
Seminggu sudah berlalu, ujian pun juga sudah selesai dilaksanakan. Itu artinya seluruh mahasiswa mulai memasuki musim liburan semester selama kurang lebih satu bulan sebelum menempuh semester berikutnya. Bagi mahasiswa yang sudah mencapai semester 8, semuanya harus bersiap-siap untuk menempuh mata kuliah terakhir, yaitu skripsi. Begitu juga dengan Shena yang sudah memasuki semester akhir kuliahnya. Ia mengambil jurusan sains yang mewajibkannya untuk melakukan penelitian sebagai bahan skripsinya.
Shena sudah memutuskan penelitian apa yang nanti akan dilakukannya, karena itu dia akan fokus pada skripsinya begitu awal kuliah dimulai. Itupun juga jika Leo tidak mengganggu hari-harinya karena tepat awal memasuki semester 8, status keduanya sudah berubah menjadi pasutri (pasangan suami istri). Namun, untuk sementara, hubungan keduanya nanti masih akan dirahasiakan sesuai dengan kesepakatan yang diminta Shena sampai hari kelulusannya.
Selama seminggu ini, Shena lebih banyak meluangkan waktunya belajar untuk ujian akhir semesternya. Begitu juga dengan Leo sehingga waktu bertemu mereka pun juga jarang meski keduanya tinggal satu atap. Untungnya, fakultas mereka saling berdekatan sehingga masih bisa bertemu untuk beberapa waktu. Leo mengambil jurusan teknik industri yang sesuai dengan usaha keluarganya. Tentu saja perusahaan yang dikelola Leo nanti masih berada di bawah naungan perusahaan ayahnya yang tentu saja, bakal jadi milik Leo semuanya.
Akhir-akhir ini, Leo dan Shena jarang bertemu karena kesibukan masing-masing. Kadang tengah malam, Leo menyempatkan diri datang menemui Shena untuk memeriksa kondisi kekasihnya yang kian hari, kian membaik. Selain itu, diam-diam Leo juga sudah menyiapkan segala macam keperluan untuk acara pernikahannya yang jatuh di akhir bulan ini. Yakni, tiga minggu dari sekarang. Artinya, mereka berdua akan menikah sebelum semester berikutnya di mulai.
Hari ini, Leo menyiapkan makan malam romantis untuk Shena, sekaligus merayakan selesainya ujian yang sudah menyita waktu kebersamaan mereka. Para pelayan Leo sangat ahli mendekor ruangan yang berada di sebuah rumah kaca milik keluarga Leo. Hiasan lampu dan bunga-bunga indah nan elegan tertata rapi dan apik di setiap sudut ruangannya.
Bahkan bunga edelweis yang melambangkan keabadian cinta, juga akan ada di meja makan yang nantinya digunakan Leo untuk melancarkan aksinya. Hanya saja, bunga abadi itu masih dalam perjalanan kemari. Bunga tersebut, Leo pesankan langsung dari salah satu orang terdekat Leo yang hobi sekali naik gunung. Orang itu adalah Refald, sepupu Leo dari keluarga ibunya yang tinggal di Swiss.
Leo meminta tolong pada Refald supaya mau mengambilkan bunga edelweis saat ia hiking bersama dengan istrinya Fey di pegunungan Mont Blanc, sebuah pegunungan yang masuk wilayah tiga negara di Eropa barat, yaitu Perancis, Italia, dan Swiss. Bunga yang melambangkan cinta suci ini akan menjadi kunci acara yang diberikan Leo untuk Shena.
“Kenapa bukan kau saja yang hiking dan mengambil sendiri bunga edelweis yang kau inginkan itu? Kenapa kau menyuruhku?” protes Refald saat Leo meneleponnya untuk memetikkan bunga edelweis secara langsung dari gunung dan mengirimkannya pada Leo secepatnya. Pembicaraan mereka berlangsung kemarin saat Leo ada di kamarnya.
“Aku tidak suka hiking sepertimu. Lagipula, acara makan malamnya besok, tidak ada waktu lagi. Jika bukan karena bunga itu merupakan lambang cinta suci. Aku tidak akan meminta tolong padamu. Ayolah, kau itu kan salah satu anggota pecinta alam kelas dunia yang sangat profesional, hiking di pegunungan sama seperti area joging bagimu. Tidak ada salahnya jika kau membantuku sedikit untuk mendapatkan bunga itu?” bujuk Leo agar sepupunya itu mau menuruti permintaannya.
“Bunga itu akan layu begitu sampai di rumahmu.” Refald masih saja mencari alasan.
“Kau kan punya pasukan dedemit yang langka, dalam sedetik bunga itu bisa berpindah tempat kemari. Ayolah, jangan pelit begitu, kakak ipar pasti juga akan mendukungku.” Leo sengaja menyinggung kakak iparnya agar Refald menyetujui usulannya.
__ADS_1
“Jangan libatkan Fey dalam masalah ini, aku bisa menghabisimu jika sampai dia tahu aku memanfaatkan pasukanku hanya untuk menolongmu.” Refald balik mengancam Leo.
“Dia sudah tahu, dialah yang mengusulkan padaku supaya meminta bantuanmu untuk mengambilkan bunga edelweis yang langka itu. Jika kau tidak mau menolongku, kakak ipar Fey tidak akan memberimu jatah selama sebulan, Bagaimana? Kau mau pedang etalibunmu itu menganggur sebulan, ha?” Leo tertawa sinis karena sudah berhasil mengancam Refald.
