
" Terimakasih banyak Pak Biyan telah membawanya ke mari." Ucap Andra penuh haru, pria itu tanpa sengaja mengungkapkan kejujurannya pada Biyan.
" Sama-sama Andra," balas Biyan dengan datar. " Sayang, sama ayah dulu ya nanti di gendong Papa lagi." Bisik Biyan di telinga anak kecil yang bergelayut manja di dadanya itu, Dimas tak langsung menjawab, anak itu mengawasi beberapa orang yang ada di sekitarnya, ketika mata anak itu melihat ke arah Bu Lela dan Sinta nampak Dimas ketakutan sontak Dimas langsung berpaling.
" Sini sama ayah kok nak." Seru Andra pada Dimas dan membuat anak itu berpaling dan kemudian menatap Andra.
Andra meletakkan Angga di pangkuan Wulan, kemudian mantan istri Mitha itu berjalan ke arah Biyan.
Biyan lalu berdiri memberikan Dimas pada sang ayah, sebenarnya Biyan malas tinggal lama-lama di situ, tetapi melihat keadaan Andra rasanya dia ikut sedih, Pria itu tak bisa dengan bebas melihat anaknya, padahal jarak antara Dimas dan Andra hanya beberapa langkah saja.
Dimas tak menolak di gendong sama ayahnya, sebab dari awal Andra memperlakukan Dimas dengan baik, cuma intensitas pertemuan mereka saja yang terlalu di batasi oleh Wulan, jadi membuat Dimas terasa jauh dari Andra, karena jarangnya berkomunikasi.
Andra menatap anaknya penuh dengan haru, tubuh anaknya yang gembul membuat Andra jadi gemas sekali, dulu sewaktu masih satu rumah sama Andar, tubuh Dimas terlihat kurus, begitu pula dengan Mitha badannya kurus kering, tapi lihatlah sekarang keduanya begitu jauh lebih terawat dengan baik.
Perasaan bersalah dan penyesalan yang ada di dalam diri Andra begitu dalam, tubuh Dimas di peluknya erat-erat, sampai bola mata Andra berkaca-kaca.
Beda perlakuan Biyan pada Dimas, Biyan lebih mendominasi mengurus Dimas daripada Malika, sebab Malika juga lengket dengan Mitha, sehingga membuat pria itu benar-benar mendekatkan diri pada calon anak sambungnya juga.
__ADS_1
Sementara itu Dimas, Angga dan Andra lagi bermain, Biyan ngobrol dengan Wulan, terlihat sekali Wulan masih ingin mencari perhatian pada sang Bos, sementara Bu Lela dan Sinta hanya mendengarkan saja percakapan mereka, sambil sesekali menatap kagum pada calon suami sang mantan menantunya itu.
Waktu terus berjalan tak terasa sudah tiga puluh menit Biyan dan Dimas berada di sana, dan ponsel pun berbunyi siapa lagi kalau bukan Mitha sang pujaan hati.
Biyan tersenyum senang bila Mitha menelpon dia, sebab wanita itu sangat jarang sekali menghubungi dia bila tidak ada keadaan darurat.
"Maaf aku angkat telpon dulu," ucap Biyan menyela perbincangan mereka, ketika dia merasakan getaran yang ada di dalam kantong celananya itu.
" Silahkan Pak " Balas Wulan dengan senyum genitnya.
" Mas, Dimas mana? kanapa belum pulang juga?" tanya wanita di sebrang sana dengan nada khawatir.
" Ya sudah cepetan di bawa pulang lho Mas, Dimas sudah waktunya bobo siang." Balas Mitha lagi.
" I-ia sayang, akan Mas bawa pulang segera." Balas Biyan yang nampak ketakutan bila Mitha marah sama dia.
