Playboy Jatuh Cinta (The King In Love)

Playboy Jatuh Cinta (The King In Love)
episode 74 Pernyataan Rega


__ADS_3

“Mas Rega! Apa yang Mas lakukan?” teriak Aryani pada Rega. Ia tidak terima calon suaminya menarik tangan wanita lain, apalagi wanita itu adalah Shena. “Lepasin tangannya!” teriak Yani yang mulai kalap di bakar api cemburu melihat calon suaminya memegang tangan sepupunya.


“Kamu mau ke mana Shena?” tanya Rega pada Shena tanpa mau menjawab pertanyaan Aryani. Bahkan Rega terkesan cuek pada calon istrinya sendiri.


“Bukan urusanmu!” Shena menepis kasar tangan Rega dan pergi begitu saja meninggalkan drama keluarga yang sangat membosankan bagi Shena. Shena melangkah keluar tanpa menggubris panggilan Rega padanya.


“Shena! Tunggu! Ini sudah malam. Kamu mau pergi ke mana?” teriak Rega yang hendak menyusul Shena tapi langkahnya dihalangi oleh Aryani.


“Mas!” bentak Yani. “Biarin aja dia! Kenapa Mas ngurusin dia? Yang jadi calon istrinya Mas bukan Shena, tapi aku!” Yani hampir saja menangis karena merasa dirinya dikhianati oleh Rega yang notabennya memang masih belum bisa melupakan Shena.


“Shena pasti sudah jadi istriku kalau bukan karena kamu!” Rega balas membentak. “Kamu sudah melanggar perjanjian kita, kamu bilang kamu bakal minta maaf sama dia, tapi apa buktinya? Shena sudah datang dan kamu cuma diam saja. Bahkan berkas-berkas pentingnya sudah kalian buang entah ke mana? Kalian berdua memang tidak pernah berubah! Tidak punya perasaan!” Rega pergi meninggalkan rumah calon istrinya dengan kesal.


Aryani hendak menyusul kepergian calon suaminya itu, tapi langkahnya di tahan oleh ibunya si Nyi lampir Eghatia. “Sudah, sudah, biarkan saja mereka, percuma kamu bicara dengan Rega sekarang, karena dia sedang emosi,” terang Tia kepada putri satu-satunya yang sedang menangis dipelukannya.


“Tapi, bagaimana kalau mas Rega sama Shena, Ma. Yani gak Ikhlas, Ma ...,” rengek Yani.


“Mereka tidak akan pernah bisa bersama, Sayang. Shena sendiri yang bilang. Lagipula, jika mereka memang benar bersama, mama tidak akan pernah membiarkan hidup mereka tenang,” bujuk Nyi lampir Tia pada putrinya. Raut wajahnya masih dipenuhi dengan aura dendam kesumat.


***

__ADS_1


Shena tidak ingin melihat kejadian yang sama seperti beberapa tahun lalu. Saat itu, Rega memintanya untuk menikah dengannya, padahal Rega tahu kalau sepupunya Yani sangat mencintainya. Shena yang baru saja lulus SMA, tentu saja menolaknya mentah-mentah dengan alasan ingin melanjutkan pendidikannya ke jenjang yang lebih tinggi dan tidak ingin terikat dengan sebuah hubungan.


Selain enggan bermusuhan dengan Yani, Shena juga tidak mencintai Rega sama sekali. Shena hanya ingin fokus pada masa depannya tanpa harus terganggu dengan hal-hal yang menurutnya belum saatnya ia lakukan. Karena itulah Shena selalu menolak cinta Rega meski berkali-kali cowok itu memintanya menjadi kekasihnya.


Shena tidak menyangka bahwa kedatangannya kemari malah mengulang kembali sejarah membosankan itu. Ia tidak ingin lagi terlibat drama cinta segitiga antara Rega sepupunya dan Shena sendiri.