“Dasar kau bocah tengik! Berani mengancamku? Kau mau mati muda, ha?” Refald mulai terdengar emosi di seberang sana.
“Istrimu yang mengusulkan semua ini padaku, masa kau tidak mau membantuku? Bagaimana kalau aku memberimu paket liburan gratis ke Maldives selama seminggu. Kalian bisa menikmati honeymoon kedua di sana?” Leo mencoba bernegosiasi dengan Refald.
“Setuju! Besok pagi edelweis itu sudah ada dirumahmu!” Refald langsung menyetujui usulan Leo begitu mendengar kata ‘honeymoon’ dan memutus sambungan teleponnya.
Itulah sekilas pembicaraan singkat Leo dan Refald yang ia lakukan kemarin ditelepon. Artinya, hari ini bunga edelweis pesanan Leo akan datang seperti yang sudah Refald janjikan. Leo juga penasaran dengan rumor tentang Refald yang memiliki kekuatan langka tak seperti manusia pada umumnya. Hanya saja, kekuatan itu memang tidak bisa disalah gunakan untuk hal lain kecuali untuk kepentingan yang mendesak. Jika bukan karena kakak iparnya, yaitu istrinya Refald yang mengusulkan semua ini, Leo tidak akan mungkin berani meminta pertolongan pada kakak sepupunya yang menyeramkan itu.
“Iyesss!” Leo mengepalkan tangannya sambil meloncat senang karena segala persiapannya untuk momen spesial Leo sudah mendekati sempurna. Leo sangat senang membayangkan bagaiman ekspresi Shena setelah tahu semua yang dilakukan Leo padanya. Meski hari pernikahannya tinggal menghitung hari dan tidak menghadirkan banyak orang, Leo tetap menginginkan hari bahagia keduanya tetap indah dan fantastis. Leo berniat akan menggelar resepsi di Swiss jika mereka sudah lulus kuliah nanti.
Sementara di tempat lain, Shena tidak mengerti kenapa bibi Nunuk membawanya ke salon yang dulu pernah ia kunjungi bersama Leo. Seperti halnya Leo dulu, bibi Nunuk meminta para pegawai salon untuk memake over Shena sekali lagi dan harus lebih cantik dari yang dulu.
“Jangan lama-lama meriasnya, karena tuan muda Leo tidak suka menunggu,” bisik bibi Nunuk pada salah satu pegawai salon keluarga Leo ketika akan masuk ke ruangan VIP untuk memulai mengamalkan keterampilan jari jemarinya pada Shena.
“Siap,” jawab pegawai itu.
“Bibi, ada apa ini? Kenapa aku di bawa kemari lagi?” tanya Shena dari balik pintu.
__ADS_1
“Saya hanya menjalankan perintah tuan muda Leo, Nona. Sebaiknya turuti saja kemauannya daripada nanti dia marah,” jawab bibi Nunuk sambil tersenyum membayangkan betapa spesialnya malam ini untuk dua orang yang sudah ia anggap sebagai keluarganya sendiri.
Dua jam sudah Shena berada di ruang VIP, gadis itu keluar ruangan dan membuat siapapun yang melihat Shena menjadi takjub dan terpesona dengan kecantikan paripurna Shena.
“Kenapa aku jadi teringat waktu itu? apa yang direncanakan Leo? Apa dia bermaksud membuatku menikah dengannya malam ini?” gumam Shena yang kebingungan kenapa dia harus memakai gaun seindah dan juga terlalu seksi ini. “Kenapa gaunku seksi sekali? Apa tidak ada gaun lagi?” tanya Shena pada pegawai salon yang meriasnya.
“Ini gaun spesial yang dipesankan tuan muda Leo untuk anda Nona. Saya tidak berani memakaikan yang lain selain gaun pilihannya,” terang pegawai itu.
Shena memerhatikan gaun tanpa lengan yang dipakainya. Menurutnya belahan dada gaun ini sangatlah rendah, Shena benar-benar tidak nyaman saat memakainya. Berkali-kali ia menutupi bagian dadanya dengan tangannya untuk menutupi gundukan kecil milik Shena.
Dasar! Ini pasti ulah si cecunguk Leo yang sengaja memilihkan gaun model begini? Apa sih maunya dia? Awas saja kalau sampai ketemu dan dia membuat acara yang aneh-aneh! batin Shena.
Shena merasa kesal sendiri. High heels yang dipakainya juga terlalu tinggi sehingga ia kesusahan berjalan.
“Apa tidak ada sepatu yang lain? Kenapa ini tinggi sekali? Jangan bilang ini dari Leo juga!” Shena memerhatikan seluruh pegawai salon satu persatu. Dari ekspresi mereka semua, sudah pasti bahwa tebakan Shena memang benar, semua yang melekat di tubuh Shena adalah hasil pilihan dari Leo sendiri.
Aku bisa gilaa, untuk apa Leo memilihkan gaun seaneh ini? jerit Shena dalam hati.
****
nantikan kisah Leo dan Shena selanjutnya ya .. mohon dukungan like, vote dan komentarnya. terimakasih,🙏
__ADS_1
yang penasaran dengan kisah Refald dan Fey, bisa baca karya lain dari penulis yang berjudul 'Putra Raja'. itu adalah karya pertama penulis yang masih amburadul tapi masih bisa dibaca 🤭🤭 ... genre ceritanya adalah romantis dan fantasi yang menceritakan perjalan kisah cinta remaja anak-anak SMA.
salam manis dari penulis♥️♥️♥️