Playboy Jatuh Cinta (The King In Love)

Playboy Jatuh Cinta (The King In Love)
episode 122 Nyonya Shena Bay Pyordova


__ADS_3

“Bagaimana, Nona? Cepatlah minta maaf padanya agar masalah ini segera selesai,” desak Mila. Ia ingin perkara tidak penting ini cepat kelar dan menemui titik terang sesegera mungkin agar ia punya waktu banyak untuk menggoda Leo selagi dia masih ada di sini. Wanita itu belum paham, kalau Leo tidak akan pernah tergoda dengan wanita manapun kecuali Shena, istrinya sendiri.


“Bagaimana kalau aku tidak mau,” ucap Shena sambil menatap benci Mila dan dokter songong yang bernama Tyo itu. “Aku tidak akan pernah minta maaf pada orang yang tidak punya hati seperti dia!” tandas Shena sehingga membuat Mila ikut geram juga pada Shena.


“Haissh, wanita jalaang ini benar-benar membuat ku kesal, kau bilang apa tadi? Coba ulangi? Tidak punya hati? Dasar kau!” Dokter itu maju mendekati Shena dan hendak menggampar wajah Shena, tapi dengan sigap Shena memegang tangan itu lalu memelintir tangan Tyo kebelakang punggungnya dengan cepat sehinggga dokter itu berteriak kesakitan.


Dokter itu tidak mau kalah, ia berusaha menggunakan tangan satunya untuk memukul Shena, tapi belum sempat tangan itu sampai ke tubuh Shena, ada sebuah tangan yang tiba-tiba saja menahan tangan dokter Tyo, sehingga tangannya tidak bisa digerakkan.


Semua tercengang mengetahui siapakah pemilik tangan yang menangkis pukulan dokter Tyo. Tentu saja pemiliknya adalah Leo yang menghalau tangan dokter itu agar ia tidak bisa menyakiti istrinya.


Tanpa di duga, Leo langsung menendang dada dokter itu dengan kuat sehingga tubuhnya terdorong ke belakang sampai membentur ranjang rumah sakit dan membuat berantakan seisi ruangan. Darah segar keluar dari mulut dokter Tyo akibat tendangan Leo yang amat sangat kuat.


Leo berdiri tegak dengan tatapan penuh amarah yang membara.


Semua orang menganga massal melihat adegan 'wauw' ala gengster Leo. Bukan kata sadis yang keluar dari netizen saat menyaksikan adegan menegangkan itu, tapi kata ‘keren’ lah yang keluar dari mulut mereka semua. Aksi Leo jauh lebih menakjubkan dari apa yang dilakukan Shena.


Hanya sekali tendang saja, dokter congkak itu langsung tumbang seketika. Selain itu, tidak ada yang menyangka, bahwa tuan muda rumah sakit ini bisa bersikap kejam seperti itu terhadap pegawainya sendiri. Walaupun sebenarnya mereka semua juga tidak suka dengan Tyo yang selama ini, selalu menyalahgunakan jabatan dan kekuasaannya selama bekerja di rumah sakit untuk memperkaya dirinya sendiri.


“Tuan muda? Apa yang anda lakukan?” tanya Mila karena tidak mengerti alasan Leo bersikap kasar pada rekannya.


“Kenapa? Kau tidak terima? Mau menuntutku seperti yang kau lakukan padanya?” Leo menunjuk Shena dengan dagunya, tentu saja Leo sangat marah karena Shena diperlakukan tidak adil di sini.


Ingin rasanya Leo mengeluarkan semua emosinya dan membuat perhitungan pada kedua orang tidak berguna itu, tapi ia tahan karena Shena memberikan kode agar ia tidak membuat kekacauan yang lebih dari sekarang. Sebab, tujuan mereka datang kemari bukan untuk membuat onar. Shena mungkin baru sadar, kalau rumah sakit ini adalah milik ayah mertuanya sendiri.


Mila tidak bisa bicara lagi. Ia seolah mati kutu mendengar pernyataan Leo. Bagaiamana mungkin ia berani menuntut pewaris pemilik rumah sakit ini. Yang membuat Mila tidak habis pikir adalah apa alasan Leo mati-matian membela wanita asing yang ada di sebelahnya. Apakah mereka saling mengenal satu sama lain? pikir Mila.


“Cepat bawa anak ini ke ruang operasi!” teriak Leo pada salah satu suster dan langsung membawa anak yang sedang kritis itu masuk ke ruang operasi yang sudah disediakan.

__ADS_1


“Anda juga harus pergi Pak, anak itu membutuhkan anda. Jangan khawatirkan apapun sekarang,” ucap Shena pada ayah anak kecil yang hendak dioperasi tadi dan langsung diikuti anggukan terimakasih dari orang yang sempat menyandera Shena. “Terimakasih Nona,” ucap laki-laki itu sambil berlalu pergi.


“Panggil saja Shena, Pak.” Shena tersenyum pada pria kekar tadi. “Semoga operasinya berhasil,” tukas Shena.


“Aku tidak akan pernah melupakan jasa kalian berdua,” teriak pria kekar itu sambil berlari senang menyusul anaknya.


“Dan untuk kalian berdua!” bentak Leo pada Mila dan Tyo. “Cepat kemasi barang-barang kalian dan pergilah dari sini! Jangan pernah sekalipun kalian berani menginjakkan kaki kalian di rumah sakit ini sampai kapanpun. Jika sampai itu terjadi, maka aku akan membunuh kalian berdua! Ingat itu baik-baik.” Mata Leo menatap tajam Mila dan Tyo yang tercengang mendengar kata-kata Leo.


