua yang di lakukan kepada Clara pun seolah terlihat lihai dan profesional.


Air mata pun terus mengalir dengan deras dari kedua mata indah Clara. Namun dirinya pun tidak kuasa menolak atas apa yang terjadi pada dirinya saat itu.


Dalam lubuk hati yang terdalam, Clara pun telah jatuh hati akan ketampanan yang Zey miliki serta perhatian dan kebaikan yang telah diberikan untuknya tersebut.


Namun dirinya pun harus terpaksa memutuskan Zey karena takut untuk membina hubungan jarak jauh. Karena secara kenyataan jarak antara Paris dengan Indonesia memang sangatlah jauh.


Dirinya pun merasakan sakit hati ketika mengatakan untuk mengakhiri hubungan keduanya. Namun Clara pun berusaha menutupi rasa patah hatinya tersebut dengan tetap berwajah tegar.


Tak lupa dirinya pun sebenarnya ingin mengembalikan seluruh barang yang telah Zey berikan kepada nya agar tidak lagi merasakan keganjalan di hati.


Namun siapa sangka jika yang Clara dapatkan adalah hinaan demi hinaan yang terlontar dari mulut Zey. Entah siapa yang lebih dulu menyebarkan gossip jika dirinya adalah gadis matre. Padahal itu semua adalah omong kosong belaka.


Clara pun terlihat sekuat tenaga untuk tidak menjerit atau pun menangis lagi ketika milik Zey yang terlihat berusaha terus mendorong dengan memasuki paksa miliknya tersebut.


Clara pun hanya mampu meremat seprei kasur miliknya dengan sangat kencang untuk menahan rasa nyeri yang terus mendobrak masuk ke dalam harta yang paling berharga yang selama ini selalu dirinya jaga.


Hingga perlahan milik Zey pun berhasil memasuki milik Zey dengan cairan merah yang nampak keluar mengalir dari milik Clara.


Seolah jiwa Zey masih terlihat diselimuti oleh amarah hingga dirinya pun tidak begitu menyadari jika dirinya telah merenggut kesucian yang Clara miliki.


Penyatuan demi penyatuan pun Zey lakukan berkali-kali hingga dirinya pun terlihat cukup lelah dan segera merebahkan tubuhnya di samping Clara yang terlihat dengan cepat mengenakan pakaian nya kembali.


Dengan langkah tertatih Clara pun segera masuk ke dalam kamar mandi dan segera membersihkan tubuhnya dengan terus terisak.


Sedangkan Zey yang telah kembali sadar dari emosi yang menyelimuti hati nya pun merasa sangat bersalah atas apa yang telah di lakukan nya terhadap orang yang sebenarnya sangat di cintai nya tersebut.


"Astaga! Ternyata Clara benar-benar masih suci dan aku telah menodai nya!" pekik Zey dengan muka terkejut begitu melihat bercak darah yang tercecer di seprai milik Clara tersebut.


Dengan langkah cepat Zey pun terlihat menggedor pintu kamar mandi yang masih digunakan oleh Clara tersebut dengan sangat cepat.


"Clara!!! Bukalah!! Sayang!! Maafkan aku!!" teriak Zey dengan masih menggedor pintu kamar mandi tersebut.


Tak lama kemudian terlihat Clara yang telah keluar dari kamar mandi dengan raut wajah yang terlihat datar tanpa ekspresi dan segera menuju dimana baju ganti miliknya berada.


"Sayang! Maaf kan aku! Aku mengaku bersalah!" pekik Zey dengan terus mengejar langkah Clara.


"Aku telah memaafkan kamu. Semua telah terjadi. Lupakan saja dengan apa yang pernah kita lakukan hari ini," ucap Clara dengan meminum orange juice yang sedari tadi belum tersentuh.


"Benarkah kamu telah memaafkan ku?" tanya Zey dengan bodohnya.


"Benar. Pulang lah lebih dulu, bersih kan dirimu. Masih ada banyak waktu untuk kita membahas masalah kita kembali," ucap Clara dengan wajah yang di buatnya setegar mungkin agar tidak kembali meneteskan air mata nya.


"Baiklah sayang. Nanti aku kembali lagi kesini," ucap Zey dengan mengecup puncak kepala Clara dengan penuh kasih sayang.


Sedangkan Clara pun terlihat menganggukkan kepala dengan menahan rasa sakit dan hancur nya diri nya tersebut.


Zey pun telah keluar dari apartemen milik kekasih nya tersebut dengan penuh penyesalan.


"Kenapa aku begitu bodoh!! Seharusnya aku mempertahankan Clara disisiku dengan hati yang dingin agar semua tidak semakin rumit seperti ini!! Maaf kan aku Clara," gumam Zey dengan terus merutuki kebodohan nya tersebut.

__ADS_1


Sedangkan Clara pun terlihat segera berkemas membawa barang-barang berharga miliknya serta meninggalkan seluruh barang yang pernah Zey berikan untuknya.


"Selamat tinggal ... maafkan aku," ucap Clara di dalam pesawat yang sebentar lagi akan lepas landas tersebut.


__ADS_2