Playboy Jatuh Cinta (The King In Love)

Playboy Jatuh Cinta (The King In Love)
episode 176 Insiden tak Terduga


__ADS_3

Roy sangat kagum dengan aksi teman-teman Leo yang entah bagaimana caranya, Leo bisa mengenal orang-orang sekonyol dan sesadis mereka. Bagaimana tidak? Mereka semua membantai seluruh anak buah Carlos dengan kejam dan tanpa ampun. Selama ini, Roy pikir Leo adalah gengster nggak ada akhlak yang tidak punya hati, tapi ternyata masih ada yang lebih bengis dari Leo. Apalagi orang-orang ini sepertinya juga bukan orang-orang sembarangan. Mereka adalah sekumpulan mafia kelas kakap dunia.


Tak hanya berperang menggunakan senjata saja, Jakson juga mengeluarkan sebuah alat mini drone yang canggih dan bisa mereka gunakan untuk mengintai musuh tanpa takut ketahuan kalau mereka semua sedang menyusup untuk menyelamatkan Xiaonai.


Pergerakan mereka sangat halus, tapi menakutkan sekaligus menyeramkan. Roy hanya mengamati apa saja yang dilakukan para bos mafia ini ketika mereka membasmi musuh-musuhnya karena dia yang paling muda di antara mereka. Roy hanya akan mengambil langkah untuk fokus penyelamatan Xiaonai, saudara sepupu Leo, sebab ia hanya bertugas membawa Xiaonai kembali ke rumah Leo dalam keadaan hidup.


Roy sendiri takjub dengan aksi para bos mafia ini, tak hanya membunuh tapi mereka juga mencongkel mata pasukan Carlos dan memasukkannya pada sebuah kotak. Ini pertama kalinya Roy menyaksikan ada mafia sadis yang hobi mengoleksi bagain tubuh musuh-musuhnya.


“Bagaimana Leo bisa mengenal orang-orang sebengis mereka? Benar-benar sadis!” gumam Roy sambil memukul salah satu pasukan Carlos yang mencoba menyerangnya.


Setelah lama berkutit di dalam rumah kayu, akhirnya Roy, Jakson dan Rendy berhasil membebaskan Xiaonai yang di sekap di sebuah ruangan dengan penjagaan super duper ketat. Roy segera membantu melepaskan ikatan Xiaonai yang terikat dengan tali di sebuah kursi dan membuka lakban yang menutup mulutnya.


“Terimakasih, semuanya, akhirnya aku bebas juga. Aku tidak tahu siapa kalian tapi aku sangat berterimakasih karena sudah menyelamatkanku, aku Xiaonai.” Xiaonai memperkenalkan diri pada para penyelamatnya.


“Aku Rendy, dan dia adalah Jakson. Dan disebelahmu ...,”


“Roy, aku tahu. Kami sudah pernah bertemu di pesta pernikahan Leo dan Shena. Terimakasih Mr. Rendy dan juga Mr. Jakson, aku berhutang nyawa kalian semua.”


“Sama-sama Mr, Xiaonai, Leo yang meminta kami datang kemari, kau beruntung punya saudara sebengal dia, jika tidak mungkin aku enggan menuruti permintaannya.” Rendy berkomentar.


“Terimakasih, atas pujianmu Mr. Rendy, maafkan sepupuku yang sudah membuat repot kalian semua, dia memang satu-satunya keluarga Pyordova yang tidak punya akhlak dan suka sekali mengganggu bahkan menambah kesibukan orang lain, termasuk mengusik kalian untuk menyelamatkanku.” Xiaonai tersenyum simpul.

__ADS_1


“Sebenarnya, itu bukan termasuk pujian, Leo si ...,”


“Sekarang, sebaiknya kita pergi dari sini,” ajak Jakson memotong kata-kata Rendy karena ia tidak ingin membuang-buang banyak waktu di sini. Mereka semua setuju dan keluar dengan selamat dari rumah kayu itu.


Kegilaan pasukan Rendy yang terkenal sadis tak hanya berhenti sampai di sini. Setelah membantai habis pasukan Carlos, mencongkel mata, mematahkan tulang dan menembak kaki-kaki pasukan Carlos, Dia juga membombardir rumah kayu yang mereka gunakan untuk menyekap Xiaonai tanpa meninggalkan bekas sedikitpun. Apa yang mereka lakukan, benar-benar sadis dan tanpa ampun. Polisi manapun tidak akan bisa mencari jejak mereka di tempat ini.


Setelah semua pembantaian itu selesai, dan misi penyelamatan Xiaonai juga sudah terlaksana dengan baik, sekarang mereka harus berpisah dan menyelesaikan urusan masing-masing. Jakson dan Rendy punya misi penting sedangkan Roy dan Xiaonai harus segera kembali kerumah mereka karena Leo dan yang lainnya pasti sudah menunggu serta mencemaskan mereka.


