Playboy Jatuh Cinta (The King In Love)

Playboy Jatuh Cinta (The King In Love)
episode 105 Insiden Kecil


__ADS_3

Sementara di tempat lain, Roy dengan rapi sudah menunggu Laura di rumahnya. Keduanya akan menghadiri pesta pernikahan Leo dan Shena yang sudah ia ketahui sebelumnya, walaupun Leo dan Shena sendiri tidak tahu kalau keluarganya, secara diam-diam sudah merencanakan pernikahan untuk keduanya tepat setelah Leo menyelesaikan kasus Zian.


Laura yang tahu informasi itu dari Roy sebenarnya juga terkejut, tapi sebagai sahabat terdekat Shena, Laura hanya bisa mendukung kebahagiaan Shena. Hari ini, meski Laura tidak ingin melihat Roy lagi, mau tidak mau ia harus bersedia datang bersama dengan Roy agar Shena tidak kecewa dan mengira bahwa hubungannya dengan Roy itu baik-baik saja.


Roy terpana menatap kecantikan Laura saat gadis cantik itu berjalan ke arahnya. Laura terlihat sangat anggun saat mengenakan dress model apapun.


“Kau cantik sekali,” puji Roy sambil tersenyum menatap Laura.


“Terima kasih, tapi aku tidak butuh pujianmu.” Laura bersikap acuh tak acuh pada Roy, ia langsung nyelonong pergi ke samping pintu mobil dan menyuruh Roy untuk membuka kunci mobilnya agar Laura bisa masuk ke dalam.


Roy hanya tersenyum menatap Laura.


“Tunggu apa lagi? Ayo kita berangkat! Sampai kapan kau berdiri terus di situ?” tanya Laura sambil melongokkan kepalanya dari kaca jendela mobil.


“Siap tuan putri.” Roy tersenyum simpul menuruti apa yang diperintahkan Laura.


Selama perjalanan, mereka hanya diam. Sesekali Roy melirik Laura yang terus saja fokus memandang ke depan.


“Kenapa kau menatapku seperti itu, fokus saja menyetir, akan aku bunuh kau jika sampai kita kenapa-napa di jalan.”

__ADS_1


“Kenapa sekarang kamu jadi mirip Shena saat ia masih membenci Leo, dulu?”


“Memangnya kenapa? Aku sudah bukan Laura yang cengeng lagi seperti dulu, yang mudah kau bodohi dan kau kibuli. Kau tahu? Sepanjang hidupku aku merasa bersalah pada Shena karena gara-gara terpedaya olehmu, aku telah menjerumuskan kebahagiaan temanku sendiri, untungnya sekarang keduanya bahagia. Jika tidak, aku tidak akan pernah memaafkan diriku sendiri.” Laura mendengus kesal jika mengingat kesalahan fatalnya karena sudah jatuh cinta pada Roy yang jelas-jelas hanya memanfaatkan cintanya.


“Apa kau sangat membenciku?” tanya Roy yang sedikit kecewa karena kini, Laura benar-benar membencinya.


“Sangat, bahkan kebencianku melebihi rasa cintaku yang dulu pernah kurasakan padamu. Cinta yang sempat kurasakan padamu waktu itu sudah sirna seluruhnya dan yang tersisa hanyalah rasa benci. Aku harap ini adalah pertemuan terakhir kita. Kerena Shena sudah menikah, tidak ada alasan lain bagiku untuk terus bertemu denganmu. Kita lupakan saja apa yang terjadi di masa lalu, anggap saja kita tidak saling kenal.” Laura terlihat serius saat mengatakan kata perpisahan untuk Roy.


Roy sendiri mengakui bahwa cowok itu dulunya memang hanya memanfaatkan Laura atas permintaan Leo supaya bisa mendapatkan Shena. Namun, seiring berjalannya waktu, kini Roy sudah jatuh cinta sungguhan pada Laura meski ia tahu ia telah banyak menyakiti mantan pacarnya ini.


“Kalau kau bisa menjadi Shena, maka aku juga bisa menjadi Leo. Aku menolak usulanmu untuk melupakan apa yang terjadi diantara kita. Kisah Shena dan Leo yang kini sudah berakhir bahagia akan kita gantikan dengan kisah kita dan aku pastikan kita akan segera menyusul mereka kepelaminan.” Roy terlalu percaya diri saat mengatakan kalimat itu.


“Kenapa? Kau meragukanku?” tanya Roy.


“Tidak! Tapi kita tidak akan pernah menikah karena aku berencana menerima seseorang menjadi pacarku.” Laura menjawab santai pertanyaan Roy.


“Apa?” teriak Roy, tapi ia berusaha mengontrol emosinya. “Oh, begitu. Silahkan saja, tapi akan aku pastikan hubungan kalian juga tidak akan pernah berhasil. Karena yang bisa menikahimu hanya aku! Tidak ada yang lain, kau boleh berhubungan dengan siapapun yang kau inginkan, tapi kau hanya boleh menikah denganku,” Jelas Roy penuh rencana dan tersenyum licik.


Laura tidak mengerti apa maksud ucapan Roy padanya, tapi ia tidak ingin ambil pusing dengan apa yang dikatakan Roy. Laura sudah betekad ingin melupakan Roy untuk selamanya dan kembali menjalani kehidupan baru seperti sebelum ia mengenal Roy.

__ADS_1


Roy memang tidak seperti Leo yang suka memaksakan keinginannya pada seseorang yang dicintainya. Roy berbeda, dia justru memberikan kebebasan pada Laura untuk menjalin hubungan dengan siapapun dan menjaga Laura dari jauh. Ia tidak akan membiarkan siapapun menyakiti Laura karena ia yakin suatu hari nanti, Laura akan kembali jatuh kepelukannya.


Keduanya akhirnya sampai di lokasi pesta pernikahan Leo dan Shena diadakan. Roy membukakan pintu mobilnya agar Laura keluar dari mobil dan berjalan beriringan bersamanya. Namun, Laura tidak ingin berdekatan dengan Roy sehinga ia berjalan tergesa-gesa untuk meninggalkan Roy di belakang.


Tiba-tiba dari kejauhan, muncul beberapa mobil dengan kecepatan tinggi hampir saja menabrak Laura kalau saja Roy tidak langsung bertindak cepat merengkuh tubuh gadis itu ke dalam pelukannya saat Roy kebetulan berdiri dibelakang Laura.


“Sialan itu mobil! Apa mereka baru bisa belajar menyetir!” umpat Roy dengan kesal, matanya menatap tajam plat mobil jeep hitam yang total jumlahnya ada 3 mobil. “Sepertinya, ada yang tidak beres,” gumam Roy masih sambil memeluk Laura yang gemetar ketakutan akibat insiden kecil tadi.


“Kau tidak apa-apa?” tanya Roy yang merasakan tubuh Laura masih bergetar.


“Aku tidak apa-apa, terima kasih.” Laura berusaha melepaskan pelukannya dari Roy. "Apanya yang tidak beres?" tanya Laura yang mendengar gerutuan Roy.


“Tidak apa-apa, jangan khawatir."


"Apa kau mengenal semua orang-orang yang ada di dalam mobil tadi?" tanya Laura.


Roy menatap tajam Laura yang juga menatapnya. "Tidak, Ayo.” Roy menggandeng tangan Laura masuk ke dalam untuk bertemu dengan Leo dan Shena serta memberitahukan sesuatu pada Leo. Roy tidak ingin memberitahu Laura, sebab ia tidak ingin Laura cemas.


****

__ADS_1


jangan lupa kike, vote dan komentarnya ya .... love you all


__ADS_2