
Rega terus saja menatap Shena sambil memikirkan kedatangan Bayu kemari.
Bagaimana kalau mereka sampai bertemu? Apa yang harus aku lakukan? Pikir Rega.
Telepon di meja Rega tiba-tiba saja berdering saat Rega sedang asyik bergulat dengan pikirannya sendiri. Cowok itu langsung mengangkat telepon itu.
“Halo,” ucap Rega.
“Pak Rega.” Terdengar suara berat dari seberang sana.
“Iya, saya sendiri, dengan siapa ini?”
“Saya pengacara pemilik tanah perkebunan teh yang baru. Satu jam lagi saya dan klien saya akan sampai di sana. Saya ingin melihat data-data pengelolahan tanah tersebut sebelum beralih kepemilikan secara resmi, apa sudah disiapkan?” tanya orang bersuara itu.
“Akan saya siapkan segera, Pak.”
“Baiklah, kalau begitu, kami sedang dalam perjalanan ke sana, sampai ketemu lagi.” Pria itu menutup sambungan teleponnya.
Rega semakin geram dan kesal sampai ia membanting semua barang di dekatnya.
Aku harus memikirkan cara supaya Shena tidak bertemu dengan Bayu, tapi bagaimana caranya? Rega berpikir keras mencari cara agar hari ini Shena tidak berada di sini sehingga saat Bayu datang, mereka tidak akan bisa bertemu lagi. Tentu saja harus tanpa sepengetahuan Shena.
Tiba-tiba sebuah ide terlintas di kepala Rega. Ia punya rencana hebat yang bisa membuat Shena sibuk di luar sementara ia menangani Bayu dan pengacaranya di sini.
“Shena!” panggil Rega saat Shena melintas di depannya.
“Ada apa, Kak?” tanya Shena.
“Bisakah kamu menolongku, aku harus mengambil sempel beberapa daun teh yang letaknya agak jauh dari sini. Hanya daerah itu saja yang sampelnya belum pernah diambil karena baru saja di tanam. Apa kamu bisa kesana untuk mengambilnya? Kalau bisa, sekarang juga. Karena aku butuh sekali.” Rega berharap Shena mau melakukan apa yang ia minta.
“Ehm, tunjukkan saja lokasinya, aku akan ke sana,” ujar Shena tanpa ragu.
“Terimakasih, aku akan meminta seseorang untuk menemanimu, karena lokasinya lumayan jauh dan hampir memasuki area hutan juga.”
“Baiklah!” Shena menyetujui permintaan Rega tanpa curiga sedikitpun.
“Aku akan menemani Shena!” ucap seseorang dari luar yang ternyata, orang itu adalah Aryani. Saudara sepupu Shena sekaligus calon istri Rega. “Aku juga yang akan menunjukkan jalannya, Mas Rega tidak keberatan, kan? Kalau aku yang mengantar Shena. Aku juga ingin berbicara banyak dengan Shena untuk meminta maaf padanya.” Yani yang tiba-tiba saja datang langsung membuat bingung semua orang termasuk Shena juga.
__ADS_1
Rega manggut-manggut tanda setuju, “Aku tidak keberatan, tapi sebaiknya kamu tanyakan saja pada Shena apakah dia mau ditemani olehmu.”
Aryani tersenyum senang, gadis itu berjalan mendekati Shena yang berdiri di depan Rega. “Apa kamu keberatan jika aku yang mengantarmu, Shena? Kamu tidak menyimpan dendam padaku, kan?” Yani tersenyum sok imut di depan Rega dan yang lainnya.
Shena hanya tersenyum simpul, “Aku tidak punya alasan untuk dendam padamu, terserah kamu saja. terimaksih sudah mau menemaniku.” Shena sangat tahu siapa Yani, sampai kapanpun saudara sepupunya itu tetap tidak akan pernah suka padanya. Shena yakin, kalau gadis itu hanya ingin menarik simpati dari Rega saja. Namun, Shena tidak mau mabil pusing dengan Yani ataupun Rega. Shena hanya akan fokus pada data-datanya sehingga penelitiannya cepat selesai dan ia segera pergi dari sini. Lebih cepat itu lebih baik.
