Playboy Jatuh Cinta (The King In Love)

Playboy Jatuh Cinta (The King In Love)
episode 21 Cinta dan Amarah


__ADS_3

Shena ke luar dari kamar Leo di temani ART Leo yang ia panggil Bibi. Dalam waktu sekejap, kedua wanita beda usia itu terlihat sangat akrab. ART itu menuntun Shena ke halaman depan rumah Leo yang luas dan dipenuhi dengan berbagai macam jenis tanaman langka nan indah. Tidak jauh dari jalan utama taman, terdapat kolam air mancur yang menjulang tinggi meluncurkan airnya sehingga menambah etis taman depan rumah ini. Disekelilingnya, tumbuh bunga-bungan cantik bermekaran dari berbagai jenis tumbuhan yang berwarna warni. Jika dikalkulasikan, hampir semua spesies tumbuhan tumbuh di taman yang tidak diketahui seberapa luas areanya.


“Sugoiiii!” (keren) gumam Shena saat berjalan menikmati indahnya taman rumah Leo.


Aku baru tahu kalau Leo memang benar-benar anak sultan, rumahnya aja luas melebihi lapangan bola. Siapa Leo sebenarnya? Padahal di kampus dia hanya terkenal playboy dan gengster, tapi ternyata ia tajir melintir juga. Keluarganya luar biasa kaya raya. Pantas saja banyak wanita yang mengejar-ngejarnya. Tapi ... kenapa dia memilihku? Jika begini, mana pantas aku bersanding dengan orang seperti Leo? Aku tidak yakin hubungan yang dipaksakan Leo ini bakal berhasil.


“Halo, Sayang .... “ teriak Leo dari arah depan, ia memakai pakaian golf dan sedang bermain golf.


Gila, lapangan ini juga bisa di gunakan untuk bermain golf? Seberapa luas lapangan ini?


Shena berdiri terpaku melihat semua kemewahan hidup Leo, rumah besar berlantai entah berapa dengan desain modern klasik, dekat dengan taman hiburan yang pasti sudah jelas itu adalah milik keluarga Leo, taman yang ditumbuhi berbagai macam jenis bunga dari seluruh berbagai belahan dunia, ada lapangan golf, dan mungkin masih banyak lagi tempat-tempat menakjubkan lainnya yang ada di sini.


“Jelas sekali ini bukan duniaku, dunia yang penuh gemerlap harta dan kemewahan ini sangat berbeda jauh dengan di kampung. Lapangan gofl milik Leo ini bisa di huni lima desa sekaligus jika ada di kampungku.” Gumam Shena yang justru terlihat tidak bahagia. Ia malah terlihat semakin cemas dengan kehadirannya di tengah-tengah keluarga Leo. Perbedaan strata mereka begitu kontras dan jelas, bagai bumi dengan langit.


Leo menghampiri Shena yang berdiri saja menatap sekeliling.


“Ayo, aku tunjukkan sesuatu yang menarik,” Leo menarik tangan Shena sebelum gadis itu sempat bicara.


Shena terkejut ada banyak sekali orang di lapangan ini. Anehnya, mereka tidak bermain golf seperti Leo. Mereka hanya berdiri melingkari sesuatu yang belum terlihat oleh Shena.


Saat Shena dan Leo memasuki kerumunan orang-orang yang tidak di kenal Shena, barulah gadis itu mengerti sekaligus terkejut setelah tahu alasan mereka semua melingkar di sini.

__ADS_1


Shena menutup mulutnya yang menganga karena melihat ada banyak orang yang diikatkan di sebuah batang besar tinggi dengan tali yang melilit seluruh tubuh mereka. Semuanya terikat tanpa bisa bergerak. Di bawahnya terdapat banyak sekali tumpukan kayu bakar. Seolah-olah mereka semua yang terikat sengaja hendak dijadikan daging panggang.


Mereka semua tidak asing lagi bagi Shena. Gadis itu memerhatikan wajah mereka satu persatu dengan baik.


Tidak salah lagi, orang-orang itu adalah wanita-wanita yang kemarin membullyku di toilet.


Mereka semua terlihat sangat ketakutan dan berantakan. Mereka semua juga menatap Shena yang baru saja datang dengan tatapan yang tidak bisa diterjemahkan.


“Apa yang sedang kamu lakukan?” bentak Shena langsung pada Leo dihadapan banyak orang.


“Tuan muda Leo.” Terdengar suara rintih dari seorang bapak-bapak yang menyela amarah Shena tanpa permisi. Bapak-bapak yang memakai setelan jaz hitam itu melipatkan kedua tangannya di depan Leo. “Tolong lepaskan putriku, maafkan dia Tuan muda, ini semua salahku yang tidak pernah mengajarinya dengan baik,” pinta bapak-bapak itu disusul dengan bapak-bapak yang lainnya. Sepertinya, mereka semua adalah para pengusaha rekan bisnis ayah Leo yang juga datang di pesta semalam.


