
Perlombaan pun dimulai. Keempat wanita tangguh memacu kuda mereka masing-masing. Begitu juga dengan Refald dan Leo yang mengikuti laju istri-istri mereka dari samping luar lintasan perlombaan.
Putaran pertama, di pimpin oleh Anne, tapi itu hanya bertahan sementara. Shena menyusul Anne hanya dalam hitungan detik, dan sekarang, Fey dan Shena memimpin perlombaan.
“Apa tidak apa-apa mereka melaju terlebih dulu?” tanya Helen yang kini sudah sejajar dengan Anne.
“Huh, biarkan saja, wanita-wanita lemah itu. Mereka berdua tidak akan bisa menghadapi palang lintasan yang ada di depan sana. Keduanya akan jatuh saat melintasi palang itu. Dari situlah kita beraksi mengalahkan mereka. Begitu mereka jatuh, otomatis mereka kalah.” Anne tertawa sinis karena terlalu percaya diri bahwa dirinyalah yang akan memenangkan pertandingan tanpa perlu bersusah payah.
“Shena,” panggil Fey saat keduanya sedang berpacu dengan kencang mendahului lawan mereka.
“Iya, kak!” jawab Shena sambil terus memacu kudanya.
“Hati-hati, mereka curang. Terus fokus ke depan, mereka sengaja memperlambat laju kudanya karena ada jebakan yang sudah mereka siapkan di depan. Ada banyak palang tidak wajar di sana.” Fey mencoba memberitahu rintangan apa yang akan mereka hadapi setelah ini.
“Ehm, terimakasih, Kak. Aku mengerti.” Shena menganggukkan kepalanya dan bersiap menghadapi rintangan apapun.
Dan benar saja, sebuah palang mirip portal tiba-tiba saja muncul tanpa peringatan sehingga membuat keduanya segera mengambil tindakan dan mengarahkan kuda mereka masing-masing untuk melompat setinggi-tingginya agar tidak menabrak palang mirip portal yang melintang tenang di depan mereka.
Lompatan tinggi yang dilakukan Shena dan Fey benar-benar keren, mereka mendarat mulus dengan sempurna dan kembali memacu kuda mereka masing-masing supaya cepat menuju garis finish.
Suara sorak sorai juga terdengar ramai di sekitar area perlombaan setelah melihat aksi memukau Shena dan Fey. Entah sejak kapan tiba-tiba saja di bangku penonton dipenuhi banyak orang.
Anne dan Hellen langsung bermuka masam saking kesalnya karena prediksi mereka meleset jauh. Lawannya kali ini, bukanlah lawan kaleng-kaleng. Fey dan Shena, bukan penunggang kuda pemula, tapi mereka berdua adalah penunggang kuda profesional yang amat langka.
Sejak SMA, Shena sudah belajar kuda bersama dengan Arga. Mereka bahkan berkuda di area yang jauh lebih ekstrim dari lokasi perlombaan ini. Tak jarang juga, Shena terjatuh dan sering sekali mengalami luka lebam disekujur tubuhnya karena diajak berkuda dengan Arga di daerah yang medannya lumayan sulit untuk dilalui.
Namun, berkat latihan itu, Shena selalu bisa melintasi semua rintangan yang aral melintang selama dalam pertandingan balap kuda yang dulu pernah diadakan di desanya. Meskipun pada akhirnya, Shena tidak pernah ingin memenangkan pertandingan untuk menghindari amukan Yani dan bibinya yang jahat. Dengan kata lain, selama ini Shena menyembunyikan bakat berkudanya dari siapapun untuk menghindari masalah. Hanya Arga dan keluarganya saja yang tahu seperti apa Shena sebenarnya.
Berbeda dengan sekarang, kali ini Shena tidak perlu khawatir untuk menyembunyikan bakat berkudanya lagi. Sebab, ia harus membantu suaminya untuk mengatasi semua masalahnya sekaligus menyingkirkan semua wanita yang berusaha menggoda Leo agar mereka semua tahu bahwa suaminya itu hanya miliknya seorang. Shena akan tunjukkan pada para pelakor itu, kalau Shena juga penunggang kuda profesional yang tak kalah hebatnya dengan Anne yang baru saja menyabet gelar juara lomba pacuan kuda wanita.
__ADS_1
“Mereka bisa melaluinya dengan mudah!” ujar Helen yang semakin membuat Anne marah.
“Kita kejar mereka!” teriak Anne dan memacu kudanya lebih kencang lagi dari sebelumnya. Tatapan kebencian mulai menyelimutinya.
Sementara itu, Leo sangat mencemaskan keadaan Shena yang sedang hamil muda mengingat kecepatan berkuda istrinya itu sungguh di luar rata-rata penunggang kuda pemula. Leo pun langsung terpukau melihat aksi lompatan Shena saat menghadapi palang mirip portal yang tiba-tiba saja muncul didepannya. Leo bahkan sempat menutup wajahnya karena takut sesuatu yang buruk menimpa Shena, tapi ia terkejut setelah mendengar suara bising sorak sorai dari bangku penonton yang melihat betapa kerennya Shena dan Fey saat melompati portal bersama-sama dan mendarat mulus serta aman tanpa mengalami kendala apapun.
Dari situlah Leo mulai mengerti kalau pujaan hatinya itu punya bakat istimewa berkuda. Namun, yang menjadi perhatian Leo bukan kecepatan atau bakat berkuda Shena, melainkan apa yang Shena dan Fey lakukan di atas kudanya. Kedua wanita itu tidak benar-benar duduk di atas kuda, tapi mereka berdua melayang di udara. Tentu saja hal itu mereka lakukan tanpa sepengatahuan lawan-lawan mereka.