Shena berjalan mengikuti Yani dari belakang. Gadis itu membawa Shena jauh dari pedesaan. Tanpa menaruh curiga apa-apa, Shena mengamati area sekeliling perkebunan teh yang ia lewati bersama dengan Yani. Pemandangannya benar-benar indah, apalagi ini mendekati sore, jadi panas matahari tidak begitu menyengat. Bukit-bukit tinggi yang mengelilingi perkebunan dan kampung halaman Shena, terlihat eksotis dan menakjubkan. Cocok sekali jika dipakai untuk piknik bersama kekasih atau keluarga.
“Aaaahhh, pemandangannya bagus sekali. Seandainya aku bisa melihat keindahan ini bersama Leo, pasti akan menyenangkan sekali.” Shena membayangkan sosok Leo berdiri di tengah-tengah perkebunan teh yang ada di depannya. Untuk sesaat, Shena terkejut dan mengusap-usap matanya, sosok Leo terlihat seperti nyata berdiri tepat di depan matanya. Sekali lagi, Shena ingin memastikan bahwa apa yang dia lihat gadis itu bukanlah khayalannya semata. Namun, saat ia mengamati sekeliling, sosok Leo yang tadi berdiri di depannya sudah tidak ada lagi.
Rasa kecewa langsung menyerang hati dan pikiran Shena. “Ternyata, tadi itu cuma bayanganku saja. Aku terlalu merindukan Leo, sungguh sangat merindukannya, sangat sangat sangat merindukan Leoku. Sedang apa dia sekarang? Apa dia juga memikirkanku sama seperti aku memikirkannya?” gumam Shena lirih. Pemandangan yang tadinya terasa indah di mata Shena, tiba-tiba saja menjadi suram karena tidak ada Leo disisinya.
“Sedang apa, kamu!” teriak Yani membuyarkan lamunan Shena. “Cepat kemari!”
“Apa masih jauh?” tanya Shena pada sepupunya yang dari tadi hanya diam tanpa mau bicara. Menoleh pada Shena pun juga tidak.
“Ikuti saja!” bentaknya, lalu ia melanjutkan langkahnya.
“Dasar temperamen!” gerutu Shena sambil berjalan menyusuri jalan yang sudah mulai menanjak.
Akhirnya, keduanya sampai di sebuah perbukitan luas yang dikelilingi banyak sekali pepohonan rimba yang tumbuh lebat disekitarnya. Apa yang dikatakan Rega memang benar, perkebunan teh ini agak berbeda dari perkebunan teh yang lainnya. Daunnya yang berwarna hijau muda terlihat segar karena usianya mungkin lebih muda dibandingkan tanaman teh yang lainnya. Daun dan batangnya juga tumbuh menjalar tidak karuan, sangat berbeda dengan tamanam teh yang biasa dipetik pucuknya.
“Aku tidak tahu dan aku juga tidak mau tahu.” Yani bersikap sangat jutek dengan Shena. “Asal kamu tahu, aku mau menemanimu kemari karena ada sesuatu hal yang ingin aku bicarakan denganmu, Dasar pelakor!”
“Aku bukan pelakor!” jawab Shena dengan ekspresi tenang meski ia tidak suka di tuduh sebagai pelakor.
“Nggak usah ngelak kamu. Semua orang dikampung sudah nuduh kamu sebagi pelakor yang sengaja mendekati mas Rega. Iya, kan?” Yani mulai membual dan mengompor-ngompori Shena.
“Aku tidak mendekatinya dan tidak ada niatan untuk itu, terserah kamu mau percaya atau tidak. Lagi pula, aku sama sekali tidak tertarik dengan kisah kalian! Apapun yang terjadi diantara kalia berdua aku tidak mau ikut campur. Sebaiknya kamu bilangin tuh calon suamimu supaya tidak terus-terusan menggangguku. Aku juga risih kalau dia terus saja mengikutiku, sebab tujuanku ke sini bukan untuk mengganggu ataupun merusak hubungan kalian, tapi karena murni untuk melakukan penelitian, begitu semua urusanku selesai, maka aku akan segera pergi dari sini.” Shena mengeluarkan wadah kecil dari dalam tasnya dan mulai memetik daun teh yang dipesankan Rega.
“Kalau kamu risih didekatnya, kenapa kamu masih saja mau datang ke KUD? Kamu bisa mencari tempat lain, kan?” Yani masih saja mencari-cari kesalahan Shena.
“Penelitianku berhubungan dengan apa yag ada di KUD dan juga tanaman ini. Aku hanya mereset data saja di sana. Begitu selesai, aku akan pergi secepatnya. Berapa kali harus aku jelaskan padamu?” Shena mulai kesal dengan tingkah konyol sepupunya.
