
" Biar Mas yang tunjukkan rumah Andra, kamu di rumah saja Dek istirahat."Ucap Biyan yang tak bisa di bantah, pria itu menatap Mitha dengan lembut dan menyuruh Mitha masuk ke dalam bersama dengan Siti.
Mitha bersyukur saat Bu Lela datang dengan Sinta, Abiyan ada di sana.
Mitha tak ingin menjelaskan semua yang terjadi pada dirinya dan Andra, toh di jelaskan pun mereka berdua pasti akan tetap di salahkan oleh kedua ibu dan anak tersebut.
Kini biarlah mereka melihat dengan mata kepala mereka sendiri, bahwa Mitha sudah punya calon suami, sementara Andra sudah menikah lagi dengan seorang janda beranak satu, bahkan wanita kota yang cantik dan sexy, seperti impian ibunya Andra yang ingin punya menantu seorang wanita kota dan tidak kampungan seperti dia.
Wajah Sinta terlihat terkagum-kagum melihat sosok Abiyan yang gagah dan tampan, yang tengah menggendong keponakannya, begitupun dengan sang ibu, Bu Lela nampak gugup ketika Abiyan mendekat ke arah mereka, suara Biyan begitu terdengar berwibawa sekali, keduanya terdiam ketika Abiyan menatap tajam ke arah mereka.
" Ikut saya, akan saya tunjukkan di mana anak anda berada." Ucap Biyan tanpa meminta jawaban, pria tinggi dan gagah itu berjalan menelusuri samping rumah Mitha dan berakhir di samping rumah Wulan, sementara Bu Lela dan Sinta bergandengan tangan mengikuti langkah lebar Abiyan.
Pria itu mengajak Dimas ngobrol dan sesekali menggoda anak itu dengan candaannya yang membuat Dimas jadi tertawa senang.
" Ini rumah yang di tempati Andra dan istrinya yang baru, silahkan anda cari anak anda di sana pasti ada." Ucap Abiyan sambil menunjuk ke arah sebuah rumah yang terlihat agak besar dari rumah Mitha, rumah itu bagus tapi kurang terawat di depannya daun-daun berjatuhan di sekitar rumah itu tak di sapu.
" Tapi Mas, bisa minta tolong antar kami sampai ke dalam sana?" ucap Sinta yang terlihat terkagum-kagum dengan wajah tampan Abiyan.
" Akan saya turuti keinginan anda, tapi ingat baik-baik jangan pernah kalian berdua coba-coba ganggu calon istri saya lagi, ingat bila itu sampai terjadi saya tidak tinggal diam." Ucap Abiyan sambil matanya menyorot tajam pada kedua wanita yang ada di hadapannya itu.
Seketika wajah kedua wanita itu jadi pucat dan rasa gugup menyelimuti hati mereka.
__ADS_1
" Lhoo Pak Biyan, kenapa berdiri di situ pak, mari masuk." Seru seorang wanita yang cantik dan berpakaian sexy, wanita itu memakai celana jeans yang di potong di atas lutut dan atasannya pakai t-shirt yang ketat hingga gunung kembar nya terlihat menyembul mau keluar.
Sambil melenggak-lenggok, wanita itu berjalan menghampiri mereka bertiga yang masih di halaman samping rumah Wulan.
" Eh Wulan, gini aku ke sini untuk antar tamu yang tersesat, mereka mau mencari keluarganya tetapi malah keliru masuk rumah Mitha." Ucap Biyan, sambil bola matanya melirik ke arah kedua wanita itu.
Lalu Wulan menatap kedua wanita itu dengan penuh tanya, kenapa wajah wanita paruh baya itu mirip dengan sang suami, aduh jangan sampai wanita di hadapan Wulan ini adalah mertuanya, bisa kacau bila ia, sebab Wulan tahu sedikit tentang mertuanya yang menyebalkan itu dari Andra.
" Suami kamu ada di rumah kan ?" tanya Biyan, saat Wulan masih memandang penuh tanya pada kedua wanita di hadapannya itu. Wulan yang berdiri di sebelah Biyan dengan gayanya yang genit segera merapatkan diri ke arah Biyan dan mencoba untuk berkomunikasi dengan Dimas, anak sambungnya itu.
