Playboy Jatuh Cinta (The King In Love)

Playboy Jatuh Cinta (The King In Love)
episode 51 Heboh


__ADS_3

Keesokan paginya, Leo membuat gempar seisi kampus. Bagaimana tidak? Cowok itu turun dari mobil land cruisernya sambil menggendong Shena ke kelas di mana Shena akan mengikuti ujian. Semua netra tertuju pada aksi Leo yang begitu sok sweet membopong Shena menuju ruang ujiannya.


Sebenarnya Shena sangat keberatan dengan aksi Leo yang banyak mengundang banyak perhatian para mahasiswa dan mahasiswi di kampus, tapi Leo tidak peduli dengan pendapat semua orang padanya. Leo hanya tidak ingin Shena kembali sakit jika kelelahan, itulah alasan kenapa Leo mau melakukan aksi konyolnya ini.


“Liat deh si Leo, benar-benar bucin pada Shena.” Salah satu mahasiswa teman sekampus Shena mulai berkomentar.


“Tapi so sweet, tahu ... aku juga pengen di gendong seperti itu,” jawab seorang cewek yang tidak lain adalah pacarnya sendiri. Cewek itu mulai merajuk minta di gendong juga.


“Ih, apaan si? Ikut-ikutan aje? Badanmu itu berat tahu, diet sana! Baru aku mau gendong!” cowok itu langsung mendapat bogem mentah dari kekasihnya yang memang lumayan memliki kelebihan berat badan. “Adaow, sakit, Yaaaang ...” teriak cowok itu.


“Awas lu, ngatain cewek sendiri, berat! Kita putus saja!” teriak cewek itu sambil meninggalkan pacarnya.


“Loh, loh, Yang ... kan cuma bercanda!” cowok itu langsung berlari mengejar ceweknya yang ngambek dan minta putus dadakan itu.


“Sekarang siapa juga yang bucin,” salah satu teman mereka yang tidak sengaja mendengar kejadian lucu disebelahnya ikut berkomentar. “Yah beginilah nasib seorang jomblo, cuma bisa gigit jari aja ngeliat kemesraan ketua gengster dan cinderellanya, sungguh ngenezz!” gerutu cowok itu sambil geleng-geleng kepala.


“Makanya, cari pacar dong ....” sahut teman-temannya yang lain.


“Kayak elu udah punya aja,” balas cowok jomblo itu.


“Emang gua dah punya?” temannya itu berlagak sombong.


“Mana?” tantang cowok jomblo itu.


Belum sempat menjawab, cowok sombong itu langsung mendapat telepon yang mengejutkan seluruh teman-temannya. “Halo, Sayang ... iya ... bis ujian aku jemput di kampus kamu ... iya .. entahlah tiba-tiba aku pengen aja gendong kamu! Oke ... bye ... muach!” cowok itu mencium ponselnya sendiri sehingga membuat semua teman-temannya menjadi jijay dan meninggalkan dia sendiri. “Woy pada ke mana? Kok gue ditinggal sendiri?” tanya cowok itu pada teman-temannya yang sudah jauh meninggalkannya di belakang.


“Ujian!” teriak yang lainnya.


“Gua mau cari pacar, juga!” sahut yang lainnya lagi.


Seisi kampus jadi heboh dan banyak sekali pasangan yang iri dengan sikap Leo terhadap Shena. Apalagi Leo terlihat begitu gagah dan keren saat menggendong Shena. Semua wanita yang melihat mereka berdua hanya bisa menjerit dalam hati dan menggigit jari, tak sedikit dari mereka yang langsung jadi baper, sehingga jiwa jomblo mereka meronta-ronta.

__ADS_1


“Aku akan menjemputmu nanti setelah ujian selesai, jaga dirimu baik-baik oke, jangan sampai aku melompati gedung kalau sampai mendengarmu kenapa-napa,” bisik Leo setelah mendudukkan Shena di kursinya. Dia sama sekali tidak peduli dengan banyaknya pasang mata yang bergunjing dan memerhatikannya.


“Kamu terlalu, berlebihan Leo, lihat ... gara-gara ulahmu semua orang memerhatikan kita,” protes Shena.


“Biarkan saja, aku tidak peduli dengan mereka, aku pergi dulu, bye.” Leo mengecup kening Shena dengan mesra dan langsung disambut teriakan histeris semua penghuni ruangan yang ada di kelas Shena.


“Anjirrrr, nggak kuat aku Maaaaak ... Boy!” teriak salah satu teman cowok Shena memanggil temannya yang duduk di depannya. “Absenin! Aku nggak mau ikut ujian! Aku mau cari pacar! Gila si Leo maen pamer mata gue aje.” Cowok itu melempar tasnya dan langsung pergi ke luar diikuti wajah terkejut seluruh teman-teman Shena termasuk Shena sendiri. Namun, belum juga 5 menit keluar, cowok itu balik lagi ke dalam kelasnya dengan ekspresi menyedihkan.


“Kenapa lu balik lagi? Itu muka kenapa manyun gitu?” tanya temannya yang bernama Boy sambil masih memegangi tas cowok itu.


“Gue ditolak mentah-mentah, karena doi saat ini sedang konsentrasi ujian!” jawab cowok itu dengan lemas. Ia terduduk lunglai di kursinya karena sedang patah hati akut, padahal tadi saat ke luar ruangan, semangatnya mengalahkan semangat 45.


