Playboy Jatuh Cinta (The King In Love)

Playboy Jatuh Cinta (The King In Love)
episode 56 Balasan yang Setimpal


__ADS_3

Plak!


Ana menampar pipi kiri Shena dengan keras. “Dasar pelayan nggak tahu diri! Apa kamu tidak pernah diajari bagaimana cara melayani tamu di rumah ini, ha? Siapa yang sudah membawamu kemari?” teriakan Ana sangat keras sampai terdengar menggelegar di seluruh ruangan.


Sementara itu, Leo datang ke kamar Shena dan mendapati kekasihnya sudah tidak ada di kamarnya. Leo membangunkan bibi Nunuk yang tertidur pulas di bibir ranjang Shena dan menanyakan di mana keberadaan Shena saat ini.


Bibi Nunuk yang langsung panik juga tidak tahu harus menjawab apa. Sebab, ia tidak tahu kapan Shena keluar kamar.


Leo dikejutkan dengan suara keras yang berasal dari lantai dasar. Itu adalah suara Ana saat membentak dan memaki-maki Shena. Secepat kilat Leo berlari ke bawah dengan menggunakan lift di rumahnya, dan betapa terkejutnya dia setelah mendapati Ana, sedang memarahi Shena tepat di depan semua pelayan yang sudah mulai berbondong-bondong keluar karena terkejut mendengar suara berisik Ana mengomeli Shena.


“Siapa anda? Apa salah saya sampai anda menampar saya tanpa sebab?” tanya Shena berusaha tenang agar tidak terpancing emosi. Shena khawatir Leo akan marah pada wanita ini jika dia sampai tahu apa yang terjadi pada Shena sekarang. Padahal, tanpa diketahui Shena, Leo sudah berdiri di belakang Shena sambil menatap marah wanita yang berdiri di depan Shena.


“Kamu itu punya otak nggak sih? Kenapa lama sekali ngambil minuman gitu aja, begitu datang malah minuman nggak jelas gitu yang kamu suguhkan? Sebaiknya kamu keluar dari tempat ini! kamu nggak pantes berada di sini!” teriak Ana lagi.


Ada salah satu pelayan yang hendak menjelaskan siapa Shena sebenarnya tapi tangan Shena menahan pelayan itu supaya tidak ikut campur urusan ini. Pelayan itu pun mengerti dan mundur kembali ke tempat asalnya.


Bibi Jenny yang datang bersamaan dengan bibi Nunk hanya bisa diam berdiri tanpa berani ikut campur apalagi setelah melihat Leo berdiri kaku sambil menahan amarah yang sengaja ia tahan.


“Anda tidak berhak bicara begitu pada saya?” nada suara Shena mulai menghalus untuk mencairkan suasana agar tidak terlalu menegangkan. “Sebaiknya anda keluar saja dari sini sebelum Leo melihat anda. Dia bisa marah jika tahu apa yang anda lakukan pada saya,” pinta Shena dengan baik-baik.


“Huh, apa? Kamu bilang apa barusan? Leo marah? Padaku?” wanita itu tertawa ngakak. “Beraninya kau mengusirku! Kau tidak tahu siapa aku? Justru dia yang akan mengusirmu dari rumah ini jika tahu bagaimana pelayan sepertimu melayani calon istrinya!” bentak Ana pada Shena yang langsung terperangah tak percaya mendengar pengakuan Ana.


Shena sangat terkejut, sampai dia tidak bisa berkata-kata. Bagaimana bisa wanita asing angkuh yang sudah menggamparnya menjadi calon istri Leo sementara beberapa jam lalu Leo baru saja melamarnya.

__ADS_1


Lelucon apalagi ini? Apa wanita ini sudah giila?apadia salah satu korban mantannya Leo. Dasar playboy itu masih saja main-main. gerutu Shena dalam hati.


Para pelayan yang ada di sekeliling ruangan ini menahan tawa atas pengakuan konyol wanita yang bernama Anasti itu. Mereka semua berbisik-bisik karena semuanya tahu bahwa yang menjadi calon istri Leo bukanlah wanita sombong itu, melainkan Shena, gadis sederhana yang sudah dikira pelayan dan baru saja di gampar oleh Ana.


