
Laura dan Shena sudah berada di sebuah gedung yang nantinya akan mereka gunakan untuk resepsi pernikahan Roy dan Laura. Masih banyak waktu bagi Laura untuk bersiap-siap. Namun, sebelum itu Laura ingin tahu alasan Roy melakukan sandiwara ini dengan menginterogasi Shena.
Sebab,yang Laura tahu, Shena tidak suka berbohong. Sangat aneh jika Shena mau bekerjasama dengan suaminya untuk ikut bersandiwara. Pasti ada hal yang membuat Shena menyetujuinya.
"Sekarang jelaskan padaku semuanya tanpa ada yang harus kau tutupi. Jika kau berbohong lagi, maka aku tidak akan pernah mengembalikanmu pada Leo." Nada suara Laura terdengar mengancam.
Shena hanya bisa menghela napas panjang melihat sahabatnya masih saja marah dengan surprise dag dig dug ini.
"Baiklah, dengarkan aku dulu supaya kau tidak salah paham lagi padaku." Shena duduk di atas kasur yang ada di ruangan ini. "Apa ini kamar pengantinmu?" Shena memerhatikan sekeliling ruangan. Sebab ia tidak enak jika harus mendahului menikmati kamar pengantin.
"Bukan, ini hanya kamar tamu biasa yang akan digunakan untuk meriasku sepertinya."
"Oh, oke. Aku akan memulai penjelasanku dan dengarkan aku baik-baik. Jangan menyela sebelum aku selesai bicara. Kau boleh bertanya jika aku sudah selesai menjelaskan semuanya padamu. Karena penjelasanku ini agak sedikit rumit."
"Oke." Laura menjawab singkat, padat dan jelas. Ia pun ikut duduk di sebelah Shena.
"Bolehkah sambil rebahan? Aku lelah sekali."
"Kau ini? Kapan mulai penjelasannya?" Laura mulai kesal karena Shena sengaja mengulur waktu dan mengalihkan pembicaraan.
"Baiklah, aku minta maaf." Shena bersandar di sandaran ranjang sambil meluruskan kakinya. Maklumlah ibu hamil selalu saja banyak tingkah.
Berawal dari Shena dan Leo saat masih berada di Swiss dan Refald mengatakan sesuatu tentang Carlos. Musuh bebuyutan Leo yang ternyata masih hidup dan mulai menjadi ancaman bagi ketenangan keluarga Leo dan orang-orang yang ada disekitarnya. Bahkan Carlos juga membuat kacau keluarga Zian sampai endingnya Anita harus mengalami keguguran. Karena itulah Leo meminta bantuan Refald untuk mencari cara agar Carlos tidak bisa menyakiti siapapun.
Dengan kekuatan dan kemampuan istimewa yang Refald miliki, ia bisa memprediksi apa yang akan terjadi pada Leo dan juga Shena. Refald melihat hal buruk akan menimpa Shena dan juga orang-orang terdekat Leo, bahkan kematian pun bisa terjadi baik itu Leo sendiri ataupun orang-orang yang berhubungan dengan Leo.
Saat itu, Leo tidak mau memberitahu Shena masalah itu karena ia sedang hamil muda sampai akhirnya mereka berdua kembali ke Indonesia.
Sebelum Leo pulang, Refald memberikan sebuah solusi untuk mencegah kemungkinan terburuk terjadi, yaitu memanipulasi kematian seseorang.
__ADS_1
Meski cara itu belum tentu bisa mengatasi hal yang akan menimpa Leo dan Shena, tapi tidak ada salahnya mencoba.
Awalnya, Leo tidak tahu maksud dari kata-kata Refald soal manipulasi kematian itu, sampai akhirnya, Leo terpaksa membicarakan masalahnya dengan Roy saat Roy dan Laura mengunjungi Shena yang baru saja kembali dari Perancis saat itu.
Leo sengaja meminta Shena mengajak Laura keluar kamar agar Leo bisa leluasa berdiskusi dengan Roy tentang hal yang sedang ia hadapi. Selama ini, diantara keduanya memang tidak ada rahasia. Apapun yang Leo lakukan, Roy selalu tahu begitu juga sebaliknya.
Dari situ, Roy pun mulai mengerti masalah yang dihadapi sahabatnya dan memutuskan untuk membantu Leo memecahkan teka-teki Refald dengan catatan, jika Roy berhasil, maka Leo harus membawa Laura ke tempat yang sudah mereka sepakati agar menikahkan Laura dengannya saat itu juga. Leopun menyetujui syarat itu meski dengan sangat berat hati. Sebab, Roy bersedia mengorbankan nyawanya demi melindungi Leo dan semua orang yang dicintainya agar tetap hidup. Tentu saja dengan jaminan, Roy pun juga harus selamat dari rencana beresiko mereka berdua.
