Playboy Jatuh Cinta (The King In Love)

Playboy Jatuh Cinta (The King In Love)
episode 196 Tahap Pertama


__ADS_3

Tak terasa hari sudah berganti dengan malam, Leo menatap pemandangan kota Shanghai bersama dengan Shena dari balik kaca jendela kamarnya. Keduanya saling berpelukan mesra layaknya pasangan yang baru saja menikah.


“Apa kamu tahu ada dimana Roy dan Laura sekarang, Leo? Sejak tadi aku tidak melihat mereka. Apa mereka sudah kembali ke Indonesia?” Shena memulai pembicaraan.


“Mereka sedang berbulan madu, dan kita juga sedang babymoon. Aku rasa, mereka masih di sini. Sebaiknya kita tidak mengganggu mereka.” Leo mengecup lembut pipi Shena.


“Terimakasih, Sayang,” ucap Shena tiba-tiba.


Leo membalikkan tubuh istrinya dan menatap wajah cantik Shena. “Untuk apa?” tanya Leo, tangannya masih melingkar rapi di pinggang istrinya.


“Untuk segalanya. Kamu bersedia membantu menyelesaikan masalah artis idolaku walau aku tahu kamu tidak menyukainya. Tapi demi aku, kamu mau bertindak sejauh ini.” Shena memandangi wajah Leo yang tersenyum manis padanya. Sama sekali tidak ada kemarahan lagi seperti sebelumnya.


“Bukankah sudah ku bilang, kamu harus membayar mahal untuk apa yang akan aku lakukan?” Leo mengusap lembut pipi istrinya.


“Tapi aku tidak punya uang atau apapun yang bisa kuberikan padamu. Sekarang saja, aku numpang hidup darimu, bagaimana bisa aku membayar pria semahal dirimu sementara aku tidak punya apa-apa?”


“Aku tidak minta uang darimu, Sayang. Kamu cukup membayarku dengan hidupmu. Berjanjilah padaku, selama kamu masih bernapas, hanya akulah satu-satunya orang yang kamu cintai dan tidak akan pernah berpaling ke lain hati walau ada 1000 orang Leo lain sekalipun.”


Shena mendekatkan wajahnya tepat di depan wajah suaminya. “Aku berjanji, aku hanya mencintai suamiku, sekaligus ayah dari Leo juniorku. Walaupun ada 1000 Leo lain di hadapanku, aku hanya mencintai Leopard Bay Pyordova, si gengster nggak ada akhlak.”Shena melingkarkan kedua tangannya di leher Leo.


Leo tersenyum dan mengecup lembut bibir istrinya, “Kamu berani mengatai suamimu sendiri ‘nggak ada akhlak’, ha? Apa kamu mau Leo junior kita yang belum keluar ini punya adik lagi?” ancam Leo.


“Ya nggak mungkinlah, selama Leo juniorku masih ada di dalam, kamu nggak akan bisa buatin adik untuknya.” Shena tertawa pelan mendengar kata-kata konyol suaminya.”


“Bagaimana kalau kita coba?”

__ADS_1


“Mau dicoba berapa kalipun juga tetap tidak akan bisa, Sayang. Kamu jangan mulai ngelantur, deh.”


“Pokoknya aku mau coba!” Leo menggendong tubuh Shena dan meletakannya di atas tempat tidur mereka.


Keduanya saling memandang satu sama lain dan mencurahkan perasaan cinta mereka masing-masing di malam yang indah nan syahdu ala Leo dan Shena. Apalagi kalau bukan melakukan ritual bulan tertusuk ilalang sekaligus kunjungan rutin untuk Leo junior.


****


Keesokan paginya, pasangan romantis itu keluar dari penginapan dan langsung menuju kediaman kekasih artis idola Shena untuk melakukan rencana tahap pertama, yaitu menyelamatkan Xiao Ling.


Leo memarkir ferrarinya dari kejauhan sambil merakit senjata api milikinya yang baru ia dapatkan dari Jerman semalam.


