
Shena memerhatikan raut wajah Leo yang hanya diam sambil mendengarkan suara ibunya berbicara di telepon.
“Baik ... aku akan segera ke sana.” Leo mematikan sambungannya dan memasukkan ponselnya ke dalam saku.
“Ada apa? Apa yang terjadi?” tanya Shena.
“Ayo, ada seseorang yang ingin sekali bertemu denganmu.” Leo menggandeng tangan Shena menuju parkiran dan membukakan pintu mobil salah satu pengawalnya. Leo menutup pintu mobil itu setelah Shena masuk dan duduk di dalamnya.
Setelah itu, Leo berjalan pelan memutar dan membuka pintu mobil lainnya lalu duduk di balik kemudi. Leo memasangkan sabuk pengaman untuk Shena dan dirinya sendiri lalu mulai menyalakan mesin mobilnya dan melaju kencang meninggalkan parkiran gedung pengadilan.
“Siapa yang ingin bertemu denganku? Kenapa kamu seserius itu? Apa terjadi sesuatu lagi?” tanya Shena yang mulai cemas.
“Ayahku, dia ingin menemuimu.” Leo hanya melirik Shena yang terlihat ragu dan khawatir. Cowok itu menggenggam erat tangan Shena sambil berkata, “Jangan khawatir, aku ada bersamamu. Kamu tidak perlu cemas, oke.” Leo berusaha menenangkan Shena karena ia mengerti, Shena masih takut kalau hubungan mereka ditentang oleh ayah Leo lagi.
“Bagaimana kalau Ayahmu masih saja tidak merestui hubungan kita? Jujur saja Leo, aku bukanlah siapa-siapa dibandingkan keluargamu yang luar biasa istimewa ini. Kalian berasal dari keluarga bangsawan yang terhormat. Sedangkan aku hanyalah wanita biasa yang tidak punya apa-apa. Aku merasa, perbedaan kasta diantara kita sangatlah jauh dan dalam. Aku takut, aku tidak bisa melaluinya.” Shena mulai mengeluarkan apa yang dirasakan Shena selama ini.
Leo tidak langsung menyahut apa yang dikatakan Shena padanya. Ia hanya fokus menyetir saja.
“Kenapa kamu hanya diam saja? Apa yang aku katakan ini benar, kan?”
“Tidak, yang kamu katakan itu sama sekali tidak benar. Tidak ada alasan bagi ayahku untuk tidak merestui hubungan kita. Dan masalah kasta, itu tidak jadi masalah. Kamu punya banyak hal yang jauh lebih berkelas dibandingkan wanita berkelas pada umumnya. Tidak ada jurang pemisah apapun diantara kita. Karena aku akan selalu bersamamu sampai kapanpun. Dan yang terpenting adalah, kita saling mencintai. Kamu harus mengingat itu, aku tidak ingin membicarakan hal ini lagi. Bagaimanapun juga kita akan segera menikah. Ayahku atau siapapun tidak akan bisa menghalangi pernikahan kita. Bahkan maut sekalipun.” Leo semakin mengeratkan genggaman tangannya pada Shena.
Hati Shena sendiri jadi berbunga-bunga mendengar kata-kata indah yang keluar dari mulut manis Leo. Gadis itu menyandarkan kepalanya di bahu Leo yang langsung disambut kecupan mesra darinya.
Akhirnya mereka sampai di kediaman Leo. Sambil bergandengan tangan, Leo dan Shena masuk ke dalam rumah untuk segera bertemu dengan ayahnya.
Untuk kesekian kalinya, Shena sangat gugup sekaligus takut kembali bertemu dengan Ayah Leo yang sangat kharismatik ala bangsawan dan seorang mantan mafia. Aura kewibawaan selalu terpancar meski dilihat dari kejauhan.
Ayah Leo, tuan besar Byon, sudah berdiri di anak tangga rumah Leo saat keduanya memasuki ruang tamu. Tak bisa dipungkiri lagi, Shena merasa ciut untuk bertemu dengan calon mertuanya. Leo yang merasakan kekasihnya sedang dilanda demam panggung berusaha menenangkannya dengan menggenggam erat tangannya.