“Kenapa kalian baru minta maaf sekarang? Semalam kalian kemana saja, ha? Dan kamu paman!” Leo menunjuk muka bapak-bapak itu dengan kasar. “Kamu berusaha menipu Ayahku dan membawa kabur uang saham yang sudah berhasil di dapat oleh Ayahku! Jangan pernah kamu anggap kami ini bodoh dengan permainan kotormu itu! Kamu dan keluargamu itu sampah yang harus dimusnahkan. Tapi urusanku bukan dengan kalian! Kalian akan dapat ganjaran yang setimpal dari perusahaan! Dan juga dari ayahku! Tunggu saja!” Leo menyuruh pengawalnya untuk menjauhkan bapak-bapak itu dari hadapan Leo.


“Sudah terlambat! Ayahku sudah tahu semuanya. Tidak ada kata ampun untuk koruptor seperti kalian semua. Sekali berbuat kesalahan, kalian pasti akan melakukannya lagi dan lagi, cepat atau lambat. Usir mereka dari hadapanku!” teriak Leo menggelegar.


Shena semakin terkejut dengan kejadian ini. Dia memang tidak mengerti apa yang sebenarnya terjadi, tapi Shena kini tahu bahwa keluarga Leo tidak hanya terkenal dengan kekayaannya, tetapi juga keganasannya. Keluarga Leo bahkan lebih pantas disebut sebagai keluarga mafia karena tindakan mereka yang terbilang sadis dalam menangani hal-hal yang bisa merugikan mereka.


Pantas saja tidak ada seorangpun yang berani melawan Leo dan keluarganya, caranya sadis gini?


Shena hanya bisa menggigit bibir menyaksikan bapak-bapak itu diusir paksa dengan kasar oleh pengawal-pengawal Leo. Sedangkan para wanita-wanita yang diikat itu berteriak histeris minta tolong.

__ADS_1


Shena berjalan mendekati Leo dan berdiri di depannya. “Leo, bisakah kamu melepaskan mereka? Apa gunanya melakukan ini? ini kelewatan! Apa kamu tidak merasa bahwa apa yang kamu lakukan ini, kejam?” ujar Shena.


“Mereka semua harus mendapatkan balasan atas apa yang telah mereka lakukan padamu, Shena. Masih mending aku mengikat mereka di sini, daripada aku membuang mereka d hutan dan membiarkan mereka di makan binatang buas,” tegas Leo.


Shena kaget, hanya karena alasan itukah Leo sampai tega mengikat wanita-wanita itu di sini?


“Aku tidak apa-apa. Melihat sikap keren nona Wei wei terhadap mereka saja aku sudah sangat puas. Kamu tidak perlu melakukan ini semua. Lepaskan mereka! Dan cepat antar aku pulang, aku ingin pergi belajar daripada harus buang-buang waktu di sini untuk hal yang tidak penting.” Shena berusaha membujuk Leo.


“Tidak! Mereka bahkan tidak mau minta maaf padamu!” Leo masih kukuh dengan niatnya memberi pelajaran pada wanita-wanita yang mengganggu Shena.


“Itu karena mereka semua mencintaimu!” Shena berusaha memberi penjelasan lagi.


“Tapi aku tidak mencintai mereka! Tidak seharusnya mereka mengganggu wanita yang aku cintai hanya karena aku tidak memilih mereka! Itu namanya egois!”


“Cinta itu memang egois! Bukankah itu juga yang kamu lakukan padaku?” kata-kata Shena seperti pukulan telak yang tepat mengenai Leo.


“Cukup Shena! Jangan berdebat denganku! Diam dan nikmati saja!” bentak Leo yang sudah kesal juga pada Shena karen terus saja membela orang yang mengganggunya.


Shena sudah tidak tahu lagi bagaimana cara menyelamatkan para wanita-wanita itu dari siksaan Leo. Secepat kilat Shena mencari akal dan memang langsug menemukannya.


Gadis itu berlari menyusul Leo dan menghadang langkahnya, lalu dengan cepat Shena mencium Leo di depan banyak orang, membuka paksa mulutnya dan memasukkan lidahnya masuk ke dalam mulut Leo. Gadis itu *******-***** mulut Leo dengan kuat. Leopun terkejut dengan aksi Shena yang dadakan ini, tapi ia terpancing juga dan membalas ciuman Shena. Cowok itu tidak menyangka Shena bisa melakukan hal yang sana sekali tidak pernah dia duga.

__ADS_1


Untuk kesekian kalinya, mereka berdua berciuman mesra di hadapan banyak pasang mata, di tengah lapangan terbuka, dan disaksikan oleh seluruh alam jagat raya.


***


__ADS_2