“Tapi tetap saja aku tidak suka kamu dekat-dekat dengan mas Rega. Cari tempat lain sana! Jangan datang ke KUD lagi!” bentak Yani.
“Kalau begitu carikan tempat untukku. Aku tidak begitu hafal dengan kampung ini, jika tempatnya sesuai dengan penelitianku, maka aku akan menuruti permintaanmu,” tantang Shena yang enggan berdebat lagi dengan sepupunya.
__ADS_1
Yani terlihat sangat kesal dengan Shena yang berhasil membuatnya terpojok. Bagaimana bisa Yani mencarikan tempat lain yang sesuai dengan apa yang Shena inginkan sementara ia sendiri sama sekali tidak mengerti apa-apa. Sekolah saja dia juga tidak bisa menjawab semua soal dengan benar, apalagi mencarikan tempat untuk Shena.
“Kenapa kamu diam? Apa tidak ada tempat lain untuk penelitianku?” tanya Shena.
“Kenapa kamu tidak mencarinya sendiri?”
“Sudah aku bilang, aku tidak tahu seluk beluk daerah sini, kamu pikir melakukan penelitian itu gampang apa? Kalau tidak sesuai ya gagal!” Shena muali kesal juga padaYani yang stupid ini.
“Itu bukan urusanku!”
“Kalau aku gagal berarti itu juga jadi urusanmu! Hanya karena kecemburuanmu yang tidak masuk akal itu bisa merusak semua jerih payahku. Asal kamu tahu, sebentar lagi aku akan menikah. Karena itu, aku butuh surat-surat berhargaku. Tolong katakan pada ibumu, di mana dia menyembunyikan surat-surat berhargaku itu?”
“Apa? Kamu juga akan menikah? Dengan siapa? Arga? Bayu? Siapa? Apa dia jauh lebih kaya dari mas Rega?” tanya Yani yang mulai kepo dengan sosok calon suami Shena sekaligus terkejut dengan pernyataan Shena.
“Dengan siapa aku menikah, itu sama sekali bukan urusanmu!” Shena merasa kesal karena ia terpaksa harus berbohong pada Yani. Shena memang hampir saja akan menikah dengan Leo meski sekarang pernikahannya batal. Hal itu semakin membuat Shena lagi-lagi merasakan sakit yang luar biasa jika mengingat momen romantis dirinya bersama dengan Leo yang sudah tidak bisa lagi ia rasakan kembali.
“Kenapa mukamu terlihat nyesek, gitu? Apa ... kamu berbohong?” tanya Yani penuh selidik.
“Aku tidak berbohong.”
“Kalau begitu, siapa yang akan jadi wali nikahmu? Ayahku sudah meninggal sebulan yang lalu. Tidak ada lagi keluarga yang jadi wali nikahmu. Lagi pula, siapa laki-laki bodoh yang mau menikah denganmu. Pasti orang itu sama miskinnya denganmu, iya kan?” ejek Yani.
Aryani tidak tahu mengenai laki-laki bodoh yang jatuh cinta pada Shena sampai nekat melakukan apa saja demi bisa bersama dengan Shena. Laki-laki itu adalah Leo, anak sultan pewaris tahta kekayaan ayahnya yang tidak akan pernah habis hingga tujuh turunan.
Shena sendiri hanya diam tanpa mau menjawab ejekan Yani soal siapa mantan calon suaminya. Yang dia pikirkan saat ini bukanlah siapa yang akan menjadi wali nikah Shena, tapi hubungannya dengan Leo yang memang sudah berakhir tapi Shena masih berharap banyak padanya.
****
khusus malam ini penulis akan upload 2 episode sekaligus .. mohon dukungan like dan komentarnya di setiap episodenya ya .. supaya penulis lebih semangat crazy up lagi
Terimakasih untuk semua dukungannya dan juga yang sudah setia menunggu kedatangan Leo .. hehe .. jangan baper setelah baca episode berikutnya ya ... love you all😘😘😘
bonus visual bayangan Leo di mata Shena
jangan lupa ya .. dukung penulis denagn like, vote dan komentar di setiap episode nya ..
__ADS_1
Terimakasih 🙏 happy reading episode selanjutnya
salam manis dari penulis ♥️ ♥️♥️