
“Arga!” teriak Shena.
Gadis itu langsung mengenali laki-laki yang ternyata adalah anak dari gurunya sendiri, sekaligus teman dekat Shena yang sudah Shena anggap seperti saudaranya sendiri.
Shena berlari menyongsong Arga dan memeluk sahabatnya dengan senang. Canggih nih anak, baru juga kemarin diomongin sekarang tiba-tiba saja muncul. Batin Shena.
“Kamu gempal sekali, dasar gendut! Apa yang kamu makan, ha?” komentar pedas Arga langsung sukses membuat Shena memonyongkan mulutnya pada Arga. Padahal jelas-jelas berat badan Shena hanya 50 kg, itupun sudah berkurang karena Shena sedang patah hati dari Leo.
“Kamu itu yang terlalu kurus, makanya jadi cowok yang macho dikit, dong!” Shena balas meledek teman masa kecilnya. Keduanya saling tertawa bahagia setelah hampir 3 tahun lebih tidak berjumpa.
“Haaaah, aku kira siapa, bikin kami kaget saja kamu, Ga!” ujar Rita.
“Memangnya kenapa? Dari dulu Shena memang pacarku! Kalian aja yang nggak mau mengakui hubungan kami, iya nggak, Shen?” Arga merangkul pundak Shena yang diikuti anggukan setuju dari Shena atas jawaban dari Arga.
Semua tertawa mendengar pengakuan Arga yang terlalu PeDe mengaku-ngaku sebagai pacar Shena. “Sudahlah Ga, gak usah mengkhayal, kita semua di sini tahu kalau kamu sama Shena itu cuma temenan aja. Gak lebih! Kalian berdua juga nggak ada cocok-cocoknya, kayak Tom and Jerry gitu?” komentar yang lainnya.
“Siapa bilang? Kita cocok aja kalau kita mau, iya nggak, Shena?” Arga semakin mengeratkan rangkulannya pada Shena.
Shenapun mengiyakan saja apa yang dikatakan Arga padanya, karena saat ini Shena tidak dalam mood yang baik untuk berbicara.
Rega yang cemburu dengan keakraban Shena dan Arga langsung maju ke depan lalu memaksa melepaskan pelukan Arga dari Shena.
“Udah nempelnya, baru datang juga, sono sapa yang lain. Ada yang ingin aku bicarakan dengan Shena.” Rega menggandeng tangan Shena keluar dari kantor KUD tanpa menunggu komentar Arga.
“Lepasin tangan aku, Kak. Aku bisa jalan sendiri,” pinta Shena pada Rega dan langsung menuruti permintaannya.
Rega membawa Shena ke area perkebunan teh yang ada di belakang kantor KUD. Tanpa basa-basi, Rega menanyakan semua uneg-unegnya pada Shena. “Apa benar kamu sudah berpaling dari Bayu dan pacaran dengan Arga, sekarang? Karena itukah kamu menolakku berkali-kali? Sebab sudah ada Arga?” tanya Rega pada Shena.
Shena hanya diam sambil mengamati area sekeliling perkebunan teh yang luas dan indah. Dulu, semua perkebunan ini adalah mlik keluarganya, tapi sekarang sudah beralih kepemilikan entah atas nama siapa. Sebab, paman dan bibi Shena sudah menjualnya kepada orang yang tidak dikenal. Bahkan sampai sekarang, Shena tidak tahu siapa pemilik perkebunan ini sekarang.
“Kenapa kamu hanya diam saja?” tanya Rega lagi, cowok itu tidak mau menyerah untuk mendekati Shena dan berharap Shena mau menerimanya tanpa tahu bahwa Shena sudah mencintai orang lain.
“Maaf, Kak. Bisa tolong jangan ganggu aku lagi seperti ini? Aku ingin cepat-cepat menyelesaikan penelitianku agar aku bisa kembali ke kampus untuk mengikuti ujian skripsiku,” pinta Shena karena mulai jenuh dengan Rega yang terus saja mendesaknya agar mau menerimanya. Padahal, berkali-kali Shena tegaskan bahwa dia sama sekali tidak mencintai Rega dari dulu sampai sekarang, tapi cowok itu tetap saja tidak mau mengerti.
“Kamu belum menjawab pertanyaanku,” Nada suara Rega mulai meninggi membuat Shena jadi semakin kesal pada Rega.
“Aku tidak berhak menjawab pertanyan seseorang yang sebentar lagi akan berkeluarga. Apalagi orang itu adalah calon saudara iparku sendiri. Jangan memberiku banyak masalah, Kak. Fokus saja pada pernikahanmu. Bukankah sebentar lagi kalian akan menikah?” Shena menatap tajam Rega yang langsung diam seribu bahasa.
__ADS_1
“Shena ... aku sungguh ....”
“Kalau sudah tidak ada yang dibicarakan, aku pergi dulu untuk menyiapkan semua yang aku perlukan dalam penelitianku besok.” Shena memotong kalimat Rega karena ia tidak ingin berbicara lagi pada cowok yang sudah membuatnya kesal setengah mati. “Terimakasih sudah mengizinkanku melakukan reset data di sini.” Shena berbalik badan dan pergi meninggalkan Rega yang masih terpaku menatap kepergian Shena.
