
Leo dan Shena mulai merasakan indahnya orang yang sedang kasmaran, mereka berdua sama sekali tidak terpisahkan. Dengan telaten, Leo selalu menemani dan merawat Shena sehingga kondisi gadis itu cepat pulih kembali.
Perawat yang merawat Shena pun jadi merasa iri pada Shena dengan sikap romantis Leo yang begitu menyayangi Shena. Mereka berdua terlihat seperti pasangan pengantin baru yang di mabuk asmara. Pancaran kebahagiaan, terlihat sangat jelas di kedua wajah sejoli ini. Leo begitu perhatian pada Shena. Bahkan saat malam tiba, Shena selalu tidur dipelukan Leo. Tidak ada seorangpun yang boleh datang menjenguk Shena tanpa seizin Leo. Leo juga sudah berjanji pada Shena untuk menjaga dan melindugi Shena sampai kapanpun. Mulai sekarang, Leo akan selalu berada di sisi Shena dan tidak akan membiarkan siapapun melukainya.
Leo tidak ingin Shena mengalami kesulitan lagi. Selama 24 jam full Leo tak pernah berpaling dari Shena. Leo juga mengerjakan semua tugas kuliah dan tugas perusahaan yang dibebankan padanya sambil menunggui Shena yang juga belajar untuk persiapan ujian yang akan diadakan 2 minggu lagi.
Sesekali Laura datang membawakan makanan kesukaan Shena, Laura juga meminjamkan buku catatan kuliahnya supaya Shena tidak ketinggalan materi kuliah selama dia absen. Laura dan Roy masih saja perang dingin, tapi cowok itu tetap bersedia mengantar dan menjemput Laura jika mantan pacarnya yang masih dicintainya itu ingin menjenguk sahabatnya, Shena. Itupun juga atas permintaan langsung dari Leo sekaligus strategi untuk mendekatkan Roy dan Laura kembali.
Pukul 10.00 pagi, suster datang untuk mengganti perban Shena dan mengecek kondisi Shena yang sudah mulai membaik. “Apa kalian berdua memutuskan untuk menikah muda? Sepertinya kalian berdua ini masih pelajar? Sudah 3 hari aku melihat kalian selalu membaca buku-buku itu.” tanya suster itu sambil mulai membuka perban lama Shena untuk diganti dengan perban yang baru.
Sepertinya, di rumah sakit ini tidak ada yang tahu kalau Leo adalah putera dari salah satu konglomerat terkaya di wilayah ini. Rupanya, Leo hanya terkenal dengan wajah tampannya saja, tapi tidak ada yang tahu identitas aslinya.
“Benar, kami baru saja menikah,” jawab Leo sambil menatap Shena. Gadis itu langsung memelototi Leo karena sudah berbohong. Status mereka hanya tunangan, itupun entah secara resmi atau tidak. Sebab, pertunangan kemarin adalah pertunangan yang dipaksakan, bukan atas dasar suka sama suka.
__ADS_1
“Aku turut senang untuk kalian? Kalian berdua termasuk pasangan yang serasi, bahkan golongan darah kalian pun sama. Tapi Pak, bagaimana kamu akan mencukupi kebutuhan hidup istrimu jika kalian berdua sama-sama masih pelajar?” tanya suster itu dengan polosnya. Wanita paruh baya itu tidak tahu bahwa tanpa bekerjapun, Leo masih bisa menikmati indahnya dunia. Jangankan cuma menghidupi Shena, sampai tujuh turunan sekalipun harta keluarga Leo yang nantinya akan jatuh ke tangan Leo tidak akan pernah habis saking kaya rayanya.
“Dia sudah bekerja Sus, sambil kuliah juga,” jelas Shena agar suster itu tidak salah paham.
Suster itu manggut-manggut tanda mengerti. “Syukurlah kalau begitu, kamu beruntung Nona, suamimu pekerja keras juga rupanya. Di luar sana sedang heboh pemberitaan tentang kalian, karena wajah tampan suamimu dan perhatiannya padamu. Mereka semua jadi penasaran dengan wanita yang sudah berhasil merebut hati laki-laki tampan seperti suamimu, tapi mereka tidak bisa sembarangan masuk kemari tanpa izin dari suamimu. Padahal, mereka semua ingin bertemu denganmu. Sepertinya keluarga suamimu sangat berpengaruh di sini, para petinggi rumah sakit menyetujui apapun yang di minta suamimu termasuk merahasiakan identitas kalian berdua.” Suster itu bingung karena di data rumah sakit, Leo tidak mencantumkan nama belakang keluarganya, tapi ia memilih ruangan high class untuk Shena. Suster itu curiga kalau Leo pasti berasal dari keluarga kaya raya yang identitasnya memang sengaja disembunyikan oleh pihak rumah sakit ini.
