
Seseorang yang hendak digorok preman itu menurunkan tubuhnya agar ia bisa lepas dari cengkeraman si preman yang sedang panik karena tangannya masih saja belum bisa digerakkan.
“Samuel!” panggil Refald.
“Aku mengerti, terima kasih, aku sangat menikmati ini.” tiba-tiba saja cowok yang dipanggil Refald dengan sebutan Samuel itu langsung menodongkan pistol ke arah preman yang panik itu tepat di depan kepalanya.
Tidak hanya Samuel, semua tamu undangan yang dicengkeram semua preman yang ada di ruangan ini tiba-tiba saja bisa melepaskan diri dengan mudah dan berbalik arah menghadap para preman sambil menodong pistol yang sama seperti yang dibawa Samuel dan bersiap menembak para preman itu jika mereka bergerak sedikit saja.
Roy pun juga terkejut karena tiba-tiba saja ditangan kanannya, ada sebuah pistol yang sama dengan milik Samuel dan yang lainnya. Tentu saja Roy langsung menodongkan pistol tersebut ke arah preman yang sedang mengepungnya.
Jika setiap orang yang ada di ruangan ini tiba-tiba saja memiliki pistol ditangan masing-masing, tidak demikian dengan Leo. Hanya dia saja yang tidak memiliki senjata itu.
“Woy! Kenapa cuma aku yang tidak punya pistol? Kau curang Refald!” protes Leo tidak terima.
“Sudah ku bilang pengantin hanya diam dan lihat saja. Jangan mengotori pakaian pengantinmu!” bentak Refald yang juga memegang pistol.
“Kau menyebalkan sekali! Bisa-bisanya kau lebih memikirkan pakaianku daripada kesenanganku!” gerutu Leo. Shena hanya diam mengamati situasi yang sedang berbalik arah.
Laura terkejut melihat situasi aneh ini, ia mendadak pingsan dipelukan Roy. Shena yang langsung tahu, sangat cemas dengan kondisi sahabatnya dan hendak berjalan menghampiri Laura, tapi Refald melarangnya.
__ADS_1
“Biarkan saja dia Shena, tetap berdiri dibelakang Leo. Jangan pernah kau lepaskan genggaman tangannya,” ujar Refald pada Shena yang otomatis mengurungkan niatnya menghampiri Laura. “Roy, kau bisa mengatasinya? Jangan lepaskan tangan Laura! Kalian semua harus tetap berpegangan tangan!” perintah Refald pada Roy yang berdiri tidak jauh disampingnya dan juga kepada yang lainnya.
“Iya, aku bisa! Untung tubuhnya tidak berat.” Roy tetap fokus pada preman yang berdiri mengelilinginya dan masih menodongkan pistol ke arah para preman itu dengan tangan kanannya. Sementara tangan kirinya, menopang tubuh Laura yang pingsan karena terlalu shock melihat adegan di luar nalar manusia ini.
“Ada apa ini? Bagaimana kalian bisa punya senjata api? Kalian tidak membawa apa-apa tadi?” ucap Mr. Beni yang heran sekaligus bingung dengan perubahan situasi yang tidak terkendali. Padahal, tadinya ia sudah senang karena telah mengira berhasil membuat keluarga Leo terpojok dengan mengepung mereka semua, tapi kini malah sebaliknya, dirinyalah yang dikepung oleh keluarga Leo.
“Mr. Benico Hulsof, selamat datang di acara pesta pernikahan putraku, maaf kalau keponakanku menyambutmu dengan cara yang tidak biasa, tapi itulah kelebihannya. Dia sangat luar biasa.” Tiba-tiba saja ayah Leo, sekaligus mertua Shena, yaitu Byon Pyordova yang sedang dicari-cari Mr. Beni itu muncul dari balik pintu yang ada di samping Refald dan Fey berdiri. Byon berjalan bersama dengan istrinya, Biyanca Pyordova.
“Kau muncul juga akhirnya!” ujar Beni.
“Apa yang membawamu kemari dan membuat kekacauan di sini?” tanya Byon langsung tanpa basa basi lagi.
“Aku datang kesini untuk membuat hidupmu tidak tenang dan membuatmu tidak akan pernah melupakan kejadian hari ini.”
“Kau sudah melanggar janjimu? Sebagai ayah, aku tidak terima walaupun kau rekan bisnisku sendiri.”
