
Miranda benar-benar kesal gara-gara Shena, apalagi ternyata dugaannya salah mengenai hubungan Shena dan Leo. Keduanya malah terlihat mesra, mereka bahkan tak segan-segan memamerkannya di tempat umum seperti ini, benar-benar membuat siapapun iri melihat betapa romantisnya Leo dengan Shena.
“Heh! Kalian berdua! Dasar nggak ada akhlak! Haruskah kalian melakukan hal menjijikkan itu di kampus ini? Serendah itukah kalian? Mengumbar kemesraan di sembarang tempat? Tak tahu malu!” gertak Miranda. Dia masih saja belum kapok padahal tangannya habis dipelintir Shena habis-habisan.
Leo hendak maju untuk memberi pelajaran mulut panci gosong Miranda, tapi lengannya dicekal oleh Shena. “Biar aku saja yang hadapi kuntilanak jadi-jadian itu, kamu lihat dan lindungi aku saja,” bisik Shena di telinga Leo, mesra dengan gaya menggemaskan. Leo terpaku sambil tersenyum menatap istrinya yang jadi lebih cerdik darinya.
“Kamu yakin?” tanya Leo sekali lagi.
“Ehm,” angguk Shena. “Aku punya kartu AS untuk bikin kuntilanak itu berubah jadi kecebong,” ucap Shena penuh percaya diri.
“Kamu belajar istilah kata-kata itu darimana?” tanya Leo sambil masih tersenyum. Shena terlihat lucu jika sedang emosi, karena seluruh nama binatang bisa ia sebutkan semuanya.
“Sebenarnya, kata-kata ini aku pelajari saat pertama kali kamu memaksaku menjadi pacarmu! Sejak aku jatuh cinta padamu aku tidak pernah menggunakannya lagi dan menyimpannya dalam hati, tapi sekarang aku bisa mengeluarkannya kembali untuk jenis Koala seperti dia!” Shena berjalan mendekati Miranda dan menatap tajam manik matanya.
“Itu baru istriku,” gumam Leo sambil mengamati gerak gerik istrinya, juga siap siaga jika terjadi sesuatu.
“Heh, nenek Peyot! Kamu bilang apa tadi? Kami nggak punya malu? Apa kamu nggak tahu, selain dapat julukan playboy kelas kakap, Leo juga dikenal juga dengan julukan gengster nggak ada akhlak! Itu udah jadi karakternya. Nggak lucu dong, kalau Leo yang punya julukan gitu harus bersikap sopan dimanapun dia berada. Mau ditaruh dimana muka gentengnya? Lagian suka-suka dia lah mau cium aku di mana saja, karena kami sudah resmi menikah!” ucap Shena dengan lantang.
Awalnya Leo ingin protes karena dirinya dikatai ‘nggak ada akhlak’ oleh istrinya sendiri, tapi Leo berubah salut karena Shena membuka identitas hubungan mereka dengan sangat keren.
Semua orang termasuk Miranda sendiri terpana sampai mulut mereka semua menganga mendengar berita mencengangkan yang baru saja di katakan Shena. Sebagian dari mereka ada yang percaya tapi tak sedikit pula yang tidak.
Tanpa menunggu waktu lama, jari jemari mereka bergerak cepat untuk menulis ronde kedua berita ter hot hari ini, yaitu ‘Tingkat Halu Shena Menjadi Istri Leo’.
__ADS_1
“Elo kalau ngehalu nggak usah lebay deh. Mending sekarang lo pergi ke rumah sakit jiwa sono, daripada di sini lo bikin gue malu aja!” Miranda lebih memilih tak percaya dengan apa yang dikatakan Shena.
“Nggak masalah, mau percaya apa nggak, yang jelas bukan itu tujuan ku sekarang. Kamu bilang aku dan Leo nggak punya malu dan malu-maluin kampus saja. Gimana dengan kamu sendiri? Seorang mahasiswi kedokteran melabrak mahasiswi sains hanya karena mahasiswi tersebut didekati oleh teman jurusannya yang ia suka. Apa kata netizen, ya?” Shena menatap tajam penuh makna. Ada kilatan kelicikan dimata wanita yang kini sudah sah menjadi istri Leo itu.
“Apa maksud, lo?” tanya Miranda dengan geram.
Shena mengeluarkan ponselnya dan mengotak atiknya, lalu mulai berhitung, “Satu ... dua ... tiga!” setelah berhitung nggak jelas, tiba-tiba terdengar bunyi notif di ponsel semua orang yang ada di sini dan mereka semua langsung membuka isi notif tersebut.
Betapa terkejutnya mereka setelah tahu apa isinya. Itu adalah video yang sempat direkam Shena saat Miranda melabrak Chica. Sudah bisa ditebak bagaimana reaksi mereka, berita itupun langsung menjadi trending topic yang menggemparkan isi kampus melebihi berita keromantisan Shena dan Leo. Sebab, dalam video itu, Miranda benar-benar tidak mencerminkan jiwa seorang dokter sama sekali, sikapnya sangat kasar dan menakutkan. Dia lebih pantas disebut sebagai preman kampus daripada calon dokter.