Shena hanya meringis tanpa berkata apa-apa. Sedangkan Leo masih saja fokus dengan tugas-tugas dan pekerjaannya. Sesekali ia juga mengangkat telepon dari banyak orang.
Mudah-mudahan Leo tidak mendengar pembicaraan kami tadi. Huh, nggak di mana-mana kenapa cowok playboy itu sangat populer? Bahkan di rumah sakit pun ia juga terkenal.
“Para suster dan seluruh penghuni rumah sakit ini, Nona. Bahkan ada banyak pasien rumah sakit ini yang juga penasaran denganmu. Mereka semua ingin tahu seperti apa wanita yang sudah membuat cowok setampan dan sekeren suamimu itu bisa sebegitu bucinnya sama kamu. Bahkan mereka sangat iri ketika melihatmu selalu di gendong ke mana-mana sampai saat pergi ke kamar mandi sekalipun.” Suster itu menjelaskan pada Shena secara gamblang berita heboh yang tersebar di luar ruangannya.
“Apa? Bagaimana mereka bisa tahu? Ruangan ini sangat tertutup?” Shena merasa sangat malu karena apa yang dilakukan Leo padanya juga diketahui oleh orang lain. Padahal, di sini tidak ada cctv.
__ADS_1
“Tanpa sengaja, ada yang pernah memergoki kalian dari balik jendela sana.” Suster itu menunjuk ke arah jendela yang tirainya terbuka. Ruangan Shena menghadap langsung ke sebuah gedung untuk ruangan VIP juga. Hanya saja, ruangan Shena ini adalah ruangan VVIP yang jauh lebih luas dan lebar serta dilengkapi dengan fasilitas lengkap ala hotel bintang lima.
“Apa mereka selalu mengintip dari sana?” tanya Shena mulai terkejut setelah tahu ternyata ada yang kepo juga dengan Shena.
“Tidak juga, hanya kebetulan, tidak banyak penghuni ruangan VIP, mungkin waktu itu mereka hanya kebetulan melihatmu. Oh iya, aku ada fotonya.” Suster itu mengeluarkan ponselnya dan membuka sebuah situs forum yang ada di rumah sakit ini. Suster itu memperlihatkan foto-foto pada Shena di mana dia sedang di gendong Leo menuju kamar mandi. Ada juga foto saat Shena memeluk Leo di ranjang tempat tidurnya. Bahkan foto Leo menyuapi Shena juga ada. Shena langsung menutup mulutnya kerena terkejut. Dia benar-benar tidak percaya bahwa foto-foto mesranya sudah tersebar di mana-mana. Dan yang lebih mengejutkan lagi adalah komentar-komentar pedas yang ada di bawahnya. Wajah Shena memang tidak terlihat jelas karena fotonya diambil dari jarak jauh. Tapi tetap saja wajah tampan Leo terpampang jelas di foto itu.
“Bagaimana foto itu ... bi-bisa tersebar di situ?” tanya Shena dengan ekpresi shock yang amat sangat. Shena juga sangat terkejut setelah membaca komentar-komentar yang ada di bawah foto-fotonya. Banyak yang menyimpulkan bahwa Shena tidak pantas mendapatkan Leo karena wajahnya yang dinilai jelek. Harusnya, Leo lebih pantas bersanding dengan para personil Blackpink daripada dengan Shena yang tidak memiliki kelebihan apa-apa. Yang lebih parah lagi adalah, Shena dituduh menjual tubuhnya pada Leo sehingga Leo mau saja jadi bucinnya Shena. Ada juga yang menyatakan bahwa Shena sudah mengguna-gunai Leo dengan berbagai ajian dan ilmu hitam lainnya.
Melihat komentar-komentar pedas yang jauh lebih pedas dari cabe rawit, Shena langsung shock akut seolah kehabisan napas saking terkejutnya.
Mereka jahat sekali, bagaimana bisa mereka berkomentar seperti itu padaku. Ajian apa yang mereka maksud? Memangnya tampangku ini tampang penyihir apa?
Wajah Shena terlihat kesal membaca komentar-komentar sadis dari para netizen yang julid padanya.
__ADS_1
****