“Apa?” teriak Mila dan Tyo bersamaan.


“Apa maksudnya ini tuan muda?” Mila bertanya lagi dengan ekspresi wajah tak percaya dan sok polos.


“Maksudnya adalah, kalian berdua di pecat!” bentak Leo.


Keduanya tersentak, mereka berdua tidak terima tiba-tiba saja Leo memecat mereka hanya karena alasan yang sepele.


“Tapi kenapa?” Mila masih tidak percaya karena tiba-tiba saja dirinya dipecat tanpa sebab.


Di depan semua orang dan para netizen yang berkumpul, Leo mencium mesra bibir ranum Shena dengan lembut.


Mulut semua Netizen sudah tidak bisa dikatupkan lagi saking terkejutnya dengan adegan hot hot pop yang ada di depan mata mereka. Tuan muda yang mereka dambakan dan idam-idamkan ternyata sudah memiliki wanita cantik yang sangat pemberani seperti Shena.


“Kamu baik-baik saja, Sayang?” tanya Leo setelah menyudahi ciumannya.


“Ehm, tentu aku baik-baik saja. Tapi haruskah kamu melakukan semua ini?” tanya Shena yang masih berada dalam pelukan Leo.


Leo mengangguk pelan sambil tersenyum manis pada Shena. “Ehm, harus. Agar mereka tahu kalau mereka sudah melakukan kesalahan besar karena berani bersikap kasar padamu.” Leo membelai lembut pipi Shena dan mengecup keningnya. Siapa yang tidak iri coba? Di depan semua orang, Leo bersikap so sweet banget sama Shena.

__ADS_1


Tidak bisa digambarkan lagi bagaimana raut wajah para netizen yang ada di sekeliling Leo dan Shena. Mereka bingung sekaligus baper melihat kemesraan pasangan serasi yang sedang memadu kasih di depan mereka.


“Tuan muda, apakah wanita cantik ini adalah kekasih tuan muda?” salah satu suster memberanikan diri bertanya pada Leo untuk mengurangi rasa penasarannya.


Leo masih menatap mesra Shena. “Bukan, wanita ini bukan kekasihku.” Jawaban Leo membuat semua penggemarnya bernapas lega sambil mengelus dada, namun mereka langsung kecewa setelah mendengar perkataan Leo selanjutnya. “Tapi ... wanita cantik yang luar biasa ini, adalah istriku. Dia adalah Nyonya Shena Bay Pyordova. Kami baru saja menikah kemarin.” Leo mencium mesra punggung kedua tangan Shena. Senyum mengembang, terpancar di wajah keduanya.


Awalnya mereka semua sulit percaya pada apa yang dikatakan Leo, tapi cincin berlian yang melingkar manis di jari keduanya merupakan pertanda bahwa mereka memang sepasang suami istri.


“Haaaaaaah, tidaaakkk!” teriakan histeris menggema memenuhi isi rumah sakit. Kebanyakan dari mereka sampai tidak bisa lagi menutup mulutnya karena terlalu shock untuk bisa menerima kenyataan bahwa tuan muda dambaan hati mereka tidak hanya memiliki tambatan hati, tetapi malah sudah beristri. Jelas pupus dan kandas harapan mereka untuk merebut hati tuan muda Leo.


“Sekarang kalian semua tahu bahwa wanita cantik ini adalah istriku! Aku tidak akan pernah mengampuni siapapun yang menyakitinya apalagi sampai merendahkannya.” Leo beralih menatap wajah pucat pasi Mila dan Tyo. “Inilah alasanku kenapa aku memecat kalian berdua. Berani-beraninya kalian membentak dan meremehkan istriku tepat di depan mataku. Jika aku mau, aku bisa mematahkan semua tulang-tulang kalian lalu kujadikan tubuh kalian sebagai makanan binatang. Tapi istriku tidak ingin aku melakukannya. Berterima kasihlah kalian padanya karena berkat dia, kali ini aku mengampuni kalian berdua.


Cepat tinggalkan tempat ini dan jangan coba-coba menampakkan wajah kalian di depanku lagi. Ah, satu lagi! Kembalikan semua uang yang sudah kalian curi atau kalian akan berurusan dengan polisi. Jangan coba-coba kabur, karena aku bisa menemukan kalian dengan mudah dimanapun kalian bersembunyi! Pergi!” teriak Leo mengagetkan semua orang yang ada di ruangan ini.


Tyo dan Mila pun mundur dan berlari keluar karena ketakutan melihat wajah garang Leo. Aura membunuhnya terlihat jelas dimatanya. Shena sendiri memeluk pinggang suaminya agar ia kembali tenang dan tidak emosi lagi. Leo menatap mata Shena yang juga menatapnya. Cowok itu mengecup kening Shena dan megambil ponselnya.


“Halo, siapkan rapat darurat dalam waktu 2 jam! Kumpulkan semua petinggi rumah sakit ini ... aku sendiri yang akan memimpin rapatnya. Dan juga, urus dua kecoak yang baru saja keluar dari sini. Jangan biarkan mereka kabur.” Leo menutup sambungannya, dan menggandeng tangan Shena meninggalkan ruangan beserta seluruh orang yang terpana atas peristiwa tak terduga ini.


****


Maaf telat up lagi ... makasih banget buat yang sudah memberikan tips/koin nya ..aduhh seneng banget aku ...


terima kasih juga sudah memberikan dukungan like, vote dan komentarnya .. jadi makin semangat nih ngelanjutin ceritanya.. love you all



Shena yang tersenyum menatap Leo

__ADS_1



Leo yang tersenyum menatap Shena.


__ADS_2