Playboy Jatuh Cinta (The King In Love)

Playboy Jatuh Cinta (The King In Love)
episode 172 Kabar Buruk


__ADS_3

Sesampainya di rumah sakit milik Zian sendiri, Leo langsung bergegas menemui Zian untuk mencari tahu bagaimana kondisi Anita saat ini. Leo bertanya di bagian informasi dan langsung menuju lokasi di mana Zian berada. Leo menatap seseorang yang sedang duduk termenung di sebuah kursi seolah sedang memikirkan sesuatu. Beberapa orang yang salah satunya juga Leo kenal sebagai Dimas berjalan mondar mandir karena gelisah, mungkin mereka semua sedang memikirkan bagaimana kondisi Anita saat ini.


“Maaf mengganggu waktumu, tuan Malik,” sapa Leo yang sudah berdiri di sebelah Zian.


“Leo.” Zian terkejut melihat Leo tiba-tiba saja datang kemari. “Apa yang membawamu kemari? bagaimana kau tahu kalau kami semua ada di sini?” tanya Zian.


“Bibi Jenny yang memberitahuku, aku turut sedih atas apa yang menimpa kak Anita. Sungguh aku tidak tahu kalau orang pertama yang menjadi sasaran balas dendam Carlos adalah Kak Anita.”


“Tunggu! Kau kenal dengan Carlos? Kau juga tahu hubungan Anita dan Carlos?” Zian terkejut Leo mengetahui soal Carlos.


Leo mengangguk pelan dan menceritakan seluk beluk Carlos dan awal permasalahannya dengan Carlos. Tak lupa, Leo juga menjelaskan bahwa sasaran balas dendam berikutnya adalah dirinya dan Shena.


Tentu saja Zian terkejut mendengar penjelasan Leo, “Lalu, apa rencanamu sekarang?” tanya Zian.


Belum sempat Leo menjawab pertanyaan Zian tiba-tiba saja ponselnya berbunyi dari nomor tak di kenal. Leo agak menjauh dari Zian untuk mengangkat panggilan teleponnya.


Betapa terkejutnya Leo setelah tahu siapa yang meneleponnya dan apa yang diberitahukan si penelepon itu. Seketika wajah Leo menjadi merah padam dan tangannya mengepal sangat kuat. Leo langsung mengerang sekencang mungkin melampiaskan seluruh amarahnya setelah teleponnya dimatikan.


“Arghhhhh! Sial! Awas kau Carlos! Akan kuhabisi, kau!” teriak Leo menggelegar sambil meninju dinding koridor rumah sakit dengan tangannya kuat-kuat sampai dinding itu retak.


Teriakan Leo yang bagai sambaran petir itu berhasil membuat semua orang terkejut mendengarnya.


“Ada apa Leo? Kenapa kau begitu marah!” tanya Zian yang juga jadi khawatir melihat Leo tiba-tiba saja kalap seperti itu.


“Carlos menculik Xiaonai dan Shena,” jawab Leo masih tersulut emosi.


“Apa?” Zian hampir ikut berteriak.


“Permisi tuan Malik, saya harus pergi menyelamatkan mereka.”

__ADS_1


“Tunggu!” Zian mencegah kepergian Leo. “Jika kau butuh bantuanku, aku bersedia membantumu.” Zian menawarkan bantuan pada Leo.


“Terima kasih tuan Malik. Nanti pasti akan saya kabari lagi. Permisi semuanya.” Leo pun pergi keluar dari rumah sakit dan mulai menghubungi seseorang yang bisa melacak dengan cepat keberadaan Carlos saat ini.


****


"Hai Mr. Jakson, ini aku. Bisa kita bicara sebentar?" Leo sedang menghubungi seseorang untuk membantunya melacak keberadaan Carlos saat ini.


"Maaf, ini dengan siapa, ya?" Orang yang ditelepon Leo malah balik bertanya.


"Kau tidak ingat aku?" Leo hampir berteriak karena tidak percaya ada orang yang tidak mengenali suara emasnya.


"Untuk apa saya harus mengingat anda? Apa anda selingkuhan mantan istri saya? Yang membuat saya akhirnya bercerai."


