Playboy Jatuh Cinta (The King In Love)

Playboy Jatuh Cinta (The King In Love)
episode 145 Lubang Sumur


__ADS_3

Warning ya .. yang belum berusia 21 th dilarang baca!


****


Dengan cepat Leo, menggendong tubuh Shena dari belakang dan membawa istrinya menuju kamar tempatnya menginap.


“Apa yang kamu lakukan?” Shena terkejut karena Leo tiba-tiba saja menggendongnya. "Aku teriak nih,” ancam Shena dengan kesal.


“Teriak saja, aku bakal melakukan adegan bulan tertusuk ilalang di sini kalau sampai kamu teriak.” Leo balik mengancam Shena.


“Leo! Turunin, nggak? Pergi sana! Aku nggak mau dekat-dekat kamu!” bentak Shena.


“Oh, iya? Kita lihat apa kamu masih berani bicara begitu setelah kita masuk kamar nanti.” Leo tetap membawa Shena masuk ke dalam kamar dan mengunci pintu kamar itu.


Shena langsung melompat turun dari gendongan Leo ketika suaminya itu lengah, dan berlari menjauh dari suaminya. “Jangan mendekat! Awas saja kalau sampai kamu mendekatiku.” Shena berjalan mundur dan tak sengaja menabrak ranjang hingga ia terduduk di atasnya.


Leo hanya diam menatap istrinya, tapi secara perlahan dan pasti, cowok itu maju selangkah demi selangkah dengan memamerkan senyum simpulnya yang memukau setiap wanita ketika melihatnya. Untuk sesaat, Shena berasa tersihir oleh tatapan maut Leo sehingga gadis itu tidak dapat berkutik.


Leo menunduk mendekatkan wajahnya pada Shena yang kini terlihat gugup. “Kamu bilang apa tadi, Sayang? tidak mau dekat-dekat denganku?” tanya Leo sambil menyentuh dagu Shena dan mengarahkan wajah Shena agar sejajar dengan wajahnya. Tidak ada jarak lagi diantara Leo dan Shena sekarang, kedua hidung mereka saling bertemu satu sama lain.


Gadis itu merasa, saat ini dirinya sedang diintimidasi oleh Leo sehingga ia tidak bisa lagi bicara. Jika sampai Shena mengeluarkan satu patah kata, maka sudah bisa dipastikan Leo akan langsung memakannya.


Leo tersenyum simpul melihat istrinya sudah kembali jinak dan tidak berontak. Cowok itu berdiri tegak dan mulai menanggalkan jaket dan pakaiannya. “Kita mulai ritualnya, kamu sudah siap, Sayang?” tanya Leo sambil terus melucuti pakaiannya sendiri.


“Ritual apa? Kamu mau mandi, sekarang?” tanya Shena yang masih belum ngeh maksud Leo. Shena hanya bisa menelan salivanya saat Leo sudah tak memakai apapun dan berdiri tegak di depannya. Gadis itu hanya bisa menutup wajahnya dengan kedua tangannya karena malu sendiri melihat suaminya telanjang bulat didepannya.


Sebaliknya, tanpa malu karena urat malunya sudah terputus, Leo diam dan menatap istrinya, cowok itu mulai mendorong pelan tubuh Shena hingga terbaring di atas ranjang. Tanpa peringatan, Leo menindih tubuh Shena diatasnya sambil berkata, “Ritual bikin anak. Mumpung kia di London, siapa tahu anak kita jadi di sini.” Seringai nakal dan kilatan mata licik Leo mulai ia pancarkan pada Shena. Leo memaksa membuka tangan Shena yang menutupi wajah cantiknya.


Tidak ada yang bisa Shena lakukan sekarang, mau tidak mau, Leo pasti bakal menyalurkan ritual birahinya. Menolak atau melarikan diri juga tidak akan ada gunanya. Karena Leo, sangat tidak suka ditolak, ia bakal jadi lebih ganas jika Shena berusaha menolak keinginannya.


Ritualpun di mulai, tanpa ampun Leo melancarkan ciuman mautnya di seluruh wajah Shena hingga gadis itu mendesah. Perlahan, Leo melucuti semua pakaian Shena dan melemparkannya ke sembarang arah. Keduanya saling bergumul mesra diatas ranjang dengan penuh gairah yang membara.


Leo begitu menggebu-gebu memainkan tangannya di seluruh bagian intim Shena sehingga gadis itu merintih dan napasnya ngos-ngosan menikmati setiap sentuhan wauuw tangan suaminnya. Shena bahkan mengalami pelepasan berkali-kali saking nikmatnya dibuai Leo.

__ADS_1


Ternyata, suaminya itu tak hanya jago berkelahi, tapi dia juga jago bertarung di atas ranjang. Shena benar-benar dibuat kualahan dengan keperkasaan yang Leo miliki. “Apa kau masih berani bilang tidak mau dekat denganku lagi, Sayang?” tanya Leo disela-sela aktivitas ritual birahinya.


Shena tidak bisa menjawab, napasnya terengah-engah merasakan setiap hentakan kuat yang dilakukan Leo terhadap lubang sumur Shena.