Semua orang yang di ruang itu nampak kaget mendengar percakapan Biyan dengan Mitha, ada perasaan iri di hati mereka masing-masing, Wulan yang begitu berambisi pada Biyan membuat dia cemburu sama Mitha, Sinta yang baru saja ketemu Abiyan sudah merasa begitu ingin memilikinya, dan Bu Lela seolah dia masih tak percaya dengan apa yang dia dengar, ingin sekali wanita paruh baya itu mencibir pada Mitha tetapi dia tak berani bersuara, sebab Bu Lela baru tahu kalau Biyan adalah seorang yang dihormati oleh Andra, berarti Abiyan adalah seorang Bos, sementara Andra sendiri masih nampak cemburu sekali pada mantan istrinya itu, apalagi dia akan dipersunting dengan seorang Bos Perusahaan besar.
__ADS_1
Penyesalan Andra tak sampai di situ, hidupnya tak berubah lebih baik, tetapi malah semakin ribet saja, kondisi keuangan amburadul, menikah dengan wanita yang cantik telah ia dapatkan, tetapi sayang dia sendiri malah seperti di jadikan pembantu saja, bukan hanya itu, uang pun ikut terkuras habis.
" Maaf Andar aku harus membawa Dimas pulang, Dimas sudah waktunya istirahat, mungkin lain waktu kita bisa ketemu di suatu tempat bareng dengan Dimas." Ucap Biyan dengan suara beratnya itu, sampai membuat wanita yang mendengar jadi klepek-klepek dengan kewibawaan sudah tampan pria itu.
" Oh ia sekalian aku beri tahu seminggu lagi aku dan Mitha akan melangsungkan pernikahan, mohon doa restunya ya Andra, anggap ini sebagai undangan special buat kamu dan keluarga kamu, aku harap keluarga kamu tak membenci Mitha lagi, sebab Mitha sudah tak ada hubungan apa-apa dengan kalian lagi, hanya Dimas yang masih mempunyai hubungan darah sama kamu Andra, jadi aku tak berhak untuk menghalangi jika kalian ketemu, silahkan hubungi aku, kalau tidak kamu bisa ke rumahku bila kamu ingin ketemu dengan Dimas, atau kita bisa ketemuan di suatu tempat dan ngobrol bareng-bareng." Ucap Biyan panjang lebar, Biyan berharap ucapannya ini di cerna juga oleh keluarga Andra yang tak suka pada Mitha, agar dia tahu bahwa Mitha adalah orang yang sangat spesial buat Biyan, walaupun di mata keluarganya Andra, Mitha tak berguna dan kampungan, tetapi tidak buat Abiyan.
Semua orang yang ada di ruangan itu di buat tercengang lagi dengan pernyataan jujur Biyan yang terlihat serius, Biyan tahu persis seperti apa Keluarga Andra yang memperlakukan Mitha secara tak baik.
Rasanya Bu Lela dan Sinta tak percaya bila Mitha mau menikah dengan duda tampan nan kaya raya itu, tetapi seolah kedua wanita itu sudah tak mampu lagi untuk membantahnya, sebab Biyan sendiri yang menyatakan semua itu di depan mereka.
Pernyataan Biyan membuat ke tiga wanita itu tutup mulutnya rapat-rapat, sementara Andra sendiri menelan saliva dengan susah payah, jujur Andra amat cemburu dengan pernikahan Mitha dan anak dari Bosnya itu, tetapi bagaimana lagi nasi sudah menjadi bubur, kehidupan dia sudah tak seindah dulu, hidup dalam keluarga yang begitu hedon membuat Andra semakin terpuruk.
Sampai kapan kira-kira Andra akan bertahan dengan Wulan, wanita yang cantik dan sexy yang katanya pandai memuaskan Andra di atas ranjang , tetapi di sisi lain Andra harus mengurus rumah dan anak sambungnya sebelum dan sesudah kerja, apa tubuh dan hati Andra bisa bertahan? hanya Andra yang tahu semuanya.
" InshAllah Pak Biyan saya akan datang." Ucapnya lirih, penuh dengan kesedihan.
Apalagi Mitha semakin cantik sekarang di mata dia.
__ADS_1
Satu pelajaran berharga buat kita semua. Bila engkau melihat wanita lain lebih cantik dari pada istrimu, maka ketahuilah istrimu pun juga jauh terlihat cantik di mata pria lain.