“Wah kalau kayak gini, Shena dan Leo jauh lebih berakhlak daripada wanita yang bernama Miranda itu,” komentar salah satu netizen.
“Iya benar, apalagi Leo sudah menikah dengan Shena, jadi wajar dong kalau mereka mengumbar kemesraan, mana mereka sweet banget lagi,” ujar yang lainnya juga.
“Belum jadi dokter saja sudah galaknya minta ampun, gimana kalau udah jadi dokter? Semua pasiennya bisa mati jantungan kalau ditangani dokter seperti dia,” tambah yang lain.
“Sebelum ngatain orang, ngaca dulu pada diri sendiri. Seperti apa kamu itu!” bisik Shena dan melewati Miranda begitu saja. kata-kata Shena, bagaikan pukulan telak untuknya.
Shena menghampiri Chica yang sejak tadi hanya mengamati apa yang sedang terjadi. Ia sendiri juga shock setelah tahu kalau Shena dan Leo sudah menikah. Tanpa banyak bicara, Shena menggandeng tangan Chica dan mengajaknya pergi menjauh dari koridor dan juga jauh dari para netizen yang masih bergunjing tentang berita menghebohkan ini.
Sementara itu, Leo dari tadi disibukkan dengan ponselnya yang tidak berhenti berbunyi. Bahkan wajahnya yang tadinya bangga pada Shena, kini berubah serius seolah sedang terjadi sesuatu yang genting.
“Shena, apa benar kamu dan Leo sudah ...,” Chica ragu untuk mealnjutkan kata-katanya.
__ADS_1
“Menurut kamu?” Shena terus mengamati gerak gerik suaminya yang daritadi tak bisa lepas dari ponselnya dan masih sibuk bicara.
“Aku ... antara percaya nggak percaya sih, tapi kamu nggak mungkin berbohong. Kapan kalian menikah? Kenapa tidak bilang-bilang? Apa Laura tahu?”
“Dia tahu, memang cuma dia yang aku undang. Semua terjadi begitu saja dan aku sendiri juga tidak tahu kalau aku harus menikah dengan Leo saat itu juga. Semua direncanakan oleh keluarga besar Leo. Kamu tahu sendiri, tidak ada pilihan lain bagiku selain menerima pernikahan ini. Sama seperti saat Leo memaksaku menjadi pacarnya dulu, tapi kamu tenang saja, kami akan mengundang kalian semua di acara resepsi pernikahan kami.”
“Kapan?” Chica yang tadinya kecewa jadi antusias kembali mendengar pesta resepsi pernikahan temannya. “Setelah kamu dan kak Evan jadian. Nggak mungkin kamu datang ke pesta pernikahanku sendirian. Harus ada seseorang yang jadi pendampingmu.” Shena asal menjawab sambil tersenyum, tapi pandangannya tak pernah lepas dari Leo.
Sedangkan Chica sendiri tidak tahu harus berkata apa. Shena ngebet banget jodohin dirinya dengan kakak kelasnya yang sebenarnya juga ia kagumi sejak lama.
“Ya, Rendy ... ada apa? ... Jakson? Oke, akan aku kirim nomernya setelah ini. Kau sudah di Indonesia? ... sejak kapan? ... baiklah, akan aku hubungi lagi nanti, sampai jumpa.” Leo mengakhiri sambungan teleponnya.
“Ada apa, Leo? Kenapa wajahmu cemas begitu? Siapa tadi?” tanya Shena dari balik punggung Leo.
Leo masih menunduk saat mendekati Shena. “Sayang, aku harus pergi sebentar, ayo kita pulang ke rumah dulu, setelah itu aku akan pergi menemui seseorang. Jangan pernah kemana-mana sendirian tanpaku. Kamu mengerti?” Leo menggenggam erat kedua tangan Shena.
“Ada apa ini, Sayang. Jelaskan dulu, padaku.”
“Tidak ada waktu untuk menjelaskan, Sayang. Tapi akan aku ceritakan garis besarnya di dalam perjalanan pulang.” Leo langsung menggendong tubuh Shena. “Kami pergi dulu, Chica. Sampai jumpa lagi,” sapa Leo pada Chica dan berlalu pergi menggendong Shena yang juga langsung memeluk leher suaminya. Lagi-lagi, aksi Leo itu sukses bikin para jiwa jomblo kembali meronta-ronta.
Chica hanya bisa mengangguk bingung menatap dua sejoli paling fenomenal itu. “Dasar duo pasangan nggak ada akhlak,” gumamnya sambil menjauh dari keramaian.
BERSAMBUNG
__ADS_1
****