Roy sendiri yakin, bahwa rencana memanipulasi kematiannya sendiri akan berhasil. Jauh-jauh hari, Roy sudah mempersiapkan semua perlengkapan keamanan, mulai dari parasut, baju peluru, tali temali dan juga perlengkapan keselamatan lainnya agar bisa menghadapi bahaya apapun yang akan menimpa Roy.
Namun, prediksi mereka hampir meleset karena Carlos menculik Shena dan Xiaonai sekaligus. Untungnya, lokasi penyekapan mereka terpisah sehingga Roy masih bisa melancarkan aksinya.
Awalnya Leo tidak setuju dengan keputusan Roy yang terkesan seolah bunuh diri, tapi ia juga tidak bisa berbuat apa-apa. Roy bersedia mengorbankan nyawanya demi melindungi semuanya.
Begitu penyelamatan Xiaonai berhasil dilakukan, Roy mulai melancarkan aksinya meski harus terpaksa melibatkan Xiaonai.
Tepat disaat mobil Roy hendak masuk jurang, Roy mendorong Xiaonai keluar dan Roy sendiri langsung memakai tas ransel berisi parasut yang sudah Roy siapkan jauh-jauh hari.
Begitu mobil itu jatuh, Roy langsung menggunakan parasutnya sampai mendarat sempurna dengan selamat dan masuk ke dalam hutan.
Ditempat itu pun Leo juga sudah menyiapkan segala sesuatu yang dibutuhkan Roy selama masa persembunyiannya sampai hari pernikahannya dengan Laura tiba.
Pengorbanan yang Roy lakukan akhirnya, berbuah manis. Kematian yang digambarkan Refald sudah tergantikan dengan kebahagiaan karena memang sudah menjadi takdir bahwa Leo dan semua orang yang ada disekelilingnya, layak bahagia.
Rencana Leo dan Roy yang sudah berhasil itu pun diketahui oleh Refald dan ia bilang bahwa keputusan yang diambil Leo sangatlah tepat.
"Ayah mertuaku selamat dan aku tidak jadi kehilangan janinku, itulah hasil dari pengorbanan yang sudah Roy lakukan untuk kami. Aku sangat berterima kasih pada suamimu karena sudah bersedia membantu kami. Tidak ada salahnya jika aku pun membantunya agar kalian berdua menikah dan hidup bahagia." Shena mengakhiri penjelasannya.
"Apa? Maksudmu ... kau hampir saja keguguran?"
__ADS_1
Shena mengangguk pelan. "Tapi sekarang aku sudah tidak apa-apa. Kau jangan khwatir. Apa kau masih marah pada kami semua?" tanya Shena.
Laura tidak langsung menjawab, ia malah memeluk sahabatnya sambil berurai air mata.
"Kau jahat Shena? Kenapa kau tidak memberitahuku seperti yang Leo lakukan pada Roy? Kau suka sekali menjadikanku sahabat tidak berguna? Aku benci padamu?"
"Ra, aku saja tidak tahu apa-apa, Leo baru memberitahuku semuanya setelah Roy masuk ke dalam jurang. Bagaimana aku bisa memberitahumu jika rencana selanjutnya adalah pernikahan kalian." Shena melepaskan pelukan sahabatnya, dan mengusap lembut pipi Laura. "Apa ini? Kau menangis di hari pernikahanmu? Roy bisa marah padaku karena sudah membuatmu menangis sepeti ini. Karena dia sudah berjanji, begitu kau menikah dengannya maka tidak akan ada air mata. Kau ingat?" Shena tersenyum pada Laura.
Laura sendiri juga mulai tersenyum. Tiba-tiba gadis itu baru ingat kalau ia punya kejutan untuk Shena.
"Aku ada kejutan untukmu." Laura terlihat senang karena kejutannya, pasti akan membuat Shena senang juga.
Laura mengeluarkan ponselnya dan mengotak-atiknya sebentar lalu menunjukkannya pada Shena.
Mata Shena langsung melotot tak percaya, ia bahkan sampai menutup mulutnya yang menganga saking senangnya.
"Bagaimana bisa kau mendapatkan ini? Tunggu! Bukankah ini besok?" tanya Shena bingung.
"Ehm, dan kita akan ke sana besok."
"Apa? Kau gila, ya? Itu kan waktu malam pertama kalian? Bagaimana bisa kita ...," Shena tidak bisa melanjutkan kata-katanya.
Tatapan mata Laura sudah menjelaskan semua rencananya dan Shena hanya terpana. Ia tidak yakin Leo bakal mengizinkannya pergi ke acara konser idola nya.
BERSAMBUNG
****
terus ikuti kisah keseruan Leo dan Shena selanjutnya ... jangan bosan ya ... love you all
__ADS_1