“Kau siap, Sayang. Tunggu aku di sini dan awasi pergerakan mereka. Kunci mobil dari dalam, dan jangan pernah keluar sampai aku kembali. Kun sudah standby di posisinya, dan bawa ini untuk berjaga-jaga.” Leo menyerahkan pistol Deser Eagle Mark XIX warna silver pada Shena. “Gunakan itu jika dalam keadaan terdesak saja, kamu hanya tinggal menarik pelatuknya. Pistol itu mampu melumpuhkan seseorang hanya dalam sekali tembak. Aku sudah mengganti pelurunya agar sama dengan peluru yang aku gunakan dalam senjata api AS50 ini.” Leo mencoba mengecek kembali senjata api yang ia rakit sendiri.


“Hati-hati, Sayang.” Shena mengecup lembut pipi suaminya sebelum ia beraksi membuat onar di rumah kekasih artis idolanya.


"Gawat, malam ini aku harus cari cara supaya Leo tidak memakanku," gumam Shena sambil mengamati pergerakan suaminya.


Leo masuk ke dalam gedung tinggi tanpa ada seorangpun yang curiga, anak buahnya juga sudah mengatur segalanya sehingga Leo tidak menemukan kendala apapun selama sedang beraksi. Suami Shena itu berjalan cepat manaiki lift dan menuju atap gedung. Begitu sampai di atap, ia mencari posisi yang tepat untuk melancarkan aksinya.


“Kalian semua bersiaplah, aku akan segera mulai. Ingat! Kerjakan dengan rapi, jangan sampai meninggalkan jejak!” ujar Leo melalui headsednya.


Sepertinya Leo memerintahkan seluruh anak buahnya yang entah sejak kapan sudak standby diposisinya. Persiapan yang Leo lakukan kali ini benar-benar sempurna.


Satu persatu, Leo mulai menembaki para pengawal gadungan yang ada di rumah Xiao Lung. Tembakan Leo langsung tepat mengenai sasaran sehingga siapapun yang menjadi target Leo jadi jatuh terkapar tanpa suara. Sebab, peluru yang Leo tembakkan pada semua targetnya adalah peluru obat bius.

__ADS_1


Begitu tertembak, maka orang itu akan jatuh dan anak buah Leo yang sudah Standby di tempat masing-masing, langsung menyisihkan tubuh tak berdaya itu ke tempat lain dan menggantikan mereka menjadi pengawal palsu agar tidak menimbulkan kecurigaan.


Semua target Leo disikat habis olehnya begitu juga dengan pengawal Leo yang langsung menggantikan posisi mereka lengkap dengan senjata api jenis Barret M82A1 yang tak kalah canggih dengan senjata api Leo. Hanya saja, yang membedakan dua senjata itu adalah jenis peluru yang digunakan. Leo mengganti pelurunya dengan peluru obat bius sedangkan para pengawalnya menggunakan peluru asli dengan ukuran 50 Bmg (12,7 x 99 mm NATO).


“Beres! Sekarang lanjut tahap kedua.” Leo menghubungi Xukun untuk bersiap-siap. “Aku sudah selesai disini, selanjutnya bersiaplah, aku akan datang kesana.” Leo pun mengemasi senjatanya dan berjalan cepat menuju lift menuruni gedung.


Leo kembali ke dalam mobilnya yang sudah ada Shena di dalamnya. Ia meletakkan senjatanya di balik jok belakang, kemudian Leo mulai berganti pakaian seragam yang sama dengan para pengawal palsu pasukan Leo. Begitu juga dengan Shena.


“Kau sudah siap, Sayang.” tanya Leo dengan kilatan mata elangnya yang menakutkan.


“Aku siap.” Shenapun ikut tersenyum melihat betapa kerennya Leo saat ini. Shena sudah tidak sabar ingin beraksi bersama dengan suaminya. Pasti menyenangkan sekali.


BERSAMBUNG


****


Aku lagi badmood nih ... semangatin dong ... cuma kalian yang ini jadi penyemangatku ...


Jangan bosan menunggu kisah seru Shena dan Leo selanjutnya ya ... mampir juga di karya terbaruku.




Leo

__ADS_1



Shena


__ADS_2