" Ada pak lagi mandikan Angga, ini Dimas mau di gendong sama Tante sayang?" tanya Wulan mengalihkan pembicaraan, wanita itu mencoba mengajak Dimas dan mencubit gemas pipi Dimas yang terlihat menggemaskan.
Dimas menyembunyikan mukanya ke dada bidang milik Biyan.
Wanita itu memang sering memancing Abiyan agar mereka bisa berdekatan.
Tetapi Abiyan tak kalah pintar dia selalu lihai dalam urusan menolak wanita, dengan mulutnya yang terlewat pedas.
" Tidak Dimas tidak akan main ke sini, bila Andra kangen silahkan datang ke rumah saya, pintu rumah saya terbuka untuk Andra yang ingin menengok anaknya." Tutur Biyan memberikan penjelasan.
" Oh ia Pak Biyan, oh ia Silahkan masuk dulu akan saya panggilkan Mas Andra." Ucap Wulan pada tamunya itu.
__ADS_1
Ketiga tamu Wulan itu pun masuk mengekori Wulan yang berjalan menuju ke dalam rumah, dan di dalam rumah mereka di persilahkan untuk duduk menunggu Andra di ruang tamu.
Setelah menunggu beberapa saat Andra pun yang keluar sambil menggendong Angga yang sudah rapih sambil membawa makanan yang akan di siapkan untuk Angga.
" Ibu, Sinta" betapa kagetnya Andra melihat kedua wanita itu, melihat ibu dan adiknya yang sudah ada di rumahnya itu," bagaimana bisa kalian sampai di sini?" tanya Andra yang terlihat keheranan.
" Andra bisa kamu jelaskan semuanya pada ibu!?" tanya Bu Lela dengan menahan amarah, wanita paruh baya itu menatap tajam ke arah anak sulungnya itu.
Wulan yang sedari tadi tak mengerti akhirnya baru sadar, bahwa yang duduk di hadapan dia itu adalah ibu dari Andra, mertuanya padahal awalnya Wulan hanya mengira bahwa kedua wanita itu adalah saudara jauh dari Andra saja, tetapi dugaan dia salah.
Wulan menyesal telah membawa mereka untuk masuk ke dalam, tahu gitu tak akan membiarkan wanita tua itu bertemu dengan sang suami, bisa kacau urusannya kalau begini.
Tetapi Wulan tidak enak, ada Abiyan sang bos, wanita itu tak akan memperlihatkan sisi buruknya di hadapan sang Bos, Wulan akan menahan diri sampai Biyan pulang.
" Ia ibu nanti akan saya jelaskan," jawab Andra sambil menatap sayu pada sang ibu.
Sementara ibu Lela menatap Andra dengan wajah yang tajam, wanita paruh baya itu melihat lihat Andra seperti seorang suami yang takut sama istrinya, melihat bajunya yang masih mengenakkan apron dapur sambil menggendong anak sambungnya, berbanding terbalik dengan istrinya, sementara tampilan istri nya sudah terlihat sexy sekali, membuat Bu Lela mengalihkan pandangannya pada wanita yang bernama Wulan itu.
" Dimas mau main di sini nak? sini Dimas bisa main sama Angga kok?" ucap Andra mengalihkan pandangannya pada Anaknya yang sangat ia rindukan itu, bocah kecil itu terlihat menyadarkan kepalanya ke dada bidang milik Biyan.
Dimas enggan bertatap muka dengan Andra terlebih lagi pada neneknya serta tantenya itu.
__ADS_1
" Kami tidak bisa lama Andra, tapi bila kamu merindukan dia silahkan kamu ajak sebentar akan saya tunggu sampai kamu selesai." Ucap Abiyan, Biyan mengerti bagaimana perasaan Andra, tetapi Biyan juga menyalahkan Andra dengan sikap dia yang tidak tegas terhadap keluarganya itu, hingga Andra harus kehilangan istri dan anaknya, tapi itu semua membuat Biyan sangat bersyukur, sebab bila Andra dan Mitha tak berpisah, maka Biyan tidak akan bisa memiliki Mitha sebagi istrinya, untuk itu Biyan mengucapkan terimakasih pada Andra yang telah mau berpisah dengan Mitha, tetapi itu hanya bisa ucapakan Biyan dalam hati saja.
" Terimakasih banyak Pak Biyan telah membawanya ke mari." Ucap Andra penuh haru pada Biyan.