
Peringatan!
Ini hanya murni cerita fiksi dari dunia halu yang aku ciptakan, dengan tujuan hanya menghibur saja dan tidak punya maksud apapun. Semoga yang baca terhibur.
****
Apa yang Shena takutkan akhirnya datang juga. Di depan Leo, Shena tidak bisa bicara bahkan berkutik sedikitpun. Laura pun juga tidak bisa membantu sahabatnya yang langsung berada dalam terkaman si raja singa Leopard.
“Sejak kapan Leo dan Roy jadi jelangkung gini? Datang tiba-tiba dan langsung bikin onar?” gumam Laura sambil menatap Roy dan Leo bergantian.
“Ha-halo Sayang. Kamu datang menyusulku?” mati-matian Shena berusaha tersenyum untuk menutupi rasa gugup dan takutnya. Sedangkan Leo, terus saja menatap tajam manik mata istrinya.
“Bagaimana bisa aku membiarkan istriku melancong ke negeri orang tanpaku sementara ia sedang mengandung anakku. Suami macam apa aku yang membiarkan istrinya pergi sendiri tanpa sepengetahuanku. Jadi, kuputuskan untuk datang kemari, secepat mungkin.” Leo tersenyum manis pada Shena, tapi kilatan tajam matanya menyiratkan makna yang lainnya. Tatapan mata Leo itu, seolah siap menerkam Shena hidup-hidup.
Shena hanya bisa menelan salivanya menatap wajah sangar suaminya. Ia ingin sekali berlari ke belakang punggung Laura dan bersembunyi di sana, tapi pelukan Leo semakin erat sehingga Shena tidak bisa bergerak ataupun melepaskan diri.
“Katakan padaku, siapa nama idolamu?” Leo memulai interogasinya.
Deg!
Nah loh, ini yang paling Shena takutkan. Leo pasti bakal bikin perhitungan dengan orang yang jadi idolanya.
“Aku sudah mencarinya kemana-mana tapi tak juga menemukan idolamu. Aku menanyakan kepada semua artis yang ada di sini tapi mereka sama sekali tidak tahu siapa idolamu.”
“Apa?” Shena agak bingung dengan ucapan suaminya. “Apa maksudmu menanyakan pada semua artis? Memangnya apa yang kamu tanyakan?”
“Aku bertanya pada mereka semua siapa artis yang menjadi idola istriku? Dan mereka hanya geleng-geleng kepala dan membuatku semakin kesal. Sekalian kuhancurkan saja tempat ini karena aku tidak mendapatkan jawaban yang aku inginkan.”
Shena hanya memejamkan mata agar tidak tertawa mendengar tingkah konyol Leo. Sedangkan Laura, langsung tertawa terpingkal-pingkal sehingga membuat Leo melirik tajam padanya.
__ADS_1
Seakan tahu, tatapan membunuh Leo sedang terarah padanya, Laura pun memaksakan diri berhenti tertawa tanpa sadar bahwa Roy juga menatapnya penuh amarah.
“Leo, Leo ... kau itu bodoh atau oon, sih? Mana mungkin semua artis yang ada di sini mengenal kami? Kami hanya fans mereka, dan tentu saja mereka tidak akan pernah mengenali kami. Kau jangan membuatku malu di sini!” komentar Laura.
Leo terlihat kesal mendengar olokan Laura, ia melepaskan pelukannya pada Shena dan berjalan mendekat ke arah Laura dengan kilatan mata penuh dendam. Laura sendiri jadi agak takut melihat Leo yang mulai mendekatinya selangkah demi selangkah. Gadis itu melirik Roy dengan harapan suaminya bisa melindunginya dari amarah Leo, tapi Roy tak bergeming dari posisinya dan hanya melihat Laura saja.
“Kau mau apa, ha?” bentak Laura. Refleks, Laura pun berjalan mundur menjauhi Leo.
“Kau yang menghasut Shena untuk datang kemari, kan?” tanya Leo masih dengan suara tenang, tapi menghanyutkan.
Shena langsung bertindak cepat melindungi sahabatnya, gadis itu berdiri di depan Laura dan menghalangi jalan Leo. “Aku sendiri yang mau ikut dengannya, Laura tahu aku sangat mengidolakan artis ini. Tiket kami pun juga tidak di dapat dengan mudah. Ini adalah tiket unlimited, dan hanya orang-orang tertentu saja yang bisa mendapatkannya. Tentu saja aku tidak akan melewatkan kesempatan ini meski kamu tidak menyukai apa yang aku lakukan sekarang. Aku bersedia menerima hukuman apapun darimu. tapi jangan sakiti temanku.” Shena menatap suaminya dengan penuh cinta.
