Playboy Jatuh Cinta (The King In Love)

Playboy Jatuh Cinta (The King In Love)
episode 157 Pacuan Kuda 2


__ADS_3

“Hai Leo, kau semakin tampan dan keren saja?” sapa Anne yang berdiri sejajar dengan Leo karena sebentar lagi mereka akan memulai balapan kudanya.


“Ehm.” Leo hanya mengangguk tanpa melepaskan pandangannya dari Shena. Ia tersentak saat Shena dan Fey memutuskan pergi dari balkon vila Refald. Leo menoleh ke arah Refald yang sedari tadi digodain oleh bule-bule ganjen teman Anne.


Apa mereka marah? Itulah arti tatapan Leo pada Refald.


Sedangkan Refald hanya mengangkat bahunya karena ia sendiri tidak tahu. Pasukan dedemitnya juga tidak mau memberitahu, pasti karena perintah langsung dari Fey agar tidak memberitahu Refald apa yang sedang istrinya dan Shena lakukan sekarang dan apa alasan keduanya meninggalkan balkon tanpa sebab.


Lama juga Refald dan Leo menanti para istrinya kembali muncul di balkon tapi nyatanya keduanya tak kunjung muncul juga. Kepanikan mulai menyerang keduanya. Leo hendak turun dari kudanya untuk mencari tahu apa yang terjadi dengan Shena, tapi Refald melarangnya dengan tatapan tajam.


Jika kau turun sekarang, kita kalah! Begitulah makna dari tatapan tajam Refald yang sukses membuat Leo mengurungkan niatnya. Namun, pikirannya kacau karena Shena tiba-tiba saja pergi dari balkon dan tidak mau hadir lagi. Padahal, dalam perlombaan ini, Leo ingin Shena menyemangatinya.


“Leo, kau dengar aku?” bentak Anne yang sejak tadi dikacangin Leo.


“Untuk apa aku mendengarmu! Anggap saja kita orang asing dan tidak saling kenal. Pergi kau, dan tinggalkan aku sendiri!” cetus Leo tanpa mau menoleh pada wanita yang bernama Anne itu.


“Kau sama saja, seperti dulu. Tetap cuek dan arogan. Baiklah, itulah yang aku suka darimu! Bagaimana kalau kita taruhan?” tantang Anne walaupun dia tahu apa jawaban Leo.


“Tidak! Terimakasih!” tentu saja Leo menolak. Sedetikpun Leo tidak ingin berada di dekat mantannya yang menyebalkan ini. Namun ia terpaksa tetap berada di sini karena Refald bakal marah padanya jika ia pergi dari area ini mengingat balapan akan segera di mulai.


“Begini saja, jika kau menang, maka aku tidak akan mengganggumu untuk selamanya, tapi, jika kau kalah ... kau harus berkencan denganku!” Anne berharap Leo mau mengikuti taruhannya.


Leo hanya tertawa sinis mendengar taruhan yang diajukan mantannya itu. Belum sempat Leo menjawab tantangan Anne, tiba-tiba saja ia dikagetkan dengan suara merdu yang sangat ia kenal, yaitu suara istrinya sendiri, Shena.

__ADS_1


“Itu tidak akan pernah terjadi!” teriak Shena dari balik punggung Leo.


Secara otomatis semua orang yang ada di situ menoleh ke arah Shena dan betapa terkejutnya Leo dan Refald saat tahu Shena sedang menunggang kuda dan berjajar dengan Fey.


“Shena? Kau?” ujar Leo terpana melihat istrinya sudah berada di belakangnya dengan gaya kerennya saat duduk di atas kuda.


Leo memutar kudanya berbalik arah dan mendekati istrinya, Leo berputar-putar mengelilingi Shena yang duduk rileks di atas kudanya.


“Sayang, kamu bisa berkuda? Kenapa kamu tidak bilang padaku? Siapa yang mengajarimu? Apa tidak masalah dengan bayi kita jika kamu berkuda?” tanya Leo sambil tersenyum bangga pada Shena sekaligus was-was juga mengingat Shena saat ini sedang hamil muda. Namun di sisi lain, entah kenapa Shena begitu terlihat mempesona di mata Leo meski saat ini istrinya itu sedang berwajah jutek padanya.