Gila si Leo! Kenapa aku jadi terlena gini, ya? Batin Shena sambil terus menatap wajah mesum suaminya yang terus menyerangnya dengan ciuman mautnya, sehingga membuat Shena semakin klepek-klepek tak berdaya.


“Leo, kamu terlalu kuat!” rintih Shena menikmati setiap hentakan yang dilancarkan Leo pada lubang sumurnya untuk kesekian kalinya.


“Nikmat, bukan? ini hukuman karena kamu sudah sok cuek sama aku,” erang Leo sambil ngos-ngosan juga.


30 menit sudah berlalu, dan keduanya pun mengalami pelepasan bersama-sama. Leo tetap berada diatas tubuh istrinya dan meletakkan kepalanya di dada indah Shena.


“Apa kamu masih, cemburu?” tanya Leo, ia mulai kembali mengangkat kepalanya dan menatap wajah istrinya yang masih tersengal-sengal akibat kelelahan bercinta.


“Sudah kubilang, aku tidak cemburu.” Shena berusaha mengatur napasnya agar kembali normal.


“Kenapa kamu kesal jika tidak cemburu, padaku?”


“Kamu benar, tapi aku juga ingin kamu cemburu padaku dan ngamuk seperti yang kulakukan saat aku cemburu padamu.”


“Ya nggak bisalah, aku nggak gila sepertimu. Kamu itu terlalu berlebihan, Sayang. Dan aku tidak bisa seperti itu.”


“Kamu mengatai suamimu gila? Sepertinya, kita harus melakukan ritual bikin anak ronde kedua agar aku kembali waras?” Leo mulai menggoda Shena.


“Nggak, cukup! Aku sangat lelah, bolehkan aku tidur? Aku tadi hanya bercanda. Maafkan aku Sayang, jangan marah oke!” Shena berusaha merayu Leo dengan mengedipkan salah satu matanya dan tersenyum semanis serta memasang wajah seimut mungkin.


Leo pun hanya tertawa melihat aksi menggemaskan Shena. Inilah yang sangat Leo suka dari istrinya. Manis dan juga menggemaskan.


“Kau selalu membuatku terpesona, Sayang, aku benar-benar mencintaimu. Terimakasih sudah hadir di hidupku. Aku sangat bahagia sekarang.” Leo mencium bibir Shena dengan mesra dan berbaring disisi istrinya sambil memberikan pelukan hangat untuk Shena. “Tidurlah didekapanku, semoga mimpi indah, Sayang.” satu kecupan lagi mendarat mulus di kening Shena dan keduanya mulai terlelap bersama dalam romansa cinta yang bergelora.


***


Sementara itu, masih di dalam bar, setelah kepergian Leo dengan pesan singkatnya itu, mata tajam Anita yang mengobarkan api kemarahan menatap tajam wajah Dimas yang mulai mengucurkan keringat dingin seolah tahu kalau Anita sedang kebakaran jenggot.

__ADS_1


Tanpa ampun, Anita menyeret tangan Dimas seketika dan berjalan keluar dari kerumuman para wanita yang mencoba merayu Dimas. Mereka berdua masuk ke dalam kamar dan mulailah adegan tom and Jerry di dalam kamar itu. Untung saja ruangannya kedap suara, jadi tidak ada yang bisa mendengar auman dan teriakan Dimas vs Anita.


Disisi lain, Jakson sudah datang ke hotel dengan menggunakan helikopter menuju tempat Leo dan Shena sedang menghabiskan malam syahdu mereka.


Sepasang lelaki dan perempuan menghampiri Jakson dengan pakaian serba hitam, menganggukkan badan sesaat untuk menghormatinya.


"Apa yang terjadi?" tanya Jakson kepada keduanya.


"Cemburu."


Jakson menghentikan langkahnya, saat ia sudah memegang gagang pintu. Ia menoleh dan menatap keduanya secara bergantian. "Cemburu?"


"Yes, sir. Tuan Leo cemburu karena istrinya di goda oleh lelaki lain. Dia menghabisinya dengan di bantu oleh seseorang yang tak kami kenal."


Jakson menghembuskan napas keras. Pantas saja Raython terlihat begitu kalut, ternyata ini yang di perbuat oleh Leo. "Kalian sudah membereskannya?"


"Ya, sir. Kami sudah membawa semuanya ke ruang bawah tanah."


"Baiklah, aku akan mengurus mereka. Kau selesaikan sisanya di bar itu."


Kedua anak buah Jakson pergi dari sana, dan kembali menuju Red Bar. Sementara Jakson, berjalan sambil mengeluarkan sarung tangan karet yang berada di saku jasnya. Memasuki lift kemudian di lanjutkan berjalan menuruni anak tangga. Dia berhenti saat melihat sebuah pintu bertuliskan Danger. Sepertinya itu adalah tempat dimana orang-orang yang tadi bertengkar dengan Leo di kurung.


"Benar-benar merepotkan," gumam Jakson.


Bersambung


****


jangan lupa like vote dan komentar ya .. supaya akuh lebih semangat lagi .. love you all😘😘



__ADS_1


__ADS_2