Playboy Jatuh Cinta (The King In Love)

Playboy Jatuh Cinta (The King In Love)
Episode 134 Dokter Sintal


__ADS_3

“Shena,” sapa seseorang dari balik punggung Shena. Gadis itu berbalik arah menatap sumber suara orang yang memanggilnya. “Kamu Shena, kan?” tanya seseorang yang ternyata adalah dokter di rumah sakit ini.


“Iya, maaf ... anda siapa, ya?” Shena balik bertanya karena ia merasa tidak kenal dengan orang yang kini berdiri di depannya.


“Masa kamu lupa sama aku? Aku Sintal, senior kamu waktu di SMA dulu! Alexander Sintalno Bramastya." dokter yang bernama Sintal itu tersenyum pada Shena.


“Ah, iya ... kak Sintal, ya? Wuahhh ... Kakak sekarang jadi dokter?” Shena pun ikut senang karena bisa kembali bertemu dengan seniornya saat SMA dulu.


“Iya, kan aku dulu sudah pernah bilang sama kamu, kalau aku ingin jadi dokter, lihat sekarang. Aku bisa meraih cita-citaku.” Sintal merentangkan tangannya dan memamerkan betapa kerennya dia saat memakai seragam putih kebanggaan seorang dokter.


“Iya, Kak Sintal sekarang keren banget kalau pakai seragam itu, cocok banget.” Shena senang melihat seniornya yang dulu sempat menyukainya, kini sudah menjadi seorang dokter.


“Bagaimana kabar kamu? Kenapa kamu bisa ada di rumah sakit ini?” Sintal mulai mengubah topik pembicaraan.


“Aku baik, Kak. Temenku Laura sedang di rawat di rumah sakit ini, jadi aku datang kesini untuk menjenguknya, bagaimana dengan kakak sendiri?”


“Aku juga baik, bahkan jauh lebih baik setelah kamu nolak aku dulu.” Sintal mulai mengingatkan masa lalu mereka.


Deg!


Shena langsung mati kutu saat Sintal mulai mengungkit kisah mereka dulu. “Aku tidak menyangka kakak masih mengingatnya. Aku kira, Kakak sudah melupakan semuanya karena kini, kakak sudah sukses jadi seorang dokter.” Shena mencoba tersenyum berharap Leo tidak tahu soal masa lalu antara dirinya dan dokter Sintal ini.

__ADS_1


“Mana mungkin aku lupa, tapi aku sudah tidak terlalu berharap padamu karena sebentar lagi, aku akan menikah dengan Fani.”


“Oh iya? Selamat kalau begitu, Kak.” Shena mengulurkan tangannya sebagai tanda ucapan selamat pada kakak kelasnya yang sebentar lagi akan menikah.


Tentu saja Sintal membalas uluran tangan mantan orang yang disukainya dulu, tapi tidak langsung ia lepaskan. Sebab, Sintal masih berharap Shena kecewa dan merasa menyesal karena dulu telah menolaknya. Namun, apa yang diharapkan Sintal ternyata tidak terjadi, wajah Shena terlihat bahagia begitu mendengar dirinya akan menikah, tidak ada raut penyesalan sama sekali.


“Nyonya ....” pengawal Leo mencoba mendekati Shena untuk memberitahu sesuatu, tapi belum sempat pengawal itu bicara, Shena langsung memotong kata-katanya.


“Jangan ganggu kami, pergi dari sini! Aku tidak mau kakak kelasku tahu siapa aku yang sekarang, pergilah! Oh iya satu lagi, jangan beritahu Leo kalau aku ada di sini,” bisik Shena masih dengan menatap Sintal yang heran melihat Shena berbisik-bisik dengan pria berjaz hitam ala seorang bodyguard.


“Itulah masalahnya, Nyonya ... Tuan muda sudah ada dibelakangmu!” jawab pengawal Leo itu dan langsung sukses membuat Shena terkejut setengah mati dan buru-buru melepaskan tangan seniornya. Ia menatap mata Leo yang sudah berdiri kaku dibelakangnya sambil menatap mata Shena lekat-lekat seolah ada api menyala dimanik mata Leo.



Tanpa bicara sepatah katapun, Leo langsung menarik tangan Shena dengan kasar dan membawanya pergi dari taman ini.


“Leo, dengarkan aku! Ini tidak seperti yang kamu lihat, aku cuma ...” Shena berusaha menjelaskan agar Leo tidak salah paham dengan situasi antar dia dan dokter Sintal.


“Diam dan ikut saja!” bentak Leo sehingga membuat Shena terkejut. Cowok itu tetap mencekal lengan Shena agar mau mengikuti langkahnya. Shenapun tidak bisa berontak karena saat ini Leo sedang dimakan api cemburu buta.


“Permisi! Bisa lepaskan tangan wanita itu? Kau terlalu kasar padannya! Mentang-mentang dia cewek, kamu bersikap seenaknya saja sama dia! Sebagai cowok, kamu nggak pantes bersikap kayak gitu!” teriak Sintal berusaha membela Shena meski ia tidak tahu ada hubungan apa antara Shena dengan laki-laki yang menarik kasar tangannya.

__ADS_1


Leo langsung menghentikan langkahnya dan berbalik badan menghadap Sintal, ia hendak memberikan hadiah bogem pada Sintal tapi Shena berusaha mencegahnya dengan berdiri tegak dihadapan Leo.


“Minggir!” geram Leo sambil menahan amarah.


“Nggak!” tantang Shena.


“Kenapa kamu belain dia? Ada hubungan apa kamu sama dia?” teriak Leo menggelegar sehingga kini mereka menjadi pusat perhatian banyak orang.


“Nggak ada! Aku cuma nggak ingin ada keributan lagi disini!” Shenapun berani menatap Leo karena dia merasa tidak bersalah.


“Ayo pergi dari sini! Kita selesaikan di kamar!” Leo kembali menarik paksa tangan Shena sampai Shena merasa kesakitan.


“Berhenti! Shena tidak mau! Kenapa kamu masih saja memaksanya? Lepaskan dia?” teriak Sintal yang juga kesal melihat sikap kasar Leo pada Shena.


“Siapa kau? Apa hakmu menyuruhku melepaskan tangan istriku!” bentak Leo yang jadi geram karena pria asing yang membuatnya cemburu ikut campur urusannya.


“Apa? Istri? Shena adalah istrimu?” tanya Sintal yang langsung shock mengetahui bahwa Shena ternyata sudah menikah. Sintal tidak menyangka ia bakal dikejutkan dengan berita tentang Shena ini. “Apa benar begitu, Shena? Kau sudah menikah?” tanya Sintal untuk memastikannya sekali lagi.



“Itu benar, Kak. Dia adalah suamiku, tapi aku juga turut bahagia karena kak Sintal sebentar lagi juga akan menikah. Semoga pernikahan kalian nanti langgeng dan bahagia. Senang bisa bertemu dengan Kakak lagi, sampai jumpa.” Shena melirik Leo yang manatapnya dengan ekspresi terkejut dengan mulut menganga.

__ADS_1


****


__ADS_2