“Janji? Aku tidak pernah berjanji kepada siapapun.” Byon masih bersikap tenang dan datar tanpa ekspresi seperti biasanya.
“Dulu kau bilang kau akan menikahkan putriku dengan putramu, kenapa kau malah menikahkannya dengan wanita lain yang sama sekali tidak jelas asal usulnya itu.”
Dor!
Sebuah tembakan mengarah pada anak buah Beni yang berdiri disampingnya. Peluru itu tepat mengenai jantungnya sehingga orang itu tumbang seketika. Tentu saja Beni dan seluruh anak buahnya yang lain terkejut dengan apa yang dilakukan Byon pada rekannya.
__ADS_1
“Jangan pernah menghina menantuku, apalagi tepat di depan mataku! Menantuku ini, tak sebanding dengan putrimu yang tidak ada apa-apanya itu! Apanya yang kau banggakan darinya? Shena jauh lebih naik dari putrimu yang bisanya hanya menghabiskan uangmu saja!” ujar Byon sambil meniup ujung pistolnya yang baru saja mengeluarkan mesiu. “Jika kau menghina menantuku lagi, maka kepalamulah yang akan jadi target selanjutnya.” ucapan Byon membuat semua orang terperangah termasuk Shena sendiri.
“Wuah, Ayah! Kau keren sekali!” ucap Leo ambil tertawa senang.
Sedangkan Shena hanya bisa menganga melihat apa yang dilakukan mertuanya demi membelanya. Gadis itu tidak menyangka ayah mertuanya akan bertindak keji seperti itu jika ada orang lain yang menghinanya. Benar-benar mertua idaman yang menakutkan.
Ayah mertuaku jauh lebih sadis daripada Leo. Untung Laura pingsan, jadi dia tidak akan tahu kalau aku punya mertua paling sadis yang pernah ada di dunia ini, batin Shena sambil memerhatikan Laura yang pingsan dipelukan Roy.
“Sekarang bagaimana, Paman? Apa yang akan kita lakukan pada serangga-serangga itu?” tanya Refald yang sudah tidak sabar mengeksekusi para pengacau itu.
“Lakukan apa saja yang kau inginkan, aku harus menyambut tamu yang lainnya sebentar lagi. Selesaikan dengan cepat dan aman.” Byon berbalik arah dan meninggalkan ruangan begitu saja tanpa mau memberikan penjelasan apapun lagi pada Beni yang terlihat panik saat anak buahnya tiba-tiba saja mati mengenaskan di tangan mantan mafia Byon Pyordova.
“Mr. Beni, kau telah membuat kesalahan besar dengan datang kemari dan sudah membangunkan para singa yang sedang tidur. Akan aku beritahu satu hal, jika kau sudah masuk, maka tidak akan mudah bagimu untuk keluar dari sini hidup-hidup. Aku harap kau sudah meninggalkan warisanmu pada putri kesayanganmu itu!” Refald tersenyum simpul.
Cowok itu ingin cepat menyelesaikan ini semua dan membawa Fey istirahat dikamarnya karena Refald tahu, Fey mulai lemah, apalagi ia sedang dalam kondisi hamil. Namun, dewi fortuna tak selalu datang berpihak pada keluarga Leo, bau anyir darah dari salah satu preman yang ditembak Byon tadi membuat Fey kehilangan konsentrasi dan mual. Secara otomatis senjata pistol yang ada digenggaman para tamu dan yang ada di tangan Roy menghilang seketika.
Beni yang menyadari mulai ada perubahan situasi yang kini berbalik mendukungnya, langsung memerintahkan anak buahnya untuk menyerang semua tamu undangan yang ada di ruangan ini. Namun, bukan keluarga Leo namanya kalau dengan mudah ditumbangkan. Mereka semua ternyata juga jago berkelahi meski hanya menggunakan tangan kosong. Semua keluarga Leo melawan penjahat itu dan perkelahian antara dua kubu pun terjadi sehingga membuat suasana pesta menjadi sangat ramai.
*****
karena ada yang ngasih aku koin dan vote yang banyak, hari ini aku kasih bonus satu episode lagi hari nanti ... ditunggu ya .. karena masih proses edit .. hehehe
__ADS_1
semoga suka ya .. dan terimakasih sudah setia mau membaca ceritaku yang berantakan ini... love you all