Keduanya berjalan beriringan menuju tempat ayah Leo berdiri. Pria paruh baya itu pun menuruni tangga dan berjalan menuju Leo dan Shena yang juga menuju ke arahnya. Mereka bertiga pun akhirnya bertemu.
Pandangan mata Byon tertuju pada genggaman erat tangan putra semata wayangnya pada Shena. Leopun juga menatap tajam mata ayahnya. Sedangkan Shena tidak berani mengangkat kepalanya, gadis itu hanya menunduk agar tidak terlalu gugup.
Beberapa pengawal dan asisten rumah tangga Leo masuk dan berjejer mengelilingi Shena dan Leo yang sedang berharap-harap cemas memikirkan apa yang akan dilakukan ayah Leo pada mereka berdua.
Ayah Leo terlihat sangat menakutkan, ekspresinya tidak menunjukkan senang ataupun sedih.
“Pisahkan mereka berdua!” perintah Byon pada semua para pengawalnya yang tentu saja membuat kaget semua orang yang mendengarnya.
__ADS_1
“Apa maksud, Ayah?” tanya Leo seketika.
Shena sendiri langsung gemetar mendengar perintah ayah Leo yang menyuruh pengawalnya untuk memisahkan dirinya dan Leo.
“Kalian semua tidak dengar! Pisahkan mereka sekarang juga!” teriak ayah Leo menggelegar tanpa mau menjawab pertanyaan putranya.
Para pengawal Leo yang tadinya ragu, mau tidak mau menuruti saja perintah majikannya. Namun, bukan Leo namanya kalau ia menyerah begitu saja. Sebelum para pengawal ayahnya itu menyentuh Leo ataupun Shena, dengan sigap, cowok itu langsung menendang dada pengawal pertama yang maju ke arahnya.
Tangan Leo yang satunya, masih menggenggam erat tangan Shena. Gadis itu menjadi panik karena situasinya mendadak berubah menegangkan. Leo berkelahi dengan semua pengawal ayahnya sendiri. Pukulan demi pukulan ia daratkan dengan mulus di setiap tubuh pengawal yang mencoba mendekat ke arah mereka.
“Tetaplah dibelakangku, jangan pergi kemana-mana,” ucap Leo pada Shena dengan penuh emosi menggebu-gebu. Cowok itu bertekad melawan ayahnya. Bagaimanapun juga, Leo tidak akan membiarkan siapapun memisahkannya dari Shena.
Shena hanya mengangguk tanpa bisa berkata apa-apa. Air matanya tiba-tiba keluar begitu saja. Shena melihat ayah Leo hanya diam menatap perkelahian antara pengawalnya dengan putranya sendiri.
Sebenarnya, Shena tidak ingin peristiwa seperti ini terjadi, walau Leo unggul dari perkelahian itu, tetap saja hal inilah yang paling tidak diinginkan Shena. Namun, Shena juga tidak tahu apa yang harus ia lakukan sekarang selain menuruti permintaan Leo untuk selalu tetap berada dibelakangnya.
Hampir separuh pengawal Byon berhasil dikalahkan Leo hanya dengan sekali pukulan. Kebanyakan dari mereka sudah terkapar akibat tendangan dan bogem mentah dari Leo.
Byon yang menyaksikan bahwa putranya berhasil mengalahkan seluruh pengawalnya, langsung memanggil seseorang yang tentu saja membuat terkejut seisi ruangan termasuk Leo dan Shena juga.
“Refald! Bereskan Leo!” teriak Byon pada Keponakannya yang tiba-tiba saja ada di belakang Byon.
Orang itukah yang bernama Refald? Tanya Shena dalam hati.
Leo mencium gelagat aneh dari saudara sepupunya yang berjalan mendekat ke arahnya. Laki-laki yang bernama Refald itu maju dan langsung menendang dada Leo tanpa peringatan sehingga Leo jatuh jauh ke belakang.
