Playboy Jatuh Cinta (The King In Love)

Playboy Jatuh Cinta (The King In Love)
episode 97 SIDANG PUTUSAN


__ADS_3

Dimas masih sibuk menelepon untuk mengambil alih kondisi dan situasi setelah apa yang menimpa Leo dan terpuruknya Shena saat ini. Dimas mendapat kabar kalau Anita si kucing betina sudah berhasil keluar dari kediaman Kenzo dan sekarang dia sudah ada di pengadilan untuk memberi kejutan besar bagi Kenzo dan juga Alex.


Sementara itu, sambil mengemudi, Dimas menjelaskan segalanya kepada Naya, tentang aktingnya bergabung dengan Kenzo dan berpura-pura menjadi pengkhianat hingga kerjasama yang dilakukannya dengan Leo berserta semua pasukannya demi bisa membebaskan Zian, Anita serta Naya dan juga anaknya.


Semua ini sudah direncanakan dengan rapi dan dipenuhi taktik yang menguras banyak energi. Sayangnya, rencana ini harus terkendala karena kejadian tak terduga yang menimpa Leo dan satu orang lagi yang harusnya bakal menjadi saksi kunci atas semua kejahatan Alex selama ini.


Dimas tidak bisa menjelaskan lebih detail mengingat keadaan Shena tidak memungkinkan untuk mendengar kerja sama apa yang dilakukannya bersama dengan Leo. “Percayalah Shena, aku yakin akan ada keajaiban tentang Leo. Sebelum ada kabar kepastian hidup matinya, kau tidak boleh putus asa.” Itulah kalimat penutup yang dikatakan Dimas pada Shena setelah memberikan penjelasannya pada Naya atas tindakannya selama ini.


Naya yang sudah mengerti situasi dan kondisi saat ini memeluk erat Shena agar tidak terlalu terlarut dalam kesedihan.


“Dimas benar Shena, kita tidak boleh kehilangan harapan sebelum kepastian tentang bagaimana kondisi Leo saat ini. Aku sangat berterimakasih pada kalian berdua atas semua yang sudah kalian lakukan untuk kami. Aku hanya bisa berharap dan berdoa yang terbaik untuk kalian. Kamu harus kuat, Oke.” Naya berusaha menguatkan Shena dan menggenggam erat tangan gadis itu.


“Tante jangan sedih, lagi. Tante jelek kalau menangis. Biar Deniz yang nanti melindungi tante,” Deniz kecil pun ikut menenangkan Shena dengan kata-kata emasnya.


Shena mengusap air matanya dan mulai bisa menyunggingkan senyumya melihat kepolosan Deniz. Untuk sesaat ia seolah melihat wajah malaikat kecil di mata Deniz yang entah mengapa bisa kembali menguatkan keyakinannya bahwa Leo memang masih hidup. “Terima kasih Sayang, tante tidak akan menangis lagi demi kamu,” Shena merengkuh Deniz dan memeluk putra Naya denagn lembut penuh kehangatan.


Naya sendiri merasa sedikit Lega, Shena bisa kembali tersenyum dan keadaannya jauh lebih baik dari yang tadi. Kini, gilirannya yang berharap-harap cemas karena sebentar lagi, ia akan bertemu kembali dengan suami tercintanya setelah dua tahun lamanya terpisah.


Dimas menggendong Deniz memasuki ruang sidang diikuti Naya dari belakang. Shena yang tadinya tidak ingin ikut di paksa Naya untuk tetap bersamanya, sebab dalam kondisi seperti ini Naya tidak bisa membiarkan Shena sendirian, ia sangat khawatir pada Shena meskipun mereka baru saja bertemu dan tidak saling mengenal satu sama lain sebelumnya.


Tidak dapat dipungkiri bahwa duka yang mendalam masih menyelimuti hati Shena. Ada banyak sekali hal yang dipikirkannya. Shena tidak boleh menyerah pada takdir. Bagaimanapun juga, Leo sangat kuat. Tidak mungkin ia menyerah begitu saja pada kematian. Pasti ada cara yang ia lakukan untuk bisa selamat dari ledakan itu.


Aku harus yakin dan percaya kalau Leo pasti masih hidup, batin Shena.


Memasuki ruang sidang, Shena hanya memilih menunduk untuk menyembunyikan raut kesedihannya. Saat ini, semua orang sedang terpusat pada sidang putusan tuan Malik, yaitu orang yang paling berjasa dalam hidup Leo. Karena itu, Shena tidak ingin membuat semua orang terlalu khawatir padanya.

__ADS_1


Shena tidak tahu kalau sedang terjadi kehebohan di ruang sidang karena ulah Alex dan Kenzo yang sudah tertangkap basah atas semua tindakan yang mereka lakukan. Alex berdiri dan hendak melarikan diri. Pria itu tak sengaja melihat Shena yang hanya menunduk dengan tatapan mata kosong, langsung merengkuhnya dari belakang dan menyeretnya keluar dengan menodongkan senjata yang ia titipkan pada salah satu anak buahnya, tentu saja anak buahnya itu menyamar sebagai rakyat biasa.


Shena sangat terkejut karena untuk kesekian kalinya ia dijadikan sandera. Shena ketakutan dengan todongan senjata dari Kenzo yang diarahakan ke kepalanya. Suasana kepanikanpun terjadi di ruang itu.