“Ada sesuatu yang kamu sembunyikan dariku, dan aku akan cari tahu apa itu,” gumam Rega yang ikut pergi dari perkebunan teh ini.
Shena pulang bersama dengan Arga kerumah bu Dewi, ibu Arga sendiri setelah berpamitan dengan teman-teman mereka dari reuni dadakan di kantor KUD.
“Bagaimana kamu tahu kalau aku ada di sini. Kamu bahkan langsung datang ke KUD. Apa bu Dewi yang memberitahumu?” tanya Shena saat berada dalam mobil jeep offroad hitam milik Arga.
“Heem, Ibu langsung memberitahuku setelah kamu datang ke rumah samalam, ini adalah liburan semeseter dan aku baru saja putus cinta. Tidak ada salahnya aku pulang untuk bertemu lagi dengan teman gendutku.” Arga masih saja meledek Shena.
“Jadi kamu melarikan diri, ha?” tanya Shena. “Katakan? Siapa yang memutuskan hubungan, kamu atau dia?”
Kenapa aku merasa kisah Arga sama kayak aku, ya? Aku datang kemari juga karena sedang dalam misi pelarian diri agar Leo tidak bisa menemukanku. Pikir Shena yang tersenyum sendiri karena masalahnya hampir sama dengan masalah yang dialami sahabat masa kecilnya.
“Tentu saja aku? Mana ada cewek yang menolak atau mau berpisah dariku?” jawab Arga dengan penuh percaya diri.
“Dasar playboy gak jelas, kamu! Pasti sudah banyak cewek yang jadi korban kamu, kan?” tebak Shena.
“Aku jadi penasaran sama cewek yang ngejar-gejar kamu sehingga sampai membuat kutu kupret sepertimu harus melarikan diri kemari. Apa dia cantik?” tanya Shena penuh semangat.
“Kau 1000 x lebih cantik darinya. Dia kampungan sekali!”
“Kau juga berasal dari kampung b0doh!” Shena menunjuk-nunjuk kepala Arga saking gemasnya. “Anak kampung kok malah ngatain orang lain kampungan,” gerutu Shena.
“Bukan itu maksudku, dia itu katrok banget, Shena. Sedetik saja aku nggak betah sama dia. Entah kerasukan setan apa sampai dia ngebet banget ngejar-ngejar aku kayak gitu. Aku juga udah memperlakukan dia dengan sangat kasar, tapi dia tetap saja nggak mau nyerah buat deketin aku. Menyebalkan sekali, kan?” Arga terlihat kesal sampai memukul-mukul kemudinya.
Kenapa Arga mirip banget sama Leo, sih? Dan kenapa kisah kami jadi samaan gini? Ah bukan, sifat Arga yang playboy memang sama seperti Leo, tapi kisah cintanya sama seperti yang kualami saat itu. Aku ... aku sungguh kangen sekali dengan Leo. Tiba-tiba saja, Shena jadi kepikiran Leo lagi.
Arga mengingatkan kenangannya saat bersama dengan Leo dulu, dimana Leo juga mengejar-ngejarnya bahkan sampai menggunakan cara yang tidak biasa agar bisa mendapatkan Shena. Gadis itu merasa lucu dengan kebetulan yang aneh ini.
“Sekarang giliranmu!” Arga membuyarkan lamunan Shena.
“Giliran apa?” tanya Shena bingung.
“Bagaimana dengan kisah cintamu? Aku sudah menceritakan petualangan cintaku padamu? Sekarang giliranmu. Apakah ... sampai saat ini kamu masih tidak bisa melupakan Bayu?”Arga melirik Shena.
__ADS_1
Shena terkejut karena ternyata Arga tahu juga soal Bayu. Kalau begitu, ini kesempatan Shena bertanya pada Arga mengenai siapa Bayu itu.
“Ada yang ingin aku tanyakan padamu.” Shena menatap serius wajah Arga yang sedang konsen menyetir mobil jeepnya.
“Apa?”
“Siapa Bayu?” tanya Shena.
Seketika Arga terkejut sampai tidak sadar ia menginjak rem mobilnya tiba-tiba hingga terdengar bunyi decitan keras karena mobilnya berhenti mendadak. Kepala Arga hampir saja menatap setir mobilnya sendiri, sedangkan Shena hampir saja menatap dasbor kalau saja ia tidak memakai sabuk pengaman.
“Kau tidak tahu siapa, Bayu?” teriak Arga tak percaya.
****
maafkan penulis yang sudah membuat semuanya penasaran .. jangan bosan menunggu up selanjutnya karena kisahnya semakin seru dimulai dari sekarang.
visual Arga
visual Rega
Leo yang menjalankan misi penting supaya bisa cepat kembali bersama dengan Shena.
Shena kalau lagi manyun 🤭🤭🤭
jangan lupa dukung penulis dengan like, vote, dan juga komentarnya ya...
terimakasih love you all 😘😘😘
salam manis dari penulis ♥️♥️♥️
__ADS_1