“Ya jelas aja keles, lu nembak pas lagi gencar-gencarnya ujian, ya kagak diterimalah, coba deh lu tembak lagi pas selesai ujian, pasti lu di tolak juga, hehe ....” temannya ini malah meledek sahabatnya yang sedang patah hati karena habis ditolak.


“Kenapa?” tanya cowok yang duduk itu.


“Lu nembak Lydia, kan? Cewek paling kece di jurusan kita?”


“Iya, memangnya kenapa?”


Semua orang yang ada di dalam kelas langsung memuncratkan tawanya mendengar dan melihat aksi kedua teman sekelasnya yang konyol ini.


“Anjirrrr, kenapa lu nggak bilang dari tadi beg0!” cowok itu melemparkan kembali tasnya.


“Lah, lu nggak nanya!” mereka pun akhirnya saling lempar melempar tas mereka. Sedangkan yang lainnya memilih tidak memedulikan dua orang g1la yang sedang beradu mulut itu.


Leo hanya tertawa kecil melihat tingkah konyol teman Shena. Ia pun pergi ke luar dan menuju ruang ujiannya sendiri. Tempatnya lumayan jauh juga dari gedung ini.


“Aku iri sama Shena, Leo sepertinya jadi bucin banget sama dia, bahkan cara nembaknya aja pakai acara penyanderaan segala!” bisik salah satu teman cewek sekelas Shena pada yang lainnya.


“Iya , aku juga jadi salah satu korban penculikan waktu itu, aku kaget banget kalau benar-benar di culik, eh ternyata cuma demi membuat Shena mau jadi pacarnya Leo,” tukas yang lainnya.

__ADS_1


“Apa Shena juga bakal ditinggal kayak mantan-mantan Leo yang lainnya?”


“Ya jelas nggaklah, lihat aja. Leo nggak pernah sebegitu sweetnya sama mantan-mantannya. Dan baru pertama kali ini aku ngeliat Leo sebegitunya sama cewek.”


“Berarti Leo emang bener-bener cinta mati sama Shena, dong ....”


“Kayaknya sih gitu, Shena memang baik sih anaknya ... makanya banyak yang suka dia.”


“Woyyy! Ngegosip aja! Udah belajar belum?” gertak Chica yang mengagetkan kerumunan teman-temannya.


“Apaan sih, lo? Bikin jantungan orang aja!” bentak salah satu teman Chica. Setelah itu mereka semua membubarkan diri dan duduk di kursi mereka masing-masing.


Chica hanya terkekeh menyaksikan teman-temannya cemberut padanya.


Shena hanya tersenyum melihat keusilan salah satu temannya itu. “Ngapain sih, Cha. Aku sampai kaget tahu, kamu tiba-tiba saja berteriak gitu.” Shena tersenyum menatap Chica yang duduk di depannya.


“Habis mereka ngegosipnya kenceng banget Shen, kan aku risih dengernya! Tapi, kalian beneran sweet deh, aku jadi pengen punya pacar kayak kalian berdua,” gurau Chica.


Shena hanya tersenyum simpul. Tak pernah terbersit di pikiran Shena bahwa dia akan jatuh cinta pada playboy yang amat sangat dibencinya. Shena jadi teringat saat pertama kali mengenal Leo, cowok itu selalu berlalu lalang di depannya sambil menggandeng seorag cewek, dan setiap kali mereka bertemu, pasti pasangan Leo sudah berbeda-beda. Itulah kenapa Shena jadi ilfeel dengan Leo yang ternyata adalah seorang player. Begitu Shena tahu bahwa Leo adalah pacar Sasa dan sudah memutuskannya hanya dalam waktu sebulan, Shena jadi semakin membenci Leo dan menganggap makhluk seperti Leo tidak ada di dunia ini.


Tidak disangka, sikap dingin Shena yang ditunjukan pada Leo membuat cowok yang terkenal playboy di kampus merasa penasaran akan sikap acuh tak acuh Shena padanya. Cowok itu mencoba menyapa Shena tapi Shena tidak pernah mau melihatnya atau bahkan tidak pernah menganggap Leo ada. Setiap kali mereka akan berpapasan, Shena selalu saja menghindar. Sebisa mungkin Shena tidak mau melihat atau bertemu muka dengan Leo. Sampai akhirnya, mereka dipertemukan satu panggung di kontes pertunjukan. Sebuah kontes, yang merupakan awal mula akhir dari kebebasan Shena.


“Kenapa malah jadi kamu yang ngelamun, sih?” tanya Chica sambil membagikan kertas ujiannya, tanpa Shena sadari, ujiannya sudah di mulai.


Shena jadi gelagapan dan mulai mengerjakan soal-soal ujiannya yang sudah ia nantikan dari jauh-jauh hari.


Sayangnya, hari ini ada yang mengganjal pikiran Shena. Sepanjang dia di ruangan ini, ia tidak melihat Laura sama sekali.


Ada di mana Laura? Apa dia di ruangan lain? Kenapa aku tidak melihatnya sama sekali?


“Eh, Cha? Kamu lihat Laura gak?” bisik Shena dari balik punggung Chica yang sedang serius mengerjakan ujian.

__ADS_1


Cicha hanya menggeleng-gelengkan kepalanya karena sedang konsentrasi mengerjakan soal-soal ujian yang menurutnya sangat sulit sekali. “Nggak tahu, mungkin dia di ruangan lain,” jawab Chica.


****


__ADS_2