Playboy Jatuh Cinta (The King In Love)

Playboy Jatuh Cinta (The King In Love)
episode 142 Bikin Onar Red Bar


__ADS_3

Shena tidak habis pikir bagaimana bule itu bisa berani datang mendekatinya dan mencoba menggodanya. Shena melirik mata Leo yang sudah terlihat merah karena menyala meski ia masih tetap berdiri di panggung DJ. Firasat Shena sudah tidak enak melihat kilatan cahaya kemarahan dari mata Leo. Karena itu dia memutuskan untuk pergi saja dan menghindari para bule itu. Namun, bule itu tahu gelagat Shena dan langsung mencekal lengannya agar gadis itu tidak jadi pergi meninggalkannya.


“Lepaskan tanganku, Mr,” tandas Shena.


“Mau kemana kamu, ayolah ... kita bersenang-senang. Gadis cantik sepertimu sayang sekali kalau di lewatkan begitu saja.” Bule itu masih sempat-sempatnya menyunggingkan senyumnya pada Shena padahal ada sepasang mata tajam sedang menatapnya dengan kilatan api kebencian.



“Apa?” Shena tidak percaya ada bule kurang ajar seperti itu. Shena khawatir jika terus-menerus seperti ini, maka Leo bakal membuat onar di tempat ini.


Bule itu terus saja tebar pesona pada Shena dan tidak mau melepaskan cekalannya tanpa ia sadari kalau ada sepasang mata elang sudah mengawasi gerak gerik mereka sejak tadi. Macan itu mulai kalap dan meloncati meja DJ controller dengan cepat lalu berjalan lurus ke arah bule yang masih memegang tangan istrinya. Tanpa peringatan sebelumnya, Leo langsung memberikan hadiah bogem mentah yang mendarat mulus di pipi kanan bule itu.


Buk!


Saking kerasnya, pukulan yang dilayangkan Leo, bule itu sampai terjerembab ke lantai dan darah segar mulai menetes di sudut bibirnya.


“Dasar bule breengsek! Berani-beraninya kau menggoda istriku, ha? Apa kau bosan hidup!” teriak Leo sehingga mengundang perhatian banyak orang. Lantunan musik tiba-tiba saja berhenti dan semua mata memandang ke arah Leo.


“Haaaah, kurang ajar! Siapa kau! Beraninya kau memukulku!” teriak bule itu dengan kesal dan langsung berusaha memukul balik Leo. Tapi Leo dengan mudah menangkis serangan bule itu dan membalas balik dengan tendangan baja yang tepat megenai dada bule kurang ajar itu. Untuk kedua kalinya, bule tersebut memuncratkan darah segar dari mulutnya akibat tendangan yang dilayangkan Leo padanya hingga ia terhuyung ke belakang.


Semua orang yang menyaksikan adegan menegangkan itu terpana tak percaya, Leo bisa melakukan hal itu pada bule yang ternyata adalah ketua gengster di bar ini. Para anak buah bule itu tak tinggal diam. Hampir semua laki-laki di bar ini adalah anak buah orang yang baru saja di bantai oleh Leo. Otomatis mereka semua tidak terima jika bosnya diperlakukan semena-mena seperti itu, apalagi Leo menghajar bosnya tepat di depan banyak orang.


Mereka semua yang terdiri dari kumpulan gengster mulai menyerang Leo secara bersamaan dan perkelahian pun tak terelakkan. Hanya saja, kondisi Leo sama sekali tidak menguntungkan, ia juga tidak mungkin memanggil para pengawalnya datang kemari karena sebelumnya, Leo sudah berpesan untuk tidak mengganggunya selama ia dan Shena berada di Inggris. Alhasil, mau tidak mau, Leo harus bisa menghadapi para musuhnya sendirian melawan ratusan anak buah bule itu yang semuanya, ada di dalam Bar ini.

__ADS_1


Sampai detik ini, Leo masih belum tumbang dan tetap berdiri kokoh melawan puluhan orang yang jumlahnya juga lumayan banyak. Sebagian dari mereka memang sudah berhasil dikalahkan oleh Leo dan membuat keadaan Bar sudah tak lagi rapi seperti sebelumnya. Leo hampir saja kualahan karena harus melindungi Shena juga.


Beruntung di tengah-tengah kondisi Leo yang terdesak, muncullah seorang pahlawan kesiangan yang tak kalah jago dengan gaya Leo saat berkelahi. Laki-laki itu membantu Leo melawan semua anak buah bule tadi. Mereka berdua baku hantam dan bak buk bak buk memukul semua orang yang berusaha menyerang mereka.


