
Sebelum kami pulang ke rumah, aku datang ke kamar Roy dan Laura untuk berpamitan sekaligus melihat bagaimana perkembangan kondisi dan hubungan mereka. “Leo mengetuk pintu ruangan Roy.
“Sedang apa kalian?” tanya Leo yang tanpa sengaja memergoki Roy dan Laura jadi salah tingkah. Wajah keduanya terlihat merah seolah ada yang sedang mereka sembunyikan. “Apa kalian sedang melakukan adegan bulan tertusuk ilalang?” tanya Leo secara blak-blakan. Shena langsung menyikut lengan Roy. “Apa? Aku bicara benar, kan?” Leo menatap wajah istrinya.
“Kamu ini bicara apa? Haruskah kau mengatakan hal semacam itu pada pasangan yang belum resmi menikah?” geram Shena pada suaminya.
“Apa salahnya? Mereka mau melakukannya sekarang atau nanti setelah menikah kan sama saja, bedanya apa? Bukankah kita dulu juga hampir saja melakukan ....”
“Diam kau!” Shena langsung membekap mulut Leo dan mendorongnya keluar ruangan. “Maafkan kami kalau mengganggu kalian, kami pulang dulu, besok kami akan datang kemari lagi, bye bye!” Shena masih membungkam mulut Leo dan mendorong paksa tubuh suaminya hingga keluar ruangan.
“Sedang apa mereka?” tanya Laura yang tidak mengerti dengan tingkah laku Shena dan Leo.
Roy hanya mengangkat bahu. “Aku tidak tahu, Leo semakin jadi gila sejak dia menikah. Aku sama sekali tidak mengerti dengan istilah kata yang ia gunakan. Bulan tertusuk ilalang? Dia dapat kata puitis itu darimana? Sejak kapan dia belajar sastra? Apa mungkin Shena yang mengajarinya?”
“Shena itu anak SAINS, mana tahu dia bahasa aneh seperti itu. Apa setiap orang yang sudah menikah bakal berubah jadi aneh begitu?”
Roy tersenyum menatap Laura. “Yang jelas, kita tidak akan seperti mereka kalau kita sudah menikah nanti.” Roy menarik tubuh Laura agar masuk kedalam pelukannya. Mereka pun saling bercumbu mesra satu sama lain layaknya pasangan yang sedang di mabuk asmara.
Sementara itu di luar ruangan Roy, Shena sedang memelototi suaminya dan melepaskan tangannya dari mulut gak ada akhlak Leo.
“Apa yang kamu lakukan, Sayang? kenapa kamu mendorongku keluar?” Leo memprotes aksi Shena.
“Jangan kotori pikiran Laura dengan otak mesummu itu! Dasar gengster mesum!” bentak Shena dan meninggalkan Leo berjalan lebih dulu. Gadis itu sungguh kesal dengan Leo karena suaminya itu senang sekali mengumbar hal-hal sensitif pada teman-temannya. Shena jadi malu sendiri.
Dari kejauhan, tiba-tiba saja ada seorang wanita cantik datang menghampiri Shena. Di belakang wanita itu ada seniornya yang ia temui tadi siang, yaitu dokter Sintal.
__ADS_1
“Apa kamu yang bernama Shena?” tanya wanita cantik itu.
“Ia benar, aku Shena. Ada apa, ya?” tanya Shena karena sedikit bingung.
“Oh, jadi kamu cinta pertama Sintal. Bisa gak sih kamu gak godain calon suamiku? Aku tahu, kamu kan yang tadi siang bikin heboh, pakai acara pegang-pegangan tangan segala lagi,” ujar wanita cantik yang Shena yakini sebagai Fani, calon istri dokter Sintal.
“Anda pasti nona Fani.” Shena masih tersenyum ramah pada Fani meski ia kini sedang dilabrak oleh wanita cantik itu.
“Bagaimana kamu bisa tahu namaku? Aku bahkan tidak memperkenalkan diriku padamu?”
Shena tersenyum pada Sintal yang sedari tadi hanya diam berdiri di belakang Fani. “Karena dokter Sintal sendiri yang bilang kalau dia akan segera menikah dengan anda.”
“Apa? Tunggu-tunggu, jadi kamu bukan selingkuhannya dia?” tanya Fani yang kini jadi terlihat bingung.
“Kan aku sudah bilang, Fan. Dia cuma adik kelasku waktu di SMA dulu, lagian di juga ...”