"Hei sialan, aku ini Leo. Leo Pyordova. Kau ingat?" Leo mendengus kesal.


Dasar kampret! Berani-beraninya dia menuduhku yang bukan-bukan, meski aku playboy nggak mungkin aku doyan sama istri orang. Brengsek! umpat Leo dalam hati.


"Sialan kau. Mana bos mu? Aku ingin bicara dengannya."


"Dia sedang mengalami gangguan parah saat ini. Saya sarankan, anda lebih baik bicara dengan saya saja." Leo heran karena pria yang bernama Jakson itu meneleponnya sambil berbisik-bisik seolah takut ketahuan oleh bosnya.


"Gangguan? Gangguan apa?" Leo mengernyitkan alisnya karena heran. Pasalnya selama Leo berkenalan dengan Raython, tak pernah sedikitpun ia melihat Raython sakit apalagi memiliki gangguan. Ya, mungkin kalau gangguan kejiwaan memang iya.


"Otaknya sedang dalam masa rehabilitasi. Hari ini dia nampak aneh, seperti orang abnormal yang berpura-pura normal." Jakson menjelaskan.


Leo hanya tertawa sinis mendengar kata-kata asisten Raython yang kurang ajar ini.


"Kau ... Kau benar-benar asisten kurang ajar, ya. Berani sekali kau menghina tuanmu seperti itu."

__ADS_1


"Saya hanya berkata fakta tuan."


"Baiklah, terserah apa katamu. Aku sedang dalam kondisi genting. Aku butuh bantuan koneksi tuan mu."


"Bantuan seperti apa?"


"Istriku di culik. Dia di culik oleh musuhku. Aku harap kau bisa membantuku. Katakan kepada tuan mu, aku butuh dia untuk melacak keberadaan musuhku."


"Aku harus membicarakan ini dulu dengan tuan Raython. Akan ku kabari jika dirinya telah pulih."


"Hei, apa tidak bisa kau beritahu sekarang? Ini keadaan genting, sialan." Lagi-lagi, Leo mengumpat sambil menendang ban mobilnya sendiri saking kesalnya dengan asisten Raython yang bernama Jakson ini. Ingin rasanya Leo menembak kepala Jakson supaya seluruh isi otaknya keluar. Sayang, Leo tidak bisa melakukannya saat ini.


"Aku mengerti keadaan mu, tuan Pyordova. Namun, seperti ucapan ku tadi, tuan Ray sedang ada masalah dengan kepalanya. Aku harap kau mengerti. Aku akan mengabari mu lagi kurang dari 24 jam. Aku janji akan menggali informasi mengenai musuh mu itu. Kau hanya perlu mengirimkan aku informasi mengenainya, secepat mungkin segera aku akan mengabari mu."


Sejenak Leo diam seribu bahasa seperti sedang menimbang-nimbang tawaran Jakson. Dia butuh bantuan Raython secepatnya. Bagaimana pun, Shena pasti dalam bahaya terlebih dengan kondisinya yang sedang hamil. Dia tidak mungkin menolak bantuannya, meskipun hanya mencari informasi tambahan.


"Baiklah." Akhirnya Leo berucap. "Aku akan mengirimkan beberapa informasi pribadi dari dirinya. Terimakasih, tolong sampaikan kepada tuan mu aku membutuhkannya."


"Tentu, tuan. Saya akan menepati janji saya."


Leo menutup sambungan teleponnya dan bersamaan dengan itu, tiba-tiba dia menerima notif pesan yang berisi alamat rumah Carlos. Sepertinya, itu adalah pesan yang dikirim Xiaonai sebelum ia dan Shena di culik oleh Carlos.


Segera Leo membuka pintu mobilnya, dan melesat pergi ke sebuah vila yang ada di Bandung tempat Carlos menyekap Shena.


"Tunggu, Sayang. Aku akan menyelamatkanmu dan memberi pelajaran setimpal pada bajingaan yang berani menculikmu!" gumam Leo.


BERSAMBUNG


****

__ADS_1


terimakasih untuk semuanya .. love you all ..


__ADS_2