
Leo keluar dari mobil ferrarinya dan membukakan pintu mobil untuk Shena. Dengan gaya sok romantis, Leo mengulurkan tangannya menyambut tangan istrinya dan membantunya turun dari mobil.
Tentu saja Shenapun menyambut uluran tangan suaminya dengan senang hati. Keduanya bahkan sempat saling berhadapan dan berciuman mesra seperti biasanya.
“Dasar pasangan nggak ada akhlak! Mau perang saja masih sempat-sempatnya bermesraan. Di depan umum lagi? Nggak tahu apa, kalau kami semua para pengawalnya lagi ngenez banget karena dari semalam belum tidur? Bengek banget mereka!” Semua pengawal Leo yang menyaksikan majikannya sedang mengumbar betapa romantisnya kisah cinta mereka membatin dalam hati dengan kalimat yang hampir sama.
Leo berlutut di depan Shena, dan mencium mesra perut istrinya sambil berkata, “Jaga ibumu baik-baik, Sayang ... jangan rewel dulu sebelum kami selesai beraksi menumpas orang-orang jahat itu, kelak kamulah yang akan menggantikan, Ayah.” Sekali lagi Leo mencium perut Shena sehingga membuat Shena semakin terharu dan juga bangga pada Leo sampai ia tidak bisa berkata apa-apa lagi. “Ayo, Sayang. Jangan bertindak diluar rencana kita, oke. Aku akan selalu mengawasimu.” Leo mencium kening Shena dan menggandeng tangannya sampai menuju pintu gerbang istana kediaman kekasih artis idola Shena.
Sesuai perintah Leo, penjaga palsu yang tidak lain adalah anak buah Leo sendiri langsung membukakan pintu gerbang untuk majikannya. Keduanya pun masuk dengan keren ala seorang artis papan atas yang berjalan di karpet merah saat menghadiri ajang penghargaan ternama.
Agar tidak ketahuan, Leo dan Shena menyamar sebagai pengawal dan asisten pribadi rumah Xiao Lung. Keduanya masuk ke dalam rumah secara bergantian. Shena berjalan lebih dulu diikuti Leo dari belakang.
Shena menyapa beberapa orang yang berpapasan dengannya sambil mencari kamar Xiao Lung. Menurut informasi dari artis idolanya, kamar kekasihnya ada di lantai 3 sebelah kanan tangga.
Kebetulan, sebelum ia menaiki tangga, ada seorang pelayan yang hendak mengantarkan makanan, Shenapun bergegas menghampiri pelayan itu dan berbicara dengannya.
“Ehm, mau dibawa kemana makanan itu?” tanya Shena dengan ekspresi tenang.
Pelayan itu pun mengamati Shena dan langsung menunduk melihat seragam yang dipakai istri Leo tersebut. Sepertinya, seragam yang dipakai Shena memiliki tingkatan strata yang lebih tinggi darinya.
“Saya mau mengantarkan makanan ini pada nona Xiao Lung, Nyonya,” jawab pelayan itu masih menunduk tanpa berani menatap Shena.
“Biar aku saja yang membawanya, pergilah dan urus pekerjaanmu yang lainnya.” Shena mengambil nampan yang berisi makanan tersebut dari tangan pelayan yang ada di depannya.
__ADS_1
Pelayan itupun mengangguk dan berbalik arah meninggalkan Shena tanpa curiga. Sambil tersenyum senang, Shenapun naik ke lantai atas menuju kamar di mana kekasih artis idolanya disekap.
Rupanya, tak butuh waktu lama untuk menemukan ada di mana kamar Xiao Lung. Begitu sampai di lantai 3, ada 2 penjaga yang berjaga di depan kamar. Shena yakin sekali kalau itulah kamar yang ia cari sejak tadi.
“Aku mengantarkan makanan pesanan Nona Xiao Lung,” ujar Shena pada pengawal bersenjata lengkap yang berjaga di depan kamar.