“Kenapa mau membantuku?” tanya Leo pada sosok laki-laki yang tiba-tiba saja membantunya. keduanya saling memunggungi satu sama lain dan bersiap melawan musuh-musuh yang mengelilingi mereka.


“Karena tanganku sudah gatal ingin menghajar orang, kebetulan kau sedang bermain, jadi aku ikutan,” ucap laki-laki itu. “Kau tidak keberatan bukan? Rasanya hari ini aku sedang kesal sekali. Bolehlah, kau berbagi mangsa untuk kujadikan rempeyek.”


“Masuk, kita bikin mereka jadi ikan pindang. Berani-beraninya mereka menggoda istriku.” Leo berdecak kesal, seakan suasana hati keduanya benar-benar sama.


“Oh iya, aku Rendy, from Indonesia.” Laki-laki itu memperkenalkan dirinya pada Leo.


“Aku Leo, from Indonesia juga,” ujar leo sambil sedikit menahan emosinya.


“Oh iya? Wah kebetulan ... kita satu negara, aku kira kau dari China karena wajahmu wajah khas orang China.” Laki-laki yang bernama Rendy itu menatap tajam pada orang yang ada didepannya.


“Ready Go!” teriak Rendy sembari melayangkan sebuah tendangan khusus yang hanya dimiliki oleh lak-laki itu.


Rupanya, Rendy juga sangat jago sekali berkelahi. Ia memliki teknik khusus yang bisa membuat lawannya tumbang seketika meski hanya menggunakan tangan kosong. Leo bahkan ikut terkesima melihat aksi partner dadakannya yang bisa mengalahkan beberapa orang hanya dalam waktu sekejap.


Dengan begitu, Leo tidak perlu khawatir lagi menghadapi ratusan gengster yang mencoba cari gara-gara dengannya, karena kini ia juga punya rekan yang tak kalah keren darinya meski cuma satu orang. Namun keterampilannya berkelahi, tak kalah dengan puluhan orang. Sudah dapat dipastikan siapa yang akan menang nanti.


Sementara itu, Shena hanya bisa shock menyaksikan kekacauan yang sedang dibuat oleh Leo. Namun, Shena berusaha tenang meski ia sangat mengkhawatirkan suaminya yang lagi asyik bak buk bak buk dengan musuh-musuhnya.

__ADS_1


Tiba-tiba saja, sebuah tangan menyeret paksa lengan Shena dan membawanya menjauh dari kerumunan orang-orang. Tentu saja gadis itu refleks berteriak memanggil-manggil nama suaminya.


“Leo!” teriak Shena sambil berusaha berontak dari cekalan tangan orang yang ternyata adalah bule tadi.


Leo yang mendengar suara teriakan istrinya menoleh ke arah sumber suara itu dan langsung kalap membabi buta menghajar setiap orang yang menghalangi langkahnya untuk mendekati Shena. Apalagi istrinya itu sedang dalam masalah.


Tanpa ampun Leo langsung menghantam wajah bule untuk kesekian kalinya kerena berusaha menyentuh Shena. Bule itupun juga memukul wajah tampan Leo sehingga cowok itu terhuyung di depan Shena dan otomatis istrinya itu langsung khawatir melihat Leo mendapat pukulan telak dari musuh untuk pertama kalinya.


“Kamu tidak apa-apa, Sayang?” tanya Shena sambil memegang kedua pipi Leo dengan raut wajah panik dan cemas yang amat sangat.


“Aku tidak apa-apa, Sayang. Ini bukan apa-apa!” Leo langsung mencium bibir Shena dengan mesra sebelum ia melanjutkan aksi bantai membantainya. “Beri aku kecupan sekali lagi agar aku lebih bersemangat Sayang,” pinta Leo pada Shena sambil tersenyum manis.


Shenapun menuruti permintaan suaminya dan mencium lembut bibir merah delima Leo dengan mesra ditengah-tengah kekacauan yang sudah Leo buat.


“Huh! Dasar tukang pamer!” gumam bule gila itu.


BERSAMBUNG


****


Tetep ya ... si Leo mang gak ada Ahklak banget! Disaat genting gitu masih aja sempet sempetnya ... hadeuhhh haluuukuuu ... hehehe.


Jangan bosan menunggu up selanjutnya ..

__ADS_1


karena masih ada bintang tamu yang lainnya lagi, pasti udah bisa nebak siapa nanti. terus dukung dengan like, vote dan komentarnya supaya akuh lebih semangat lagi.


love you all...


__ADS_2