Leo hanya mengernyitkan alis mendengar kata-kata istrinya. Momen ini mengingatkan Leo akan kenangan mereka saat ia memaksa Shena bertunangan dengannya dulu. Leo pun tersenyum menatap wajah Shena yang kini sudah sepenuhnya menjadi miliknya. Namun, Leo masih belum bisa terima kalau ada orag lain yang menjadi idola Shena selain dirinya.
“Kalu begitu, beritahu aku, siapa nama artis idolamu, jika tidak ... akan aku hancurkan gedung ini jadi remahan rengginang,” ancam Leo yang masih dalam keadaan tenang dan santai, tapi tatapannya tetap menakutkan layaknya singa Leopard yang sedang kelaparan.
Shena masih ragu antara mengatakannya atau tidak. Jika dia mengatakannya, maka idolanya sedang dalam bahaya, tapi jika tidak mengatakannya, maka semua orang yang ada disini juga dalam bahaya. Leo tidak akan pernah main-main dengan ucapannya.
Sepertinya memang sudah tidak ada jalan lain lagi selain mengatakan yang sebenarnya pada Leo. Mungkin juga, sudah saatnya suaminya itu tahu tentang sosok yang Shena idolakan selama ini.
“Namanya adalah... Xu ... Kun!” jawab Shena lirih dengan jantung yang berdetak amat sangat kencang.
Sesaat Leo hanya diam dan terpaku, kemudian ia memanggil sahabatnya, “Roy! Kita cari orang itu sekarang juga!” Leo tetap menatap tajam mata Shena yang masih menundukkan kepalanya.
“Oke!” Roy pun berjalan mendekati Leo dan berdiri di samping sahabatnya sambil menatap Laura lekat-lekat.
“Kalian berdua tunggu di sini. Jangan coba-coba kabur lagi! Jika kalian mencoba melarikan diri lagi, maka aku pastikan kamu tidak akan pernah bisa keluar kamar selama seminggu.” Leo mendekatkan wajahnya pada Shena seolah mau menciumnya. “Dan kau, Ra!” Leo beralih menatap Laura. “Mungkin Roy tidak akan pernah membiarkanmu keluar kamar selama sebulan! Coba saja kalau nggak percaya.”
Tentu saja Laura langsung emosi dan ingin mengumpati Leo, tapi niatnya terhenti karena Roy sedang memelototinya.
__ADS_1
“Apa yang terjadi di sini?” teriak seseorang yang berdiri di balik punggung Roy dan Leo. Ia baru saja datang bersama dengan rombongan lainnya.
Shena hanya bisa menutup mulutnya dengan tangan saking shocknya. Orang itu ... dia adalah orang yang selama ini diidolakan Shena. Siapa lagi kalau bukan ... “Cai Xukun,” gumam Shena yang langsung membuat Leo terkejut dan menoleh ke arah orang yang dimaksud Shena.
Betapa kagetnya Leo setelah melihat wajah idola Shena, sangat mirip dengan wajah tampannya. Ternyata, inikah alasan Shena bela-belain kabur darinya dan datang kemari hanya untuk bertemu dengan orang ini.
Untuk pertama kalinya dalam sejarah hidup Leo, mulutnya menganga lebar melihat wajah artis China idola Shena.
“Ba-bagaimana bisa dia ... mirip sekali denganku?” tanya Leo pada Shena yang juga masih belum percaya bisa bertemu langsung dengan idolanya tepat di depan suaminya.
Bukan hanya Leo dan Shena saja yang terkejut, semua orang yang ada di sini juga sama terkejutnya. Mereka pun bahkan sampai tidak bisa mengedipkan mata. Sebagian benda-benda yang dipegang semua orang langsung berjatuhan begitu saja. Itu karena, wajah Leo dan artis idola Shena, sama persis bagai pinang dibelah dua.
BERSAMBUNG
****
Ini hanya murni kegilaanku, jangan dibully ya ... yang nggak kuat baca, boleh di skip deh ... hehehe ... jangan pada ngakak! ... aku sendiri juga nggak kuat waktu nulisnya, ngakak terus dengan haluku yang sudah melebihi kapasitas. Tapi sekali lagi, ini HANYA ADA DI DUNIA NOVELKU SAJA mungkin nggak akan ada di novel yang lain, yang bener-bener gila seperti ini.
Biar halunya makin komplit, aku kasih visual Leo dan mas Kun kunku, yang notabenya adalah orang yang sama, tapi aku buat sebagai orang yang berbeda. No bully pokoknya.
DILARANG NGAKAK!
wkwkwkwk
Terimakasih untuk dukungan kalian semua, love you all ...
Jangan lupa untuk mampir di novel baruku ya ... dukung like, vote dan komentarnya.
__ADS_1