“Apa aku tidak salah lihat, Refald? Shenaku dan kakak ipar ...,” Leo berhenti berkata dan menatap Refald untuk meminta penjelasan.
“Ehm, Fey dan Shena melayang di udara, sama sekali tidak ada guncangan di perut mereka. Otomatis mereka aman menjaga anak-anak kita.” Refald menjelaskan dengan santai apa yang terjadi pada Shena dan Fey.
“Ba-bagaimana, bisa? Itu ... mustahil. Kalau kak Fey, aku bisa mengerti karena dia memiliki kekuatanmu, tapi Shena? Dia hanya gadis biasa, bagaimana bisa dia melayang seperti kakak ipar?” Leo tetap saja penasaran tapi juga terus mengawasi pergerakan istrinya.
“Sepertinya, Fey memberikan selendang pelangi milik Panji Semirang Asmarantaka, atau yang dikenal dengan Putri Galuh Candra Kirana.”
“Hah? Siapa dia?”
“Apa? Kak Fey juga keturunan bangsawan kerajaan?” Leo sedikit terkejut tapi juga mulai memahami mengingat betapa elegannya kakak iparnya itu saat pertama kali mereka bertemu dulu.
“Ehm.” Refald mengangguk bangga. “Karena itulah dia terpilih sebagai pengantinku. Dia keturunan langsung putri dari kerajaan Daha. Aku juga baru tahu setelah kami terpaksa menikah di dunia lain sebelum kami benar-benar menikah secara resmi di dunia kami sendiri.”
“Oh iya? Berarti kau sudah menikah dengan kakak ipar sejak lama.”
“Kami menikah sejak SMA, tapi kami tidak boleh bersatu, kami baru benar-benar melakukan ritual penyatuan tubuh setelah resmi menikah di dunia nyata dan itupun terjadi beberapa bulan yang lalu sebelum kau menemukan Shena.”
“Ehm, aku mengerti, akulah yang menyiapkan pesta pernikahanmu. Lalu ... apa hubungannya Shena dengan selendang itu?” Leo sudah tidak sabar ingin tahu apa yang terjadi sebenarnya.
“Selendang pelangi yang dipakai istrimu diperutnya itu adalah milik leluhur Fey. Sepertinya istriku sengaja memberikan selendang itu pada Shena untuk melindungi anakmu dari guncangan ketika Shena berkuda. Jadi, kau tidak perlu khawatir, mereka semua baik-baik saja, dan juga, siapa bilang Shena adalah wanita biasa?
__ADS_1
Shena bukan wanita sembarangan. Selendang pelangi itu tidak bisa dipakai oleh sembarang orang. Jika ada wanita lain yang tidak terpilih memaki selendang itu, maka dengan sendirinya, selendang itu akan menghilang dan kembali kepada pemilik yang terpilih.” Refald melirik Leo yang masih bingung karena ia tidak bisa melihat selendang yang dimaksud Refald. “Kemarilah, aku akan memperlihatkan selendang pelangi yang melingkar indah di perut istrimu itu supaya kau tidak kelihatan seperti orang bodooh begitu.” Refald meminta Leo mendekatinya dan Leopun menuruti apa yang diminta Refald tanpa syarat.
Begitu Leo mendekat, Refald menutup mata Leo dengan satu tangan kanannya sambil memejamkan mata. Setelah itu, dia menyuruh Leo membuka kembali matanya. “Bukalah matamu dan lihatlah selendang istimewa yang dipakai istrimu.”
Perlahan, Leo membuka matanya dan langsung takjub dengan apa yang ia lihat saat ini. Benar apa yang dikatakan Refald, ada sebuah selendang pelangi indah melingkar rapat di perut Shena dan membuat tubuh gadis itu seakan melayang di udara tanpa merasakan guncangan apapun saat Shena berkuda.
“Selendang itu masih melekat erat di perut istrimu.” Refald kembali menjelaskan. “Itu artinya, Shena bukanlah gadis biasa, pasti ada hal istimewa yang ada dalam diri Shena. Apalagi, dia sedang mengandung anakmu. Mereka berdua beruntung karena selendang pelangi milik leluhur Fey, mau melindingi istri dan anakmu dari bahaya apapun yang mengancam. Kalian berdua memang berjodoh, sama seperti aku dan juga Fey.” Refald menatap Leo yang bengong karena terlalu shock melihat keajaiban sempurna yang ada di depan matanya.
“Wuaahhh, daebak! Ini luar biasa. Kakak ipar bisa melakukan itu? Dan Shenaku? Dia benar-benar ... ah, aku ingin sekali berlari memeluknya saat ini.” Leo tersenyum senang dan kembali memacu kudanya mengejar Shena untuk memberikan semangat pada istrinya. Sekaligus menikmati betapa kerennya Shena saat menunggang kuda dengan selendang yang berkobar di perutnya. Istrinya itu, terlihat bak putri raja yang sesungguhnya. Benar-benar menakjubkan.
BERSAMBUNG
****
Yang penasaran dengan lanjutan episode PUTRA RAJA, nih ada bocoran sedikit tentang pernikahan ghaib Refald dan Fey. Sekali lagi, ini adalah dunia haluku. Dunia yang aku ciptakan dan mungkin jauh dari dunia nyata yang tidak akan pernah terjadi. Kedua novel ini sengaja aku sangkut pautkan karena saling berhubungan satu sama lain meski genrenya berbeda. Semoga saja kalian mau menerima novel-novel gak jelas ini.
Jangan bosan menunggu up selanjutnya ya ... dukung like, vote dan komentarnya. Love you all.
Refald
Fey
Leo
__ADS_1
Shena