“Baiklah, kalian pergilah dulu, aku ada urusan sebentar dengan Mr. Rendy,” ujar Jakson pada Roy dan Xiaonai


“Terimakasih atas pertolonganmu Mr. Jakson dan juga anda Mr. Rendy, sampai jumpa lagi.” Xiaonai menjabat tangan kedua mafia itu sebelum pamit pergi bersama dengan Roy.


“Senang bertemu dengan anda berdua, kami permisi dulu.” Roy pun ikut pamit undur diri.


Roy pun berjalan bersama Xiaonai menuju mobil Aston Martin One-77 nya yang masih terparkir rapi di sebuah tempat tepatnya di pinggiran hutan. Mereka berduapun masuk ke dalam mobil dan Roy melaju dengan pesat. Namun hal aneh sepertinya sedang terjadi pada mobil yang dikendarai oleh Roy, kecepatannya tidak stabil dan Roy mulai panik ketika dia menyadari keanehan apa yang terjadi pada mobilnya.


“Ada apa Roy, kau terlihat panik?” tanya Xiaonai yang juga mulai ikut panik.


“Sepertinya ada masalah dengan mobil ini,” jawab Roy sambil tetap berkosentrasi mengendalikan laju mobilnya.


“Apa?” Xiaonai mulai ikutan panik. “Apa maksudmu?” tanya Xiaonai sekali lagi.

__ADS_1


“Remnya blong!” teriak Roy dengan lantang.


“Ha?” Xiaonai jauh lebih terkejut lagi dari sebelumnya, ia berpegang kuat pada gagang mobil yang ada di atas kepalanya. Keduanya sama-sama panik tapi juga tetap berusaha mencari jalan keluar untuk masalah genting yang mereka hadapi saat ini. Walaupun sebenarnya mereka tahu, kemungkin berhasil selamat dari insiden yang tak terduga ini hanya sebesar 20 persen saja.


“Tenanglah, kita akan cari cara untuk menghentikan mobil ini,” Roy berusaha bersikap tenang.


“Bagaimana sekarang? Kita sudah memasuki arena tebing dan jurang-jurang. Kau tidak bisa melaju melewati jalan dengan kecepatan seperti ini.” teriak Xiaonai untuk mengendalikan kepanikannya.


“Kalau begitu hanya ada satu cara, lompatlah keluar dari sini tepat setelah melewati tikungan itu!” teriak Roy juga. “Semoga tidak ada kendaraan lain dari arah berlawanan. Kau hanya akan mengalami luka memar. Masih mending daripada harus jatuh ke jurang. Maaf terpaksa melibatkanmu dalam situasi seperti ini.” Nada suara Roy merendah seolah ia sudah siap menghadapi apapun yang ada didepannya saat ini, sebab momen inilah yang memang sudah dinantikan Roy sejak lama. Dan dia juga sudah membahas masalah ini bersama Leo ketika dia ada dirumahnya tepat setelah Leo menyuruh Shena dan Laura keluar dari kamar waktu itu.


Xiaonai sangat terkejut mendengar ide gila Roy. “Apa kau sudah gila? Bagaimana denganmu?” tanya Xiaonai sambil terus berteriak.


“Percayalah padaku! Cuma itu cara yang terbaik, sudah tidak ada waktu lagi! Cepat keluar dari sini!” bentak Roy sambil membantu Xiaonai mencopot sabuk pengamannya dan mendorong tubuh Xiaonai keluar dari mobil Roy begitu mereka melewati tikungan.


Xiaonai terpental keluar dan berguling-guling dari tengah jalan sampai kepinggir jalan. Untungnya, Xiaonai bisa mengendalikan tubuhnya sehingga ia tidak sampai membentur aspal ataupun dinding tebing yang ada di sisi kanannya.


Sedangkan Roy juga melepas sabuk pengamannya dan bersiap mengambil ransel yang sudah ia siapkan jauh-jauh hari tepat saat mobil itu jatuh ke jurang. Roy pun jatuh bersamaan dengan mobil itu dan tak berapa lama mobil itu pun meledak.


Xiaonai yang menyaksikan langsung adegan itu seketika berdiri dan berlari untuk mengecek apakah Roy selamat dari jurang itu atau tidak. Ada pemandangan yang berbeda saat Xiaonai memeriksa lokasi jatuhnya mobil Roy, tapi ia hanya diam membisu dan terpaku.


Sementara Rendy dan pasukannya juga tiba di lokasi, dia juga ikut tertegun menyaksikan kejadian naas yang menimpa sahabat dekat Leo. “Apa yang akan Leo lakukan jika ia tahu kejadian ini?” gumam Rendy pada dirinya sendiri.

__ADS_1


****


__ADS_2