“Jangan-jangan, wanita itu lagi stres, sampai mengaku-ngaku jadi calon istri tuan muda Leo,” guman salah satu pelayan Leo pada temannya yang berdiri di belakang Shena.


“Aku sebel juga sama dia, itu orang sombong banget, sih? Tidak seperti nona Shena yang kalem dan baik hati, tidak suka merintah-merintah kayak cewek giila itu! Dia belum tahu siapa nona Shena!” balas teman pelayan itu.


“Kalau sampai Tuan muda tahu, habislah wanita angkuh itu! Dasar mak lampir!” pelayan itu memukul-mukul tangannya sendiri. Ia kesal juga melihat tingkah laku tamu yang belagu seperti itu.


“Dia sudah tahu, lihat disebelahku, Tuan muda sudah berdiri di belakang nona Shena tanpa ada yang menyadarinya.” Kedua pelayan yang sedang begunjing itu menatap ngeri wajah Leo yang sudah mirip dengan algojo.


Dari ekpresinya, Leo benar-benar sangat marah sampai matanya memerah. Aura membunuh, terpancar sangat kuat sehingga membuat para pelayannya mundur alon-alon (pelan-pelan) karena ketakutan berada di dekat Leo.


Ana langsung berlari menghampiri Leo untuk mengadukan apa yang sudah dilakukan Shena. Dia bermaksud memperkeruh keadaan supaya Shena diusir dari rumah ini secepat mungkin.


“Leo ....” Ana bermaksud memeluk tubuh Leo tapi ia terkejut dengan apa yang dilakukan Leo padanya.


Plaak!


Sebuah tamparan keras mendarat mulus dipipi kanan Ana sebelum dia sempat berbicara pada Leo.


Tentu saja Ana terkejut setengah mati, begitu juga dengan Shena dan yang lainnya. Aura membunuh terpancar jelas di mata Leo dan inilah yang ditakutkan Shena.

__ADS_1


“Leo ... kenapa kamu nampar aku?” isak Ana sambil memegangi pipinya yang terasa sakit akibat tamparan keras dari Leo.


“Beraninya kau datang kemari!” bentak Leo sembari mencoba menahan emosinya agar tidak lepas kendali. Ia tidak ingin membuat masalah, apalagi sebentar lagi Shena dan Leo akan menikah.


Leo membuang napas dan berkacak pinggang saking kesalnya dengan wanita yang sok sok-an mengaku sebagai calon istrinya. Dulu Leo memang sempat menyukai wanita cantik bertubuh seksi ini, tapi sekarang sudah tidak lagi. Dimatanya, wanita ini hanyalah sampah yang harus segera disingkirkan agar tidak mengganggu hubungannya dengan Shena.


“Kenapa kau sangat kasar? Apa salahku sampai kau menamparku?” Ana menangis sesenggukan berharap Leo merasa iba padanya. Sayangnya, hal itu tidak akan pernah terjadi karena perasaan Leo pada Ana sudah hilang tak berbekas.


“Aku tidak hanya akan menamparmu, tapi juga bisa menghabisimi sekarang jika aku mau! Tamparan tadi adalah balasan karena kau sudah berani menampar wajah cantik istriku!” geram Leo.


“A-apa? Wanita itu istrimu? Kau sudah menikah? Kapan?” Ana benar-benar sangat terkejut sekaligus malu karena sudah mengaku-ngaku sebagai calon istri Leo tapi ternyata Leo malah sudah menikah dengan orang lain.


Pantas saja semua pelayan yang ada di sini menertawakanku, ternyata ini alasannya. Wanita itu adalah istri Leo. batin Ana.


“Tapi ini tidak mungkin,” gumam Ana sambil menggeleng-gelengkan kepalanya. “Kau pasti bohong! Paman tidak mengatakan apapun soal pernikahanmu saat menemuiku beberapa hari yang lalu. Huh, kau hanya bersandiwara untuk melindungi wanita jaalang itu, kan?” teriak Ana.


Plak!


Sebuah tamparan mendarat lagi dipipi Ana sehingga siapapun yang melihat adegan ini terkejut bahkan sampai ada yang menutup mulutnya.


Wanita angkuh itu mendapat tamparan dua kali dari Leo dan rasa sakitnya pasti juga dua kali lipat dari tamparan yang Ana berikan pada Shena.


****

__ADS_1


__ADS_2