Pelukan hangat langsung ia layangkan pada Shena sehingga membuat gadis itu terkejut karena Leo tiba-tiba saja memeluknya. “Jangan tinggalkan aku, jalanmu cepat sekali, Sayang.”
Fani hanya bengong melihat cogan yang ia suka ternyata memeluk wanita yang sedang ia labrak. “Kau ... kau siapanya wanita ini?” tanya Fani pada Leo.
Leo menatap Fani dan perlahan melepas pelukannya pada Shena. “Tentu saja aku suaminya, siapa lagi?” jawab Leo sambil menggandeng tangan Shena pergi meninggalkan Fani yang bengong karena tidak menyangka, kalau wanita yang ia kira sebagai selingkuhan calon suaminya itu ternyata sudah bersuami dan suaminya jauh lebih keren dari Sintal.
“Sekarang kamu paham? Percuma kamu marah-marah! Shena sudah menikah dan hidup bahagia bersama suaminya? Apanya yang kamu cemburui?” Sintal pun pergi meninggalkan Fani.
“Aduh, gila! Ada apa denganku! Fani ... Fani, bikin malu saja kamu, mau ditaruh mana muka ini? Aku harap aku tidak bertemu dengan mereka lagi,” gumam Fani yang merasa malu sendiri karena sudah salah paham pada Shena.
****
Bibi Jenny dan bibi Nunuk menyambut kedatangan Shena kembali ke rumah. Mereka berdua juga sudah menyiapkan makan malam sesuai dengan apa yang diperintahkan Byon padanya, sebab malam ini akan ada tamu spesial yang datang ke istana Byon dan Leo bertugas untuk menjamu kedatangan mereka.
__ADS_1
“Di mana Ayah dan Ibu, Bi? Apa mereka sudah sampai?” tanya Shena begitu dia masuk ke dalam.
“Belum, Nyonya, saat ini mereka mungkin masih dalam perjalanan kemari,” jawab Bibi Nunuk lalu pergi masuk ke dalam untuk memeriksa kembali segala hal yang diperlukan.
“Nyonya Shena anda terlihat sangat berbeda setelah menikah dengan tuan muda,” gumam bibi Jenny yang datang menyambut Shena.
“Benarkah? Beda apanya, Bi?” tanya Shena tidak mengerti.
“Anda lebih terlihat berseri dan brsinar dari biasanya. Pasti kalian berdua sangat bahagia karena sudah menjadi sepasang suami istri. Aku turut bahagia,” terang bibi Jenny.
“Tentu saja kami sangat bahagia, Bi” Leo tiba-tiba muncul dari belakang dan menggendong tubuh Shena lalu mengajaknya berputar-putar.
“Hentikan Leo, aku pusing sekali jika kamu berputar-putar seperti ini,” pinta Shena sambil merebahkan kepalanya di dada Leo.
“Baiklah, aku akan membawamu istirahat di kamar sampai makan malam tiba. Kamu nggak boleh sakit karen tamu spesial kita nanti akan datang.” Leo mengecup kening Shena dengan mesra sehingga membuat bibi Jenny dan yang lainnya ikut terharu melihat betapa romantisnya Leo pada Shena. “Bi, kami ke kamar dulu. Panggil kami jika ayah dan ibu sudah datang.”
“Baik tuan muda,” Bibi Jenny menundukkan kepalanya dan tersenyum bahagia melihat tuan mudanya kini sudah hidup bahagia bersama dengan orang yang dicintainya.
“Sepertinya sudah saatnya aku harus berhenti dan menikmati masa tuaku bersama putriku. Setelah malam ini mungkin aku tidak akan ada di sini. Aku serahkan mereka berdua padamu, kawan.” Bibi Jenny menoleh ke arah Nunuk yang sibuk membereskan sesuatu.
“Ehm, aku akan menjaga mereka seperti kau menjaga tuan muda selama ini. Nona Shena juga sudah kuanggap seperti putriku sendiri. Jangan khawatirkan apapun dan nikmati masa tuamu. Aku yakin putrimu pasti senang jika kau memutuskan pensiun lebih awal.” Kedua sahabat dekat itu saling berpelukan satu sama lain.
Tepat pukul 19.00 malam, tamu spesial Leo mulai datang bersamaan dengan datangnya Byon dan Biyanca.
*****
nah pasti udah tahu kan siapa tamunya... siap-siap ya ...
jangan lupa untuk terus kasi like, vote dan komentarnya ..love you all
__ADS_1