Shena yang menyaksikan kejadian tak terduga itu hendak lari menyongsong Leo, tapi langkahnya langsung ditahan oleh pengawal Byon agar gadis itu tidak bisa mendekat ke arah Leo.
“Leo!” teriak shena sambil menangis, sementara kedua tangannya di cekal kuat oleh dua orang pengawal Byon.
“Apa yang kau lakukan?” teriak Leo yang marah pada Refald karena ternyata, sepupunya itu berkospirasi dengan ayahnya.
“Menendangmu,” jawab Refald dengan santai.
“Bukan itu maksudku! Kenapa kau berpihak pada ayahku?” Leo masih berteriak dengan sangat marah dan kesal. Tangannya mengepal kuat karena tidak menyangka Refald jauh lebih mematuhi perintah ayahnya daripada mendukung hubungannya dengan Shena.
“Bawa pergi gadis itu dari sini!” titah Byon sehingga lagi-lagi, Leo menjadi emosi.
“Jangan coba-coba berani menyentuhnya atau aku akan membunuh kalian semua!” ancam Leo pada pengawal Byon.
__ADS_1
“Jangan dengarkan Dia! Cepat bawa pergi gadis itu dari sini!” Ayah Leo tetap kukuh pada perintahnya sehingga pengawal itu lebih menuruti perintah Byon daripada perintah Leo.
Leo berlari untuk menghentikan pengawal itu tapi langkah kakinya di jegal oleh Refald sehingga tubuh Leo jatuh ke bawah, tapi dengan kekuatan otot tangannya, cowok itu masih bisa menahan tubuhnya dengan tangan sehingga tubuhnya tidak sampai membentur lantai.
Sekali lagi, tanpa peringatan Refald mencoba memukul Leo, tapi pukulan itu berhasil Leo tangkis. Refald terus saja memberondongi Leo dengan pukulan dan tendangan tapi Leo selalu bisa menangkis semua serangan Refad meskipun cowok itu hanya dalam kondisi bertahan saja tanpa bisa menyerang balik karena Refald sangatlah kuat. Padahal, ia tidak menggunakan kekuatan supranaturalnya.
“Tanpa kekuatanmu, kau hanya manusia biasa sekarang! Aku tidak akan kalah darimu!” teriak Leo dengan kalap dan berusaha menyerang balik Refald.
Leo melompat hendak menendang tubuh Refald yang berdiri tidak jauh darinya, tapi laki-laki itu bisa membaca gerakan Leo sehinga ia bisa menghindar dengan cepat. Salah prediksi saja, ia bisa terkena pukulan keras dari Leo. Sebab, Leo juga jago berkelahi seperti dirinya.
Refald langsung bergeser ke samping tubuh Leo saat adik sepupunya menyerangnya, dengan sekuat tenaga, Refald langsung memukul tengkuk Leo dari belakang sehingga adik sepupunya itu langsung jatuh tekapar dan pingsan seketika.
Shena yang masih sempat melihat kejadian itu, langsung berteriak histeris melihat kekasihnya sudah tidak berdaya lagi akibat pukulan telak dari Refald.
“Tidaaak! Leo!” teriak Shena dan meronta-ronta minta dilepaskan, tapi para pengawal itu tidak peduli dengan teriakan Shena. Mereka tetap membawa Shena Pergi dari ruangan ini dengan paksa.
Tidak ada yang bisa dilakukan Shena karena ia tidak punya tenaga untuk melawan para pengawal Byon ini. Shena hanya bisa menangis melihat Leo yang pingsan sebelum ia benar-benar menghilang dari pandangan Shena. “Leo!” gumamnya lirih masih sambil menangis.
Untuk kesekian kalinya, lagi-lagi ... Shena harus berpisah kembali dari Leo.
****
ada yang bisa nebak kelanjutannya?
nantikan terus kisah Shena dan Leo selanjutnya ya ..
Leo hehhehe
Refald
jangan lupa terus dukung penulis dengan like, vote dan komentarnya ya ..
love you all
salam manis dari penulis
__ADS_1