Shena hendak masuk, tapi langsung dicegah oleh salah satu pengawal itu. “Tunggu!” sergahnya sambil merentangkan salah satu tangannya menghalangi langkah Shena.
Shena pun berhenti dan menatap wajah pengawal itu. “Ada apa?” tanya Shena berusaha bersikap tenang supaya tidak ketahuan.
“Siapa kau? Aku belum pernah melihatmu? Apa kau pegawai baru?” tanya penjaga itu penuh selidik.
Dek!
Shena hanya bisa menelan salivanya dan memutar otak untuk mencari alasan yang tepat. “Aku menggantikan rekanku yang sedang sakit, biasanya aku bekerja di dapur,” Shena menjawab tanpa menoleh lagi pada penjaga itu, dan jawaban Shena masuk akal juga sehingga para penjaga itupun langsung percaya.
Sedangkan Shena sendiri menganga tak percaya mendengar kata-kata penjaga yang nggak tau diri ini.
Dasar penjaga nggak ada akhlak! Nggak sadar apa? Muka pas-pasan! Sok narsis, genit, ganjen, nggak ada akhlak! Masih hidup, pula? Dasar breengsek ini orang! Batin Shena dengan kesal.
Pengawal yang mencoba merayu Shena itu belum tahu siapa Shena sebenarnya, jika sampai Leo tahu maka habislah orang ini. Dan benar saja, tidak berapa lama sebelum Shena sempat menjawab ucapan pengawal genit itu, tiba-tiba saja pria aneh yang berdiri di depan Shena langsung tumbang tanpa sebab begitu juga dengan temannya yang berdiri di belakang Shena. mereka berdua terkapar tak berdaya alias pingsan karena Leo menembakkan obat bius pada keduanya dari balik dinding yang ada di tikungan tangga.
Shena semakin terperangah saat dengan keren, Leo berjalan mendekat ke arahnya. “Kau tidak apa-apa, Sayang?’ tanya Leo sambil mengusap lembut pipi Shena.
__ADS_1
Shena pun membalas memegang tangan suaminya. “Ehm, aku tidak apa-apa. Tadinya aku ingin menggampar mulut pengawal ganjen itu, tapi kau sudah membasminya duluan.”
“Itu karena dia terlalu lancang sudah berani menggoda istriku! Akan aku beri dia pelajaran setelah ini, supaya ia tidak berani menggoda wanita lagi.”
“Apa yang akan kamu lakukan, Sayang?” tanya Shena penasaran.
“Kamu lihat saja setelah ini, Sayang.” Leo tersenyum mencurigakan, tapi inilah Leo, gengster nggak ada akhlak yang juga suka usil pada setiap musuh yang dihadapinya.
Leo mengamati sekitar dan hendak mencuri kesempatan untuk mencium Shena lagi, tapi niatnya itupun gagal dilakukan karena pintu kamar yang ada di samping mereka tiba-tiba saja terbuka.
Spontan wanita yang membuka pintu tersebut terkejut dengan pemandangan baru yang ada di depan matanya. Saking terkejutnya, wanita tersebut hendak berteriak tapi mulutnya dengan cepat langsung dibekap oleh Leo dan mendorong wanita itu masuk kembali ke kamarnya. Shenapun bertindak cepat ikut masuk ke dalam dan menutup daun pintu lalu menguncinya.
“Diam dan jangan berteriak kalau kau masih ingin bertemu dengan kekasihmu!” ucap Leo sambil masih membekap mulut wanita yang tidak lain adalah Xiao Lung, kekaksih artis idola Shena.
BERSAMBUNG
****
Bonus satu episode lagi ... terimaksih atas dukugannya ya ...
Jangan lupa like, vote dan komentarnya supaya aku lebih semangat lagi ... love you all.
Si Loe benar-benar nggak ada akhlak, ya? Bengek banget dia! Hehehe ...
__ADS_1
Jangan bosan nunggu kisah seru Shena dan Leo selanjutnya. Pokoknya aku sayang kalian semua.