“Arga yang mengajariku setiap kali liburan sekolah tiba agar Aryani dan bibiku tidak terus-terusan menyiksaku. Hanya saja setelah kami sama-sama kuliah di luar kota yang berbeda, aku sudah tidak bisa lagi berkuda dengannya,” Shena terlihat santai karena sudah berhasil membuat Leo kembali termakan api cemburu buta. Sedangkan mata Shena masih tertuju pada Anne yang menatap tajam heran dan penasaran mengenai siapa sosok Shena yang saat ini didekati Leo.


Sejujurnya, Leo memang merasa panas mendengar kisah singkat istrinya dengan orang yang sudah dianggap saudara oleh Shena. Masa kecil Shena mungkin terasa sangat berat dan akan lebih berat lagi jika Arga dan keluarganya tidak membantu Shena sehingga istrinya jadi wanita tangguh dan kuat seperti ini. Bagaimanapun juga, Leo harus berterima kasih pada Arga dan keluarganya karena bersedia menjaga Shena untuknya.


“Tumben sekali? Kamu tidak cemburu?” tanya Shena yang mulai mau menatap suaminya. Leo masih saja memutari Shena dengan kudanya.


“Tentu saja aku cemburu, tapi mengingat jasanya padamu yang mau menjagamu untukku. Aku bisa memaafkannya.” Leo mengedipkan salah satu matanya untuk Shena dan sukses membuat Anne dan teman-temannya menggigit bibir mereka saking kesalnya. Pesona Leo begitu menggoda dan hanya ia berikan pada Shena saja.


“Siapa dua wanita itu?” bisik teman Anne pada Anne.


“Aku tidak tahu!” cetusnya. Ia hanya memerhatikan tingkah laku Leo yang sangat berbeda ketika mereka bersama dulu. Leo tidak pernah menatapnya seperti saat Leo menatap Shena sedalam itu.


Hati Anne benar-benar panas seolah terbakar kobaran api yang sangat dahsyat. Bahkan Anne tidak terima jika Leo bersikap lembut dengan senyuman maut yang ia berikan pada Shena. Pancaran kebahagiaan terukir jelas di wajah Leo dan baru kali ini Anne melihat Leo sebahagia itu menatap seorang wanita.

__ADS_1


Apa Leo benar-benar mencintai wanita asing itu? pikir Anne.


Sedangkan Leo sendiri, tak henti-hentinya memuji Shena. “Aku salut dan juga kagum padamu, Sayang. Karena ternyata kamu bisa berkuda juga. Tapi, kamu sedang hamil muda sekarang, bagaimana kalau ...,”


“Aku tidak apa-apa.” Shena memotong kata-kata suaminya. “Tenanglah, aku juga akan hati-hati. Diam dan lihat saja apa yang akan kami lakukan.” Tatapan mata Shena masih mengarah tajam pada Anne yang mukanya sudah kepanasan melihat betapa mesranya Leo pada Shena.


“Kami?” tanya Leo dan Refald bersamaan. Entah sejak kapan Refald sudah ada di sebelah Fey.


Shena dan Fey pun saling pandang sambil melempar senyum manis mereka masing-masing. Keduanya memacu kudanya meninggalkan suami-suami mereka di belakang dan berjalan ke arah para wanita ganjen yang mencoba menggoda suami-suami mereka.


“Kita perlu bicara, sebagai sesama wanita,” terang Fey dan Shena bersamaan membuat para wanita-wanita yang ada di depan mereka cuma diam tak berkutik sedikitpun.


BERSAMBUNG


****


mungkin kalau di dunia nyata, wanita hamil dilarang berkuda karena bisa saja keguguran atau mengalami pendarahan, pokoknya berkuda bagi wanita hamil itu berbahaya apalagi yang sedang hamil muda. Namun, dalam dunia haluku, terutama dalam novel gak jelas ini, tidak ada yang tidak mungkin.


sebab sekali lagi, jika ada Refald dan Fey. pasti genrenya mengarah ke fantasi yang nggak akan mungkin ada di dunia nyata. Fey punya kekuatan yang bisa melindungi dirinya dan Shena agar tidak membahayakan kehamilannya.


seperti apa kisah serunya? nantikan si epsiode berikutnya...


Semoga kalian semua suka dengan dunia halu yang aku ciptakan ini.

__ADS_1


jangan lupa terus dukung penulis dengan like, vote dan komentarnya ya ..love you all.


__ADS_2