Playboy Jatuh Cinta (The King In Love)

Playboy Jatuh Cinta (The King In Love)
episode 41 Rencana Pernikahan


__ADS_3

“Foto-foto itu baru di upload tadi pagi, aku juga baru tahu tadi.” Suster itu memasukkan lagi ponselnya ke dalam saku lalu melanjutkan pekerjaannya mengganti perban Shena tanpa peduli bagaimana perasaan Shena saat ini. “Lukamu sudah hampir sembuh, sebentar lagi kamu pasti diperbolehkan pulang. Nah sudah selesai, aku rasa aku tidak akan mengganti perbanmu lagi, biar suamimu saja yang melakukannya nanti. Aku hanya akan mengecek kondisimu saja.” Suster itu merapikan kembali peralatannya setelah selesai mengganti perban shena.


“Apa? Tapi ... Sus ....” Shena menjadi gugup membayangkan Leo harus meraba-raba tubuhnya untuk membantu mengganti perbannya. “Kenapa bukan Suster saja? Bagaimana kalau Leo melakukan kesalahan?” Shena berusaha mencari alasan agar Leo tidak menggantikan posisi suster untuk mengganti perban lukanya.


“Jangan khawatir, lukamu sudah kering, dan juga sudah menutup sempurna, tidak akan terjadi masalah apapun, hanya tinggal pemulihan saja. Suamimu sangat perhatian padamu, aku jadi sangat iri jika berlama-lama berada di sini. Aku permisi dulu, istirahatlah!” suster itu tersenyum penuh makna dan pergi meninggalkan ruangan Shena.


Begitu pintu ruangan Shena tertutup, Leo yang dari tadi menatap Shena tanpa henti mulai berjalan mendekatinya.


“Ada apa? Mukamu pucat sekali? Kamu tidak suka bila aku yang mengganti perban lukamu? Kamu lebih suka orang lain yang meraba tubuhmu dari pada aku?” tanya Leo yang mulai mendekatkan wajahnya pada Shena.


“Ap-apa?” tanya Shena dengan gugup karena Leo tiba-tiba bertanya seperti itu.


“Kamu takut aku berbuat kesalahan atau kamu takut aku ... “Leo menggantungkan kalimatnya sehingga membuat Shena semakin gugup. “Membuatmu terangsang?” Leo tersenyum nakal pada Shena.


“Kamu apa-apaan sih?” Shena mendorong tubuh Leo. Wajah Shena langsung berubah merah padam. Tapi ia kembali murung karena memikirkan foto-foto mesranya dengan Leo yang tersebar di seluruh rumah sakit melalui situs forumnya. Apalagi komentar-komentarnya sangat menyakitkan mata.


“Kenapa, Shena? Apa ada sesuatu?” tanya Leo yang langsung tahu perubahan wajah Shena.


Shena bingung antara mengatakannya atau tidak pada Leo, sebab Leo terkenal dengan kesadisannya sebagai gengster yang menakutkan. Shena takut Leo akan berbuat hal-hal yang akan menyulitkan rumah sakit ini. Namun, masalah ini juga tidak bisa didiamkan begitu saja. Jika foto-foto itu tersebar lebih luas lagi, maka akan menimbulkan banyak masalah dan Shena yakin, itu bukanlah hal yang baik untuk Shena mengingat siapa Leo dan keluarganya.


“Sebenarnya ... ada yang memotret kita secara diam-diam dan menyebarkannya di situs forum rumah sakit ini,” ucap Shena lirih.

__ADS_1


“Foto?” tanya Leo dengan tenang. Ia tidak terlalu terkejut.


Shena mengangguk pelan, was-was karena Leo tidak menunjukkan ekspresi apapun dan tidak mengatakan apapun. Dia membuka laptopnya dan mulai mencari-cari situs itu.


Leo mengamati beberapa gambar dan menemukan foto-foto yang dimaksud Shena. “Aku terlihat sangat keren di sini. Bukankah ini sangat romantis?” tanya Leo sambil tersenyum melihat foto-foto romantis mereka. “Ini bukan masalah apa-apa, Sayang. Kita sudah menikah di sini. Wajar jika kita melakukan hal-hal layaknya pasangan suami istri pada umumnya.” Leo malah terlihat bangga melihat foto-fotonya bersama dengan Shena terpampang di sebuah situs forum rumah sakit yang notabennya adalah milik paman Leo sendiri.


“Bukan masalah fotonya, tapi lihat komentarnya? Tidak ada yang tahu kalau kita sudah menikah, dan kita memang belum menikah. Bagaimana jika keluargamu tahu tentang masalah ini? Apa kamu tidak takut bahwa orang lain akan berpikir yang tidak-tidak tentang kita?”


“Ehm ... kamu benar.” Leo mengambil ponselnya dan menelepon seseorang yang sudah Shena kenal. “Halo, Xiao nai ... ehm, dia baik.” Leo menatap Shena sambil tersenyum. “Tidak sekarang, ada hal yang sangat penting ... bisakah kamu menghapus sebuah situs rumah sakit di sini? Aku akan mengirimkan situs forumnya padamu ... oke ... aku tahu, nanti ku hubungi lagi, salam untuk Wei wei.” Leo menutup teleponnya dan mengotak atik laptopnya.