Shena sudah pasrah jika hidupnya harus berakhir mengenaskan di tangan orang jahat, ia tidak akan menyesali apapun. Hanya satu yang ia harapkan sebelum nyawanya melayang, yaitu bertemu dengan Leo untuk yang terakhir kalinya.


“Jangan mendekat! Atau dia kami tembak!” ancam Alex dengan langkah kaki perlahan mundur, sedangkan Kenzo kembali mengarahkan senjatanya ke segala arah.


Sayangnya, langkah mereka harus terhenti oleh sekelompok mahasiswa yang mana merupakan tema-teman Leo dan Evan dan jumlahnya puluhan orang.


Atas arahan seseorang dan Evan, para mahasiswa itu mengepung Alex dan Kenzo sehingga mereka tidak bisa berbuat apa-apa. Seseorang itu memukul kepala Alex dengan kuat sehingga cengkeramannya terlepas dari tubuh Shena. Alex sempat tumbang akibat pukulan telak dari seseorang itu.


Shena yang lemas dan Shock tiba-tiba saja oleng karena sudah tidak ada lagi yang menyangganya. Ia pun hampir saja ambruk kalau saja tidak ada seseorang yang dengan sigap langsung menangkapnya.


“Kamu tidak apa-apa, Sayang?” tanya seseorang itu yang tidak lain adalah Leo.


Leo membantu Shena menegakkan tubuhnya sambil terus melingkarkan tangannya di pinggang Shena agar Shena tidak kembali oleng seperti tadi.


“Ehm, ini aku Sayang. Maaf aku sudah membuatmu khawatir,” ucap Leo sambil tersenyum manis pada Shena. Ingin rasanya Leo mengecup bibir Shena tapi dia tidak ingin membuat kehebohan karena mereka sekarang ada di dalam ruang sidang.


Semua orang yang ada di dalam ruangan terutama Dimas dan Naya langsung terkejut melihat sosok Leo sudah ada di dalam ruang sidang ini. Mereka berdua saling pandang satu sama lain karena tidak mengerti dengan apa yang sudah terjadi. Sebab, beberapa saat yang lalu, Dimas, Shena dan Naya menganggap Leo sudah tidak mungkin lagi bisa selamat dari ledakan itu. Tetapi, dugaan mereka salah dan merekapun terkejut Leo bisa sampai di ruangan ini dalam keadaan selamat tanpa luka. Hanya penampilannya saja yang terlihat sangat berantakan.


“Leo!” teriak Dimas. “Apa benar itu kau? Bagaimana kau bisa selamat dari ledakan itu?” tanya Dimas yang berusaha mencari informasi atas apa yang ia lihat saat ini. Disisi lain, ia sangat senang ternyata Leo masih hidup.


Shena yang tadinya tidak percaya pada apa yang dilihatnya di depan mata seketika terkejut setelah Dimas memanggil nama Leo. Bukan hanya dirinya saja yang melihat sosok Leo, Dimas dan lainnya juga bisa melihat Leo. Artinya, Leo tidak meninggal, dia masih hidup. Cowok itu selamat dari ledakan yang terjadi di rumah Alex.

__ADS_1


Tanpa pikir panjang, Shena memeluk tubuh Leo dan menangis dalam pelukannya. Tak terbendung dalam benaknya betapa bahagianya ia bisa melihat Leo lagi setelah apa yang baru saja ia alami. Kali ini Shena sangat bahagia dan tidak ingin kehilangan Leo lagi.


“Aku kira aku akan benar-benar kehilanganmu, aku bahkan akan berniat menyusulmu jika sampai kau meninggalkanku,” isak Shena dalam pelukan Leo.


“Aku sudah bilang padamu, aku tidak akan pernah meninggalkamu. Kita akan terus bersama selamanya.” Leopun memeluk tubuh Shena dengan erat.


Aparat keamanan langsung bertidak cepat dan menangkap Alex dan Kenzo serta beberapa anak buahnya lalu membawanya ke ruang sidang.


Semua orang memandang dua sejoli yang sok sweet itu dengan penuh haru. Betapa indah dan syahdunya kisah cinta antara Shena dan Leo, tapi perhatian mereka harus teralih pada sidang putusan Zian yang akan di gelar sebentar lagi.


Sementara itu, Zian mematung menatap Naya dan juga bocah laki-laki yang ada dalam gendogan Dimas. Si kecil Deniz tampak kebingungan dengan suasana ramai di ruangan itu. Ditambah lagi, masih saja terdengar suara teriakan di luar sana.


Suasana yang semakin tidak kondusif membuat hakim memutuskan untuk menunda sidang pagi itu hingga beberapa jam kemudian. Sementara Alex dan Kenzo langsung ditahan oleh polisi.


Evan dan Leopun juga harus ikut ke kantor polisi untuk mengurus beberapa laporannya. Leo juga menggandengan tangan Shena untuk ikut bersamanya. Padahal Shena sendiri masih sangat syok dengan kejadian tadi, tapi ia juga senang karena Shena tahu bahwa Leo masih hidup dan selamat dari ledakan dahsyat itu.


****


tetap terus dukung penulis dengan like, vote dan komentarnya .. penulis sangat berterimakasih jika ada yang mau memberikan koin/tips juga .. karena bisa menjadi penyemangat luar biasa untuk bisa menulis karya yang lebih seru dan menarik lagi.



jangan ada yang baper ... akuh gak bertanggung jawab hehehe..


jangan bosan menunggu up selanjutnya ya ..

__ADS_1


love you all


salam manis dari penulis


__ADS_2