
“Apa yang kamu lakukan, Sayang? Kenapa kamu memisahkan Shena dari Leo padahal jelas-jelas kamu tahu bahwa Leo sangat mencintai gadis itu. Bagaimana jika Leo tidak terima setelah tahu apa yang kamu lakukan ini, kamu tahu sendiri, kan? Seperti apa watak putra semata wayang kita itu?” tanya wanita cantik yang anggun nan elegan ini saat berada di balkon bersama dengan Ayah Leo. Wanita itu adalah ibu kandung Leo, nyonya Biyanca Pyordova.
“Putramu sedang dalam perjalanan kemari, bersiap-siaplah,” tukas ayah Leo mengalihkan pembicaraan.
“Aku tidak tahu apa yang ada di pikiranmu, tapi ... aku akan lebih memilih membela putraku jika dia mengajakmu berkelahi,” ujar ibu Leo dengan sewot.
“Oh, jadi begitu? Tapi sayangnya, aku tidak akan kalah dari putraku meski aku lebih tua darinya.” Byon tersenyum licik pada istrinya.
Biyanca ingin mendebat suaminya tapi teriakan Leo yang tiba-tiba saja datang dan membanting pintu dengan kasar mengurungkan niatnya. Ibu Leo langsung berlari pergi menyambut kedatangan putranya yang sedang kalap.
“AYAH!” teriak Leo dari bawah. Cowok itu berlari menaiki tangga dan mencari-cari keberadaan ayahnya.
“Leo!” panggil Biyanca saat Leo berlari ke arahnya.
“Ibu, di mana Ayah?” tanya Leo begitu melihat ibunya datang menghampirinya.
__ADS_1
Biyanca yang sudah lama tidak bertemu dengan putranya langsung memeluk Leo dengan erat. “Kau hanya menanyakan ayahmu? Kau tidak merindukan ibumu?” tanya Biyanca yang sedikit cemburu walaupun ia tahu alasan utama putranya mencari-cari suaminya lebih dulu.
“Aku sedang tidak ingin bercanda Ibu, katakan padaku, di mana, Ayah?” Leo melepas paksa pelukan ibunya.
“Di sana!” Biyanca menunujuk balkon lokasi di mana ayah Leo berada.
Tanpa pikir panjang, Leo langsung berlari menuju lokasi ayahnya berada.
“Dimana Shena Ayah, aku ingin menemuinya!” ucap Leo begitu melihat sosok ayahnya sedang berdiri di balkon.
“Aku tahu Ayahlah yang membawanya kemari. Tidak ada seorangpun yang bisa menembus rumah kita selain orang-orang kepercayaan Ayah. Katakan padaku sekarang juga! Di mana Shena?” Leo sudah tidak sabar lagi menunggu jawaban ayahnya mengenai keberadaan Shena.
Byon berbalik menatap wajah putranya yang sudah seperti kerasukan setan dengan tenang. “Dia tidak ada di sini.” Byon berkata jujur. Shena memang sudah pergi meninggalkan istana ini, kemungkinan besar Shena bahkan sudah sampai ditempat tujuannya.
“Apa yang sudah Ayah lakukan padanya? Pergi kemana dia? Kenapa Ayah menculiknya?” tanya Byon dengan penuh amarah. Tangannya mengepal saking marahnya. Tapi ia masih menahan diri karena Leo masih menghormati ayah kandungnya. Leo juga sadar, tidak mungkin ia bisa melawan ayahnya karena Byon bukanlah orang yang mudah untuk dikalahkan.
__ADS_1
“Dia pergi, ke tempat di mana seharusnya ia tinggal.” Ayah Leo masih terlihat tenang sambil menyulut rokoknya. “Kemungkinan besar, kalian tidak akan bisa bertemu lagi.” Byon menghisap rokoknya dan mengeluarkan asapnya dengan ciri khas seorang mantan bos mafia.
“Apa? Kenapa ayah bicara seperti itu? kenapa Ayah melarang kami bertemu? Aku dan Shena akan segera menikah, apapun yang terjadi aku tetap akan menikah dengannya sesuai dengan tanggal yang sudah kami siapkan. Tidak akan aku biarkan siapapun menghalangiku sekalipun orang itu adalah Ayahku sendiri!” Leo beranjak pergi meninggalkan ayahnya tapi langkahnya terhenti saat ayahnya mengatakan sesuatu yang membuat Leo terpaku.
“Jika kau melangkahkan kakimu keluar dari sini, maka Shenamu akan mati,” ucap Byon dengan tenang setenang permukaan air sambil menikmati isapan rokoknya.
Deg ...
Leo langsung berbalik badan menghadap ayahnya dengan mata merah menyala.
***
maaf ya cuma dikit tapi diusahakan rutin supaya gak bikin penasaran ....
jangan lupa like, vote, rate bintang 5 dan komentarnya ya .. terimakasih semuanya dan jangan bosan menunggu.
__ADS_1
salam manis dari penulis ♥️♥️♥️♥️♥️