Leo menelepon Xiao nai dan meminta bantuannya untuk menghapus situs forum rumah sakit ini? Cecunguk itu licik juga ternyata. Semua orang yang ada di rumah sakit ini pasti heboh jika tahu situs forumnya hilang tiba-tiba.


“Bukankah kamu bisa menghapusnya sendiri? Kenapa menyuruh Xiao nai yang melakukannya?” tanya Shena bingung.


“Jika aku yang menghapusnya, maka semua orang akan tahu bahwa istrikulah yang menggodaku supaya menghapus situsnya dan mereka pasti akan membuat situs-situs lain yang isinya jauh lebih parah dari ini. Sedangkan Xiao nai, dia adalah hacker luar angkasa yang tidak akan pernah diketahui keberadaannya. Orang akan beranggapan bahwa situsnya dihack oleh orang yang tidak mereka kenal. Dengan begitu, kita berdua aman, tidak akan ada yang curiga pada kita.” Leo mengecup bibir Shena yang terkagum-kagum dengan pemikiran Leo untuk memanfaatkan keahlian sepupunya. “Sekarang jawab pertanyaanku,” tanya Leo setelah menyudahi ciumannya dan menatap gadis yang dicintainya.


“Apa? Yang mana?” tanya Shena bingung.


“Apa kamu keberatan jika mulai besok aku yang mengganti perbanmu?” Leo menatap Shena tepat di manik mata Shena sambil tersenyum nakal.


“Iya,” jawab Shena terus terang. “Aku takut kamu akan memanfaatkan situasi, aku tidak mau kamu mengganti perbanku.”

__ADS_1


“Oh iya? Bukannya kamulah yang takut terangsang jika aku menyentuhmu? Seperti ini?” Leo mulai memegang leher Shena, dan mendaratkan sebuah gigitan kecil di bawah dagu Shena. Gadis itu bergidik, karena geli.


“Hentikan Leo!” Shena mendorong pelan tubuh Leo. Dia tidak ingin Leo lepas kendali. “Kamu pikir aku wanita apaan, ha? Apaaaa ... jangan-jangan, kamu ... sudah pernah melakukannya? Dengan para mantan-mantanmu itu? Secara mereka semua bucin banget sama kamu, tidak mungkin kamu tidak mengambil kesempatan dari mereka. Dan juga ... sepertinya kamu sudah sangat ahli melakukan ini!” Shena mulai curiga kalau Leo memang sudah melakukan hubungan layaknya suami istri dengan wanita lain.


“Aku bukan seberengsek itu, Sayang. Satu-satunya wanita yang membuatku bergairah hanyalah kamu, aku tidak pernah semesra ini dengan mereka, karena aku sama sekali tidak tertarik dengan mereka semua. Berapa kali aku harus bilang padamu, cuma kamulah satu-satunya wanita yang membuatku tertarik untuk memilikimu seutuhnya. Saat ini, aku masih bisa menahan diriku walaupun aku sangat menginginkannya, karena kamu sedang terluka dan dalam proses penyembuhan. Jadi jangan khawatir, aku tidak akan memakanmu. Tidak sebelum kita resmi menikah! Dan aku sudah putuskan, kita akan menikah setelah kamu selesai ujian skripsi.”


“Apa? Menikah? Apa kamu pikir pernikahan itu permainan?” Shena terkejut mendengar pernyataan Leo. Cowok itu sama sekali tidak berubah, selalu saja mengambil keputusan seenaknya sendiri.


“Aku serius, Sayang. Dan aku tidak main-main. Itu sebagai bukti bahwa hanya kamu wanita yang aku inginkan. Meskipun banyak wanita yang mengelilingiku, aku hanya mengajak mereka makan dan mengantar mereka pulang, itu pun tidak lebih dari 30 menit saja!” Leo menatap serius wajah Shena. Gadis itu langsung lemas dan memutuskan berbaring lalu menutup mukanya dengan selimut. “Kamu tidak apa-apa? Apa ada yang sakit?” tanya Leo yang jadi cemas dengan sikap Shena ini.


“Bisa kamu pergi dari sini?” tanya Shena dari balik selimut.


“Kenapa? Kamu menginginkan sesuatu?” Leo semakin khawatir.


“Aku semakin stres bila kamu terus ada di sini.” Jawaban Shena membuat Leo menyunggingkan senyumnya.


“Baiklah, aku anggap kamu setuju dengan rencana pernikahan kita. Aku akan pergi untuk membicarakan ini dengan Ayahku.” Leo tertawa lebar saat Shena semakin menenggelamkan tubuhnya di balik selimut.


Shena berpura-pura cemberut karena Leo terus saja menggodanya. Shena tidak mau menganggap serius kata-kata Leo saat ini.


***

__ADS_1


__ADS_2