Saat ini yang ada di pikiran Shena hanyalah Leo, Leo, dan Leo. Selain Leo, Shena sama sekali tidak tertarik dengan yang lainnya. Meski Shena tak lagi bersama dengan Leo, gadis itu masih memiliki cinta yang sempat ia rasakan pada cowok playboy itu. Shena memang harus menjalani hari-hari yang berat tanpa Leo, tapi bukan berarti Shena akan melupakannya begitu saja. Justru rasa cintanya terhadap Leo malah semakin besar seiring dengan besarnya rindu yang dirasakan Shena pada Leo. Meskipun harapannya kecil, Shena tetap ingin bisa bertemu dengan Leo lagi suatu hari nanti, dan Shena akan menunggu sampai saat itu tiba.


Shena terus saja berjalan sampai ia kembali berada di rumah besar tak berpenghuni yang dulu adalah rumahnya sendiri. Ingin rasanya Shena masuk ke dalam rumah yang gelap itu, tapi ia tidak punya kuncinya.


“Shena!” teriak Rega yang ternyata berhasil menyusul Shena. “Kamu mau ke mana?” tanya Rega setelah turun dari sepedanya.


“Ini sudah malam, ikutlah denganku ke rumah. Besok kamu baru boleh pergi, kamu bilang kamu sedang melakukan penelitian. Bagaimana kalau kamu bergabung di KUD, siapa tahu kamu bisa melakukan penelitian juga di sana kepada petani-petani yang ada di desa ini agar bisa membantu penelitianmu.” Tawaran yang bagus untuk Shena, sehingga kata-kata Rega sukses membuat Shena berhenti berjalan dan menoleh padanya.


“Terima kasih tawarannya, Kak. Tapi ... aku tidak bisa ikut ke rumahmu, permisi.” Shena pamit undur diri dan meneruskan langkahnya, tapi Rega tetap tidak menyerah dan mengikuti Shena dari belakang sambil menuntun sepedanya.


“Kenapa?” Rega penasaran kenapa Shena karena tidak mau tinggal sementara dirumahnya.


“Kak Rega akan menikah dengan sepupuku, apa kata orang jika mereka semua tahu aku tinggal denganmu? Aku tidak ingin merusak hubungan kalian yang sebentar lagi akan naik ke pelaminan, dan aku juga tidak ingin orang-orang di kampung ini salah paham dengan kedatanganku kemari. Besok aku akan datang ke KUD untuk melihat-lihat dulu apakah cocok dengan penelitianku atau tidak.” Shena berlalu pergi meninggalkan Rega tetapi cowok itu masih saja mengejarnya.

__ADS_1


“Ini sudah malam, tidak baik bagimu keluar malam-malam di tempat sepi seperti ini. Sebaiknya kamu aku antar pulang lagi ke rumah bibimu jika tidak mau tinggal bersamaku di rumah ayahku. Pasti ayahku juga tidak akan keberatan.” Rega masih saja berusaha membujuk Shena.


“Justru ayahmu akan sangat malu jika menerima anak yatim piatu sepertiku di rumah calon saudara ipar dari sepupuku sendiri. Sudahlah Kak, aku bisa menjaga diriku sendiri. Jadi, jangan khawatirkan aku akan menginap di mana. Aku punya banyak kenalan yang baik di kampung ini.” Shena berbalik badan dan pergi meninggalkan Rega lagi.


“Apa kamu masih belum bisa melupakannya? Sampai kamu masih saja tidak mau menerimaku? Dia sudah lama meninggalkanmu tanpa kabar? Kenapa kamu masih saja mengingatnya? Aku masih mencintaimu Shena. Aku bisa membatalkan pernikahanku dengan Yani asal kamu setuju menggantikannya menikah denganku!”


Deg ...


Shena langsung terkejut mendengar pernyataan Rega yang baru saja dikatakannya pada Shena.


Apa orang ini sudah gila? Tunggu! Apa dia tahu sesuatu tentang Leo? Batin Shena.


***


Jangan lupa like, vote, dan komentarnya ya ...


nantikan keseruan kisah Shena dan Leo selanjutnya. Penulis juga gemes sendiri waktu bikin ceritanya hehe ...


ada yang bisa nebak kelanjutannya? 🤭🤭

__ADS_1


__ADS_2